Selasa, 11 Juni 2024

Jangan Ambil Hak Anak karena Keegoisanmu

 "Aku kalau hamil tidak pernah minum vitamin dari dokter."

 

Ucapan seseorang benar-benar mencengangkan. Hah? Daku sudah tidak bisa berkata apa-apa untuk menimpalinya.

 

Memang betul kalau gizi dan vitamin saat hamil bisa didapatkan dari buah dan sayur. Namun kan kita tidak tahu takarannya seberapa, sudah cukup apa belum nutrisinya? Apalagi kalau bumil (ibu hamil) tidak doyan susu, jadi diresepkan kalk oleh bidan / dokter kandungan.

                                   Pexels
 


Sedih sekali jika ada ibu yang dianugerahi kehamilan tetapi menolak minum vitamin dengan alasan yang tidak logis. Bukannya ini adalah salah satu pelanggaran hak terhadap anak? Apalagi di trimester pertama, janin butuh asam folat dan zat lain demi pembentukan tubuh (terutama jantung).

 

Jangan Pelit ke Anak

 

Ada lagi ibu yang dengan entengnya bercerita kalau saat hamil, dia jarang periksa ke bidan. Mungkin dalam 9 bulan dia  hanya ke klinik bidan 3-4 kali. Juga tidak pernah USG karena menganggapnya pemborosan.

                                    Pexels

 

Padahal USG mah bukan hanya untuk melihat jenis kelamin bayi. Namun untuk mengecek kondisi bayi, berat badannya, lingkar kepalanya. Dan kau tahu? Anak si ibu lahir dengan kondisi hydrochepalus dan dugaannya karena kurang nutrisi di trimester pertama.

 

Kalau sudah terlanjur begini bagaimana? Baru menyesal. Memang lebih baik mencegah daripada mengobati. Kita tentu ingin anak lahir dengan selamat dan tidak kurang suatu apapun bukan? Tetapi malah melanggar haknya dan pelit sejak ia masih berbentuk janin. Speechless.

 

Hak Anak untuk Mendapatkan Vaksin

 

Ada satu lagi yang membuatku kesal tapi jika kuungkapkan ke depan pelakunya, akan dicap sebagai 'tukang ikut campur '. Apa pasal? Karena akhir -akhir ini banyak orang tua yang tidak mau ikut posyandu dengan alasan anaknya tidak boleh disuntik vaksin sama sekali.

 

Beneran deh. Daku jadi kesal ke orang tuanya sekaligus kasihan ke anaknya. Vaksin tidak bisa digantikan oleh madu atau suplemen apapun.

 

Kalau ada anak yang tidak divaksin tetapi tetap sehat, itu karena dia mendapatkan proteksi dari sekitarnya yang sudah divaksin. Namun daripada berharap pada orang lain, lebih baik melindungi diri sendiri. Caranya tentu dengan vaksinasi. Lagipula suntik vaksin di Puskesmas/ posyandu gratis lho! Gratisan kok ditolak?

 

Belakangan muncul lagi kasus penyakit cacar dan polio. Ternyata penyebabnya adalah anak-anak yang tidak divaksin sejak bayi. 

 

Kamu jangan tega ke anak! Mau kah masa depannya tercerabut jika dia kena polio? Jangan ambil hak anak dengan alasan yang tidak logis karena vaksin sudah jelas kehalalannya. Mau naik haji dan umroh aja harus vaksin dulu lho.

 

Jadilah orang tua yang smart dan jangan mudah termakan hoaks. Jangan utamakan ego tapi anak-anak jadi korbannya. Berikan mereka hak untuk mendapatkan nutrisi dan vaksinasi agar sehat dan kuat.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar