Rabu, 20 Mei 2026

Pelajaran Parenting dari Masha and the Bear

 Beruaaang!

Gadis kecil berbaju merah muda itu tersenyum dan seekor beruang warna coklat berdiri di sebelanya. BTW, siapa yang masih suka nonton animasi Masha and the Bear? Sejak Saladin masih TK sampai sekarang (kelas 7), dia selalu happy lihat kelucuan Masha dan kesabaran beruang.

Masha and the bear bukan sekadar serial animasi biasa. Tapi sebenarnya ada beberapa pelajaran parenting yang bisa kita pelajari. Apa saja??


Masha Lincah, Bukan Nakal


Banyak yang bilang Masha itu bandel, nakal, dan sebaliknya. Tapi bagiku (yang sudah menonton lebih dari 100 episode Masha and the bear- versi Rusia, English, dan Indonesia), gadis kecil itu hanya aktif luar biasa, bukan nakal. Kok bisa?


Contohnya ketika penguin datang mengunjungi beruang, naik pesawat terbang kecil. Karena pesawatnya nyusruk dan rusak, Masha berinisiatif untuk membetulkannya. Tapi karena dia belum paham mesin, hasilnya malah berantakan. Walau pesawat bisa terbang lagi tapi hampir semua onderdil lepas, ngerii (untung ini Cuma cerita fiksi).


Di episode-episode lain diperlihatkan tingkah Masha yang ada-ada saja, lari ke sana sini, memanjat pohon, tomboy banget dah! Kalau lihat anak lincah sebenarnya normal-normal saja, kan? Karena manusia bisa bergerak, bukan pohon yang diam saja!


Kesabaran Beruang 


Salah satu yang bikin kagum adalah kesabaran beruang dalam menghadapi dan mengasuh Masha. Doi jarang marah dan gak pernah main tangan. Paling menghukum Masha dengan disetrap di pojok, itupun Cuma sebentar. Beruang aja bisa sabar apalagi manusia.


Memiliki Hewan Peliharaan


Yang bagus di serial Masha and the Bear adalah kedekatan doski dengan para binatang. Selain beruang ada kambing, babi, anjing, kelinci, tupai, dll. Jadiii anak tuh lebih baik punya hewan piaraan, bisa berupa kucing, ikan, dll (as long as bukan yang serem kayak snake). Karena hatinya akan makin lembut dan welas asih.


Memberikan Fasilitas untuk Mendukung Anak


Ada episode ketika Masha belajar main piano di rumah beruang, atau melukis dan berkreasi. Jadi orang tua tuh jangan hanya membelikan kue dan baju. Tapi juga seharusnya menyediakan fasilitas untuk mendukung bakat anak. Misalnya ketika dia suka mewarnai ya dibelikan buku mewarnai dan krayon, atau saat dia suka olahraga ya diajak bersepeda dan berenang.


Sebagai orang tua, kita bisa belajar parenting dari mana saja, termasuk dari animasi seperti Masha dan beruang. Betapa beruang begitu sabarrr menghadapi tingkah dan polah Masha. Jangan juga terlalu cepat men-judge suatu anak nakal karena bisa jadi dia itu lincah seperti si Masha.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar