Siapa suka baca karya
Almira Bastari? So far daku sudah
baca novel Resign!, Melbourne Wedding Marathon, Ganjil Genap, Home Sweet Loan,
dan terakhir Agensi Rumah Tangga. Bagaimana dengan buku terbaru beliau, akankah
ceritanya masih asyik?
Judul : Agensi Rumah Tangga
Penulis : Almira Bastari
Tahun : 2024
Penerbit: Gramedia
Tebal : 272 halaman
Dikisahkan Katia,
seorang wanita lajang berusia 30-an. Dia tidak peduli akan saran ibunya untuk
ikut ujian abdi negara, karena sudah settle
dengan pekerjaannya di sebuah perusahaan Start-Up. Malang tak dapat
ditolak, Katia mendapatkan email horor alias surat pemecatan. Padahal….
Padahal Katia sedang
mencicil rumah dan harus membayar biaya KPR yang nominalnya lumayan. Jika dia
kehilangan pekerjaan, mau bayar pakai apa? Katia nyaris frustasi karena melamar
pekerjaan ke sana-sini tapi hasilnya nihil.
Membangun
Agensi Rumah Tangga
Ibunya Katia memutuskan
untuk merumahkan Bi Minah, ART mereka, karena sudah cukup tua. Lagipula penghasilan
beliau sebagai pensiunan ASN (tanpa bantuan lagi dari Katia) belum mencukupi
untuk menggaji bibi. Katia mengantar Bi Minah ke stasiun (untuk pulang
kampung), tapi di sana dia malah dapat ide brilian.
Walau tidak tersinggung
(karena dikira ART oleh seorang ex ART), Katia bersyukur karena dia punya ilham
untuk membuka yayasan penyalur ART. Penyebabnya karena ex ART (yang ternyata
masih tetangga Bi Minah di kampung) menceritakan keadaan di yayasan yang
sebelumnya. Sangat tidak layak, tidur bertumpuk di kamar yang sempit, makanan
pun seadanya.
Di situlah Katia
berpikir, rumah yang sebelumnya akan dijual dialihkan saja jadi kantor penyalur
ART. Nama yayasannya adalah ART (Agensi Rumah Tangga). Kemudian, Bi Minah batal
pulang kampung, tapi tinggal sementara di kantor tersebut sampai ‘laku’ alias
mendapatkan majikan yang baru. Lantas Katia memanfaatkan media sosial untuk
berpromosi.
Yayasan ART yang
dikelola Katia mendapatkan pegawai baru bernama Sashi, yang dulu adalah rekan
kerjanya. Sashi mau saja membantu Katia untuk mengurus para ART, karena dia
juga kena giliran lay off. Malah
Sashi tokoh yang jauh lebih tegas dan membela Katia ketika para calon ART mulai
ngelunjak.
Klien
Pertama
Awalnya Katia ragu,
akankah ada yang mempercayainya? Ternyata rezeki datang dari Sashi, yang kenal
dengan Kafka, seorang penyanyi pria terkenal. Kafka butuh ART dengan banyak
syarat: bisa masak, telaten, dan yang paling penting adalah tidak ‘bocor’ alias
menjaga rahasia. Dia tidak suka jika ada orang lain yang memberi tahu publik di
mana rumah pribadinya.
Bi Minah menjadi calon
utama karena memang beliau tidak punya akun media sosial dan pintar masak.
Katia berusaha keras melatih bibi untuk memesan makanan via aplikasi (seperti
permintaan Kafka), meski awalnya beliau agak gaptek. Akhirnya Kafka menerima Bi
Minah dengan baik dan puas dengan kinerjanya.
Masalah
Mulai Datang
Walau awalnya happy (karena bisa bayar cicilan KPR
dengan lancar dan makin banyak klien), Katia harus berteguh hati dengan
berbagai masalah. Pertama, anaknya Bi Minah memaksa untuk ketemuan di rumah
Kafka, dan tak sengaja membocorkannya di media sosial. Ada lagi ART yang genit
ke majikan sampai pakai pelet! Waduuuh!
Katia
vs Ibu
Gara-gara anak Bi
Minah, Katia jadi kena getahnya. Tidak ada ART lain yang sesuai spek beliau,
jadi mau tak mau Katia menjadi gantinya. Kafka bisa menerima kalau Katia tidak
mahir memasak (jadi pesan online saja)
dan baju-baju dimasukkan ke laundry.
Dia puas karena Katia paham apa maunya.
Akan tetapi hal ini
membuat Katia nyaris bermusuhan dengan sang ibu. Beliau tidak terima putri
tunggalnya menjadi seorang ART. Padahal sehari-hari tugas Katia juga tidak
berat.
Read: Review Novel Home Sweet Loan
Kegalauan
Katia
Katia tambah galau
karena ada panggilan wawancara kerja. Akankah dia memutuskan untuk kembali
kerja kantoran dan menutup yayasan penyalur ART? Atau melanjutkan bisnis walau
pusing dengan tingkah-laku calon ART yang minta punya majikan artis? Baca yuuk,
seru banget!
Read: Review Novel Resign!
Kesanku
Setelah Membaca Novel Agensi Rumah Tangga
Novelnya bagus dan daku
hanya butuh beberapa jam untuk menamatkannya. Di sini konflik-konfliknya ada
dan diselesaikan dengan mulus.
Daku jadi tahu 1001
kelakuan pembantu. Mulai yang kenes sampai yang ngelunjak (minta diperlakukan
dengan khusus). Ada juga ART yang pusing karena kerja double sebagai baby sitter,
di rumah yang besar. Sedihnya, ada ART yang ibunya juga ART, rantai kemiskinan
structural belum bisa dilibas di negeri ini.
Read: Review Melbourne Wedding Marathon
Akan tetapi zuzurrr
agak KZL dengan tokoh Katia yang seakan-akan tidak membentengi diri dengan boundaries. Kok bisa dia memaafkan anak
Bi Minah, bahkan menawarinya pekerjaan di yayasannya. Dia juga memaafkan ex ART
dan membuatnya jadi perpanjangan tangan
(recruiter) calon ART di
kampung, padahal ex ART jelas pernah ketahuan main pelet!
Bagaimanapun novel ini
tetap asyik disimak (walau jumlah halamannya cukup banyak). Nah, siapa yang
suka KZL juga dengan kelakuan pembantu yang ‘ajaib’?






Drama ART nih unlimited stoknyaaa
BalasHapusmacam macaaamm kelakuan ART yg always bikin istighfarrr
penasaran bangett buat bacaaa. seruu nih bukunyaaa
aku juga penggemar karya almira bastari mbaaa..beberapa bukunya tersebut juga ada dirumah dan yg terakhir ya agensi rumah tangga ini,,,seoerti cirikhas almira inti ceritanya sederhana namun dengan konflik didalamnya termasuk konflik asmara yang kadang bikin gemes hehe
BalasHapusKayaknya seru deh kealnjutannya pengen tau ending tokoh Katia ini gimana.
BalasHapusbaru tau ada novel yang mengangkat POV ART, keren banget idenya, mengambil cerita yang banyak relate di kehidupan sehari hari.
Almira bastari tuh punya magnet tersendiri lhoo dalam karya-karyanya. Tiap dialognya kerasa ngalir, dan premis ceritanya selalu relate sama kehidupan kita sehari-hari. Saking asyiknya dibaca, aku ngelarin novel Agensi Rumah tangga ini cuma butuh 2 hari aja, hihihi.
BalasHapusDan senangnya, sekarang buku ini juga bakal diangkat ke layar lebarrrrrr mbak. Kemarin aku liat sutradaranya Naya anindita, dan sebagian besar pemerannya sudah diumumkan ke publik.
Can't waittttt!
Aku pernah baca beberapa buku karya Almira Bastari, paling ngena Home Sweet Loan sih emang.
BalasHapusKalau buku Agensi Rumah Tangga, belum pernah baca. Ternyata ceritanya menarik banget ya. Jadi kegambar details gimana kelakukan para ART ini hehhee. Dari mulai kelakuan ajaib sampai diluar nalar pake pelet segala yaampun.
Saya belum pernah baca novel Agensi Rumah Tangga oleh Almira Bastari. Tapi menarik juga ceritanya, karena ini salah satu cerita dalam kehidupan yang mungkin di alami beberapa orang. Banyak yang punya Asisten Rumah Tangga. Dan banyak sekali dramanya. Berbagai macam crita dari majikan dan ART pastinya seru sekali menjadi kisah yang ditulisnya
BalasHapusAku suka buku-bukunya Almira Bastari. Tapi belum baca yang Home Sweet Loan sama Agensi Rumah Tangga ini. Yang lainnya sudah.
BalasHapusBtw ceritanya agak-agak gimana gt ya. Masa Katia gantiin jadi ART sih. Kan dia bosnya 😅
Apakah demi plot tercipta hubungan romantis dengan Kafka? Jadi penasaran.
Aku sudah baca semua novel Almira Bastari. Dia salah satu novelis favorit akuh juga, Bund. Jadi pingin baca novel yang ini dah. Tapi, aku baru beli novelnya Mbak Mutia.
BalasHapusNtar deh, kalau novelnya mbak Mutia udah saya baca dan tulis resensinya, baru dah beli yang ART-nya Mbak Almira Bastari.
Meski kesel sama tokohnya, ternyata Kak Avi bisa dalam beberapa jam bisa tamat, pertanda ciamik ini alur cerita novelnya. Soalnya daku gitu, kalau suka sama cerita di novel, bisa sekali duduk tamat hehe. Nantinya baca ulang lagi wkwkwk
BalasHapusEh kok ceritanya lucu sih bunda. Mirip setiap di drachin tuh. Ide bikin usaha Katia jg mantap. Di kala masalah datang, di situlah peluang cuan muncul.
BalasHapusAku salut ama mbak Almira tuh krn ceritanya relate ama kita2. Kayak Home Sweet Loan itu. Ya urusan KPR lah. Emg ribet.
Mknya Katia ampe putar otak tuh biar bs bayar KPR tanpa nunggak. Bahaya dong kalo sampe telat. Ntr kyk novel yg udh difilmkan itu dong.
Smg Agensi Rumah Tangga ini bs segera difilmkan kyk Home Sweet Loan ya bun.
Saya kok malah jadi ikutan kesel ya he....he....he..tapi sepertinya novel ini menarik sekali, jadi ingin ikut berburu novelnya.
BalasHapusAlmira selalu juara kalau bikin cerita yang dekat sama realitas kaum urban, ya. Isu lay-off dan pusingnya bayar cicilan KPR itu beneran relatable banget sama anak muda zaman sekarang.
BalasHapusMelihat perjuangan Katia membangun agensi ART ini bikin kita sadar kalau dunia kerja itu dinamis banget.
Tapi membaca bagian akhir review Kakak, daku jadi ikutan gemas sendiri sama Katia. Kok bisa-bisanya ya dia kurang tegas soal boundaries, apalagi sampai memaafkan perkara pelet, aduh!
Nice review, Kak!
Almira Bastari itu ajaib karena cerita-cerita di Novelnya sangat relate dengan kehidupan sehari-sehari. Tentang dunia pekerjaan yang berdinamika, tentang cicilan rumah, dan tentang keluarga. Hal-hal yang kadang terlihat receh, tetapi bisa jadi buncahan luar biasa dalam setiap diksi gaya Almira Bastari
BalasHapusAda hal menarik juga dari novel ini ya, Mbak. Bahwa di balik kesesusahan, pasti ada jalan. jadi terus semangat. Tapi segala sesuatu, pasti ada masalahnya. termasuk membuka agensi rumah tangga. Soalnya calon ART kan dari latar berbeda. Dari genit, sampai suka nyolong juga. jadi bagaimana akhirnya, ya? Ketia akan lanjut agensinya atau kembali bekerja? penasaran nih hehehe.
BalasHapusKeren yaah.. karena di kota besar, menjadi agen penyalur rumah tangga memang dibutuhkan sekali.. Ini masku butuh buat jagain anak sama nemenin Ibu di rumah. Tapi yaah.. memang uda jarang ART sekarang kayak ART jaman dulu... yang semua muaaa dikerjaaain..
BalasHapusSekarang kudu sesuai sama jobdesk-nya. Kalo dipinta yang lain, mereka nolak.
HUhuhu..
Almira selalu sukses menuliskan sebuah kisah yang terasa relate dengan kehidupan perkotaan. Tapi iyayaa.. kadang percaya gak percaya sama ilmu ghaib semacam pelet ginii....
Kalo komentar masku "Di era internet uda 5G dekk... masih aja ada yang percaya."
Huhuhu..
Jujur aku belum pernah baca buku-buku dari Almira Bastari, tapi sepertinya beliau lihai banget bikin story yang relate sama kondisi masyarakat sekarang yak. Apalagi yang Home Sweet Loan itu. Tapi lihat buku-bukunya di deretan best seller rasanya pengen mulai coba baca, dari judul-judulnya aja sepertinya bagus dan relate.
BalasHapusIni lagi, kepikiran amat ya bikin cerita soal agensi penyalur ART , memang idenya nggak habis-habis sepertinya. Siapa coba punya pikiran mengangkat kisah soal ART. Meski begitu sepertinya di tangan Almira semua jadi karya yang keren :)
Memang sangat berat ya kalau berurusan sama ART
BalasHapusJujur mbak, aku pernah merasakan ada ART di rumah nenekku dulu waktu aku masih kecil
Rasanya tuh tidak enak karena kan tetap orang lain meski sesama perempuan
Kadang tuh kalau ngomong suka kasar dan untungnya gak suka ambil barang barang
Hanya saja tetap harus waspada
Soalnya sebelum ART itu ada yang sudah dipecat karena nyolong
Ah, makanya sampai sekarang saya tidak mau punya ART karena selain bayarnya berat, saya juga tidak mudah percaya orang asing untuk menjamah rumah saya setiap hari
Bukunya kayaknya kudu jadi kado buat temenku yang lagi nyari ART
Padahal dari sisi Katia udah keren banget membuka bisnis ya, tapi mungkin karena kurang matang sehingga ada aja bagian dari bisnisnya yang keteteran, apalagi ini menyangkut masalah manusia.
BalasHapusTrus emang katanya kalau jadi pebisnis tu kudu tega, jangan pakai kata kasihan dan memaklumi hal2 yang keliru nanti malah dimanfaatkan orang. Di sini keknya Katia belum bisa nggak sih?
Jadi penasaran endingnya nanti menutup jasa agensi asisten rumah tangga ini atau balik kerja kantoran, kalau aku sih ngarepnya dia jalanin keduanya haha :D
Saya sudah tamat membaca buku ini mbak. Iyaa emang seruuu bacanya. Menyuguhkan tema yang tidak biasa...yaa ceruta tentang bisnis agensi rimah gangga. Almira Bastari memang kalau menulis cerita tuh selalu ada pembelajaran di dalamnya yaaa terutama terkait dengan financial planning dan bisnis, kalau saya lihat di buku Agensi Rumah Tangga nii penulis mau menyampaikan bagaimana mengelola dan menjalankan sebuah bisnis dengan berbagai persoalan dan ujian yang ada di dalamnya.
BalasHapusART oh ART dramanya tak ada habisnya ya, menarik diangkat sebagai novel nih, suka dengan karya Almira entahlah menurutku dia pintar gituloh pilih diksi dan bawa pembaca untuk larut dalam ceritanya
BalasHapus