Siapa
yang ingin naik haji? Tentu seluruh umat muslim ingin menunaikan rukun islam
yang ke-5 ini, kan? Begitu juga dengan Adil, seorang pemuda 35 tahun yang
berkebutuhan khusus (disabilitas intelektual). Walau dia orang special tapi
bertekad untuk naik haji bersama ibunya, yang sudah sangat tua.
Berawal
dari ucapan sang ibu yang bilang kalau Adil pasti masuk surga. Tapi ibunya
tidak yakin akan bisa ke surga juga. Adil diberi tahu temannya kalau salah satu
caranya adalah dengan naik haji.
Adil
segera menemui ibunya untuk mengajak naik haji. Dia ingin seperti Uwais
Al-Qarni yang berbakti dan membawa uminya untuk ke Mekkah. Bedanya, jika Uwais
menggendong umi, Adil membawa sang ibu dengan gerobak kayu pinjaman.
Dengan
penuh rasa percaya diri, Adil membawa kambingnya ke pasar dan dijual dengan
harga tinggi. Semua orang mentertawainya, kecuali seorang bapak yang kaya-raya.
Beliau akhirnya membeli kambing tersebut (dengan harga mahal sekali), karena
mengetahui niat Adil untuk naik haji bersama ibunya.
Perjalanan
Dimulai
Sebenarnya
Adil diajak orang kaya tersebut untuk naik pesawat, tapi ditolak, karena dia
ingin meniru Uwais Al-Qarni. Akhirnya Adil meminjam gerobak ke tetangganya lalu
berpamitan. Semua orang terharu akan tekad kerasnya, dan memberi bekal makanan.
Perjalanan
cukup terjal dan Adil meminta air pada seorang supir truk. Setelah mengetahui
tujuan Adil, supir itu memberi tahu semua supir lain, dan mereka kompak
membantu Adil. Sungguh mengharukan….
Halangan
Datang
Akan
tetapi mulai ada halangan. Adil tiba di alun-alun tapi asyik mengejar balon
udara. Dia lupa akan ibunya. Lantas sang ibu tenggelam di kolam, dan untung
bisa diselamatkan.
Setelah
kondisi ibunya pulih, mereka melanjutkan perjalanan dan bisa naik kapal dengan
gratis. Akan tetapi di tengah jalan Adil diberi tahu kalau jangan lewat Negara
tertentu, karena ada pemberontak. Karena dia berkebutuhan khusus maka tak
terlalu paham dan tetap lewat jalan itu.
Read: Lebaran di Prancis
Ketegangan
Dimulai
Benar,
di perbatasan Negara tersebut ada kelompok pemberontak. Mereka menyiksa Adil
dan memenjarakan ibunya. Berhasilkah Adil ke tanah suci, atau berakhir begitu
saja? Nonton yuuk, benar-benar menguras air mata.
Heaven
is Beneath Mother’s Feet durasinya cukup panjang ( 140 menit) tapi ceritanya
bagus. Harus siapkan tisu karena banyak adegan yang mengharukan. Memang naik
haji tidak cukup hanya niat, tapi juga tekad yang kuat.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar