Judul
asli : Five Go off a Caravan
Penulis : Enid Blyton
Penerjemah : Agus Setiadi
Tahun : 1982 (cetakan kelima)
Siapa
yang demen baca kisah geng Lima
Sekawan? Apalagi lagi liburan tengah tahun gini, bisa kita habiskan dengan baca
buku, sambil membayangkan asyiknya petualangan mereka. Kali ini, George cs
berlibur dengan naik caravan. Tapi bukannya bersantai, mereka tetap saja
dibuntuti oleh aksi dan misteri yang seru.
Ide
liburan naik caravan muncul karena mereka (lagi-lagi) ingin melancong sendiri
tanpa orang dewasa. Karena belum bisa (dan tentu dilarang) mengemudikan mobil
sendiri, akhirnya caravan ditarik oleh kuda. Mereka akan liburan di dekat
danau, dan membayangkan bisa bebas main air di sana.
Nobby
yang Baik
Sebenarnya, sebelum berangkat
liburan, Anne cs sudah berkenalan dengan Nobby. Dia adalah anggota sirkus
keliling (yang masih anak-anak), dan punya seekor monyet usil. Oleh karena itu
geng Lima Sekawan juga berharap akan bertemu kembali dengan Nobby, dan melihat
kehidupan anggota sirkus keliling.
Kemudian Lima Sekawan memang belum
ketemu lagi dengan Nobby tapi mereka istirahat di area dekat peternakan, sambil
membeli bahan-bahan mentah (Seperti telur). Kalau mau mandi ya tinggal nyemplung
di sungai. Iyaa, buku ini ditulis jauh sebelum tahun 90-an, jadi kali-nya masih
jernih dan bisa buat adus.
Lou
dan Tiger Dan
Akhirnya George cs ketemu lagi
dengan Nobby setelah melanjutkan perjalanan. Tapi sayang ada 2 orang sirkus
yang sinis, Tiger Dan (pamannya Nobby), dan Lou. Mereka mengusir para remaja
itu (yang sebenarnya sudah mau berkemah di tepi danau). Lantas Lima Sekawan
mengalah dan berkemah di daerah bukit.
Anehnya, Lou dan Tiger dan malah
menyuruh Lima sekawan untuk kembali lagi ke dekat danau. Ini ada apaaa?
Menyebalkan tapi sekaligus bikin penasaran.
Petualangan
yang Mendebarkan
Ternyata benar, di bukit (yang
ditempati oleh caravan) ada lubang misterius! Ada apa di bawah sana? Geng Lima
Sekawan terlibat petualangan, yang sangat mendebarkan, tapi lagi-lagi happy ending.
Meski sudah terlalu banyak
pengulangan akan cerita di bawah lubang, lorong, gua, dll (sampai Enid dibilang
terobsesi olehnya), tapi buku ini tetap asyik untuk disimak. Di Five Go On a Caravan, pace cukup cepat. Pembaca juga bisa
menikmati keindahan alam Inggris (pada zaman itu), dan tentu menambah
pengetahuan.
Kesedihan
Pasca Membaca Buku Ini
Akan
tetapi ada satu hal yang membuatku sedih setelah membaca buku ini: cerita
tentang Nobby. Dikisahkan dia adalah anak yatim piatu, dan sebenarnya Tiger Dan
bukan paman kandungnya. Kehidupan di sirkus juga cukup keras bagi seorang anak,
dan bahkan dia tidak bisa membaca (karena tidak pernah bersekolah).
Astagaa,
memang buku-buku Enid ditulis pasca perang dunia, dan bisa jadi memang ada yang
terdampak. Anak-anak tidak bisa sekolah dan lebih memilih untuk bekerja. Tapii
ya sudahlah, pasti di era sekarang sudah tidak ada cerita seperti ini (semoga).
Apa
buku karya Enid Blyton favoritmu?



Tidak ada komentar:
Posting Komentar