Senin, 05 Januari 2026

2026 dan Secercah Harapan di Masa Depan

 

Ya Tuhan, waktu cepat sekali berlari dan kita sudah ada di awal tahun 2026. Ada yang selalu bikin resolusi di tahun baru? Sebenarnya bikin resolusi itu bagus karena tandanya kita ada niat untuk memperbaiki diri (dan kehidupan). Walau belum berhasil tidak apa-apa, kan bisa dicoba lagi, yang penting tidak mutung dan menyerah begitu saja.



Tapi kali ini daku tidak mau cerita tentang resolusi 2026. Melainkan kegiatan dan usaha apa saja yang dilakukan agar hidup bisa lebih baik lagi. Misalnya seperti inii:

Decluttering

Ketika Saladin libur maka daku punya waktu lebih banyak (karena tidak usah mengantarnya ke sekolah). Akhirnya daku memutuskan untuk decluttering dan deep cleaning rumah. Dimulai dari membersihkan tiap ruangan lebih detail.



Untuk decluttering maka yang pertama dibuang adalah tutup plastik (thinwall). Buat apa tutupnya? Kemudian daku bergeser ke lemari dan mengeluarkan baju-baju Saladin yang sudah kekecilan. Karena memang tak muat dan tak layak pakai, maka akan dibuang atau dijadikan lap.

Disclaimer: daku tidak percaya akan larangan memakai pakaian bekas sebagai gantinya lap atau keset. 

Mengembalikan Rasa Percaya Diri

PR besarku tahun 2026: mengembalikan lagi rasa percaya diri. Kejadian telak tahun 2023 (lost a job) dan penumpukan stress membuatku burnout. Apalagi sejak tahun 2017 (ketika jadi penulis online di sebuah agensi) kok rasanya kurang mendapatkan dukungan dari sekitar. Sudah kerja keras cari uang malah disalahkan karena Saladin tidak bisa diam. Kalau fokus 100% ke bocah ya belum bisa karena dia butuh biaya hidup yang tinggi.



Padahal mengetiknya juga di rumah, dan si bocah ADHD sehingga memang jauh lebih aktif daripada anak biasa. Komentar-komentar negatif yang menusuk meruntuhkan rasa percaya diri. Menggerus kebahagiaan di dalam hati.

Daku pun memohon dalam doa, meminta kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh, bagaimana jadi percaya diri lagi? Ke mana sisi sanguinisku yang dulu?



Jadi salah satu cara untuk mengembalikan tingkat PD adalah ikut lomba blog dan ketika berhasil submit artikel rasanya lega banget. Hasilnya belum diketahui, menang atau kalah, yang penting sudah berusaha. Rasanya senang dan PD lagi karena sudah menulis panjang (lebih dari 800 kata), hanya dalam 2 hari, dan sekaligus membuat gambar dan video pakai AI (tepuk tangan untuk diri sendiri).

Selain itu, daku berusaha mengingat prestasi yang telah dicapai di masa lalu. Juga memuji diri sendiri. Daku hebat karena pernah menulis lebih dari 80 artikel per bulan (satu artikel panjangnya 750 kata jadi kalikan saja totalnya). Daku bisa cepat membaca brief lalu mengetik secepat kilat, dikejar deadline malah makin semangat.

Membaca Buku Fisik Lagi

Beberapa waktu lalu daku mengunjungi Perpustakaan Umum Kota Malang dan memang kangen baca buku fisik lagi. Sensasinya beda, mencari buku di rak, membuka lembaran dengan aroma yang khas. Karena memang biasanya baca ebook di aplikasi Ipusnas.



Dengan baca buku fisik maka melatih konsentrasi, bisakah fokus dan memahami isinya? Malah lebih enak memegang buku asli karena tidak terganggu oleh notifikasi di HP.

Read: Cerita 2025

Membersamai Remaja ADHD

Tahun 2026 Saladin berusia 13 tahun dan statusnya menjadi remaja. Karena dia ADHD maka daku berusaha untuk lebih baik dalam mendidiknya. Apalagi dia anak tunggal, tidak boleh dimanjakan.



Saladin sudah bisa mencuci piring, bikin mie instan, dan teh sendiri. Dia juga sudah bisa bantu membuangkan sampah tiap malam dan menyapu teras. Bismillah, 2026 ini dia lebih mandiri, bisa belajar mencuci sepatu, baju, dan keterampilan lain. Malah pas liburan akhir tahun dia inisiatif belajar menempa dan memakai palu (ayahnya pande besi).

Its OK not to be OK

Terakhir, daku selalu berkata pada diri sendiri: it’s OK not to be OK. Jika memang keadaan hati sedang tidak baik-baik saja, tidak usah memakai topeng senyuman. Berilah waktu pada diri sendiri untuk release kesedihan. Setelah itu belajar untuk self therapy dan lebih ramah lagi pada diri sendiri.

Tahun baru, semangat baru, tapi bagiku tiap pagi adalah hari yang baru. Tidak usah menyalahkan diri sendiri terlalu lama. Tidak usah merasa diri ini ‘tidak bisa’ karena buktinya daku bisa belajar membuat gambar memakai AI dengan cepat. Bismillah, tahun 2026 kita bisa lebih baik lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar