Ya Tuhan, waktu cepat
sekali berlari dan kita sudah ada di awal tahun 2026. Ada yang selalu bikin
resolusi di tahun baru? Sebenarnya bikin resolusi itu bagus karena tandanya
kita ada niat untuk memperbaiki diri (dan kehidupan). Walau belum berhasil
tidak apa-apa, kan bisa dicoba lagi, yang penting tidak mutung dan menyerah begitu saja.
Tapi kali ini daku
tidak mau cerita tentang resolusi 2026. Melainkan kegiatan dan usaha apa saja
yang dilakukan agar hidup bisa lebih baik lagi. Misalnya seperti inii:
Decluttering
Ketika Saladin libur
maka daku punya waktu lebih banyak (karena tidak usah mengantarnya ke sekolah).
Akhirnya daku memutuskan untuk decluttering
dan deep cleaning rumah. Dimulai
dari membersihkan tiap ruangan lebih detail.
Untuk decluttering maka
yang pertama dibuang adalah tutup plastik (thinwall). Buat apa tutupnya?
Kemudian daku bergeser ke lemari dan mengeluarkan baju-baju Saladin yang sudah
kekecilan. Karena memang tak muat dan tak layak pakai, maka akan dibuang atau
dijadikan lap.
Disclaimer:
daku tidak percaya akan larangan memakai pakaian bekas sebagai gantinya lap
atau keset.
Mengembalikan
Rasa Percaya Diri
PR besarku tahun 2026:
mengembalikan lagi rasa percaya diri. Kejadian telak tahun 2023 (lost a job) dan penumpukan stress
membuatku burnout. Apalagi sejak
tahun 2017 (ketika jadi penulis online di
sebuah agensi) kok rasanya kurang mendapatkan dukungan dari sekitar. Sudah
kerja keras cari uang malah disalahkan karena Saladin tidak bisa diam. Kalau fokus
100% ke bocah ya belum bisa karena dia butuh biaya hidup yang tinggi.
Padahal mengetiknya
juga di rumah, dan si bocah ADHD sehingga memang jauh lebih aktif daripada anak
biasa. Komentar-komentar negatif yang menusuk meruntuhkan rasa percaya diri.
Menggerus kebahagiaan di dalam hati.
Daku pun memohon dalam
doa, meminta kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh, bagaimana jadi percaya diri
lagi? Ke mana sisi sanguinisku yang dulu?
Jadi salah satu cara
untuk mengembalikan tingkat PD adalah ikut lomba blog dan ketika berhasil submit artikel rasanya lega banget.
Hasilnya belum diketahui, menang atau kalah, yang penting sudah berusaha.
Rasanya senang dan PD lagi karena sudah menulis panjang (lebih dari 800 kata),
hanya dalam 2 hari, dan sekaligus membuat gambar dan video pakai AI (tepuk
tangan untuk diri sendiri).
Selain itu, daku
berusaha mengingat prestasi yang telah dicapai di masa lalu. Juga memuji diri
sendiri. Daku hebat karena pernah menulis lebih dari 80 artikel per bulan (satu
artikel panjangnya 750 kata jadi kalikan saja totalnya). Daku bisa cepat
membaca brief lalu mengetik secepat
kilat, dikejar deadline malah makin
semangat.
Membaca
Buku Fisik Lagi
Beberapa waktu lalu
daku mengunjungi Perpustakaan Umum Kota Malang dan memang kangen baca buku
fisik lagi. Sensasinya beda, mencari buku di rak, membuka lembaran dengan aroma
yang khas. Karena memang biasanya baca ebook di aplikasi Ipusnas.
Dengan baca buku fisik
maka melatih konsentrasi, bisakah fokus dan memahami isinya? Malah lebih enak
memegang buku asli karena tidak terganggu oleh notifikasi di HP.
Read: Cerita 2025
Membersamai
Remaja ADHD
Tahun 2026 Saladin
berusia 13 tahun dan statusnya menjadi remaja. Karena dia ADHD maka daku
berusaha untuk lebih baik dalam mendidiknya. Apalagi dia anak tunggal, tidak
boleh dimanjakan.
Saladin sudah bisa
mencuci piring, bikin mie instan, dan teh sendiri. Dia juga sudah bisa bantu
membuangkan sampah tiap malam dan menyapu teras. Bismillah, 2026 ini dia lebih
mandiri, bisa belajar mencuci sepatu, baju, dan keterampilan lain. Malah pas
liburan akhir tahun dia inisiatif belajar menempa dan memakai palu (ayahnya
pande besi).
Its
OK not to be OK
Terakhir, daku selalu
berkata pada diri sendiri: it’s OK not to
be OK. Jika memang keadaan hati sedang tidak baik-baik saja, tidak usah
memakai topeng senyuman. Berilah waktu pada diri sendiri untuk release kesedihan. Setelah itu belajar
untuk self therapy dan lebih ramah
lagi pada diri sendiri.
Tahun baru, semangat
baru, tapi bagiku tiap pagi adalah hari yang baru. Tidak usah menyalahkan diri
sendiri terlalu lama. Tidak usah merasa diri ini ‘tidak bisa’ karena buktinya
daku bisa belajar membuat gambar memakai AI dengan cepat. Bismillah, tahun 2026
kita bisa lebih baik lagi.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar