Tampilkan postingan dengan label finance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label finance. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 April 2026

Ibu Rumah Tangga Menghasilkan Uang, Mengapa Tidak?

 

Dilema menjadi istri dan ibu adalah ingin tetap produktif dan menghasilkan uang sendiri, tapi tidak tega meninggalkan anak di rumah bersama baby sitter (atau dititipkan ke daycare). Tapi kalau jadi full IRT juga ketar-ketir karena kebutuhan hidup yang makin naik. Lalu bagaimana cara agar dapat cuan walau di rumah saja?

Tenang sajaa karena klean yang berstatus IRT bisa kok work from home asal ada gadget yang mendukung (laptop, HP, atau PC) dan akses internet. Luangkan waktu beberapa jam setiap hari (misalnya sebelum subuh atau ketika anak tidur siang, atau saat mereka ada di sekolah) dan kita berjuang dari rumah untuk mendapatkan uang. Tapi bagaimana cara memulainya? Apa saja pekerjaan yang bisa dilakukan IRT? Ini beberapa contohnya:

Jasa Masak

Siapa yang suka banget berkreasi di dapur? Kalau klean sudah berpengalaman memasak dalam porsi besar (di atas 20 porsi) bisa tuh buka jasa masak. Dengan syarat bahan dan bumbu sudah dibelikan oleh customer. Kita senang memasak, cust juga happy.

Penulis Buku

Dengan adanya banyak aplikasi novel dan platform untuk menjual produk digital, kita bisa jadi penulis buku dan berpotensi mendapatkan puluhan, bahkan ratusan juta rupiah. Enaknya kalau nulis online gini tidak harus ikut seleksi ke penerbit.

Syarat pertama untuk jadi penulis adalah rajin baca buku, lalu konsisten dalam berkarya. Pelajari juga cara mengedit (self editing) dan desain sederhana. Tapi memang harus rajin promosi, dan buku yang dibuat juga harus berkualitas tinggi (jangan asal-asalan apalagi hasil copas AI).

Jasa Setrika

Menggunakan  jasa setrika adalah jalan ninjaku dan ternyataaaa di dunia ini ada ibu-ibu yang hobinya menyeterika. Biarlah mereka bekerja sesuai dengan kesukaannya dan kalau klean juga demen nyeterika, coba buka jasanya. Banyak yang membutuhkan jasa ini karena memang sezuzurnyaa melelahkan.

Content Writer

Apa bedanya penulis buku dan content writer? Kalau content writer biasanya menulis artikel atau opini sepanjang 500-1000 kata. Sedangkan penulis buku menulis lebih banyak dan panjang.

Enaknya jadi content writer, klean bisa belajar berbagai macam topik. Mulai dari fashion, beauty, food, techno, otomotif, dll. Kalau sudah biasa jadi penulis konten, nulis di blog biasanya lebih lancar dan cepat. Soalnya sudah biasa dikejar deadline yang sangaaat ketat.

Affiliate Marketer

Klean ada yang sudah jadi affiliate? Selain affiliate di marketplace, juga bisa jadi affiliate di beberapa platform produk digital. Tapi jangan Cuma sebar-sebar link yaa. Lebih baik soft selling dan gunakan kekuatan story telling untuk mendapatkan view dan keuntungan yang banyak.

Desainer Grafis

Nah kalau klean suka mendesain, baik di HP maupun laptop, buka jasa desain aja. Misalnya bikin logo, editing foto, template kartu nama, dll. Cukup banyak lhooo peminatnya.

Bagaimana, sudah tahu cara menghasilkan uang walau di rumah saja? Jangan malu atau galau saat jadi IRT. Kita bisa kok dapat cuan asal tahu caranya.

 

Jumat, 07 Juni 2024

Waspada Penipuan Social Engineering Bikin Uang Melayang

  “Barangnya dikirim via kurir saja ya, tunggu di rumah.”

Ucapan seorang kawan membuatku gembira. Dia baru merintis usaha teh herbal. Lantas aku akan dikirimi sample teh karena pernah curhat bahwa belakangan susah tidur. Semoga dengan mengkonsumsi teh herbal maka aku tak lagi kena insomnia.

Keesokan harinya, ada sebuah pesan masuk ke HP-ku. Rupanya abang kurir. Dia mengabarkan akan mengirim paket dan menyertakan nomor resinya. Namun anehnya, resi harus diklik dulu baru terlihat gambarnya.

Ternyata Penipuan

Sejenak aku berpikir. Ada yang aneh. Kawanku belum mengabari kalau sudah mengirimkan paket berisi teh herbal. Jika ada kurir maka ia biasanya langsung datang ke rumah, tidak mengabari atau mengirim nomor resi.

                                          Sumber foto: Pexels

Segera kubatalkan niat untuk memencet link yang dikirim oleh abang kurir. Aku lantas mengirim pesan ke kawanku yang baik budi. Benar dugaanku, paket belum sempat dikirim, sedangkan pengirim link resi tersebut palsu! Bukan abang kurir tapi sosok yang ingin menipuku.

Aku menarik napas. Hampir saja jadi korban social engineering. Penipuan model baru ini memang mengesalkan. Jika saja aku ceroboh dan mengeklik link resi palsu, maka hacker bisa beraksi dan menguras rekening tabunganku dalam sekejap.

Pengertian Social Engineering

Teman-teman pernah dengar istilah social engineering? Jadi, social engineering adalah penipuan yang membuat korban percaya tipuan hacker. Sang penipu memanipulasi secara psikologis sehingga akan dipercaya, lalu korban mengeklik link dan menangis karena isi rekeningnya langsung habis. Dicuri oleh hacker jahat itu.

                                         Sumber foto: Pexels

Social engineering adalah penipuan model baru dan korbannya adalah orang-orang yang suka mengeklik link sembarangan. Waspada jika ada pesan masuk berisi gambar tapi formatnya .apk karena bila diklik, HP akan otomatis men-download aplikasi pencuri data pribadi kita. Jangan sampai hacker memanfaatkan kesempatan dalam kebingungan.

Papaku Hampir Jadi Korban Social Engineering

Ternyata papaku juga hampir saja jadi korban social engineering. Ceritanya, beliau mendapatkan pesan singkat di HP. Ternyata sebuah undangan pernikahan. Namun link undangan harus diklik, baru terlihat siapa yang mengundang.

Untung saja saat itu adikku sedang di rumah. Papa bertanya lalu membatalkan niatnya untuk mengeklik undangan tersebut. Link yang dikirim bukan undangan, tetapi modus dari hacker untuk mengambil-alih data perbankan. Beliau selamat dari penipuan.

Jenis-Jenis Modus Penipuan Social Engineering

Ternyata ada banyak modus penipuan social engineering yang wajib diwaspadai, seperti ini:

1. Undangan Pernikahan

                          Sumber foto: Tribun Pontianak

Seperti yang dialami oleh papaku, penipu mengirim pesan singkat ke banyak nomor HP. Dia bilang ingin mengirim undangan pernikahan. Ternyata linknya palsu dan saat diklik maka rekening bisa terkuras.

2. Nomor Resi Palsu

                        Sumber foto: Yoursay

Teman-teman hobi belanja online? Wajib waspada ya. Jangan sampai ada penipu yang ngaku kurir dan mengirim nomor resi via chat. Kalau shopping via marketplace maka nomor resi tertera di aplikasi, bukan dikirim oleh kurir.

3. Surat Edaran Bank yang Palsu

                                                  Sumber foto: web Keminfo

Ada lagi modus social engineering yaitu surat edaran palsu. Logo Bank BRI memang benar tetapi isinya salah. Biasanya surat edaran berisi peringatan atau himbauan untuk mentransfer sejumlah uang, padahal pihak bank tidak pernah memintanya.

4. Akun Media Sosial Bank Abal-Abal

Aku pernah mengirim tweet ke akun X Bank BRI. Tak lama kemudian ada yang membalas melalui personal message. Namun aneh karena dia memanggilku ibuk bukan ibu. Ternyata akunnya palsu! Harus hati-hati karena ada banyak akun medsos bank yang palsu.

Cara agar Tidak Kena Social Engineering

Lalu bagaimana cara agar tidak tertipu dan terjebak social engineering?

1. Jangan Mengeklik Link Sembarangan

Kalau teman-teman sedang pegang HP, pastikan dalam keadaan sadar. Jangan pas masih mengantuk (baru bangun tidur) atau ketika suasana hati sedang galau. Penyebabnya karena penipu memanfaatkan mood jelek kita, sehingga bisa dimanipulasi, dan akhirnya mengeklik link yang dikirim via pesan singkat.

                                   Sumber foto: Pexels

Intinya jangan pernah klik link sembarangan karena tidak semua yang ada di internet itu aman. Teman-teman harus berani #BilangAjaGak saat dibujuk untuk mengeklik suatu link. Apalagi jika yang menyuruh adalah nomor tidak dikenal.

2. Tetap Tenang

Lantas bagaimana jika terlanjur mengeklik link? Tenang dulu. Segera cabut kartu SIM dari HP lalu pindahkan ke gadget lain. Kemudian, ganti semua password perbankan yang ada di ponsel. Ganti juga password email agar semuanya aman.

3. Bedakan Nomor untuk Mobile Banking dengan Nomor HP Umum

                                             Sumber foto: Pexels

Kalau bisa, miliki 2 HP dan bedakan nomornya. Jadi, nomor ponsel khusus perbankan tidak digunakan untuk nomor WA atau aplikasi pesan lain. Dengan menggunakan 2 nomor HP maka akan lebih aman.

4. Jangan Menyimpan Password Perbankan Secara Digital

Sekarang memang era teknologi informasi. Namun jangan simpan password perbankan dan password email secara digital. Takutnya saat tidak sengaja mengeklik link penipuan, maka isi rekening bisa digondol hacker. Jadi, catat semua password di buku khusus dan hafalkan baik-baik.

5. Periksa Nomor Pengirim Pesan

                                                  Sumber foto: Kompasiana

Jangan percaya jika ada yang mengirim pesan berisi surat edaran dari bank, kartu undangan, atau yang lain. Teman-teman bisa memeriksa nomor HP pengirim dengan aplikasi tertentu. Nanti aplikasi akan memperlihatkan identitas nomor, dan jika banyak orang menyimpan kontaknya dengan nama penipu maka jelas ia adalah hacker.

Komunitas Literasi Finansial BRI

Biar aman dalam transaksi perbankan dan terhindar dari penipuan, maka teman-teman bisa ikut Komunitas Literasi Finansial BRI. Nanti ada banyak benefit di antaranya ilmu tentang investasi dan mengatur keuangan pribadi. Dijamin kita bakal lebih cerdas finansial dan tidak kena social engineering.

                             Sumber foto: web Bank BRI

Bank BRI membuat Komunitas Literasi Finansial agar makin banyak orang yang sadar finansial dan terhindar dari penipuan. Dengan pengalaman selama 126 tahun maka Bank BRI memberi ilmu keuangan yang sangat berharga. Termasuk cara-cara agar tidak terjebak social engineering. Bank BRI, #MemberiMaknaIndonesia. 

Jumat, 24 November 2023

6 Penyebab Kegagalan Bisnis, yuk Hindari agar Untung Terus

 

Pernah gak sih buka usaha lalu sepi dan akhirnya terpaksa ditutup? Atau sudah berjuang habis-habisan tetapi pembeli belum datang juga. Sebenarnya ada beberapa penyebab kegagalan bisnis. Klean bisa belajar dari pengalamanku dan juga pengalaman dari beberapa orang lain. Ini beberapa sebabnya:

1. Tidak Bisa Mengatur Keuangan

Siapa yang masih susah atur keuangan? Sebelum memulai bisnis coba deh disiplin dulu dengan keuangan pribadi. Nanti klean juga akan disiplin terhadap keuangan bisnis.


 

Kalau tidak bisa ya kacau-balau. Misalnya klean berhasil jual 1 baju eh malah beli 2 baju di toko lain. Boncos dong. Kapan bisa nikmatin hasil jualan kalau dikit-dikit shopping?

2. Kurang Promosi

Penyebab kegagalan bisnis yang selanjutnya adalah kurang promosi. Yaa namanya usaha butuh diiklankan, jangan hanya diam lalu menunggu pembeli. Saat ini kita udah diuntungkan dengan adanya berbagai akun sosial media yang bisa jadi tempat promosi.


 

Promosi di media sosial juga gak perlu tenaga berat (Seperti dulu yang harus keliling kampung buat menyebarkan brosur). Yuk manfaatin kuota untuk berjualan, jangan Cuma buat main game!

3. Tidak Memiliki Market yang Tepat

Kalau jualan itu hampir sama seperti ngeblog eeh maksudnya lebih enak punya niche market tertentu. Misalnya jual baju cewek ya jual itu aja. Atau, kalau jualannya baju juga jual yang lain. Misalnya sepatu, tas, karena masih sama-sama produk fashion.


 

Jika klean jual barang-barang yang target marketnya random maka hasilnya juga berantakan. Jangan jual makanan tetapi sekaligus jual racun tikus. Nanti pembelinya bingung banget.

4. Harga Terlalu Murah

Harga barang memang sensitif banget tetapi jangan dibanting sampai akhirnya rugi sendiri. Misalnya untuk makanan, pastikan harga jualnya 70-100% dari harga produksinya. Karena jual makanan (dan minuman) punya resiko lebih tinggi dari barang dagangan lain.

Kalau untuk barang fashion keuntungannya bisa 20-35%, tergantung target market klean. Ingat ya, jangan banting harga sampai akhirnya rugi sendiri.

5. Tidak Jaga Kualitas

Sudah berapa lama klean berjualan? Quality control tetap wajib dilakukan ya. Jangan sampai kualitas barang jualan menurun (misalnya baju dagangan ada yang sobek/cacat). 


 

Ini jadi salah satu penyebab kegagalan bisnis.

6. Terlalu Emosional

Nahh last but not least kalau klean berdagang jangan jadi kaum sumbu pendek alias terlalu emosional. Ada yang nawar eh marah-marah lalu dijadikan status. Nanti calon pembeli lain malah kabur karena takut dimarahi. Slow down, tenang gak perlu pakai emosi negatif. Jualan kudu sabarrr seluas samudera.

Salah satu cara agar bisnis berhasil adlaah dengan digital marketing via Tribelio.

Baca: bikin landing page dengan Tribelio

Gimana, klean udah paham apa saja penyebab kegagalan bisnis? Intinya tetap jaga kualitas (semurah apapun harga barang dagangan), layani pembeli dengan senyum dan sabar, dan teruslah berpromosi. Usaha yaa usaha biar makin banyak yang memborong jualannya. Nanti daku bikini lagi tulisan tentang cara mengatasi kegagalan bisnis, tunggu ya!

Sabtu, 18 November 2023

Jadi Pahlawan UMKM, BRI Berikan Pendampingan untuk Pengusaha Kecil dan Menengah

 

Hai sobat Bunda Saladin, siapa nih yang punya bisnis? Memiliki usaha sendiri sangat menyenangkan karena waktu kerjanya lebih fleksibel. Selain itu pendapatannya juga bisa berkali-kali lipat UMR dan cuannya berlimpah.

Daku merintis bisnis dengan level UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dan dimulai di akhir tahun 2011. Usaha percetakan dan jasa pembuatan logo berjalan selama bertahun-tahun. Namun suami berpikir agar bisnis lebih maju lagi dan ingin membeli mesin cetak sendiri.

                                            Sumber foto: Pexels
 

Akan tetapi mesin cetak harganya (saat itu) 35 juta rupiah dan kami belum punya uang yang mencukupi. Akhirnya kami datang ke BRI untuk mengajukan pinjaman (dengan jangka waktu kredit selama 5 tahun) dan di-ACC. Mesin baru pun mendukung performa kerja dan membuat usaha makin berjalan dengan lancar.

BRI untuk Indonesia

Mengapa harus ke BRI? Pertama, BRI adalah bank yang sangat familiar dan seluruh anggota keluargaku punya rekening di sana. Kedua, cabangnya di mana-mana sehingga bisa dengan mudah konsultasi sebelum mengajukan kredit. 


 

Ketiga, BRI berkomitmen kuat untuk kemajuan Indonesia, terutama di bidang keuangan. Bank BRI selain punya kantor cabang yang banyak, jumlah ATM-nya juga banyak. Para pengusaha bisa dengan mudah untuk mentransfer pesanan, memeriksa uang hasil penjualan, maupun menarik uang.

Digitalisasi BRI juga berjalan lancar karena untuk memeriksa mutasi rekening bisa melalui aplikasi BRIMO. Selain itu juga bisa transfer ke rekening sesama BRI maupun Bank lain dengan cepat. Teman-teman juga bisa pakai mesin EDC BRI saat belanja, untuk membayar dengan kartu debit BRI. Dengan sistem digital yang terintegrasi maka bisnis makin dipermudah.

BRI Sebagai Pahlawan UMKM

Daku pernah baca di sebuah jurnal kalau UMKM adalah tulang punggung dari finansial negara. Penyebabnya karena mayoritas (90%) pengusaha di Indonesia berada di level kecil dan menengah.

Oleh karena itu BRI berkomitmen kuat untuk jadi pahlawan UMKM. Jika UMKM maju maka Indonesia juga akan maju.

Dengan tekad BRI untuk Indonesia maka Bank BRI tidak sekadar menjadi lembaga keuangan yang menyalurkan kredit bagi pengusaha kecil dan menengah.  Namun juga ada pendampingan untuk para pengusaha UMKM.

Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI Amam Sukriyanto mengungkapkan bahwa Bank BRI memiliki cita-cita untuk menjadi The House Bank for SMEs (Small and Medium-Sized Enterprises) in Indonesia. Dilakukan dari unit, kantor cabang, kantor wilayah, hingga kantor pusat.

 Dalam artian, yang membutuhkan pendampingan bukan hanya pengusaha kelas menengah tetapi juga pengusaha kecil. Pendampingan oleh BRI juga dilakukan di seluruh unit, kantor cabang, kantor wilayah sampai ke pusat, sehingga merata di seluruh Indonesia.

Pendampingan UMKM Sebagai Persembahan BRI untuk Indonesia

Sebagai komitmen untuk menjadi pahlawan UMKM maka BRI mengadakan beberapa program. Growpreneur (program aktivasi pemberdayaan dan pendampingan bagi UKM), BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR, pendampingan dan pemberdayaan melalui Rumah BUMN, hingga Pengusaha Muda BRILian.

1. Growpreneur

Growpreneur adalah program aktivasi pemberdayaan dan pendampingan bagi pengusaha UMKM yang bekerja sama dengan Smesco Indonesia. Lewat Growpreneur, BRI menghadirkan berbagai program, baik reguler, komunitas, maupun mini-inkubasi.

Program Growpreneur sendiri diresmikan oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki. Menteri Teten mengatakan, berbagai aktivitas pemberdayaan dapat dimanfaatkan oleh UMKM anggota Growpreneur, seperti diskusi panel, networking and strategic partnership, local brand showcase, creative corner, mentoring, serta business matching. Misi Growpreneur adalah untuk menginspirasi, berinovasi, serta menghubungkan jaringan antara UMKM dan industri kreatif.

Jadi, kalau teman-teman daftar program Growpreneur akan mendapatkan banyak keuntungan. Saat sudah mendapatkan pinjaman uang sebagai modal, maka ada pendampingan untuk memperkuat strategi bisnis. Selain itu juga bisa berjejaring ke sesama pengusaha UMKM sehingga bisa berkolaborasi.

2. BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR

Jika teman-teman punya bisnis UMKM maka bisa juga mengajukan ke program UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR. Syaratnya adalah usaha yang berdaya jual tinggi dan bisa dibawa ke tingkat global.


 

Nantinya pihak BRI akan mengadakan Mini Showcase bagi UMKM yang terpilih. Seperti di acara G20 yang diadakan di Bali, akhir tahun lalu. BRI membawa beberapa produk UMKM dan dipamerkan sehingga para tamu delegasi dari luar negeri bisa membelinya. Bisnis UMKM jadi berkembang pesat karena menembus pasar internasional.

3. Pengusaha Muda BRILian

Di program Pengusaha Muda BRILian maka juga ada banyak keuntungannya. Selain pendampingan juga ada kelas-kelas yang bisa meningkatkan kemampuan para pebisnis dalam berdagang dan menaikkan jumlah penjualan.

Kalau teman-teman ikut program Pengusaha Muda BRILian maka asyik banget karena kelasnya diadakan secara non formal alias mayoritas dilakukan di taman atau di kafe. Dengan mengundang narasumber yang bermutu maka semua peserta akan lebih cerdas dalam mengelola bisnisnya. Acara seperti ini juga penting banget untuk meningkatkan networking.

BRI jadi pahlawan UMKM dengan memberikan berbagai program pendampingan seperti Growpreneur dan Pengusaha Muda BRILian. Ini adalah komitmen BRI untuk Indonesia agar perekonomian negara maju, dengan cara memajukan para pengusaha kecil dan menengah. Ayo semangat terus dalam berbisnis agar terus maju.