Selasa, 09 Juni 2026

Review Buku Dari Rue Saint Simon ke Jalan Lembang, Kepulangan NH Dini ke Indonesia

Sudah tinggal dengan nyaman di Prancis tapi kok malah pulang ke Indonesia? Bisa jadi itu salah satu pertanyaan para pembaca ketika membaca buku-buku Bu NH Dini. Sayang beliau sudah meninggal dunia beberapa tahun lalu, jadi tidak bisa tanya secara langsung. Namun beliau menjawabnya di buku “Dari Rue Saint Simon ke Jalan Lembang”.

Ini data bukunya:

Penulis             : NH Dini

Tahun              : 2012

 

Bisa dibaca gratis di Ipusnas.

            Kehidupan di Prancis tidak selalu glamour, itu yang dipaparkan di awal bagian buku ini. Bu Dini bercerita tentang pekerjaannya sebagai pendamping seorang pria tua, dan tugasnya adalah menemani mengobrol, memasak, dll. Walau mendapat gaji lumayan tapi beliau tetap berhemat, caranya dengan menjahit baju dan membuat rajutan sendiri.



Lantas di mana keluarganya? Kala itu NH Dini sudah berpisah dengan ex suaminya (tapi belum resmi divorce). Lantas Lintang dan Padang (anak-anaknya) ikut sang papa. Akhirnya beliau memutuskan jalan lain karena tidak tahan dengan sifat ex yang pelit dan emosional.

Kita kembali ke cerita di buku. Menjadi pendamping pria tua ternyata ada tidak enaknya. Walau alat-alat dapur sudah modern dan pekerjaannya tidak terlalu berat, tapi NH Dini mulai risih karena majikannya genit. Kondisi kesehatan Bu Dini juga menurun (bleeding) sehingga beliau memantapkan diri untuk resign.

Kembali ke Indonesia                     

            Akhirnya Bu Dini kembali ke Indonesia, setelah berdiskusi dengan beberapa sahabat. Yang unik adalah ada salah satu tokoh yang bilang kalau “Indonesia adalah negeri sulapan”. Namun beliau yakin akan kembali, karena salah satu sahabat bilang kalau Indonesia kekurangan penulis perempuan, sedangkan di Prancis sudah banyak.



Walau dapat banyak tawaran untuk tinggal di rumah sahabat-sahabatnya, tapi Bu Dini tetap menuju Jl. Lembang, rumah bibinya. Di sana beliau disambut dengan sangat baik, bahkan akan dibuatkan kamar sendiri. Kebaikan hati sang bibi dan sepupu-sepupunya sangat luar biasa.

Perjalanan ke Sumatra

Ketika kembali ke Indonesia maka NH Dini ditawari oleh banyak majalah wanita untuk menjadi anggota redaksi. Namun beliau menolak karena ingin bekerja secara mandiri. Kejutan datang dari sebuah lembaga: beliau diminta untuk datang ke Sumatra dan menulis liputan.



Kala itu (tahun 80-an) ada operasi “giring ganesha” (jadi ingat mantan vokalis band gak sih?). Para gajah yang ada di Sumatra dipindah ke tempat lain yang lebih aman. Bu Dini dikawal oleh sejumlah aparat, dan merasa waswas karena di hutan masih ada ular. Untung operasi ini sukses besar dan semua orang selamat.

Menyepi di Kalimantan

Selain Sumatra, NH Dini juga berkesempatan untuk mendatangi Kalimantan. Seorang kawan lama (yang seniman patung) memintanya untuk jadi kepala pengurus dapur. Para seniman akan membuat kaligrafi raksasa, yang berbahan kayu Kalimantan. Pengerjaan memang dilakukan di sana agar kayunya tidak rusak.



Selama sebulan lebih NH Dini ternyata betah. Tugas beliau tidak berat karena tidak memasak, karena ada tukang masak. Tapi hanya mengatur menu dan menyimpan bahan masakan. Namun yang paling menarik adalah satwa-satwa liar yang asyik untuk diamati, dan kehidupan di sana yang jadi inspirasi buku.

Pernikahan Lintang

            Setelah kembali dari Kalimantan dan beradaptasi lagi dengan kehidupan cepat di Jakarta, Bu Dini terkejut karena Lintang (putri sulungnya) memberi kabar baik: dia akan menikah. Walau sang papa tidak memberi restu tapi Lintang yakin mamanya memberi izin. Bu Dini tentu saja bahagia dan menghadiri pernikahan itu, bahkan mempersiapkan hidangannya.



            NH Dini emang jago banget dalam storytelling dan digambarkan berbagai makanan saat pernikahan Lintang: sup ikan ala Vietnam, sate, dll. Diceritakan juga bagaimana pakaian beliau yang selalu serasi. Klean yang belajar storytelling wajib baca buku-buku beliau.

Parenting ala NH Dini

            Di buku “Dari Rue Saint Simon ke Jalan Lembang digambarkan parenting ala NH Dini: mendukung dan mendidik anak. Lintang memilih calon suaminya sendiri (tidak disyaratkan harus kaya-raya). Sementara Padang saat berkunjung ke Indonesia, diajak wisata alam, ke Bromo, Meru Betiri, dll.

Motivasi Menulis

Apa hal yang paling kusukai dari buku ini? Motivasi menulis. Kamu sudah punya laptop dan HP tapi kalau diminta menulis malah alasan melulu. Tapi coba bayangkan puluhan tahun lalu, Bu Dini mengetik memakai mesin ketik, bahkan menulis dengan tangan, dan dilakukan tiap hari. Yang penting tekad untuk menulis, bukan?



Dari Rue saint Simon ke Jalan Lembang bukanlah novel, tapi merupakan penggalan dari biografi NH Dini. Beliau memang sengaja menulisnya jadi belasan bagian karena kisah hidupnya panjang. Apa judul buku NH Dini favoritmu?


Senin, 08 Juni 2026

Serunya Membuat Pizza Sendiri

 

Mari-mari bergembira di istana pizza

Istana tempat tinggal anak-anak

Di sana kita bisa makan pizza sepuasnya

 

Ada yang ingat lagunya Tasya sewaktu masih aktif jadi penyanyi cilik? Serunya makan pizza dan lebih asyik lagi kalau kita tahu cara membuatnya. Apalagi ada hack alias pakai saja resep no knead jadi tidak usah lelah menguleni adonan.

Pizza adalah makanan favorit keluargaku dan bukannya shombooong ya karena dari SD dulu daku sudah pernah makan pizza (itu sebelum tahun 2000). Karena mamaku pernah bikin bisnis pizza. Tapi akhirnya kukut karena harga keju mozzarella yang naik drastis saat krismon.



Tidak apa-apa, kita kembali ke masa kini. Skill memasak dan baking mama menurun ke daku dan Alhamdulillah jadi cukup sering bikin pizza juga. Saladin dan ayahnya suka banget dan sekali bikin langsung 2 resep (jadinya 4 loyang medium) biar puazzzzzz.

Langkah Pertama

            Saat momen idul adha paling bahagia ketika dapat daging, dan langsung direbus untuk topping pizza nanti. Tapi belum langsung bisa baking karena harus beli bahan-bahan lain: 300 gram tepung terigu protein tinggi, ragi instan (satu resep butuh ½ sachet kecil saja).



Lantas kita juga butuh 30 gram margarin, 1 sdt garam, 1 sdm gula pasir, sebutir telur, satu sachet susu bubuk yang putih, sebotol saus tomat, dan yang paling penting: saus spaghetti instan dan keju. Sebenarnya daku masih ada stok oregano (bumbu untuk aroma khas pizza) tapi sudah terlalu lama ngendon di dapur, sampai tidak harum lagi. Gantinya pakai saus spaghetti instan saja.

Hati-Hati dengan Ragi

Emang bisa bikin pizza tanpa mengadon? Bisaaa! Caranya, bikin starter dulu dari susu cair (210 cc) yang dihangatkan. Jangan terlalu panas nanti raginya mati. Setelah susu hangat, beri gula, aduk, baru masukkan ½ sachet kecil ragi instan. Ketika diaduk kelihatan buihnya, berarti ragi masih aktif, lalu masukkan margarin cair (yang sudah dingin) dan ditunggu sekitar 15 menit.





Jika ragi on power maka starter tersebut akan mengembang, baru dikasih sebutir telur dan kocok rata. Setelah itu, terigu protein tinggi dicampur dengan garam, baru tuangkan starter (campuran susu) tadi. Aduk dengan spatula kayu dan adonan sangat lengket. Jika terlalu encer bisa ditambah 2-3 sdm terigu lagi. Tapi jika terlalu berat, beri 1-2 sdm minyak goreng dan aduk-aduk.

Membuat Topping

Adonan harus di-proofing alias ditutup dengan serbet basah dan ditunggu sampai mengembang. Waktunya minimal 1 jam. Sambil menunggu proofing maka kita bikin topping dulu.



Sebenarnya kita bebas pakai topping sesuai selera. Misalnya sosis, ayam rebus suwir, jamur kancing, dll. Karena dapat daging kurban maka daging rebus itu dicincang, dan dimasak dengan saus spaghetti.

Caranya, tumis 3 siung bawang putih cincang sampai harum. Masukkan saus spaghetti (Sekitar ½ bungkus), saus tomat, cincangan daging, air secukupnya, dan sedikit garam. Masak sampai saus meresap.



Topping sudah jadi, saatnya siapkan Loyang. Ketika tiada Loyang bulat maka bisa pakai Loyang kotak. Oles dengan minyak atau margarin agar tidak lengket. Baru ambil adonan pizza (satu resep bisa untuk 2 loyang yaa, jangan diambil semua). Adonan lengket jadi tidak usah dipipihkan, cukup ditekan dan dicetak dengan tangan. Baru tusuk-tusuk dengan garpu agar pizza tetap pipih.



Bagian pinggir dough diberi saus tomat secukupnya, baru di tengahnya diberi topping daging bersaus. 

Read: Saladin Belajar Bikin Pizza

Parut keju di atasnya lalu jangan lupa panaskan oven selama 10-15 menit. Hampir jadi nih!

Oven Listrik atau Oven Tangkring?

Jika klean tak punya oven listrik maka pakai saja oven tangkring (yang di atas kompor). Atau pakai wajan Teflon juga bisa tapi pastikan apinya kecil banget. Panggang pizza selama 30 menit dengan suhu 175 derajat C.



Harum pizza semakin menggugah selera. Hati-hati saat melepas dari Loyang, pakai gunting agar lebih mudah memotong pizza. Siap dinikmati dengan saus tomat atau saus sambal.


Minggu, 07 Juni 2026

Membaca Buku di Perpustakaan vs Aplikasi

 Siapa yang suka baca buku?? Tapi sebagai reader daku sedih karena ada yang bilang kalau gadget bisa menurunkan minat baca. Padahal kita bisa pakai HP buat baca ebook di aplikasi, kan? Cuma beda media ajaa.



Ide tulisan ini terpantik beberapa waktu lalu ketika daku bersama seorang kawan mengunjungi perpustakaan. Di sana hawanya dingin (karena ber-AC) sampai takut ketiduran. Tapi kudu jaga attitude karena kan perpustakaan adalah tempat umum. Lalu daku mikir, kalau saja baca di rumah, di HP (app), bisa sambil ndlosor, wkwkwk. Nah, enakan baca buku fisik di perpus atau ebook via app nih?

Tenangnya Membaca Buku di Perpustakaan

Ratusan buku menanti untuk dijamah dan dibuka lembarannya. Sementara di rak sebelahnya ada berbagai majalah dan koran. Itulah perpustakaan yang ada di kotaku, Malang. Perpustakaan Umum yang membanggakan karena masyarakat boleh membaca di sana, atau meminjam buku untuk dibawa pulang, gratis.



Rasanya seperti terpelanting ke masa kuliah, menikmati berbagai buku (biasanya novel dan cerita anak) sambil berimajinasi. Seperti apa keadaan di Eropa ketika Astrid Lindgren masih kecil, dan kemudian dituangkan ke dalam buku-bukunya? Bagaimana cara Enid Blyton bekerja (dengan mesin ketik) dan menghasilkan banyak sekali naskah? (karena konon doski bisa menulis sampai 5.000 kata per hari).

Read: Serunya Baca di Perpustakaan Umum Kota Malang

Pulang dari perpustakaan, daku bawa secercah kegembiraan dan segunung ide-ide di kepala. Perpustakaan juga bisa jadi tempat untuk belajar, bahkan bekerja (karena boleh membawa laptop ke sana, bahkan disediakan free wifi). Di sanalah tempat me time yang ideal karena sesuai dengan hobiku.

Baca via Aplikasi yang Praktis

Ketika awal punya HP android maka daku bersorak gembira karena ada banyak aplikasi untuk membaca buku di sana. Bahkan online library tersebut gratis karena memang sudah disediakan anggarannya (oleh government). Kita tinggal daftar lalu bisa baca aneka ebook, bahkan ada aplikasi online library yang punya banyak koleksi e-magazine (majalah anak-anak) juga.



Bayangkan, mulai dari buku biografi, novel, resep, cerita anak, dan lain-lain, hampir semuanya ada di aplikasi tersebut. 

Read: Rekomendasi Aplikasi Perpustakaan Online Gratis

Setelah pinjam ebook kita bisa langsung baca dan menikmati kisahnya. Malah lebih cepat lho kalau baca ebook via aplikasi, tidak terasa sampai 50 halaman.

Suka yang Mana?

Sebagai reader yang bisa baca 3-6 buku per bulan, maka daku jujur lebih suka baca ebook di aplikasi. Kalau lagi menunggu sesuatu atau ada waktu luang, tinggal buka HP lalu pinjam di app perpustakaan online tersebut. Gara-gara app itu maka bisa menyelesaikan target bacaan (challenge tahunan) di Goodreads.



Akan tetapi pernah suatu hari HP-ku error dan harus menginap di tempat kang servis. Meski ada beberapa ebook di laptop, tapi daku jadi baca buku-buku koleksi pribadi di rumah. Ternyata baca buku fisik itu lebih tenang (mungkin karena tidak ada cahaya seperti di HP).

Kesimpulannya, daku suka dua-duanya wkwkkw. Baca buku di perpustakaan, di rumah, atau via HP, tidak masalah. Yang penting membaca dan diusahakan untuk rutin dilakukan setiap hari. Kalau kamu bagaimana??

Jumat, 05 Juni 2026

Idul Adha 2026 yang Campur-Aduk

 

Sudah makan berapa tusuk sate kambing nih?

Idul adha identik dengan sate dan berbagai olahan daging lainnya. Namun kali ini daku tidak mau cerita tentang resep sate. Melainkan hari idul Adha yang jatuh tanggal 27 Juli 2026 (teringat peristiwa bersejarah gak sih?)



Salat ied dimulai jam 6 pagi dan sesaat sebelumnya ada pengumuman yang mengejutkan. Salah satu imam masjid di tempat kami meninggal dunia beberapa jam sebelumnya. Jadi setelah salat dan ceramah, jamaah diminta untuk menyalatkan beliau terlebih dahulu. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, al fatihah.

Karena masih dalam suasana berduka (dan membantu keluarga almarhum mengurus pemakaman) maka proses penyembelihan jadi agak mundur. Entah mengapa cuaca agak mendung pada hari itu mendukung kegalauan dari para jamaah, dan terutama bagi keluarganya. Namun kami harus tetap tegar dan melanjutkan kegiatan yang sudah lama direncanakan.

Membantu Panitia Idul Adha

            Sama seperti tahun sebelumnya, daku bantu-bantu panitia idul adha di masjid. Nah, panitianya memang tak hanya para bapak tapi juga ibu-ibu. Jadi yang laki-laki menyembelih sapi dan kambing. Sementara para wanita memasak (untuk makan bersama) dan membantu menimbang daging kurban.



            Kerja sama seperti ini menyenangkan bukan? Akan tetapi ayahnya Saladin tidak jadi juru sembelih. Sebagai master blacksmith alias pande besi, tugas khusus beliau adalah membawa gerinda duduk dan mengasah aneka pisau dan golok.

Sementara itu, daku sibuk di dapur, menggoreng bala-bala. Sungguh ya para panitia dijamin kenyang, karena selain bala-bala, ada singkong goreng, kacang rebus, bahkan disediakan nasi pecel untuk sarapan. Sementara itu ada ibu lain yang memanaskan soto dan kare untuk hidangan makan siang. Pokoknya kompak deh, dijamin kenyang!

Saladin yang Mondar-Mandir

            Saladin tidak mau diajak (dan memang lebih baik di rumah), karena dia pernah melihat ayahnya menguliti kambing, lalu tantrum dan guling-guling di tanah. Tapi satu jam sekali daku menengok ke rumah (sambil bawa es dan jajanan untuknya).



            Saladin Alhamdulillah nurut, mau jaga rumah, tapi….Kadang dia nongol gitu aja di masjid. Menunggu kapan bundanya pulang. Memang acaranya cukup lama, dari jam 9 pagi hingga 4 sore.

Masak Apa Nih?

            Daging kurban akhirnya dibagikan ke para jamaah habis ashar dan daku langsung membersihkannya. Lemak-lemak dibuang, lalu jeroan, tulang, dan daging dipisahkan. Kemudian jeroan direbus dengan daun jeruk dan jahe agar mengurangi aromanya.

            Nahh daku pernah diajari oleh emak (ART mama) kalau menyimpan daging kurban sebaiknya direbus dulu (sebentar aja). Jadi daging direbus sekali (dan dibuang airnya karena memang kotor). Baru dipotong dan direbus lagi, dan disimpan.



            Biasanya mamaku masak krengsengan tapi kali ini daku mau bikin bulgogi (ada saus instannya di minimarket). Daging dicincang lalu dibumbui dengan bawang putih, saus bulgogi, dan diberi air secukupnya. Ini mah bukan seperti bulgogi yang original karena kucampur dengan tahu putih, wkwkkwk, yang penting enak.

Saladin sudah request minta dibikinkan pizza dan daku memang sudah belanja tepung terigu protein tinggi, ragi instan, margarin, saus tomat, keju, dll. Kalau klean masak apa aja pas libur idul adha? Atau dagingnya malah masih tersimpan di freezer?

 

Kamis, 04 Juni 2026

Mengapa Anakku ADHD?

Saladin berlari mengelilingi rumah, sementara temanku (yang sedang bertamu) heran dan bertanya, “Dia kenapa?” Kujelaskan kalau anak ADHD memang seperti itu, sangat aktif. Untung masa suka memanjatnya sudah hilang jadi dia hanya lincah berkeliling sambil mendengarkan lagu-lagu favoritnya.

                                          Kostum robot dari kardus

Pertanyaan seperti itu sudah biasa karena daku merasakan 13 tahun jadi ibu dari anak ADHD. Mulai dari pertanyaan yang ringan sampai pandangan mata yang merendahkan, sudah kenyang rasanya. Tapi jujur daku kadang ‘oleng’ alias merasa galau, mengapa harus punya anak ADHD yang relatif lebih ‘sulit’ daripada anak biasa? Ya Tuhan??

Balada Punya Anak ADHD

            Kita kembali ke masa Saladin masih kecil. Ada-ada saja tingkahnya, mulai dari memanjat pohon, lemari, sampai naik kulkas. Dia pernah kecepit kursi saking penasaran dengan kursi kayu buatan ayahnya.



            Yang paling sedih ketika Saladin (waktu TK) tantrum dan dulu memang sangat mengerikan. Dia menangis sambil gulung-gulung di lantai lalu…membenturkan kepalanya ke ubin! Bagaimana tidak takut kalau terluka?



Memiliki anak ADHD membuat hatiku campur-aduk. Kadang ikut marah ketika dia tantrum (karena beban emosi yang berat). Lalu malamnya menyesal dan minta maaf ke dia sambil menangis. Kadang daku juga sedih karena dia berbeda dari anak lain (walau fisiknya sama).

Melihat Kelebihan Anak, Bukan Kelemahannya

Akan tetapi kegalauan itu harus diusir jauh-jauh. Buat apa daku overthinking akan masa depannya? Tidak boleh menyesal punya anak ADHD karena yang paling penting (Sebagai orang tua) adalah melihat kelebihan anak, bukan hanya mencermati kelemahannya.



Memang Saladin ADHD, fokusnya relatif lebih pendek, tapi dia juga punya kelebihan di bidang bahasa. Dia mahir bahasa inggris sejak usia 5 tahun. Saladin suka belajar aksara dan hafal huruf-huruf Rusia, Yunani, dll.

                               Belajar bahasa dan aksara dengan menggunakan komputer

Saladin juga mau membereskan piring kotor, sudah bisa mengupas kentang dan apel (dengan peeler), bahkan inisiatif menyapu lantai saat ada semut. Dia suka memeluk dan mencium pipi bundanya. Juga sudah bisa membuat teh sendiri dan bisa dimintai tolong belanja di warung (asal ada catatan belanja).

                                                           Saladin belajar mengecat

Buat apa daku melihat ADHD sebagai sebuah kelemahan? Justru saat dia hyperactive maka fisiknya sangat kuat. Sebagai orang tua maka tugasku untuk mengarahkannya, mengajaknya olahraga dan mengajari gerakan-gerakan self defense.

Terapi Mandiri

Saat ini Saladin terapi mandiri di rumah dan alhamdulilah materi serta videonya banyak tersebar di social media. Yang panting adalah konsistensi untuk melakukannya. Jadi yang dilatih adalah keseimbangan, koordinasi tangan dan kaki, kekuatan tubuh, fokus, dll.

Pelajaran Hidup

Ada satu quote dari buku antologi yang barusan kubaca. Kurang-lebih isinya begini “kehadiran anak memberi banyak pelajaran yang membuat orang tuanya menjadi lebih baik.” Padahal buku itu sudah beberapa kali dibaca tapi setelah membaca ulang baru sadar akan quote tersebut, yang sangat pas dengan keadaan saat ini.



Ketika punya anak ADHD maka daku belajar banyak hal: gentle parenting, psikologi anak, olahraga di rumah, diet gula dan gluten, dll. Karena anak ADHD pun daku lebih sering menuliskannya di blog (dan semoga menginspirasi para pembaca). Makanya di blog Catatan Bunda Saladin niche-nya adalah parenting.

 Daku lagi menulis buku tentang anak ADHD dan kisah-kisah 'keajaiban' Saladin. Kalau sudah selesai nanti kuinfo di blog.

Akhirnya daku jadi banyak ditanya orang (baik secara langsung atau di sosial media) mengenai anak ADHD. Bahkan pernah menjadi objek penelitian bagi para mahasiswa psikologi yang mengambil tema skripsi anak ADHD. Senang sekali bisa membantu mereka.



Memiliki anak ADHD bukanlah sebuah ‘kutukan’ atau ‘hukuman’ dari-Nya. Namun daku sadar bahwa Saladin adalah hadiah terbesar dari sang kuasa. Daku jadi belajar banyak, terutama tentang arti kasih-sayang.


Minggu, 31 Mei 2026

A Day in My Life: Pizza Gosong

 

Siapa suka makan pizza? Nah kali ini daku mau cerita ‘a day in my life’ pada tanggal 30 Mei 2026. Hari yang lucu, seru, sekaligus capek tapi senang banget. Karena kala itu daku dan Saladin mudik alias ke rumah ortuku yang hanya selemparan botol (karena jaraknya sekitar 3 kilometer aja).

Hampir jam 10 pagi kami baru berangkat naik taksi online karena kudu nyiapin isi dapur dan beberes dulu. Untung perjalanan hanya butuh 10 menit. Saladin selalu excited ketika mudik karena berarti dia bisa pinjam PC milik omnya (adik bungsuku – yang barusan berangkat merantau). BTW Saladin ‘pemegang tahta’ tertinggi di keluargaku karena dia anak pertama, cucu pertama, keponakan pertama, cicit pertama.



Ketika baru sampai rumah ortu, daku langsung menaruh tas dan bawaan lain (memang sengaja bawa masakan – kentang dan daging bumbu kari – mau dijadikan isian samosa). Lalu apa yang terjadi?

Papaku langsung request untuk bikin pizza! Haaah, masaknya kan lama? Tapi baiklah, demi menyenangkan ortu maka daku segera cuss ke toko dan minimarket untuk beli terigu protein tinggi, susu, ragi instan, saus, keju, dll. FYI mamaku dulu pernah jualan pizza jadi masih ada Loyang-loyang bekas jualan di dapur.

Kehebohan di Dapur

            Setelah bahannya lengkap maka daku segera menghangatkan susu, mencampurnya dengan ragi, lalu diaduk. Tapi kok tidak berbuih? Habis itu cek di Google, ternyata lupa tidak ada gulanya, makane ragi tidak mengembang! Segera dikasih gula dan susu dihangatkan lagi, lalu dibiarkan sampai berbuih.

            Sambil menunggu ragi maka mari bikin samosa dulu. Daku tuh kalau beli samosa mesti kepedesen, makanya bikin versi sendiri yang tidak pedas. Dengan bumbu kari (kare ala Jawa- dan syukurlah harganya murah), lebih cocok di lidah. Kulit pangsit diisi campuran kentang dan daging kari lalu direkatkan dan dibentuk segitiga.



            Saat menggoreng samosa juga harus hati-hati, jangan sampai gosong! Untung jadinya kecokelatan dan cantik. Kemarin daku sudah bikin tapi hari itu bikin lagi karena khusus menyenangkan Ocha (adikku yang nomer 2) biar dia bisa makan juga.

            Bagaimana dengan pizzanya? Cerita lengkap-e di bawah….

Pizza yang Gosong

            Campuran susu, gula, dan ragi sudah mengembang, lalu dikasih sebutir telur. Karena tidak ada margarin maka diberi minyak goreng saja. Lantas terigu dituang dengan campuran tersebut tapi….

Lupa tidak dikasih garam! Untung adonan masih ada di baskom jadi bisa disusulkan. Ini pakai resep no knead jadi tidak usah diuleni.

Mari kita tunggu proofing adonan sambil melipat kulit pangsit lagi. Ada kelebihan kulit pangsit, simpan saja di freezer. BTW bisa lho pakai kulit lumpia (yang dibagi 2 dan dilipat jadi segitiga).



Habis itu apa bisa leha-leha? Tentu tidak, pemirsa! Daging sapi rebus dicincang dan dibumbui dengan saus spaghetti, bawang putih, dan sedikit garam. Ini juga bisa buat campuran spaghetti.

Setelah adonan pizza mengembang, dibagi 2 lalu dimasukkan ke Loyang. Adonannya lembek jadi tidak usah digilas. Tinggal diberi topping lalu dipanggang (oven dipanaskan dulu). Mana pakai adegan kesetrum karena kabel sudah dicolokin tapi daku memindahkan rak portable di oven dengan tangan kosong. Tapi…



Setelah 35 menit, pizzanya GOSONG! Pakai oven listrik punya adik, ternyata panas buanget kalau loyangnya ada di rak paling atas. Sementara pizza yang dipanggang di rak oven paling bawah Alhamdulillah aman. Tapi lengket, padahal sudah dioles minyak!



Walau ada tragedy gosong, papa tetap menghibur dan bilang kalau pizza gosong tetap akan dimakan. Untung yang hitam Cuma bagian pinggir dan rasa daging serta kejunya masih kerasa. Walau agak nyesek ya mengingat harga bahan mentahnya yang lumayan.

Read: Cooking Class: Belajar Bikin Pizza

Well, sepertinya daku error gini karena terlalu lelah, memasak marathon dari hari rabu sampai sabtu. Tapi tidak apa-apa, membahagiakan keluarga kecilku dan kedua ortu (serta adik) lewat makanan enak. Bagaimana libur ldul Adha klean semua?

 

 

 

Selasa, 26 Mei 2026

Senangnya Belanja di Warung Sayur Segar Sawojajar 2

 

Siapa nih yang suka belanja bahan mentah tiap hari? Daku meniru mama yang tiap pagi beli sayuran segar (padahal di rumah beliau ada kulkas). Ritual shopping sangat menyenangkan dan melihat warna-warni sayuran membuat mood jadi naik.



Nah, dua hari ini daku belanja di Warung Sayur Segar yang baru buka akhir Mei 2026. Lokasinya di dekat Indomaret Kapi Sraba, Sawojajar 2, Kabupaten Malang. Klean cek aja di Google Maps dan sudah sesuai dengan titik.

Sayuran yang Murah Meriah

Beberapa hari lalu daku melihat banner pengumuman launching Warung Sayur Segar di dekat Pasar Krempyeng. Namun baru tanggal 25 Mei daku belanja ke sana (begitu juga dengan keesokan paginya). Karena berjudul ‘Warung sayur’ maka daku langsung melihat-lihat rak sayur dan kaget banget karena….



Murah banget! Ada kangkung, bayam, sawi, dan aneka sayuran lain yang harganya mulai dari 1.500 rupiah saja per ikat. Selain itu juga ada sayur lain seperti kecambah, dan itupun ada berbagai jenis (kecambah untuk ditumis, kecambah pelengkap rawon, dll). 



Semuanya segar dan dalam keadaan prima.

Aneka Perdagingan

            Selain sayur, juga ada daging ayam (bisa milih bagian paha, sayap, dll) yang bisa ditaruh di plastic dan ditimbang, baru dibawa ke kasir. Enaknya sistem belanja seperti ini adalah kita bisa beli dalam jumlah sedikit saja (misalnya hanya 500 gram). Ayam ditaruh di lemari pendingin sehingga dijamin kesegarannya.



            Selain ayam juga ada beef, aneka ikan (pindang, bandeng, lele, dll). Sama seperti ayam, mereka juga disimpan di lemari pendingin. Jadi lebih bersih dan fresh.

Tahu, Tempe, Telur alias Triple T

Menu wajib yang ada di tiap rumah adalah triple T alias tahu, tempe, telorrrr. Ada telur yang bisa ditimbang sendiri sebelum dibawa ke kasir. Tempe juga dipajang dalam berbagai ukuran. Tahu juga bisa milih, mau tahu putih atau tahu sutra? Daku beli tahu putih dengan harga 3.500 dan kualitasnya bagus.

Frozen Food juga Ada

Yang paling bikin ngiler adalah frozen food-nya. Mulai dari aneka nugget, sosis, risoles dan sosis solo, sampai kentang goreng juga ada.



 Bahkan ada roti bun (rotinya burger itu lhoo), jadi idul adha nanti klean bisa bikin burger ala ala dengan isian beef patty homemade.

Saus yang Menggugah Selera

Bagi klean yang suka masak pasti betah belanja di Warung Sayur Segar Sawojajar 2 karena ada berbagai saus. Mulai dari saus tomat, saus sambal, saus spaghetti, tiram, bulgogi, bahkan saus keju juga ada. 



Ada juga tepung bumbu, tepung bakwan, dll. Selain itu ada berbagai merk kecap dengan berbagai ukuran (yang sachet kecil juga ada). Beneran bikin kalap pengen beli semuaaa.

Begitu Lengkap

            Sepertinya Warung Sayur Segar mengusung one stop shoping karena selain jual sayuran dan perdagingan, juga ada mie instan, minuman dingin, kopi dan teh sachet, bahkan beras juga ada. Mau beli aneka buah juga ada (dipajang di bagian depan). Bahkan daku lihat ada bumbu seperti kecombrang dan andaliman.



            Klean tahu andaliman? Itu bumbu khas Batak. Tapi zuzurr daku belum pernah masak atau merasakan andaliman. Nah, klean bisa baca tentang Lapo Batak Halal di blog Kak Fanny Dcatqueen.

Pelayanan Ramah

Saat masuk ke Warung Sayur Segar, semua pengunjung langsung disambut ramah. Tak hanya oleh kasir tapi juga oleh seluruh karyawan. Happy banget karena bikin positive vibe. Bahkan daku belanja habisnya tidak sampai 50.000 rupiah tapi dilayani dengan sangat baik oleh kasir.

Jam Buka

Jam buka Warung Sayur Segar adalah pukul 5 pagi. Jadi habis subuhan bisa langsung belanja ke sana dan cepat-cepat masak sarapan. Sementara tutupnya malam, dan klean yang baru pulang kerja juga bisa mampir untuk belanja.



Senangnya shopping di Warung Sayur Segar Sawojajar 2 yang lengkap, bersih, dan pelayanan juga ramah. Harga juga terjangkau sehingga sesuai dengan budget klean. Nah, habis belanja, mau masak apa enaknya?