Selasa, 17 Februari 2026

Menikmati Mie Lezat di Wizzmie Retawu Malang

 

Siapa nih yang suka makan mie? Beberapa hari lalu daku ada urusan di bank. Setelah selesai lha kok lapar karena memang belum sarapan (baru ngemil lemper doang). Akhirnya daku dan sohib memutuskan untuk makan di Wizzmie yang terletak di Jalan Retawu, Kota Malang.



Ketika sampai sana masih sepi nih dan ternyata kata bapak tukang parkir, bukanya baru 2 menit lagi (jam 9 pagi teng). Tapi beliau mempersilakan kami untuk masuk. Parkirannya cukup luas ya sehingga kalian yang bawa mobil juga enggak kesulitan.

Sampai di dalam langsung disambut dengan banner yang menarik. Bagus nih kerja desainer grafisnya. Lantas kami pilih nomor meja baru pesan makanan dan minuman di kasir.



Kami pesan dua jenis mie, yakni mie goyang untukku (pilih yang level nol jadi enggak pedas sama sekali). Sedangkan temanku pesan mie disko Level 3. Menurut mbak kasir, cabenya kelipatan 5. Jadi kalau level 3 pakai 15 cabe.

Suasana di Wizzmie Retawu



Di sana menempati bangunan yang cukup luas dan ventilasinya bagus sehingga di bagian dalam udaranya lega. Tapi kami duduk di bagian luar. Ada tanaman-tanaman sebagai penghias sekaligus penyejuk alami. Juga ada berbagai gambar mural yang cakep, bisa buat spot foto.

Bagaimana dengan Rasa Makanan dan Minumannya?

Yang datang pertama adalah minumannya dan kala itu daku memesan es milk tea. Pertama-tama kalau pesan es yang di-notice adalah es batu dan Alhamdulillah di Wizzmie pakai ice tube yang jelas sehat karena terbuat dari air matang. Es milk tea lebih dominan rasa teh dan manisnya pas, malah mirip dengan Thai tea.

                            Kiri: es milk tea kanan: es kopi susu gula aren  

Ketika mengantar minuman, karyawan minta maaf kepada kami karena harus menunggu mie datang karena memang dapur baru buka. Enggak masalah yaa. Sekitar 10 menit kemudian mie datang dan ternyata….

                               mie yang level 0

Daku pesan mie yang level 0 dan ini namanya mie goyang yang bertabur abon ayam. Rasanya paduan manis dan gurih. Mienya kenyal dan mudah dicapit menggunakan sumpit. Surprisely rasanya enak dan porsinya mengenyangkan.

                          mie level 3

Sebagai pendamping mie ada 2 siomay goreng dan keripik pangsit. Siomay gorengnya masih hangat dan kulitnya renyah. Isinya gurih banget, dominan rasa ayam (kayak lagi makan chicken karaage tapi berlapis kulit pangsit). Ada side dish dimsum di Wizzmie tapi daku belum coba, dan memang jadi bikin penasaran.

Kopi Istimewa



Salah satu hal yang membuatku takjub adalah ada mesin kopi di restoran Wizzmie cabang Retawu ini. Jadi kalau mau pesan kopi ya beneran dibuatkan fresh. Dan harganyaaa OMG murahh, temanku pesan es kopi susu gula aren tidak sampai 20.000 rupiah.

Apa Ada Menu Lain?



Klean yang lagi kelaparan enggak usah takut karena di Wizzmie ada menu nasi plus fried chicken, ada paketannya gituu. Ada juga rice bowl. Tapi daku belum pernah coba jadi belum bisa cerita rasanya. Namun dilihat dari fotonya terlihat menggiurkan.



Habis makan mie atau nasi masih pengen ngemil? Tenang saja karena di Wizzmie Retawu ada gelato aneka rasa. Tinggal pilih saja mau rasa apa dan berapa scoop. Selamat menikmati!

Fasilitas di Wizzmie Retawu Malang

Klean yang lagi mau makan di Wizzmie Retawu bisa memanfaatkan beberapa fasilitas antara lain free wifi dan memang disediakan beberapa colokan listrik. Jadi bisa nih makan mie plus ngopi sambil nugas kuliah. Pas daku mau pulang ada rombongan mahasiswa yang kelihatannya mau rapat sambil sarapan.



Kemudian ada juga high chair untuk dipakai bayi dan batita. Yang mau salat juga tidak perlu khawatir karena ada musala di Wizzmie Retawu.

Service dari Kru yang TOP BGT

Salah satu yang daku suka dari restoran Wizzmie adalah service-nya. Semua kru mulai dari kasir sampai yang mengantar pesanan sopan dan ramah bangeet, full senyum! Mau masuk sudah disapa. Mau pulang juga diucapkan terima kasih dengan sangat baik. Ini nih yang bikin pengen balik lagi ke sana.

Jadi bagaimana, sudahkah makan mie hari ini? Ingat mie ingat Wizzmie.

Kamis, 12 Februari 2026

7 Ide Jualan Selama Ramadan

 

 “Ramadan tiba, Ramadan, tiba, marhaban yaa ramadan!”

Siapa nih yang excited ketika bulan puasa tiba? Rasanya hari-hari menjadi lebih adem dan hati juga tenang. Apalagi di sore hari banyak pasar takjil bermunculan.

Tapi pernah enggak kepikiran untuk ikut jualan saat Ramadan? Untungnya lumayan banget lhoo. Ini beberapa ide jualan selama Ramadan yang bisa kamu aplikasikan:

1. Donat

Mengapa harus donat di antara sekian banyak kue takjil? Donat menjadi snack kesukaan anak-anak maupun dewasa. Kemudian, donat juga relatif tahan lama, jadi ketika hari ini belum laku, bisa disimpan dan dijual lagi keesokan harinya (bisa awet sampai 2-3 hari asal dikulkasin).

Namun bagaimana jika kamu belum bisa bikin donat sendiri? Tenang, tidak usah capek menguleni adonan. Kamu bisa beli donat fozen lalu memanaskannya. Setelah dingin baru dikasih topping atau glaze sesuai selera. Untuk beli glaze juga tinggal ke toko bahan kue terdekat.

2. Aneka Es

Buka puasa pasti hauuus yaa dan banyak yang cari es untuk penyegar tenggorokan. Coba deh jual es blewah, es timun suri, atau es yang lain. Untuk resep ada banyak di internet, dan sebelum Ramadan bisa trial dulu agar tahu bagaimana rasanya sekaligus menghitung harga pokok dan harga jualnya berapa.

3. Buku Resep

Bulan Ramadan tidak melulu jualan makanan tapi juga bisa buku resep. Kalau kamu suka masak dan baking, coba kumpulkan resep-resep andalan, bikin ebook, dihias, lalu dijual. Karena kenyataannya banyak ibu yang bingung kalau Ramadan mau masak apa untuk berbuka dan sahur? Jadi mereka adalah pasar yang sangat potensial.

4. Kue Kering

Biasanya di akhir Ramadan banyak yang hunting kue kering karena akan dihidangkan saat lebaran. Jadi kamu bisa jualan aneka kukis seperti putri salju, kastengels, dll. Namun bagaimana kalau tidak bisa membuatnya sendiri?

Tenang saja karena kita bisa jualan tanpa harus baking dengan cara jadi reseller. Coba cari deh produsen kukis dan biasanya mereka butuh tenaga penjualan. Manfaatkan akun media sosialmu untuk mempromosikan cookies tersebut.

5. Mukena

Biasanya kalau Ramadan banyak yang butuh mukena, biar semangat ibadahnya. Atau mukena tersebut dijadikan isi parcell istimewa. Nahh lagi-lagi kalau modalmu masih minimalis, jadi reseller saja dan pastikan distributor atau produsennya terpercaya.

6. Lauk Frozen

Biasanya ibu-ibu pada bingung menyiapkan menu apa untuk sahur. Kamu bisa jualan lauk frozen seperti ayam ungkep, dan pasti laku keras. Mereka butuh stok lauk untuk langsung dihangatkan sehingga persiapan makan sahur lebih cepat.

7. Jasa Membangunkan Sahur

Last but not least, coba deh buka jasa membangunkan sahur. Jadi stay mulai jam 2 pagi dan telepon para klien sampai mereka beneran melek dan makan sahur.

Jadii Ramadan ini mau jualan apa aja? semangat yuk cari uang tambahan, lumayan bisa untuk berlebaran.

Selasa, 10 Februari 2026

Tolong, Saladin Kabur Lagi!

 

Apa yang ditakutkan oleh seorang ibu? Ketika sang anak tidak ada di pelukannya, di jam yang seharusnya. Itulah yang kurasakan minggu lalu ketika SALADIN HILANG DAN RUMAH KOSONG. TIDAAK!



Jadi, begini ceritanya pemirsa. Malam itu ada peringatan nisfu Sya’ban di masjid dekat rumah. Daku datang pas maghrib (karena acaranya habis maghrib). Saladin sudah 13 tahun jadi dia biasa jaga rumah (dan sudah sering begini). Kebetulan pas ayahnya ada acara di luar dari sore hari.

Habis isya’ acara selesai dan daku langsung pulang. Tapi kesenangan berubah jadi kesedihan karena Saladin tidak ada di rumah. Bawa HP-ku pula. Alamak, di mana anakku?

Pencarian Dimulai

Memang sorenya Saladin bilang ingin cooling down di daerah dekat warung tetangga. Tapi kucari di sana gak ada. Keliling perumahan juga gak ada. Di toko tetangga yang lain juga gak ada (dia hobi beli jajan di sana).

Alhamdulillah ada kabar baik karena omnya Saladin (adikku yang kedua) datang naik sepeda motor. Dia mengabari kalau si bocah ke rumah mbah utinya (mamaku) dengan berjalan kaki. Padahal jaraknya lumayan, hampir 3 kilometer. Ya Tuhan!

Saladin bilang ke mbah utinya kalau dia mau menginap. Oleh karena itu sang om datang dan ingin mengambilkan baju ganti. Yaa jelas kutolak karena besoknya kan sekolah.

Dengan panik daku naik ke boncengan motor sambil bertanya, bagaimana keadaan Saladin. Ternyata dia baik-baik saja. Namun kelaparan karena habis mudik jalan (atau setengah berlari?) lalu dengan lahap makan nugget dan mie pangsit yang dihidangkan oleh omnya.

Bunda Saladin Mengamuk

Ketika sampai di rumah mama, daku langsung ke lantai 2 (karena hafal, pasti Saladin lagi main game di kamar omnya. Daku langsung ngamuk karena khawatir dia hilang. Bagaimana bisa tenang kalau anaknya lari malam-malam, dan sepanjang jalan ada 2 kuburan yang dilewati? Jalannya ramai pula.

Beneran gaeees jangan kira daku orangnya sangat penyabar. Sesekali Bunda Saladin bisa ngamuk apalagi kalau situasinya chaos. Tentu saja kalau marah juga hanya menaikkan volume suara, tidak main tangan.

Hilang Lagi

Saladin habis kumarahi cuma cengar-cengir lalu malah turun ke lantai 1. Lalu kemudian ada tamu, kukira ayahnya Saladin. Ternyata bukan. Setelah itu apa yang terjadi?

Saladin lari tunggang-langgang! Ya Allah. Apa dia mengira pulangnya jalan kaki juga? Daku langsung menyusul naik sepeda motor tapi belum ketemu. Sampai rumah hanya ada ayahnya Saladin dan kuceritakan ke beliau yang sebenarnya.

Kok tidak WA atau telepon ayahnya? Jadi HP beliau lagi error saudara-saudara. Intermezzo duluuu biar gak tegang.

Kembali ke cerita, setelah itu ayahnya Saladin ikut bantu cari bocah dengan berjalan kaki. Sementara daku naik motor dengan harap-harap cemas. Sekitar 10 menit kemudian mbahnya Saladin menelepon, mengabari kalau dia sudah kembali.

ALHAMDULILLAH.

Ternyata Saladin haus lalu dia cari minuman di luar. Tapi lupa tidak pamitan. Ya Tuhan! Masalahnya dulu waktu dia TK pernah hilang juga dan ketemunya di toko kue di perumahan sebelah.

Read: Saladin hilang

Ketika kembali ke rumah mama, beliau langsung memperingatkan untuk tenang, Saladin jangan dimarahi. Daku Cuma bisa nangis sambil memeluknya. Jangan diulangi ya!

Setelah kejadian ini daku jadi tidak bisa mempercayainya untuk jaga rumah. Meski Saladin sudah jadi anak SMP tapi karena masuk kategori anak berkebutuhan khusus (ADHD) maka treatment-nya berbeda. Kemudian sang guru yang kuceritakan tentang ini memberi usul: di baju dan tasnya diberi kartu identitas berisi nama, alamat, dan nomor HP.

Memang punya anak spesial itu sangat-sangat menguji kesabaran. Semoga ini kejadian terakhir dan Saladin sadar kalau dia tidak boleh seenaknya kabur, atau pergi tanpa pamitan.

Kamis, 05 Februari 2026

Review Buku Madicken, Indahnya Masa Kecil di Zaman Dulu

 


Siapa suka baca bukunya Astrid Lindgren? Penulis asal Swedia ini terkenal akan karyanya Pippi Longstocking. Tapi Madicken juga tak kalah bagusnya.

Judul: Madicken

Penulis: Astrid Lindgren

Penerjemah: Listiana Srisanti

Tahun: 1981

Syahdan di Swedia, ada seorang gadis kecil bernama Madicken. Nama aslinya adalah Margaretha tapi dia lebih suka dipanggil Madicken. Dia hidup bahagia bersama mama, papa, dan adik perempuannya yang bernama Lisabet.

Kala itu, anak-anak di Swedia baru bersekolah di usia 6 tahun. Madicken sangat antusias karena akan belajar di tempat baru (sementara Lisabet sangat iri). Dia happy karena sudah punya baju baru, sepatu, dan batu tulis (sabak). Iyaa ini kuno banget (kok pakai sabak bukan buku tulis), sepertinya setting cerita sebelum tahun 1980-an.

Hari-Hari Madicken di Sekolah

Walau sangat antusias, Madicken juga kena masalah di sekolah. Dia bertengkar dengan temannya, sampai adu pukul. Sepatunya pernah hilang, bajunya sobek. Ada saja yang terjadi tiap hari, tapi dia menyalahkan sang teman. Ketika dicek oleh mamanya, ternyata tidak ada teman itu yang mengerjainya, tapi merupakan imajinasi Madicken sendiri.

Madicken yang Sangat Aktif

Walau anak perempuan, Madicken sangat aktif (dan pergaulannya tidak terlalu dibatasi oleh sang papa). Dia dan adiknya pernah pergi ke peternakan yang jauh sekali dari rumahnya sampai membuat empunya tempat itu sangat kaget. Ada dua gadis kecil yang berjalan berkilo-kilo meter di tengah suhu yang dingin (dikira nyasar).

Madicken juga pernah usil, piknik di atas genteng bersama Lisabet. Ketika ada temannya yang memanggil malah dilempar bakso (jadi ingat Swedish meatball yang dijual di toko furniture).

Setelah itu Madicken uji nyali dengan turun dari genteng dengan naik payung, karena ingin merasakan sensasi terbang. Untungnya dia tidak meninggal, hanya cedera fisik dan gegar otak ringan.

Kritik di dalam Buku Anak

Ketika baca buku Madicken maka daku menemukan beberapa kritik yang ditulis oleh Astrid Lindgren (dan penyampaiannya sangat halus sampai hampir tidak terasa). Di antaranya, Madicken diajak ke gereja oleh sang mama. Akan tetapi papanya tidak mau beribadah ke sana (walau hanya setahun sekali).

Kritik sosial yang diselipkan di dalam buku ini sangat mengena karena Astrid paham, yang membaca buku Madicken bukan hanya anak-anak, tapi juga orang tuanya. Bisa jadi penulis ingin menyentil orang dewasa lewat karya sastra.

Pembaca akan sangat puas baca buku Madicken karena terjemahannya bagus sekali dan ternyata penerjemahnya adalah almarhumah Bu Listiana Srisanti. Iyaa, beliau yang pernah menerjemahkan buku-buku Harry Potter! Bu Listiana termasuk penerjemah kelas atas yang karyanya sangat apik. BTW kamu sudah pernah baca bukunya Astrid Lindgren?

Selasa, 03 Februari 2026

Young Sheldon, Pusingnya Menjadi Anak Jenius

 Siapa tak bangga punya anak pintar? Tapi di series Young Sheldon diperlihatkan orang tua yang malah pusing berat ketika mereka punya anak jenius. Si Sheldon masih berusia 9 tahun tapi kecerdasan dan pemikirannya jauh melebihi anak seusianya.

Judul            : Young Sheldon

Pemain        : Iain Armitage, Zoe Perry, Lance Barber

Jumlah Episode: 141 (7 seasons)


Bisa ditonton di: Netflix

 

Dikisahkan Sheldon memiliki 2 kakak (perempuan dan laki-laki). Sang ayah adalah pelatih American football  di sebuah high school, sedangkan sang ibu (kurang jelas kerjanya apa).



Sheldon berasal dari keluarga kelas menengah dan rumahnya cukup sederhana. Mobilnya juga jadul. Sepertinya setting series ini sebelum tahun 2000.

Kakak laki-laki Sheldon berbakat di bidang olahraga dan bangga dilatih oleh ayahnya sendiri. Sedangkan kakak perempuannya stress ketika harus mengerjakan PR matematika. Dia benar-benar iri pada kecerdasan Sheldon.

Si Sheldon terlihat seperti anak biasa tapi jenius banget. Dia bisa mengerti pelajaran jauh lebih cepat dan suka banget baca buku, serta langsung mempraktekkannya. Memangnya enak jadi anak jenius?

Ternyata ada kelemahan Sheldon yaitu dia punya EQ yang tidak setinggi IQ-nya. Dia tidak bisa bergaul dengan teman sebaya, malah serring di-bully karena dianggap aneh. Sheldon juga tidak suka bermain, lebih suka menyendiri dan merenung.

Hari-Hari Sheldon di High School

Karena dia sangat cerdas maka bisa ‘loncat kelas’ dan langsung masuk di high school. Tentu saja dia jadi sorotan karena jadi murid paling kecil. Baru hari pertama sekolah saja sudah bikin ibunya heboh karena sibuk mencari dasi kupu-kupu. Biar mirip dengan ilmuwan idolanya.

Saat Sheldon masuk sekolah maka dia shock berat karena teman-temannya pakai baju bebas dan mengekspresikan diri dengan berbagai gaya. Dia protes, mengapa banyak yang melanggar buku pedoman etika berbusana di sekolah? Malah pakai kaos, laki-laki ber-anting, bahkan bertato.

Sheldon langsung kena masalah karena mengkritik bu guru, menurutnya beliau juga melanggar pedoman etika karena punya kumis (walau tipis sekali). Tentu saja sang guru mencak-mencak, memanggil ayah Sheldon ke ruang guru, dan beliau di’serbu’ oleh guru-guru lain, plus kepala sekolah.

Ibunya Sheldon juga datang ke ruang guru dan memohon agar anak bungsunya tidak dikeluarkan, karena dia tidak punya uang untuk mendaftarkan ke sekolah lain. kalau homeschooling maka ia tak punya waktu untuk mengajari anaknya sendiri.

Akhirnya apa yang terjadi saudara-saudaraaa? Ayahnya Sheldon dipecat dari jabatan pelatih football di sekolah itu karena dianggap gagal mendidik anak.

Sheldon jelas shock berat dan kasihan dengan sang ayah. Dia pergi ke perpustakaan sekolah dan mencari buku panduan untuk bergaul. Mampukah anak itu menyesuaikan diri? Nonton sendiri yuuk, durasi per episode tidak terlalu panjang, hanya 30-an menit.

Kesanku Setelah Nonton Young Sheldon

Punya anak jenius memang berjuta rasanya dan Saladin kadang begituuu. Dia pernah lho tanya, “why the guest did not speak in English?” Ini bocah memang first language-nya English dan dia belum paham kalau belum banyak orang Indonesia tak bisa berbahasa inggris dengan fasih.

Daku paham kepusingan yang dirasakan oleh orang tua Sheldon. Memang sih anak jenius ada yang homeschooling karena kurikulum bisa disesuaikan dengan minat mereka. Tapi tidak semua orang tua mampu menggaji tutor atau punya waktu mengajari anak sendiri.

Intinya apaaa? Bersyukurlah kalau punya anak pintar walau dia belum bisa bergaul, karena itu bisa diajari. Ingat kalau kesopanan itu nomor satu, jadi anak harus diajari good attitude. EQ juga sebaiknya seimbang dengan IQ biar enggak njomplang seperti Sheldon.

Jumat, 30 Januari 2026

Pengalaman Kena Super Flu, Corona Jilid Dua?

 

Beberapa bulan lalu daku sakit (ketularan suami). Gejalanya pusing, meler, batuk kering, dan lemas bangeet, bahkan ditambah pusing tak habis-habis. Saladin juga akhirnya sakit yang sama (bahkan ditambah diare juga), sampai harus izin tidak sekolah selama 2 minggu. Bagaimana ini, serumah tepar semua?



Setelah sembuh daku baca artikel-artikel di internet dan ternyata itu bukan pilek biasa melainkan super flu. Bahkan dibilang gejalanya mirip kalau kena corona. Daku langsung HAAAH? 


Tapi kalau dibilang ini COVID jilid 2 rasanya terlalu jauh karena tidak ada gejala anosmia (tak bisa mencium aroma makanan / bau-bauan yang lain sama sekali).



Gejala Super Flu

Awalnya super flu mirip dengan flu biasa. Hidung meler, bersin-bersin, dan batuk kering. Tapi batuknya sangat menyiksa sampai bikin sesak napas dan kurang konsentrasi saat ibadah. Kepala juga pusing berat, bagai ditindih batu berukuran besar.


Kala itu daku minum obat flu yang ada di toko kelontong, tapi sudah menenggak total lebih dari 8 butir kok tetap sakit? Malah tambah pusing, meriang, dan lemas banget. sampai tidak kuat berdiri dan berjalan harus berpegangan pada tembok. 


Selama 3 hari daku dan Saladin hanya tiduran di kamar. Total sakitnya hampir 14 hari.



Bagaimana Cara Mengatasi Super Flu

Alhamdulillah ayahnya Saladin sembuh duluan jadi beliau yang merawat kami berdua. Makan seadanya dengan telur dadar, mie kuah, nasi, dll. Minumnya yang hangat seperti susu, teh, pernah juga dibuatkan minuman pereda panas dalam oleh beliau.


Bala bantuan datang juga, mama dan adikku datang menjenguk dan membawakan ayam goreng serta obat berlabel lingkaran biru (tapi bisa dibeli tanpa resep dokter). Seorang sahabat juga tiba-tiba memberi kejutan dengan memberikan sepanci sup merah. Alhamdulillah, terima kasih banyak.


Jadi cara mengatasi super flu selain minum obat adalah dengan banyak beristirahat dan meningkatkan imunitas tubuh. Seharusnya sih isolasi mandiri tapi belum bisa karena di rumah hanya ada 2 kamar tidur (sedangkan kami sekeluarga bertiga). Kalau keluar rumah juga pakai masker. Kalau keadaan tetap tidak membaik, mending rawat inap di RS.


Antisipasi agar Tetap Sehat

Jadi bagaimana agar tidak kena super flu? Tenang dulu, ini tidak serta-merta menyebar luas seperti corona. Tapi tidak ada salahnya mengantisipasi agar tetap sehat.


Pertama, klean harus rajin cuci tangan dan pakai antiseptik setelah sampai di rumah, kalau bisa mandi, keramas, dan ganti baju. Kedua, rumah juga dibersihkan dan disemprot disinfektan. Jangan lupa pakai masker dan pisahkan alat makan per anggota keluarga.



Kena super flu sangat-sangat tidak enak dan menjadi pengalaman yang sangat mahal. Semoga klean sehat terus yaa, jaga kesehatan agar tidak tumbang.

Rabu, 28 Januari 2026

Jangan Sampai Kita Membesarkan Anak jadi Calon Kriminal

 

Tiap anak diharap akan menjadi orang sukses di masa depan. Mau jadi professor, dokter, atau yang lain boleh. Tapi pernahkah berpikir kalau anak bisa melenceng dan jadi calon kriminal? Hahhh, ngeri buangeeet.

Beneran deh, daku jadi kepikiran hal ini ketika nonton Batman, di mana dia menyelamatkan anaknya (Damian) dari serangan Joker. Sementara Joker (menurut film yang lain), jadi kriminal karena berkali-kali mengalami kegagalan, dan ditolak oleh lingkungannya. Ada juga villain yang jadi jahat karena sejak kecil disiksa oleh orang tuanya. Ketika sudah besar, dia yang mantan korban menjadi pelaku….



Apakah ini overthinking? Sebenarnya tidak karena kenyataannya anak yang nakal merupakan buah dari salah didikan orang tua dan lingkungannya. Kalau nakalnya makin tidak terkendali, lama-lama bisa naik level. Dari sekadar mencuri mangga tetangga sampai jadi maling motor. Seraaaam!

Jadi bagaimana agar anak menjadi orang yang jujur, lurus, dan tidak terbuang di lembah kejahatan? Berikut ini beberapa tipsnya:

1. Jangan Terlalu Memanjakan Anak

Jika klean punya anak dan dia minta dibelikan eskrim, apa langsung dibelikan saat itu juga? Padahal uang di dompet tinggal recehan, gajian masih besok. Kalau dia akhirnya beli eskrim dengan uang dari mbah atau saudaranya yang lain, itu namanya memanjakan.

Memberi kasih-sayang ke anak sangat diperbolehkan tapi jangan sampai terlalu memanjakan. Anak wajib mengerti bahwa tidak setiap hari keadaan orang tuanya berlebihan (dalam hal finansial). Kalau semua-mua diiyakan, nanti pas dewasa dia jadi kaget karena menerima berbagai penolakan, dan akhirnya stress berat.

Anak yang terlalu dimanjakan juga bahaya karena bisa sering tantrum tak terkendali. Tangisan jadi senjatanya agar diberi barang sesuai dengan keinginannya. Pernah mikir enggak kalau ini bahaya karena dia bisa menggunakan segala cara (termasuk yang negatif) agar punya suatu barang?

Jika anak terlalu dimanjakan dan kondisi keuangan orang tua menurun (misalnya sang ayah di-PHK) maka dia bingung bagaimana cara membeli jajan atau barang lain? Keinginannya selalu dipenuhi dan dia tak bisa mengontrol diri. Akhirnya dia mencuri karena hasrat ingin makannya sangat tinggi.

2. Menerapkan Punishment

Apakah ada anak yang manja, bebas, dan tidak pernah dihukum oleh orang tuanya? Ada! Dengan dalih ‘kasihan’ atau ‘sayang’, maka tingkah anak yang keterlaluan dibiarkan saja. Tidak pernah diberi hukuman.

Misalnya saat anak merusakkan barang milik saudaranya. Seharusnya dia disuruh meminta maaf dan diberi hukuman (seperti mengganti dengan barang serupa, dengan menggunakan uang tabungannya). Tapi jika tidak dihukum dia bisa beranggapan apapun yang dia lakukan adalah benar, padahal jika dilakukan berkali-kali akan bahaya karena bocil akan seenaknya sendiri.

Yang ingin daku fokuskan, hukuman di sini berfungsi sebagai efek jera agar anak tidak mengulangi kesalahannya. Tapi hukuman tidak main fisik (misalnya cubitan atau yang lain). Hukuman bisa berupa pemotongan uang saku, tidak diberi izin keluar rumah pada saat tertentu, dll.

3. Parenting VOC yang Ketinggalan Zaman

Siapa masih suka gebukin anak kalau dia melakukan kesalahan? Dengan dalih ‘kalau anak tidak diberi pelajaran maka dia tidak akan nurut.” Beuuh, ini mah namanya parenting keras alias VOC dan sudah sangat-sangat ketinggalan zaman.

Bisa jadi dulu waktu kecil kita sering dicubit ortu atau guru karena nakal. Akibatnya jadi menormalisasi hal ini. Tapi apakah pernah berpikir kalau anak bisa sakit hati bahkan trauma? Lha kita aja yang dulu jadi korban aja juga trauma, kann?

Bayangkan kalau anak dikit-dikit dipukul. Maka dia akan menganggap kalau pukulan dan kekerasan adalah hal yang biasa. Akibatnya dia bisa meninju teman dan jadi preman di sekolah. Setelah puas, dia mencari mangsa baru, sebagai pelampiasan karena sering dikerasi di rumah. Kalau dilanjutkan, di masa dewasa dia mencari kepuasan dengan menempeleng bahkan bikin orang isdet, ngeri buangeeet.

4. Stop Menormalisasi Kesalahan dan Ketidaksopanan

Ada ungkapan “namanya juga anak-anak” misalnya saat dia terpeleset atau tidak sengaja menumpahkan minuman. Tapi kalau dia sudah melakukan kesalahan seperti masuk rumah orang tanpa izin (dan buka kulkas sembarangan), atau menendang kursi orang di depannya (saat ada di bioskop atau kendaraan umum), jangan dibilang “namanya juga anak-anak.”

Memang anak punya waktu untuk aktif-aktifnya tapi harus dididik agar punya attitude. Kesopanan itu nomor satu. Jangan bela anak saat dia melakukan kesalahan seperti mengejek orang lain atau mencomot makanan orang lain, karena menormalisasi kesalahan adalah sebuah kesalahan.

5. Beri Teladan

Jadi orang tua itu banyak tugas dan PR-nya, seperti memberi teladan. Bagaimana anak bisa berbuat baik kalau ibunya suka misuh, bergosip, bahkan memfitnah? Atau sang ayah malah terang-terangan memaki dengan kosakata kebun binatang.

Kalau mau punya anak baik ya harus dikasih contoh yang baik. Bayangkan kalau anak tiap hari mendengar kata-kata buruk. Maka dia akan belajar ngomong jelek, dan terseret ke pergaulan negatif. Di sanalah pintu kejahatan terbuka dan kalian tahu apa akhirnya.

Memang jadi orang tua itu butuh banyaaak sekali tenaga, waktu, pikiran, dan perasaan, plus harus mencegah agar masa depan anak tidak berantakan. Buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Jangan sampai kita berbuat yang jelek dan akibatnya anak jadi meniru, akhirnya nakal dan berakhir jadi kriminal.

 

 

 

 

Minggu, 18 Januari 2026

Rose of Versailles, Kisah Pengawal Ratu Marie Antoinette

 

Siapa suka belajar sejarah Prancis? Atau hobi nonton anime? Nahh cocok banget kalau menikmati film Rose of Versailles karena bercerita tentang kejadian di masa kehidupan Ratu Marie Antoinette. Formatnya kartun dan memang ini dibuat berdasarkan cerita manga (komik Jepang), yang digambar oleh sensei Riyoko Ikeda.



Berikut ini data filmnya:

Judul               : Rose of Versailles

Sutradara         : Ai Yoshimura

Durasi              : 113 menit

Tahun              : 2025

Tayang di        : Netflix

 

Oscar yang Cakep

Saat Marie Antoinette datang ke Prancis (dia putri Austria tapi dijodohkan dengan pangeran Louis), langsung takjub atas penyambutan rakyat Prancis. Apalagi di sebelah kereta kudanya, ada sosok yang tampan dan gagah. Dialah Oscar Francois de Jarjayes, kepala pengawal yang bertugas khusus untuk melindungi sang putri.



Akan tetapi Putri Marie sangat kaget karena ternyata si Oscar perempuan! Dikira laki-laki, karena dia pakai baju seragam prajurit, dan memang ganteng banget. Oscar dididik oleh sang ayah sebagai laki-laki dan memang sejak kecil menyukai dunia militer.

Kedatangan Count dari Swedia

Long short story, Putri Marie Antoinette beradaptasi dengan kehidupan di Prancis. Tapi dia merasa hambar karena Pangeran Louis tidak menunjukkan kasih-sayang (mereka masih remaja ketika dinikahkan). Kemudian dia ingin datang ke pesta topeng, tentu saja dikawal oleh Oscar.



Di pesta, sang putri berkenalan dengan Count Hans Axel von Fersen, bangsawan dari Swedia. Mereka saling tertarik, tapi Fersen kaget sekali ketika diberi tahu Oscar, bahwa dia adalah putri mahkota. Namun si count tidak gentar dan tetap melakukan pendekatan secara diam-diam.

Ratu Marie Antoinette yang Boros

Ratu Marie Antoinette melupakan kekesalannya akan Prince Louis dengan belanja kain-kain cantik, sepatu indah, dan perhiasan mahal. Dia makin menggila dan suka main judi (padahal sering kalah). Karena itu dia menarik pajak yang lebih tinggi (demi memenuhi gaya hidupnya), dan mencekik rakyat kecil.

Read: Review Film Marie Antoinette

Oscar Jatuh Cinta

Von Fersen masih saja ngotot ingin dekat dengan Marie Antoinette. Sampai ada isu di istana tentang hubungan gelap mereka. 



Sementara itu, Oscar malah merasa sakit hati karena Fersen memutuskan untuk tidak menikah (karena tidak ada gadis di hatinya selain Marie Antoinette). Ternyata dia diam-diam jatuh cinta dengan Von Fersen!

Apakah Oscar Benar-Benar Ada?

Sayang sekali ketika daku cek di Google, tokoh Oscar ini tidak benar-benar ada alias hanya fiksi. Katanya sih Oscar terinspirasi dari Lafayette, pengawal sang Putri Marie Antoinette. Tapii Lafayette adalah laki-laki, bukan perempuan seperti Oscar.

Kesanku Setelah Nonton Rose of Versailles

Daku sudah pernah nonton film berlatar belakang sejarah Prancis seperti Marie Antoinette (disutradarai Sofia Coppola) dan Jeanne du Barry. Tapi kalau nonton Rose of Versailles membuat penonton lebih memahami apa saja yang terjadi di kerajaan Prancis. Karena film Rose of Versailles memperlihatkan dari POV si Oscar. Dia rakyat tapi dekat dengan keluarga kerajaan.

Read: Review Film Jeanne du Barry, Terpesona Akting Johnny Depp

Oscar sudah memperingatkan Ratu Marie Antoinette untuk mengendalikan gaya hidupnya. Jangan terlalu boros, apalagi berjudi. Bahkan dia menolak gajinya dinaikkan (padahal pangkatnya naik).

Akan tetapi Ratu Marie Antoinette menolak keras. Yaa, seperti yang sudah kita ketahui bagaimana ending Ratu dan Raja Louis (isdet di bawah pisau guillitone). Mereka dihukum seperti itu karena tidak bisa melihat penderitaan rakyat, dan memungut pajak yang terlalu besar.



Andai ratu dan raja mendengarkan nasehat Oscar apakah mereka bisa selamat? Entahlah, daku jadi ingat pesan seorang teman untuk tidak berandai-andai.

Kemudian, daku baru sadar kalau ada skandal di kerajaan-kerajaan zaman dulu, bisa terjadi karena tradisi perjodohan? Di mana putri atau pangeran harus menikah dengan orang yang tidak dicintai. Akhirnya mereka diam-diam cheating dengan yang lain.

Rose of Versailles membuat penonton paham sekilas sejarah Prancis kuno, di mana saat itu para bangsawan sangat boros. Tentu saja ini tidak boleh ditiruu, bukan??

Selasa, 13 Januari 2026

Review Series The Makanai: Cooking for the Maiko House

 

Salah satu produk kebudayaan Jepang yang terkenal adalah geisha, tapi jujurr daku belum pernah nonton videonya. Nahh pas buka Netflix ada series The Makanai: Cooking for the Maiko House. Maiko adalah calon geiko/geisha yang magang dan harus menyelesaikan pendidikan di rumah geisha senior, selama 5 tahun.

Ini data seriesnya:

Judul               : The Makanai, Cooking for the Maiko House

Sutradara         : Hirokazu Kore-eda

Jumlah episode: 9



Dikisahkan dua sahabat bernama Kiyo dan Sumire yang berangkat ke Kyoto untuk belajar menjadi maiko. Mereka datang ke Saku House dan dididik oleh Azusa (yang berpengalaman panjang sebagai geisha). Rumahnya khas Jepang banget dengan pintu geser dan lantai tatami.

Pendidikan di Saku House

Di Saku House sudah ada beberapa maiko dan mereka menyambut Kiyo dan Sumire dengan baik. Semua serius belajar, mulai dari menari, menyanyi, sampai memainkan alat musik tradisional Jepang.



Salutnya, para Maiko setiap hari memakai kimono dan rambutnya disanggul (jadi ingat Oshin). Mereka kalau jalan juga anggun banget.

Kiyo yang Beralih Peran

Akan tetapi, Azusa membawa kabar buruk. Kiyo sudah magang selama 3 bulan tapi progress-nya lambat banget. 

                                         Kiyo

Dia harus mau pulang, dan Sumire menangis karena merasa ini tak adil. Menurutnya, Kiyo memang lambat tapi seorang pekerja keras.

                                   Sumire (paling kiri)

Di luar dugaan, Kiyo memasakkan makan malam untuk semua orang di Saku House. Ternyata rasanya lezat sekali. Azusa mengutus Kiyo untuk menjadi juru masak saja di sana, alih-alih melanjutkan magang jadi maiko.

Ryoko si Tukang Protes

Waktu Kiyo dan Sumire baru datang ada satu cewek yang ngomongnya judes banget. Ternyata dia anaknya Azusa dan masih sekolah di SMA. Dia langsung bilang, “Hati-hati kalian akan dijadikan budak!” 

                              Ryoko

Sepertinya Ryoko tidak suka akan pekerjaan dan masa lalu ibunya.

Kedatangan Yoshino

Tiba-tiba ada wanita berambut pendek (dan dicat) datang ketika Azusa dan murid-muridnya sedang keluar. Kiyo shock berat kok dia nyerocos aja, langsung minta minum dan izin tidur di sana. Ternyata dia adalah Yoshino, ex geisha saat Azusa masih aktif bekerja.

                                               Yoshino

Yoshino cerita kalau geisha biasanya berhenti kerja kalau dia menikah. Tapi sekali berhenti tidak bisa balik lagi. Ternyata dia sudah divorce. Azusa dan lain-lain pada kesel ke dia karena seenaknya datang mendahului dan menghibur tamu (padahal ngakunya sudah pensiun jadi geisha), dan pria-pria itu jadi teralihkan perhatiannya.

Beratnya Menjadi Maiko

Dari series yang merupakan adaptasi dari manga berjudul Kiyo in Kyoto, penonton bisa paham betapa beratnya masa-masa menjadi maiko. Dalam 5 tahun mereka belajar banyak hal, mulai dari menguasai beberapa kesenian tradisional Jepang, memakai geta (sandal bakiak), sampai memakai kimono yang berlapis-lapis saat akan bertemu klien. Pressure-nya tinggi sekali, menguji kesabaran dan mental.



Apalagi Azusa menerapkan aturan yang sangat ketat: para maiko tidak boleh memakai smartphone saat berada di Saku House. Namun mereka boleh menerima telepon (pakai telepon rumah). Kalau Maiko sedang latihan memakai sanggul tradisional Jepang, mereka tidak boleh keluar untuk belanja ke minimarket (padahal jaraknya dekat).

Salah Paham Tentang Profesi Geisha/Geiko

Geisha is not a prostitute! Di series ini dijelaskan bahwa geisha adalah murni penghibur dan mahir bermacam-macam kesenian tradisional Jepang. Sementara para tamu bisa booking geisha mana yang menjadi favoritnya.

Kesanku Setelah Menonton The Makanai, Cooking for the Maiko House

Jujur daku awalnya kegocek judul ‘cooking’, kirain tentang kuliner ternyata tentang maiko dan juru masaknya. Ada adegan-adegan memasak tapi tidak terlalu sering ditampilkan. Akan tetapi para penonton juga bisa belajar kalau di Jepang, mereka masih suka mengkonsumsi makanan tradisional. Misalnya sup miso, karaage, oyako don, dll.

Apa yang bisa diamati lagi dari series ini? Pertama, orang Jepang sangat pekerja keras. Kedua, laki-laki di Jepang sampai sekarang pun masih menjalankan tradisi lama, kalau pulang kantor tidak langsung ke rumah tapi minum-minum bersama teman-teman atau koleganya, sambil dihibur geisha. Loe mau kayak gini? Kalau gue kagaaak (sambil bawa golok).



Bagaimanapun, kita bisa meniru sisi positif dari series ini, terutama Kiyo yang pekerja keras. Dia tidak frustasi karena gagal menjadi maiko. Tapi bersyukur karena bisa bekerja menjadi juru masak.

Kiyo juga pernah menolong maiko yang puding caramelnya dimakan oleh orang lain (dugaanku Yoshino). Padahal maiko tidak boleh ke minimarket (untuk beli puding tersebut) karena sudah memakai sanggul. Akhirnya Kiyo membuatkan puding roti dengan sedikit caramel yang rasanya sangat mirip, dan maiko tersebut sangat berterima kasih.