Siapa suka makan bakso untuk sarapan
atau makan siang? Untung ya daku tinggal di Kota Malang jadi ada banyak sekali
warung bakso dengan berbagai variasi. Nah, kali ini mau sharing pengalaman makan di warung bakso Kutho Cak Dji, bersama
salah seorang sahabatku.
Jam 10 pagi kami datang ke warung
bakso Kutho Cak Dji yang terletak di JL. Uranium, Kota Malang. Letaknya agak
masuk tapi Alhamdulillah ada parkir yang luas, bahkan parkiran sepeda motor dan
mobil dipisah. Suasana masih lengang karena memang baru buka. BTW warung ini open jam 9 pagi sampai 6 sore.
Semangkok
Bakso dengan Gorengan Istimewa
Kami langsung disambut hangat oleh
ibu owner dan mengambil dua mangkok dari
tumpukan mangkok yang disediakan. BTW kalau di Malang, bebas milih sendiri ya,
mau isi bakso halus saja, campur dengan gorengan, dll. Bisa ditambah dengan
lontong agar lebih mengenyangkan dan GRATIS
SAYUR. Mantap, kaaan?
Di
Bakso Kutho Cak Dji tersedia bakso ukuran besar, bakso kecil halus, bakso kasar.
Juga ada berbagai gorengan: mekar, panjang (keduanya terbuat dari kulit pangsit
yang diisi adonan lalu digoreng), goreng bulat, dan juga goreng usus.
Karena penasaran daku memilih
keempat jenis gorengan tersebut. Lantas di dalam mangkok juga diisi dengan 1
bakso halus dan beberapa bakso kasar. Memang sebenarnya daku lebih demen bakso kasar (urat) daripada yang
halus, tapi penasaran bagaimana rasa keduanya?
Ketika mangkok sudah mendarat di
meja makan maka daku langsung ambil sendok dan garpu yang tersedia, baca doa,
lalu mencicipi kuahnya. Bakso Kutho Cak Dji memiliki kuah bening tapi berasa
banget kaldu sapi asli. Kuahnya panas dan nikmat, dengan sedikit hint jahe yang menambah kesegaran
rasanya. Ditambah kecap sedikit saja (daku kagak
doyan pedes jadi skip sambal).
Untuk bakso kasar sepertinya terbuat
dari daging berlemak tapi malah menambah kelezatan rasanya. Sementara semua
jenis gorengan juga enak, renyah, tapi paling favorit adalah goreng ususnya. Rasanya
gurih buangeeet, menyesal kenapa Cuma pesan satu? Tapi kalau mau nambah juga
sudah kekenyangan, jadi next kalau ke
sana lagi ambil goreng usus yang lebih banyak.
Kesan
Positif Makan di Bakso Kutho Cak Dji
Uniknya, di Bakso Kutho juga ada
sate usus, juga hati (ayam) goreng. Biasanya sate usus jadi lauk bubur ayam /
makanan lain. Ampela juga jadi topping mie
pangsit. Tapi di sana malah disediakan, lain kali coba ah makan bakso pakai
hati.
Untuk minuman daku mengambil teh
botolan di dalam kulkas showcase lalu
ada juga air mineral botolan. Tapi maaf kurang memperhatikan apakah ada varian minuman
lain.
Tempatnya
bersih, sirkulasi udara baik, dan disediakan musik dari radio. Harga juga
sangat terjangkau, makan berdua habisnya tidak sampai 50.000 rupiah. Yang paling
penting: ibu owner sangat ramah
menyambut semua customer. Bahkan ketika
melihat daku memesan banyak goreng, beliau menawarkan agar gorengan tersebut
ditaruh di dalam mangkok terpisah (agar tidak ‘nyunyut’ saat kena kuah). Kamu suka
ngebakso juga kaaan?

































