Ketika sudah bisa
nonton video di Youtube masihkah kita mendengarkan radio? Well daku mau cerita kalau beberapa bulan lalu beli sebuah radio
mini. Aslinya beli bukan buatku tapi untuk Saladin.
Sang guru menyarankan
untuk membelikan MP3 player atau radio sebagai terapi musik untuk Saladin. BTW
kujelaskan lagi kalau dia ADHD dan punya ketidakseimbangan dalam mengendalikan emosinya.
Jadi diharap dengan musik akan membuatnya lebih kalem.
Akhirnya daku juga
mendengarkan radio lagi setelah lebih dari 10 tahun vakum (meski ada aplikasi
radio di HP). Apalagi ketika HP-ku error saat libur lebaran kemarin,
mendengarkan lagu di radio menjadi penghibur. Lantas bagaimana rasa nostalgia
dengan alat ini? Sesungguhnya apa radio menjadi alat komunikasi yang sudah
kuno?
Serunya
Mendengarkan Radio
Salah satu keunggulan
dalam mendengarkan radio adalah tidak usah memakai kuota jadi benar-benar
hemat. Apalagi kalau radionya memakai baterai yang bisa diisi daya (seperti
mengecas HP). Jadi bisa sekalian mengurangi screen
time.
Ternyata para pendengar
radio masih merasakan keseruannya. Dibuktikan dengan request mereka, tapi kali ini tidak melalui telepon. Tapi via WA
dan komentar di sosial media.
Para pendengar juga
menyimak radio tak hanya untuk mengetahu lagu-lagu yang merdu. Tapi mereka
sekalian mencari informasi apakah jalanan kota macet? Kalau lagi nyetir kan
ribet mau buka aplikasi peta, lebih cepat menyetel radio di mobil lalu dapat
laporan daerah mana saja yang macet.
Berbagai
Lagu Hits
Beneran deh daku jadi
tahu lagu-lagu hits yang disukai gen Z (dan generasi lain) lalu paham ooh ini
lagunya Bernadya, ini Nadhif. Soalnya ingatan akan lagu seakan berhenti di
tahun 2011-2014. Lupa apa istilahnya, jadi kita yang berusia 35 plus cenderung suka lagu lama atau lagu
yang sedang viral saat masih remaja, dan hah-hoh saat mendengar lagu baru.
Dan ternyata lagu-lagu
baru yang diputar tidak sebanyak yang kuharapkan alias itu-itu saja (tidak
sampai 20 lagu). Jadinya para pendengar mudah hafal karena memang disetel
setidaknya sehari sekali.
Recycle
Lagu
Lho ini kan lagu lawas?
Setelah lamaa banget tidak mendengarkan radio, salah satu fakta yang membuatku shock adalah ada banyak lagu-lagu yang
hits pada tahun 2000 (atau sebelumnya) yang di-recycle alias dinyanyikan kembali oleh penyanyi lain. Namun tetap
yang paling asyik ya versi yang lama.
Mengetahui
Wajah Penyiar
Dulu (sebelum era
sosial media) kalau mau tahu wajah penyiar harus datang ke stasiun radionya.
Tapi sekarang bisa dengan mudah tahu muka dan profilnya karena sering muncul di
sosmed atau saat streaming live siaran
mereka. Jadinya tidak kaget lagi, kalau dulu kan kadang menebak penyiar itu
tampan (Dari suara merdunya), ternyata yang diharapkan berbeda jauh.
Efek
Kejutan
Mengapa radio masih
diminati? Kalau mencari video di youtube kan harus usaha dulu mengetik judul
lagu atau penyanyinya (kita yang menentukan). Akan tetapi keunggulan radio
adalah ada efek kejutan yang menyenangkan, surprise!
Belum sempat request lagu ternyata
ada lagu kenangan di masa muda yang sedang diputar dan jadi nostalgia.
Jujur sebenarnya daku
sedih kalau baca berita stasiun radio yang terpaksa ditutup (karena pendapatan
dari iklan makin sedikit). Sebenarnya radio masih ada di hati masyarakat dan
memang mereka punya pangsa pasar tersendiri (enggak heran ada radio khusus
dangdut, ada yang untuk keluarga, anak muda, dll).
Ayo dengarkan radio
lagi (kalau memang tak punya, bisa via aplikasinya kan di ponsel?) karena
kegiatan ini tidak sekuno itu. Masih banyak informasi bermanfaat yang
didapatkan dari radio. Kapan kamu terakhir kali menggunakan alat ini?




























