Siapa
suka makan pizza? Nah kali ini daku mau cerita ‘a day in my life’ pada tanggal
30 Mei 2026. Hari yang lucu, seru, sekaligus capek tapi senang banget. Karena
kala itu daku dan Saladin mudik alias ke rumah ortuku yang hanya selemparan
botol (karena jaraknya sekitar 3 kilometer aja).
Hampir
jam 10 pagi kami baru berangkat naik taksi online
karena kudu nyiapin isi dapur dan beberes dulu. Untung perjalanan hanya
butuh 10 menit. Saladin selalu excited ketika
mudik karena berarti dia bisa pinjam PC milik omnya (adik bungsuku – yang
barusan berangkat merantau). BTW Saladin ‘pemegang tahta’ tertinggi di
keluargaku karena dia anak pertama, cucu pertama, keponakan pertama, cicit
pertama.
Ketika
baru sampai rumah ortu, daku langsung menaruh tas dan bawaan lain (memang
sengaja bawa masakan – kentang dan daging bumbu kari – mau dijadikan isian
samosa). Lalu apa yang terjadi?
Papaku
langsung request untuk bikin pizza! Haaah,
masaknya kan lama? Tapi baiklah, demi menyenangkan ortu maka daku segera cuss
ke toko dan minimarket untuk beli terigu protein tinggi, susu, ragi instan,
saus, keju, dll. FYI mamaku dulu pernah jualan pizza jadi masih ada
Loyang-loyang bekas jualan di dapur.
Kehebohan
di Dapur
Setelah bahannya lengkap maka daku
segera menghangatkan susu, mencampurnya dengan ragi, lalu diaduk. Tapi kok
tidak berbuih? Habis itu cek di Google, ternyata lupa tidak ada gulanya, makane
ragi tidak mengembang! Segera dikasih gula dan susu dihangatkan lagi, lalu
dibiarkan sampai berbuih.
Sambil menunggu ragi maka mari bikin
samosa dulu. Daku tuh kalau beli samosa mesti kepedesen, makanya bikin versi
sendiri yang tidak pedas. Dengan bumbu kari (kare ala Jawa- dan syukurlah
harganya murah), lebih cocok di lidah. Kulit pangsit diisi campuran kentang dan
daging kari lalu direkatkan dan dibentuk segitiga.
Saat menggoreng samosa juga harus
hati-hati, jangan sampai gosong! Untung jadinya kecokelatan dan cantik. Kemarin
daku sudah bikin tapi hari itu bikin lagi karena khusus menyenangkan Ocha (adikku
yang nomer 2) biar dia bisa makan juga.
Bagaimana dengan pizzanya? Cerita
lengkap-e di bawah….
Pizza
yang Gosong
Campuran susu, gula, dan ragi sudah
mengembang, lalu dikasih sebutir telur. Karena tidak ada margarin maka diberi
minyak goreng saja. Lantas terigu dituang dengan campuran tersebut tapi….
Lupa
tidak dikasih garam! Untung adonan masih ada di baskom jadi bisa disusulkan.
Ini pakai resep no knead jadi tidak
usah diuleni.
Mari
kita tunggu proofing adonan sambil
melipat kulit pangsit lagi. Ada kelebihan kulit pangsit, simpan saja di freezer. BTW bisa lho pakai kulit lumpia
(yang dibagi 2 dan dilipat jadi segitiga).
Habis
itu apa bisa leha-leha? Tentu tidak, pemirsa! Daging sapi rebus dicincang dan
dibumbui dengan saus spaghetti, bawang putih, dan sedikit garam. Ini juga bisa
buat campuran spaghetti.
Setelah
adonan pizza mengembang, dibagi 2 lalu dimasukkan ke Loyang. Adonannya lembek
jadi tidak usah digilas. Tinggal diberi topping
lalu dipanggang (oven dipanaskan dulu). Mana pakai adegan kesetrum karena
kabel sudah dicolokin tapi daku memindahkan rak portable di oven dengan tangan kosong. Tapi…
Setelah
35 menit, pizzanya GOSONG! Pakai oven listrik punya adik, ternyata panas
buanget kalau loyangnya ada di rak paling atas. Sementara pizza yang dipanggang
di rak oven paling bawah Alhamdulillah aman. Tapi lengket, padahal sudah dioles
minyak!
Walau
ada tragedy gosong, papa tetap menghibur dan bilang kalau pizza gosong tetap
akan dimakan. Untung yang hitam Cuma bagian pinggir dan rasa daging serta kejunya
masih kerasa. Walau agak nyesek ya mengingat harga bahan mentahnya yang
lumayan.
Read: Cooking Class: Belajar Bikin Pizza
Well, sepertinya
daku error gini karena terlalu lelah, memasak marathon dari hari rabu sampai
sabtu. Tapi tidak apa-apa, membahagiakan keluarga kecilku dan kedua ortu (serta
adik) lewat makanan enak. Bagaimana libur ldul Adha klean semua?

































