Minggu, 04 Desember 2022

Serunya Mengasuh Anak Tunggal

 

Anaknya kok cuma satu? Nambah dong!

Wkwkkw daku udah beribu kali dapat komentar kayak gini. Punya anak tunggal masih dianggap aneh bagi masyarakat yang rata-rata punya anak 2 (atau lebih). Padahal tuh ya daku 4 bersaudara. Paksuami malah 6 bersaudara. Namun kami punya 1 anak dan rasanya biasa aja.

Baca: Punya anak 1 memangnya kenapa?

Oh ya daku kasih bocoran nih: punya anak satu ini udah jadi cita-cita jauh sebelum nikah dan sebelum kenal suami. Plus ternyata pas pemeriksaan pra-nikah ada masalah kesehatan jadi bisa dibilang kami punya 1 anak aja udah bersyukur banget.



Justru punya satu anak itu seru banget. Ini beberapa ceritanya:

1. Enggak Ada Sibling Rivalry

Persaingan antar saudara bisa mengerikan. Daku masih lega karena kompak dengan adik-adik (walau tinggal di kota yang berbeda). Namun ada sibling rivalry yang memusingkan (kalau pas masih kecil) misalnya rebutan channel TV, rebutan HP, dll. Kalau gitu bundanya jadi pusing karena semua anak minta keadilan.

Kalau anaknya Cuma 1, mau rebutan ama siapa? Ama bundanya (kadang-kadang) wkwkwk. Saladin enak nih enggak punya adik jadi enggak pernah rebutan HP. Eh dia juga enggak mau bundanya hamil lagi, BTW.

2. Bisa Fokus ke Anak

Ada yang pusing kalau anaknya 2,3,4,5 dst lalu si sulung minta diajarin matematika, adiknya minta ditemenin beli kue ke warung, lalu bungsu minta digendong? Ya bisa dipecahkan masalahnya kalau ada baby sitter atau suster. Tapi kalau enggak?



Justru dengan 1 anak bisa fokus mendampingi kegiatannya. Eh kalau anaknya banyak kan enak, sulung bisa jagain bungsu, dll. Iya kalau mau, kalau enggak gimana? Kasian. Jangan maksa anak, ah.

3. Lebih Hemat? Relatif sih....

Kalau anaknya Cuma 1 berarti bayar SPP Cuma 1, uang sakunya hemat, dll. Hmm sebenarnya relatif karena Saladin sekolah di SD swasta. Kemudian, makannya bisa 2-3 kali lipat anak lainnya (karena dia banyak gerak jadi gampang lapar). Enggak selalu hemat.

4. Lebih Kompak

Anaknya Cuma 1 ya kudu kompak jadi tim yang hebat. Bisa berdua bareng bundanya ke mana-mana. Atau bertiga dengan ayahnya juga dan jadi The Three Musketeers.



Eits, daku enggak bilang klean yang punya anak 2-3-4-5 dst enggak kompak, enggak hemat, dll ya. Semuanya relatif dan kondisional. Yang mau punya anak 2 aja ya sesuai dengan saran pemerintah. Yang punya anak 3 atau lebih ya silakan.

Yang tidak boleh adalah membully ibu dengan anak tunggal wkwkwk.

Namun kadang serba salah sih. Punya anak 1 dibilang kurang. Anak 2 cewek semua dianggap  kurang juga karena butuh anak cowok buat pemimpin. Anak 2 cowok semua dianggap kurang juga karena anak cewek lebih care (katanya siih daku kan gak punya anak cewek). Namun kalau anaknya 3-4-5 dibilang banyak anak?

Ya, nuruti omongan orang memang tidak ada habisnya. Lebih baik kita fokus ya mau punya anak berapa saja, yang penting mereka bahagia.

Rabu, 30 November 2022

Review Novel Proviso, Bikin Pengen Ngopi Terus

 

Siapa suka minum kopi?

Akuu, suka ngopi tapi sebatas minum kopi sachet wkwkk. Di novel Proviso by kak Suzie Rain, dijelasin tuh kalau sebenarnya ada minuman yang hanya berisi perisa kopi. Bukan terbuat dari kopi asli. Seperti ini kutipannya (semoga daku gak salah kutip ya).

“Kopi Itu digiling, bukan digunting!”

Kak Suzie Rain bikin novel Proviso yang bercerita tentang Ajeng, cewek yang masih kuliah dan punya passion besar terhadap kopi. Ayahnya pemilik perkebunan kopi di Jateng. Ia diberi tugas untuk mencari biji kopi terbaik.



Sambil puyeng dan menyelesaikan misi dari sang ayah, Ajeng ikut lomba barista. Padahal ia hanya pecinta kopi dan tahu cara bikin kopi dengan mesin, dengan belajar dari Youtube.

Akhirnya ia malah juara 1! Ajeng dan sahabatnya Dena bersorak gembira. Apalagi setelah itu ia mendapatkan pekerjaan di Kafe Omega, langsung dari ownernya, si Adit.

Di Omega, Ajeng enggak dilatih oleh Adit, tetapi oleh Gerry. Ia adalah sahabat kental Adit dan sama-sama jalanin bisnis ini berdua. Ajeng belajar cara jadi barista dan dalam sekejap menjadi favorit banyak pengunjung.

Termasuk Gerry yang diam-diam mencintainya.

Cinta Segi Empat yang Rumit

Sayangnya Adit diam-diam juga naksir Ajeng. Dia bingung karena sebenarnya naksir Gerry. Sementara Dena malah suka ama Adit. Jadi cinta segi empat yang rumit ya.

Ajeng berusaha jaga jarak kepada mereka, lalu malah dapat izin untuk datang ke acara di Bali (festival perkopian gitu deh). Di sana dia dan Gerry jadian, eh tapi ada bule yang juga naksir Ajeng, namanya Ian.

Dena tiba-tiba marah karena mengira Ajeng jadian dengan Adit, bukan Gerry. Adit dan Gerry bertengkar (rebutan Ajeng ceritanya). Di tengah kemelut, ia pulang kampung.

Di rumahnya, Ajeng merasa tenang. Lalu ia kecelakaan dan....Akankah ia selamat? Bagaimana nasib Gerry dan Dena? Baca yuuk.

Bikin Pengen Ngopi Terus

Ciyyus baca novel Proviso bikin pengen ngopi dan cobain kopi yang disebutin di buku ini. kopi asli yaa yang dibikinin ama barista di kafe. Eh daku pernah 2 kali sih nyicip kopi giling dan hasilnya ketika sudah selesai, enak bangeet.

Klean yang pecinta kopi pasti suka ama novel Proviso. Kalau belum suka ngopi, akan dapat pengetahuan tentang dunia perkopian.

Kesanku Setelah Baca Novel Proviso

Proviso ditulis dengan bahasa sehari-hari tetapi punya pesan menyentuh. Kisah cintanya juga enggak cheesy. Suzie Rain berhasil menuliskan novel ini dengan sangat apik. Ciyuus wajib banget dibaca! Udah daku mau ngopi dulu ya, wkwkw.

Minggu, 27 November 2022

Pelajaran Parenting dari Film Ramen Shop

 

Sutradara: Eric Khoo

Pemain: Takumi Saito (sebagai Masato), Jeanette Aw (sebagai Mei Lian- ibunya Masato)

               Seiko Matsuda (sebagai Miki), Mark Lee (sebagai Paman Wee)

Tahun: 2018



Siapa suka makan mie ramen? Makanan Jepang yang berkuah hangat dan disantap srupuut-srupuut, pas di musim hujan. Nah kali ini daku mau sedikit review tentang film Ramen Shop (Ramen Teh) sekaligus kasih tau kalau ada pelajaran parenting di dalamnya.

Review Film Ramen Shop (Ramen Teh)

Masato adalah pemuda yang mengelola kedai ramen bersama ayah dan pamannya. Kedainya kecil tetapi ramai. Sang ayah selalu terlihat murung setelah pulang kerja. Masato mengira ini karena kematian ibunya, dan sebelumnya mereka berpisah tidak secara baik-baik.



Tak disangka sang ayah meninggal lalu Masato membuka koper berisi barang-barang peninggalan mendiang ibunya. Di sana ia menemukan sebundel surat yang dikirim oleh sang ibu dari Singapura, tetapi tak pernah disampaikan ke Masato oleh sang ayah.

Setelah itu ia mengambil keputusan besar: terbang ke Singapura, untuk mencari keluarga ibunya, sekaligus menemukan resep ramen yang lebih enak daripada buatan ayahnya.

Petualangan di Singapura

Meski judulnya ramen tetapi sebagian besar syutingnya dilakukan di Singapura. Jadi, dulu ayah Masato dikirim ke sana untuk jadi koki di resto Jepang. Ia bertemu dengan Mei Lian (ibu Masato) di kedainya. Mei Lian mengelola warung Bak Kut Teh bersama keluarganya. Mereka menikah dan akhirnya Masato lahir.



Back to Masato. Di Singapura ia sudah janjian dengan Miki, kawannya yang dikenal dari blog. Miki adalah food blogger yang sering mengulas masakan Singapura. Miki membantu Masato untuk menemukan pamannya.

Akhirnya Masato bertemu paman dan keluarganya. Ia lantas minta diajari membuat Bak Kut Teh (sup iga – silakan cek di Google ini iga binatang apa). Masato juga memohon pada pamannya agar dikenalkan ke neneknya, karena sejak lahir belum pernah bertemu.

Dulu ayah dan ibu Masato menikah tanpa restu orang tua. Nah, akankah Masato bertemu neneknya? Bisakah ia bikin Bak Kut Teh dan mengkombinasikannya dengan mie ramen? Nonton yuk , Cuma 89   menit kok.

Pelajaran Parenting dari Ramen Shop

Walau film ini bertema kuliner tetapi ada beberapa pelajaran mengenai pengasuhan yang kita bisa petik hikmahnya:

1. Ajari Anakmu untuk Mandiri

Masato bisa mandiri dan memasak sendiri, karena tentu diajari ayahnya bikin ramen. Jangan jadikan anak terlalu meraja dan dilayani semua kebutuhannya. Namun jadikan ia mandiri, at least bisa masak nasi, mie instan, telur ceplok. Eh Masato laki-laki kan, jadi kemandirian dan skill memasak tidak tergantung gender.



2. Jangan Membenci Secara Sepihak

Di film Ramen Shop tuh diliatin kalau nenek Masato tidak merestui pernikahan putrinya, karena berbeda suku dan kewarganegaraan. Mei Lin dari keluarga chinese dan bermukim di Singapura. Sedangkan ayah Masato asli Jepang.

Walau ada sejarah buruk di antara kedua negara tetapi jangan mengecap kalau semua orang Jepang itu jelek. Seharusnya sang nenek kenalan dulu lalu yakin bahwa pria itu baik, makanya Mei Lin jatuh cinta.

3. Jadilah Contoh yang Baik untuk Anak

Ayah Masato suka minum tetapi ia juga kasih contoh yang baik. Misalnya dengan bekerja keras, tidak menjelek-jelekkan alm ibunya, dll. Sudah kasih contoh baik belum, Bun? Yah?

4. Beri Kepercayaan pada Anak

Ada adegan yang daku suka adalah ketika Masato kecil membantu ibunya menumbuk bumbu dengan alu kecil. Kepercayaan yang diberikan orang tua akan menumbuhkan rasa percaya diri kepada anak.

Ya, misalnya ketika anak ingin belajar masak, jangan dilarang. Saat ia mencuci piring tetapi hasilnya kurang bersih, jangan dicela lalu dimarahi. Namun diajari caranya yang benar.

Gimana, sudah pengen nonton dilm Ramen Shop? Siapin cemilan ya soalnya banyak adegan yang bikin lapaaar, wkwkwk.

Minggu, 20 November 2022

Ketika Anakku Takut Gemuk

 

“Bundaa, aku gemuk ya?”

Saladin tiba-tiba membuka kaosnya lalu menunjukkan perutnya. Sebenarnya tidak ada masalah, perutnya terlihat normal dan tak menggelembung. Namun tiba-tiba ia takut gemuk dan memutuskan untuk lebih sering berolahraga (dengan lari keliling rumah).



Oalah, setelah masuk masa pre teen, Saladin yang sekarang berusia 10 tahun punya kekhawatiran kalau badannya gemuk. Padahal berat badannya antara 24-25 KG dan masih normal untuk ukuran anak seusianya. Memang sih pipinya chubby dan sering daku gemesin, tetapi mengapa dia takut dibilang gemuk?

My Own Fault

Daku pun sadar ternyata dia takut gemuk karena kesalahanku sendiri sebagai bundanya yang kadang menggodanya dengan panggilan, NDUT. Anak chubby, anak gemes, baby bondut (bocah gendut imut-imut) adalah panggilannya di rumah.

Mengapa aku malah mem-bully anakku sendiri? Hiks.

Tanpa sadar aku merundungnya dan semoga ini terakhir kali aku memanggilnya baby chubby. Memang sewaktu bayi, Saladin badannya besar. Lahirnya sih Cuma 3,1 KG. Namun ASI-nya lancar banget, sampai saat berusia 5 bulan, BB-nya 8,3 KG.

Ketembemannya bertahan sampai balita, apalagi ia hobi ngemil. Namun saat masuk SD ia meninggi sehingga kelihatan agak kurusan. Akan tetapi aku masih iseng menyebutnya chubby walau tembemnya berkurang.

Maafkan Bunda sayang ... sebagai orang yang melahirkanmu malah tanpa sadar merundungmu, saking gemesnya.

Cara Mengembalikan Kepercayaan Dirinya

Mulai hari ini aku berjanji untuk tidak memanggilnya chubby dan panggilan lain yang membuatnya takut gemuk. Aku lebih sering meminta maaf kepadanya, terutama saat akan tidur.

Untungnya Saladin enggak terlalu lama merasa bahwa dirinya gemuk lalu menarik diri, murung, dll. Atau malah tantrum seperti dulu, sampai gulung-gulung di lantai dan membenturkan kepalanya ke ubin. Ia bergaul seperti biasa di sekolah, bermain, belajar, dan bergembira.

Namun aku harus mengembalikan kepercayaan dirinya. Dengan lebih sering mencium dan memujinya. Mengatakan bahwa ia tampan, bagaimanapun rupa dan bentuk tubuhnya.

Anak yang percaya diri berarti diberi kepercayaan oleh orang tuanya. Diberi kesadaran bahwa ia berharga, apapun kondisinya. Orang tua yang dengan tulus menerimanya, menyayanginya, mencintainya tanpa batas, dan meminta maaf atas kesalahannya.

Pernahkah anakmu merasa kurang percaya diri?

Rabu, 16 November 2022

Spesifikasi Asus Zenfone 9 yang Keren, Kamu Penasaran?

Siapa pengen HP baru? Sekarang punya smartphone bagai kewajiban karena memudahkan semua pekerjaan. Gawai juga bisa dipakai saat school from home atau work from anywhere. Apalagi fitur-fiturnya makin lengkap, jadi sekali buka bisa beres deh semua urusannya. Daku lagi ngidam HP keren ini nih: ASUS Zenfone 9. Lantas cari-cari informasi mengenai spesifikasi Asus Zenfone 9 yang akan rilis tanggal 17 November 2022 ini.

Spesifikasi Asus Zenfone 9, Keren Banget!

Mengapa sih kudu pilih Asus Zenfone 9? Nih beberapa keunggulannya:

1. RAM

Kalau mau beli HP, daku kudu cek RAM-nya dulu, karena jangan sampai terlalu kecil. Asus Zenfone 9 memiliki dua pilihan yakni RAM 8 dan RAM 16. Selama ini daku baru lihat ada HP yang memiliki RAM 16, gede banget ya! Kebayang ada berapa aplikasi yang bisa diunduh di dalamnya?

Asus Zenfone 9


Sebagai content creator kan daku butuh gak sekadar aplikasi note, tetapi juga editing foto dan video, bikin gambar dan infografis, dll. Pasti butuh RAM yang besar seperti yang ada di HP Asus Zenfone 9. Kerjaan lancar, begitu juga cuannya hehehe.

2. Layar

Ketika mencari spesifikasi Asus Zenfone 9 maka daku terhenyak karena layarnya sudah corning gorilla glass! Layar jenis ini terbukti kuat dan enggak mudah retak, jadi dipastikan lebih awet.

Selain itu layarnya juga AMOLED sehingga visualnya cantik dan bening. Sedangkan ukuran layarnya adalah 5,9 inchi, dan gak bikin mata melotot karena pas ukurannya serta gak kekecilan.

3. Daya Baterai

Baterai juga jadi faktor penting sebelum membeli sebuah gadget dan Asus Zenfone 9 dilengkapi dengan baterai dengan daya 4.300 mAh. Dengan daya sebesar itu maka teman-teman bisa memakainya seharian tanpa harus rempong cari charger. Pas banget buat dibawa traveling pastinya.

Nah, ini sedikit teaser dari spesifikasi Asus Zenfone 9 ya karena nanti daku akan update lagi untuk spek lengkapnya. Asus, dirimu tahu aja kalau kami butuh smartphone baru dengan fasilitas lengkap dan modelnya memikat. Teman-teman jadi pengen Asus Zenfone 9 juga kan?


Selasa, 15 November 2022

6 Fashion Tips for Plus Size Women

 Every morning, you opens your wardrobe and closes it again. You feel so tired because after wearing a shirt, its size is too small. While you choose a big jacket or coat, you don’t feel comfortable, especially in summer.

Having a big body is not a crime and being a plus size woman is normal. I believe that ‘every woman have curves’ and women can be beautiful in every size. But, if you are a plus size woman, you need some tips and trick to choose outfit. Don’t forget to wear shapewear bodysuits so you will have curvier body.

1. Wear Dark Color Shirts or Dress

How many black shirts do you have? Wearing black shirts is the safest way to look slimmer, because it can hide a big belly. That’s why a plus size woman buy a lot of black shirts in a Factory Outlet. She’s also buy some black dresses before attending a party.

But, wearing black shirts or dress is so boring. Actually, a plus size woman can choose dark color shirts or gown, such as navy blue or maroon. Wearing dark color gown makes you more beautiful and confidence.

2. Choose High Rise Denim Pants

Do you like to wear denim or jeans pants? A plus size woman can wear denim pants also. Don’t be afraid to wear it because it makes you look slimmer and younger. But, you have to choose high rise denim pants so it can fit in your body. Choose dark color denim pants like black or dark blue, so you can be more gorgeous.

3. Pick a Striped Shirts or Jacket

Striped shirts is the simplest way to look slimmer because it makes a visual effect. Choose vertical striped shirts or jacket, not the horizontal one. A vertical striped shirt or pants makes you look slimmer and taller, especially when you wear pointed shoes.

You have to choose slim or little striped motif, not a big one. If the striped is too big, it will not makes you look slimmer.

4. Buy a Long Coat

Before autumn and winter, you buy some thick clothes and jackets in mall. If you want to look slimmer, buy a long coat instead of conventional jacket. Long coat can protect your body from freezy wind and it makes you look slimmer and taller. You can choose a turtle-neck shirts, high rise denim pants, a pair of boots, and brown or black long coat. You can be stylish plus size woman even if in cold weather.

5. Don’t be Afraid of Flowery Dress

You can also buy a flowery dress but choose dark color dress, not the bright one. Every woman can wear a flowery dress, also a plus size woman.

6. Wear Bodysuits or Waist Trainer

A secret to look slimmer for a plus size woman is wearing bodysuits or waist trainer. A bosysuit can make you look slimmer. While waist trainer can press your belly so you look slimmer and more beautiful. Waist trainer for plus size woman is a must have product.

Look at those examples:



This is my wishlist for next month, Sculptshe Firm Tummy Compression Bodysuits.



This bodysuits can press your plus size legs, Sculptshe Open Bust Catsuits Bodyshaper.



I also pick this waist trainer for my birthday wishlist, Sculptshe Triple Belts Waist trainer with hooks.



Look at this waist trainer, plus leggings, it makes you look slimmer. It presses your belly, waist, and legs, comfortably. Sculptshe booty lifting leggings with waist-trainer.

Remember, being a plus size woman is not a crime. You can look gorgeous in every size, but you need a bodysuits or waist trainer to make your outfit perfectly.

 

Jumat, 11 November 2022

Selamat Ulang Tahun Saladin! Catatan 10 Tahun Jadi Orang Tua Anak Super Aktif

 

Tanggal 8 November kemarin, anakku Saladin tepat berusia 10 tahun. Nano-nano rasanya karena sepertinya baru kemarin aku melahirkannya, membedong, menggendong, mengajarinya berjalan, dan tiba-tiba sudah besar dan duduk di kelas 4 SD.



Ini Saladin waktu masih kecil.



Sekarang dia bilang ‘aku medium’ wkkkw dan udah enggak mau dipanggil baby.

Masih ingat rasanya saat 9 bulan mengandung, dengan resiko tinggi karena sebelumnya pernah keguguran. Akhirnya Dokter Novina menyarankan untuk bed rest pada trimester pertama (karena pernah pendarahan) dan meminum obat penguat kandungan.

Back to Saladin.

Bayi ini akhirnya lahir dan tumbuh besar. Selama 10 tahun ini dia lengket sekali kepadaku dan alhamdulillah makin lama makin nurut bundanya plus anteng.



Padahal dulu kata DIAM adalah kemustahilan wkwkwk.

Masa Batita dan Balita yang Menegangkan

Kita flashback ketika Saladin sudah bisa berjalan di usia 13 bulan. Ia semangat sekali bahkan berlari ke mana-mana. Perkembangan motorik kasarnya sangat cepat, bahkan sebelum bisa berdiri sendiri, ia bisa naik tangga dengan cara merangkak.

Saladin berlari di mana saja. Di rumah, di lapangan, dan ketika melihat pintu terbuka ia lari ke luar rumah sambil tertawa-tawa. Pintunya dikunci? Ia langsung sigap mencari di mana letak kuncinya. Ckckkc ini bocah panjang juga akalnya.



Masa balita dan batita kubilang menegangkan karena selain hobi kabur, dia juga pernah nyaris tertabrak sepeda motor. Ceritanya nih, Saladin naik sepedanya (sepeda plastik yang ada dorongan di belakangnya). Kami mau ke minimarket dan ia lompat dari sepeda lalu menyebrang jalan sendiri. Padahal ada sepeda motor (sport) yang lewat dan untungnya mas-mas itu mengerem dengan pakem.

Bundanya nangis dong.

Perubahan Ketika Ia Masuk SD

Saladin masuk SD di usia 6,5 tahun dan ada sedikit perubahan, sudah mulai anteng dan tidak tantrum parah sampai jedotin kepala ke lantai, atau naik ke lemari sambil jatuhin semua bukunya. Namun sesekali ia memanjat tembok atau pohon (cari perhatian bundanya ckckck).



Pandemi membuatnya harus school from home dan ia tak bisa bebas berlari di luar, akhirnya lari-lari di halaman belakang. Progress baru ada ketika ia kelas 3, sudah bosan memanjat dan godain bundanya. Ia keranjingan laptop untuk belajar coding dan sedikit lebih anteng.

Ketika Saladin sudah 10 tahun rasanya waktu cepat sekali berlalu, tetapi kusyukuri. Bukan karena ia lebih anteng (karena aku sama sekali gak mempermasalahkan kalau punya anak super aktif). Namun karena emosinya lebih stabil.



Saladin sudah bisa bilang dengan jelas maunya apa, dan jarang tantrum karenanya. Paling ia hanya minta peluk untuk ditenangkan, tidak berteriak-teriak atau bahkan menggigit lenganku seperti dulu.

Alhamdulillah ketika ia sudah mulai besar dan bisa mengendalikan emosinya, menahan keinginannya dan belajar sabar. Saat ini tugasku adalah memastikan ia untuk lebih mandiri, seperti belajar mengupas kentang dan apel (pakai peeler), menyapu, dll. Alhamdulillah di sekolahnya juga diajari untuk rajin karena merupakan pendidikan karakter.

Minta doanya ya semoga Saladin lebih baik lagi ke depannya. Happy birthday! Maaf Bunda hanya membuatkan pizza mini. Semoga Saladin selalu sehat dan bahagia.

Minggu, 06 November 2022

Punya Anak Usia Pre Teen, Deg-Degan Bangeet

 

Bunda, lihat nih!

Pulang sekolah Saladin bukannya langsung makan siang (karena pulangnya jam 12) malah pinjam laptop. Tahu apa yang dia ketik? Tulisannya: Adin x Husna.

APA?

Apakah Saladin yang usianya hampir 10 tahun (dia lahir november 2012) sudah merasakan yang namanya CINTA MONYET? Tidaaak!



Sebagai bundanya tentu deg-degan. Rasanya baru kemarin aku melahirkannya, mengajarinya berjalan sendiri, lalu mengantarkannya ke TK. Setelah SD dan nyaris 2 tahun school from home, rasanya waktu berlari. Tiba-tiba Saladin sudah kelas 4 dan dia masuk usia pra remaja alias pre teen.

Konfirmasi ke Bunda Guru

Aku langsung ambil HP lalu kirim pesan WA ke Bunda Wanda (guru di sekolahnya Saladin, di sini, juga dipanggil Bunda). Beliau malah tertawa lalu bilang, “Tidak usah khawatir. Itu bukan cinta monyet. Mereka hanya bersahabat.

Memang sejak kelas 1, Saladin bersahabat erat dengan Husna. Anak manis yang setia berkerudung (meski sekolahnya sekolah alam bukan sekolah Islam). Aku juga sudah beberapa kali bertemu Husna dan mamanya.

Langsung legaa rasanya mendengar penjelasan dari Bunda Wanda. Ternyata seperti ini ya punya anak usia pre teen. Tantangannya beda-beda dan bikin deg-degan.

Tantangan Selanjutnya: Lonjakan Emosi

Saladin termasuk anak istimewa dan emosinya yang belum stabil, dan dari artikel-artikel yang aku baca, kalau masuk pre teen emosinya bakal lebih bergejolak. Widih! Lalu bagaimana mengatasinya?

Tantrumnya selama ini cukup aman (enggak kayak dulu, yang bisa jedotin kepala ke lantai keramik). Namun anak ini kadang kumat moody-an (kayak bundanya wkwkwk). Jadi kalau pagi perlu dijaga moodnya agar tidak tantrum di sekolah.

 


Pagi-pagi biasanya hectic ye kan? Kuncinya tetap tenang dan bangun subuh, agar tidak kemrungsung lalu buru-buru nyuruh bocil mandi, berpakaian, sarapan, dll. Jika bundanya tenang maka anaknya ikut tenang.

Namun kalau bangun telat gimana? Tarik nafas panjang, hembuskan. Pastikan anak dibangunkan lalu persiapannya agak cepat tetapi sabar. Jangan dibentak-bentak karena takut terlambat. Yang ada anak malah mutung atau bad mood saat di sekolah lalu dia malah nangis bombay.

Belajar Tidur Sendiri

Saladin bilang nanti di hari ulang tahunnya, mau tidur sendiri. Yaa, mungkin karena dia anak tunggal aku kadang memperlakukannya seperti balita (atau bahkan bayi) yang dielus-elus dan dikeloni dengan erat. Eits maksudnya ini kalau malam hari ya.



Jika dia mau tidur sendiri maka adalah kemajuan besar. Dia sudah berani, walau tidurnya dengan lampu yang menyala. Memang sudah terlambat ya? Gak apa-apa, daripada tidak sama sekali.

Intinya kalau punya anak pre teen kudu sabarr seluas samudera. Masa peralihan dari anak-anak menuju remaja yang penuh dengan gejolak kawula muda wkwkwk. Anak-anak jadi tahu cara bersahabat, berteman akrab, tetapi emosinya juga kudu dijaga agar tidak kelewatan dan tantrum terus-terusan. Bagaimana kabar anakmu, bunda, ayah?

 

Senin, 31 Oktober 2022

Review Shopaholic Abroad: Kisah Becky Bloomwood yang Bikin Ketawa

 

Penulis             : Sophie Kinsella

Penerjemah      : Siska Yuanita           

Tebal               : 496 halaman

Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama    

Tahun              : 2011

 

Siapa yang suka belanja?

Bagi Rebecca Bloomwood alias Becky, belanja bukan sekadar hobi tetapi sudah mendarah daging. Apalagi dia punya karir bagus sebagai presenter acara keuangan di TV, jadi bisa bebas menggunakan kartu kreditnya.



Hidup Becky nyaris sempurna karena punya pacar ganteng dan sukses. Sahabatnya yang hidup dalam 1 apartemen (Suze) sangat perhatian, bagai saudara sendiri. Orang tuanya juga sayang. Yah, mungkin kelemahannya hanya 1: terlalu sering belanja.

Shopping is Her Middle Name

Becky belanja di mana-mana secara impulsif. Beli rok dan tak dicoba dulu, eh kekecilan. Beli sepatu dan barang-barang lain di obral sampel (dengan merek terkenal) eh ternyata bahannya gak terlalu bagus. Menyesalkah dia? Oh tidak.

Becky belanja dan terus belanja. Apalagi saat dia mendampingi kekasihnya, Luke Brandon, ke New York. Amerika tentu beda jauh dengan Inggris, tempat tinggalnya. Di Amerika rasanya toko-toko lebih menarik dan Becky kalap belanja, sampai ia nekat membeli gaun malam buatan Vera Wang yang harganya fantastis.

Namun semuanya berakhir dalam semalam....



Sebuah koran terkenal di Inggris mengungkap gaya hidup Becky yang hedon dan kecandun belanja. Semua orang terkejut karena di acara TV-nya, ia selalu berpesan untuk hidup hemat. Namun malah sebaliknya, dan di artikel itu disebutkan kalau Becky belum melunasi hutang kartu kredit sebanyak ribuan poundsterling.

Disaster Aww

Seketika hidup Becky hampir hancur. Tawaran tampil di TV Amerika dibatalkan. Ia dipecat dari acara TV-nya di Inggris. Pacarnya marah besar karena gara-gara Becky, kontrak bisnisnya di Amerika dibatalkan.

Bagaimana Becky mengatasi semuanya? Melunasi hutang-hutangnya? Memperbaiki hidupnya? Baca yuuk.

Novel seri Shopaholic selalu menarik karena ditulis dengan gaya ringan, bikin ketawa, tapi ada bagian-bagian yang romantis. Wanita memang suka belanja asal jangan kelewatan. Kalau kamu butuh bacaan di akhir minggu, novel ini sangat pas. Eh daku belinya duku second sih.

Wajib banget nih baca bukunya walau sudah ada filmnya. Cerita antara film dan novel agak berbeda walau hampir sama. Namun daku lebih suka baca bukunya karena lebih lengkap alurnya daripada film.

Kamu suka belanja?

 

Review ini ditulis dalam rangka JaneXLiaRC Oktober 2022 tema: ungu

Minggu, 30 Oktober 2022

PR Dihapuskan, Yay or Nay?

 

Beberapa hari lalu daku lihat di IG story seorang kawan, ternyata di daerah tertentu ada larangan untuk memberikan PR kepada anak sekolah. Daku kaget dong karena biasanya nih sekolah identik dengan PR alias pekerjaan rumah, apalagi sekolah negeri. Namun ada pemimpin yang berani untuk menghapus PR dengan alasan akan membebani siswa.

HAAH?

Iya sih, anak sekarang tuh sekolahnya full day ya. Biasanya kalau masih kelas 1 SD pulangnya agak siang, tetapi makin naik kelas makin lama di sekolahnya. Rata-rata, anak bisa pulang habis ashar, ya sekitar jam 3 sore.



Kalau pulangnya sore dan masih ditambah setumpuk PR kok kasihan banget lihatnya. Pulang sekolah masih harus mandi, ibadah, ke TPQ, lalu ngerjain PR dan belajar di tempat les. Iya kalau ortunya mampu untuk bayar guru privat atau masukkan ke kursusan. Kalau enggak gimana?

Aku sih YES

Jadi daku tim yang berkata YAY kalau PR dihapuskan. Karena faktanya, banyak murid yang mengerjakan PR setengah hati lalu stress berat. Sudah soal-soalnya susah, enggak ada yang bisa ditanyain. Ortunya enggak ngerti, gak les pula, akhirnya.....tanya di internet. Itupun bisa benar tapi bisa salah kan?

BTW duluu waktu adikku masih SD, dia kegirangan karena di sekolahnya (SD swasta) enggak ada PR. Emang di sana pelopor full day school di Kota Malang dan ‘menjual’ tanpa PR (jadi murid-muridnya enggak stress). Eh tapi adikku sekolah di sana bukan karena itu sih tapi pas baca brosurnya tertarik karena disediakan makan siang, wkwkwk.

Daku masih ingat ketika berkunjung ke rumah seseorang dan anaknya lagi garap PR tetapi dia males-malesan (mungkin capek atau mengantuk?) Lantas sang ibu menuliskan PR (dengan pensil) dan anaknya malah nonton TV. Ehm, dihapuskannya PR mungkin untuk mengurangi kecurangan seperti ini ya?

Salah satu guru (di sebuah artikel yang kubaca) juga setuju jika PR dihapuskan, tapii syaratnya diganti dengan projects. Jadi para murid bakal lebih memahami suatu materi, bukannya menghafalkan doang. Nah ini daku juga setuju, karena ortu juga bisa melihat projects anaknya dan perkembangan belajarnya.

Ada yang Enggak Setuju

Namun ada juga ortu yang enggak setuju kalau PR dihapuskan. Alasannya, jika tidak ada PR maka anaknya enggak belajar di rumah. Wah, bener juga ya.



Tapi menurutku belajar enggak sekadar garap PR sih ya. Saat di dapur misalnya, bisa belajar berhitung dengan timbangan kue. Ketika di garasi bisa juga belajar menghitung kecepatan mobil dan jarak tempuh (pakai rumus fisika), dll. Sebagai ortu kudu pintar memancing anak agar antusias belajar.

Ada juga seorang kawan yang guru (beliau mengajar di Jateng) yang enggak setuju bahwa PR dihapuskan. Menurutnya, kalau enggak ngasih PR, orang tua enggak bisa memonitor apakah anaknya belajar di rumah dan sekolah? Gurunya ngajar apa saja?

Nah, masih pro dan kontra sih tentang penghapusan PR di sekolah. Ada plus dan minusnya dan semoga semuanya bisa mendukung program-program pemerintah, termasuk aturan ada PR atau enggak (biasanya di sekolah negeri). Kalau kamu tim yay atau nay jika PR dihapuskan?

Minggu, 23 Oktober 2022

Ketika Anakku Tak Mau Makan Nasi, Rasanya....

 

ENGGAK MAU!

Saladin mendorong piring lalu pergi, meninggalkanku dengan piring berisi nasi putih, kecap, dan ikan lele goreng. Kepala langsung nyut-nyutan karena sudah berbulan-bulan ada drama seperti ini. Anak usia 10 tahun yang tidak mau makan nasi putih!

Kok bisa ya ada anak yang tidak suka nasi? Padahal Saladin tipe anak super aktif yang gampang lapar, tetapi pilih-pilih makanan.



Kalau nasi biasa dia enggak mau. Nasi goreng kadang mau kadang ogah (tergantung mood). Tapi kalau dibelikan cheese burger, kentang goreng, atau spaghetti, gak bakal nolak. Oalah sukanya western food, apa kebanyakan nonton video anak-anak di luar negeri?

Yang bikin sedih, dari dia usia 6 bulan tuh daku sebagai bundanya membuatkan makanan pendamping ASI yang strict: no gula garam, harus homemade (karena pernah sekali makan bubur instan, dia sembelit), dan makannya pakai MPASI yang gizinya seimbang. Namun pas udah gede malah picky eater.

Alternatif Karbohidrat Selain Nasi

Daripada dia enggak makan sama sekali atau hanya jajan yang minim gizi tapi tinggi gula dan micin, maka daku cari alternatif makanan yang mengandung karbohidrat. Iya juga sih, karbo gak harus nasi. Kalau bagi orang Indonesia, belum makan namanya kalau belum kemasukan nasi, padahal sudah habis semangkuk besar mie ayam, wkkkw. Sebenarnya ada banyak sumber karbohidrat selain beras putih, misalnya:

1. Bakwan Jagung

Saladin suka makan bakwan jagung, apalagi kalau masih baru digoreng. Biasanya daku kasih parutan wortel biar ada seratnya, dan di adonan kan dikasih telur ayam jadi ada proteinnya.

2. Sandwich

Bikin sandwich gampang banget karena tinggal ambil 2 lembar roti lalu dikasih isian, mau suwiran ayam, atau telur ceplok. Seratnya didapatkan dari jus buah.

3. Kentang Goreng



Saladin pengen fish and chips tetapi bundanya baru bisa bikinin kentang goreng biasa ama lele goreng wkwkk. Anggap aja fish and chips rasa lokal. eh kalau yg di foto ini kentang goreng, onion ring, dan ayam goreng (beli) plus saus keju.

Mau Jajan dan Ganti Suasana

Namun anehnya kalau Saladin dibelikan onigiri (itu lho yang di minimarket, yg isi tuna atau ayam) eh doyan. Padahal isinya nasi. Lha apa mau makan nasi kalau hasil masakan orang lain? Sebagai bunda yang suka masak daku jadi sedih.

Siang ini Saladin juga mau makan nasi campur soto kudus. Makannya bareng kakek dan neneknya, di sebuah warung (di perumahan sebelah). Oalah, apa minta ganti suasana?

Daku jadi ingat waktu masih kecil dulu, kalau ada salah satu adikku yang mogok makan, maka otomatis diajak oleh mama-papa ke warung eh makannya lahap. Istilahnya “makan di tokonya”. Dasarrr anak kecil aji mumpung ya mintanya marung.

Jadi, kalau anak enggak mau makan nasi, tenang dulu. Bisa jadi dia masih trauma (seperti Saladin yang saat usia 7 tahun pernah menolak nasi karena giginya tanggal – ganti ke gigi dewasa). Bisa jadi dia pengen nasi yang dibentuk (seperti onogiri atau sushi roll). Bisa jadi dia pengen makan di warung dan ganti suasana.



Kalau masih enggak mau makan nasi, ya sudahlah. Masih banyak alternatif karbohidrat seperti pasta, ubi, kentang, jagung, dll. Ingat kan, saudara kita di Indonesia timur rata-rata tidak makan nasi tetapi badannya sehat.

Anak-anak gimana, apa suka makan nasi?