Siapa suka lari pagi
atau bahkan ikut lomba marathon? Nah kali ini daku mau cerita mengenai inti
dari film Brittany Runs a Marathon. Si
Brit ini bukan pelari profesional lho. Tapi mengapa dia nekat ikut lomba
marathon? Yuk baca review selengkapnya di bawah ini.
Judul : Brittany Runs a Marathon
Sutradara : Paul Colaizzo
Pemain : Jillian Bell, Michaella
Tahun : 2019
Durasi : 103 menit
Bisa ditonton di: PRIME Video
Brittany merasa
hidupnya stuck, karirnya mandeg,
sahabatnya Gretchen (yang tinggal sekamar dengannya) suka ngajak dugem
sekaligus nge-bully. Dia juga sering
terlambat datang saat bekerja sehingga berkali-kali dapat peringatan dari sang
boss.
Ketika merasa tubuhnya
tidak baik-baik saja, Brittany periksa ke dokter. Oleh pak dokter dia malah disuruh
menurunkan berat badan dengan cara berolahraga. Menurut dokter, dia sudah masuk
kategori obesitas dan berbahaya bagi kesehatannya.
Akan tetapi Brittany
masih denial dan malah menuduh sang
dokter macam-macam (ngeselin banget part ini).
Namun akhirnya dia nurut dan memulai olahraga yang menurutnya paling gampang
yakni berlari. Brit yang terpaksa jogging
malah merasa ketagihan.
Sahabat
Baru
Seorang wanita bernama
Catherine tahu bahwa Brit selalu lari mengelilingi kompleks apartemen mereka.
Lantas dia menawarkan Brit untuk ikut klub lari. Dia akhirnya ikut agar terus
termotivasi dalam berolahraga.
Di klub lari, Brit
bertemu lelaki yang ganteng tapi sayang sudah punya anak (dan pasangan). Dia,
Brit, dan Catherine akhirnya sering lari bareng. Mereka bercita-cita untuk ikut
lomba New York Marathon.
Hidup
Baru
Selain sahabat baru,
Brit juga punya hidup baru. Dia akhirnya jengah karena sang teman sekamar
selalu merendahkannya. Lantas Brit pindah ke tempat kawan lamanya.
Tak disangka kawan lama
(yang awalnya tampak kekanak-kanakan) ternyata cukup tampan dan mempesona.
Akhirnya Brit malah naksir berat!
Akan tetapi hidup Brit
seolah hampir berakhir karena kakinya cedera parah. Dia pun batal ikut lomba
lari. Di tengah kesedihannya, dia pulang kampung dan tinggal lagi bersama
keluarga kakaknya.
Di kampung, Brit tetap
menerima pesan dari kawan-kawannya. Akankah dia kembali ke kota? Atau betah di
kampung halaman? Teman-temannya memotivasi agar Brit mau ikut lomba lari lagi,
tentu setelah dia pulih.
Kesanku
Setelah Menonton Brittany Runs a Marathon
Ini film berdasarkan
kisah nyata dan banyak yang memujinya karena benar-benar real. Bukan seperti film rom-com
yang kadang kisahnya too good to be
true. Pokoknya klean kudu nonton dan rasakan sendiri sensasinya.
Mengapa harus menonton?
Karena Brittany benar-benar memotivasi. Dia berlari dengan pakaian dan sepatu
yang ada di rumah (bukan dengan baju sport
dan sepatu khusus yang mahal). Dia juga bertekad untuk lari mengelilingi
satu blok dulu, dan perlahan meningkatkan jarak dan kecepatan.
Memang kita harus
memulai di suatu tempat terlebih dahulu. Kalau mau memulai sesuatu ya mulai
aja, seperti Brit yang berlari mulai dari jarak terdekat. Ayo semangat lagi
untuk berolahraga, dan Brit memperlihatkan kalau lari benar-benar mengubah
hidupnya.

























