Tampilkan postingan dengan label lebaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lebaran. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 April 2024

Lebaran 2024 yang Super Slow, Shimmering, Splendid

 Haloo selamat lebaran semuanya! Maaf lahir batin ya. Pada mudik ke mana? Beneraan ya rasanya Ramadan cepat sekali berlalu, tahu-tahu sudah idulfitri.

Read: Pengalaman Mudik Kepanasan

Baju Lebaran Shimmer

Nah kalau idulfitri identik dengan baju baru Alhamdulillah, tuk dipakai di hari raya. Eh malah jadi nyanyi, wkwk. Tren baju lebaran tahun ini adalah shimmer jadi kinclong-kinclong gituu.



Tapi daku gak pake baju ini. Pertama, emang udah enggak terlalu mengikuti mode (karena sudah punya style personal sendiri). Kedua, emang enggak suka aja. Kalau klean pake baju shimmer, splendid, glowing juga?

Mudik Lokal Aja

Lebaran tahun ini as usual daku mudiknya ke rumah mama dan ibu mertua. Enaknya kalau nikah ama orang yang sekota, mudiknya dekat, hahahaha. Hemat ongkos transportasi dan hanya butuh 10 hingga 35 menit untuk ‘pulang kampung’.



Tapii tapi kadang kangen juga mudik ke Jepara (tempat mbah oko – kakek). Saladin juga penasaran Jepara tuh kayak apa. Curigaku dia Cuma pengen jajan aja soalnya mbah buyut punya toko dan jual es krim juga.

Persiapan Mudik Super Rempong

Walau mudiknya dekat tetapi persiapannya tetap rempoong. Pertama packing baju, beberes rumah, ngecek persediaan di dapur, isi kulkas, dll. Kedua persiapan mental karena daku tim satu anak jadi pas unjung-unjung mesti ditanya, “Kapan Saladin punya adik?” Lalu daku biasanya Cuma cengengesan.



Lebaran Super Slow

Sejak pandemi maka daku merasa lebaran super slow. Biasanya kan heboh ya pengen beli ini dan itu. Namun kok lama-lama mager. Dahlah, buat apa beli baju baru? Lagian baju lebaran juga jarang dipakai. Tiap hari ‘baju dinas’ di rumah adalah daster huakakka, maklum daku IRT yang WFH.

Idulfitri Tak Harus Mewah

Idulfitri hanya sehari dan memang tidak harus bermewah-mewah. Sejak menikah (tahun 2011) paksuami yang mengajari sih. Beliau mau makan lauk apa saja (yang penting tidak pedas).



Jadi lebaran ya masak biasa saja, tidak harus ada opor ayam atau rendang daging sapi. Merayakan idulfitri dengan sederhana juga tidak apa-apa. Yang penting ada stok bahan mentah di kulkas (lebih banyak sayuran) dan Saladin dibelikan 1 setel baju. Udaaaaaah.

Saladin Bukan Pemalu

Nah di hari idulfitri, setelah sungkeman sekeluarga maka kami keliling ke tetangga satu RW. Saladin masih mau diajak unjung-unjung, Alhamdulillah. Apalagi kalau nerima angpao langsung dikasihkan ke bundanya, wwkkw.



Tapi waktu bertamu ke rumah salah satu tetangga eh dia lari dong, balik ke rumah. Kupikir dia malu karena ada banyak orang. Ternyata di halaman rumah beliau ada tanaman monstera. Lahh, takut dia (habis ini ke psikolog deh, biar tahu dia hanya takut, trauma, atau yang lain).

Menerima Jika Tak Sesuai dengan Rencana

Satu lagi pelajaran hidup di lebaran 2024: menerima jika kenyataan tidak sesuai dengan rencana. Pertama, jadwal mudik dimajukan dan daku jadi gelagapan, tetapi malah ada hikmah dan rezekinya.



Kedua, ada kakak sepupu yang ngabarin kalau mau berkunjung di liburan idulfitri. Beliau kerja di Jateng tapi istrinya orang Jatim, jadi pas mudik sekalian mau main ke Malang. Padahal rencananya daku mau hibernasi berhari-hari setelah sungkeman dan unjung-unjung. Sebagai extrovert daku juga butuh me time kayak gini.

Yaah tapi daku keingat ajaran seorang teman untuk memuliakan tamu. Lagipula jarang-jarang kakak sepupu bisa ke Malang dan untungnya ngabarin dulu. Jadi habis itu cuss belanja lagi untuk persiapan menjamu beliau sekeluarga.

Lebaran 2024 rasanya istimewa banget dan berbeda dari tahun sebelumnya. Yang penting adalah rasa syukurnya. Kesederhanaan waktu lebaran bisa dinikmati, dan bahagia karena bisa berkumpul bersama keluarga besar.