Selasa, 23 April 2024

Dear Bunda, Anakmu Bukan Bayi Lagi

 

I am NOT a baby!

Saladin merengut dan protes ketika aku memanggilnya baby. Segera kujelaskan bahwa baby bukan hanya berarti bayi, tetapi juga kesayangan. Namun tetap saja dia manyun wkwkwk. Lha iya lah, sekarang dia sudah berusia 11 tahun dan kelas 5 SD.



Punya anak itu berjuta rasaya dan masih kuingat saat Saladin lahir di bulan November tahun 2012. Pipinya bulat, matanya sipit, jadi pengen uwel-uwel dan ciumin terus. Apalagi wangi bayi kan berbeda dan bahkan ada yang bilang kalau newborn baby punya aroma surga.

Ketika Masih Gemas dengan Anak

Mengapa sih daku masih gemas saja dan mengelus-elusnya seperti bayi? Yaa karena memang senyaman itu dan ternyata menurut MBTI daku adalah tipe Feeling sehingga suka berpelukan dan manja-manjaan. Jadi ke anak juga melakukan hal yang sama.



Namun Saladin sudah mulai kurang suka jika daku gemesin, atau malah balik mencubit pipiku wkwkkw. Dia juga mengelap pipinya jika habis kucium. Juga tidak mau dicium pipinya di depan umum (di sekolah atau tempat lain).

Merelakan Bahwa Dia Sudah Besar

Yaa sudahlah daku harus terima kenyataan bahwa Saladin sudah besar dan memasuki masa pra remaja. Kalau dia mengelap pipinya setelah dicium bukan berarti dia tidak sayang. Mungkin geli saja atau malu karena ketahuan masih dicium sang bunda, oleh teman-teman atau gurunya.



Menerima kenyataan memang sesuatu banget ya. Saladin bukan bayi lagi yang bisa bebas dipakaikan baju apapun atau digendong-gendong sesuka hati. Dia sudah tumbuh besar dan rajin belajar, mulai dari sains, bahasa, catur, sampai desain grafis dan coding.

Anak Sudah Pre Teen dan Orang Tuanya yang Menua

Mengapa kadang ada orang tua yang belum menerima kenyataan bahwa anaknya cepat besar? Padahal kalau tiap hari diberi makanan bergizi dan minum susu otomatis dia juga cepat besar dan tinggi. Saladin sekarang memiliki BB 31 kg dan ukuran sepatunya sudah 38 (sama denganku).



Jawabannya yaa karena jika anak sudah bertambah usianya dan makin besar, bahkan sudah pre teen (atau teenager) maka otomatis usia orang tua juga bertambah. Bundanya juga nambah umur, gak kerasa sudah 35+. Sedangkan ayahnya sudah 42 tahun (bulan April 2024 ini).



Manusia lupa bahwa bisa menua seiring dengan waktu dan kita tentu tidak bisa hidup selamanya karena melawan takdir. Saat anak sudah makin besar dan orang tuanya bertambah usia, terima sajalah. Yang penting masih berjiwa muda (dan tentu harus jaga kesehatan dengan berolahraga).

Memberi Tanggung Jawab

Karena Saladin bukan bayi atau balita lagi maka mulai kuberikan tugas-tugas dan tanggung jawab. Misalnya dengan mencuci piring sendiri, belajar mencuci baju dengan mesin, mengupas kulit telur rebus, melipat pakaian yang sudah kering, menyalakan kompor gas, dll. Tanggung jawab sangat penting agar dia tidak jadi bocah yang terlalu manja (meski berstatus anak tunggal).



Jadii mari kita terima kenyataan bahwa anak bukan bayi lagi. Namun sudah jadi bujang yang mulai mampu mengemban berbagai tanggung jawab.

Minggu, 21 April 2024

A Day in My Life : Hari Sial tak Ada di Kalender

 

 

Kembali lagi di konten a day in my life edisi libur lebaran karena memang selama seminggu mudik kok ada saja kejadian yang bikin ngomel sekaligus ketawa. Ada ungkapan ‘hari sial tak ada di kalender’ dan sehari itu emang rasanya wow. Tapi kalau sudah berlalu yaa diketawain saja.

                               Aku dan ortu, 3 adik, 1 ipar, dan 1 keponakan

Jadii seperti yang sudah daku tulis sebelumnya, mudikku tuh dekat, bahkan jalan kaki pun bisa. Karena jarak antara rumahku dengan hunian mama hanya sekitar 2 kilometer. Namun walau hanya mudik lokal kok ada aja cerita uniknya.

Read: Tingkah Laku Ajaib Saladin saat Mudik

Galau Gara-Gara Tabung Gas

Waktu baru saja mau nyicil masak di siang hari, eh adik sepupuku (yang tinggal serumah dengan mama) laporan kalau gasnya habis. Alamak! Untung ada 1 tabung gas cadangan dan dia berani untuk memasangnya.



Tapii saat sudah dipasang kok kedengeran bunyi mendesis, waduh apa gasnya bocor? Akhirnya kami chat penjual gas dan minta tolong beliau untuk memasangkan. Namun belum dibalas apalagi datang hihihi, mungkin masih tidur siang.

Kebocoran Blender

Sudahlah, mending menjauh dari dapur dan bobok siang dulu. Setelah take a nap baru ambil persediaan pisang karena ingin bikin es krim. Resepnya di bawah ini ya:



Tapi pas mau mencampur bahannya lha kok daku lupa gak beli santan! Untung di kulkas ada bubuk krimmer nabati jadi bisa dipakai untuk penggantinya. Dengan percaya diri kuiris pisang, kumasukkan semua bahan ke dalam blender dan BOCOR!

Haduuh! Masangnya kurang rapat nih. Untung sisa adonan es bisa diselamatkan. Masalahnya ini blender kesayangan mama jadi aku takut rusakin. Pelan-pelan kubersihkan blender dan lantai dapur.

Akhirnya bahan es krim dihaluskan pakai hand mixer punya adik bungsuku. Dia cowok lho dan hobi masak, makanya punya kitchen gadget kayak gini. Selesai dihaluskan maka tinggal dituang ke cup dan dimasukkan dalam freezer selama minimal 5 jam.

Masak Seperti Ikut Lomba

Untung sorenya pak penjual gas datang dan beliau bilang kalau yang bermasalah adalah regulatornya. Bahkan beliau juga menawarkan untuk membelikannya, wah jadi enak wkwkkw. Setelah dipasang maka saatnya masak!



Masalahnya jam sudah menunjukkan pukul 16:30! Waduh, kudu cepat-cepat masak buat berbuka (karena di Malang maghribnya jam 17:35). Untung dibantuin juga ama adik sepupu dan dia cukup terampil di dapur, karena orang tuanya (di Bogor) punya bisnis katering.

Kami masak ngebut kayak lagi ikut lomba masak di TV. Sampai ada gorengan yang gosong dan tangan tremor hihihi. Alhamdulillah masakan lain masih terselamatkan.

Nasi Goreng Bencana

Saladin tiba-tiba datang ke dapur lalu ambil 1 piring nasi putih dan dimasukkan ke dalam wajan. Oalah, mau masak nasi goreng sendiri? Kubantu menuangkan bubuk bumbu instan dan memecahkan 1 telur tapi BUSUK. Haa, nasi goreng bencanaa! Mana sudah mepet maghrib.



Untung Saladin bisa dirayu untuk berbuka dengan makanan lain dan baru habis maghrib kubikinkan 1 porsi nasi goreng, khusus untuk dia. Daku lupa meniru cara para baker, kalau mau masak / bikin kue, memecahkan telur harusnya di mangkok / wadah terpisah agar tahu dalamnya bagus atau busuk.

Sudah Dibelikan, Ternyata….

Waktu itu mama sedang di luar rumah dan daku cerita mengenai pergantian regulator gas. Lhaa ternyata beliau punya regulator cadangan. Tapi walau ada cadangan ya sama saja daku gak bisa masangkan karena gak ada obeng dan gak punya keterampilan juga untuk masanginnya. Yaa sudahlah, terlanjur dibeli, jadi rezekinya penjual regulator.

Inilah konten a day in my life yang paling kocak. Jangan dianggap ngenes karena memang bisa diketawain di lain hari. Kalau klean apa punya kejadian lucu saat libur lebaran?

Sabtu, 20 April 2024

Apakah Sedekah Hanya Dilakukan oleh Orang Kaya? Tidak Juga, Ini Sedekah yang Sederhana dan Mudah

 Wangi teh melati menguar dari teko. Di sebelahnya ada sepiring pisang goreng yang berwarna cokelat keemasan, ada juga puding mini dan berbagai snack lain. Namun jamaah belum menyentuhnya karena menunggu azan maghrib. Buka bersama menjadi sangat meriah karena ada banyak makanan dan minuman yang merupakan sumbangan dari para dermawan.

Saat Ramadan, para muslim berlomba-lomba untuk sedekah karena pahalanya berlipat ganda. Alhamdulillah setelah idulfitri pun mereka masih rajin memberi makanan di hari Jumat , biasanya disebut Jumat berkah. Sedekah ini memiliki pahala yang lebih berlipat-ganda, tak heran banyak yang melakukannya.

Hanya Orang Kaya yang Bisa Sedekah?

Akan tetapi fenomena merebaknya jumat berkah membuat satu pertanyaan baru. Apakah bersedekah hanya dilakukan oleh orang-orang kaya? Mereka bisa membawa puluhan dus nasi lalu dibagikan di Jumat siang. Di lain hari, mereka bisa menyumbang uang jutaan rupiah ke lembaga amal.

                                   Sumber gambar: Freepik

Padahal sedekah tak hanya dilakukan oleh orang kaya. Bagi kita yang masuk dalam golongan menengah ke bawah, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk bersedekah dan mendapatkan pahala. Jangan tunggu jadi orang berada untuk bersedekah karena ibadah ini sejatinya bisa dilakukan oleh siapa saja.

Contoh Sedekah yang Mudah dan Bisa Dilakukan Semua Kalangan

Sedekah memang hukumnya sunnah. Namun walau tidak wajib, bukankah kita ingin mendapatkan pahala ketika bersedekah? Lagipula Nabi Muhammad adalah orang yang paling dermawan. Sebagai umat muslim sudah seharusnya kita meniru teladan beliau, termasuk bersedekah.

Tidak usah berandai-andai menjadi orang kaya dulu baru bersedekah. Sebenarnya ada beberapa hal yang dilakukan dan mendapatkan pahala sedekah. Kita pasti bisa mempraktikannya karena sangat sederhana, tetapi insya Allah mendapat berkah dari-Nya.

1. Tersenyum

Sudahkah tersenyum hari ini? Senyum itu gratis dan membuat wajah berseri-seri. Tetaplah tersenyum karena merupakan salah satu cara sedekah. Betapa Allah Maha Baik karena hanya dengan tersenyum kita semua mendapatkan pahala.

2. Membersihkan Masjid

                         Sumber gambar: Pixabay

Biasanya di hari Jumat pagi, masjid dibersihkan secara menyeluruh karena akan dipakai untuk salat Jumat. Di hari lain kita juga bisa inisiatif membantu marbot untuk menyapu dan mengepel masjid. Contoh lain adalah mencucikan mukena dan sajadah milik masjid sehingga wangi dan bersih saat dipakai oleh jamaah. Sedekah tenaga juga berpahala, alhamdulillah.

3. Menyumbangkan Botol Plastik

Apakah kamu punya banyak botol plastik bekas kemasan air mineral di rumah? Coba kumpulkan dalam kresek lalu berikan ke pemulung. Sedekah sederhana ini akan membuat mereka gembira karena tak perlu mengorek-orek tempat sampah dan berkeliling ke banyak perumahan.

4. Sedekah Kolektif

Mengajak orang lain untuk sedekah juga berpahala. Oleh karena itu yuk lakukan sedekah kolektif. Misalnya satu orang menyumbang 20.000 rupiah, jika ada sepuluh orang yang ikut program ini maka totalnya jadi 200.000 rupiah.

Sedekah di Lazismu, Lembaga yang Terpercaya

Lantas di mana tempat untuk menyalurkan sedekah? Datang saja ke kantor Lazismu di kotamu karena merupakan lembaga yang terpercaya. Lazismu didirikan oleh PP Muhammadiyah, yang merupakan organisasi keagamaan besar di Indonesia. Sebagai lembaga zakat dan amal tingkat nasional yang berdiri sejak tahun 2002, maka Lazismu sudah menyalurkan sedekah dari banyak pihak, mulai dari lembaga sampai perorangan.

                            Sumber gambar: Akun Instagram Lazismu Kota Malang

Nah karena daku bermukim di Malang maka yang terdekat adalah Lazismu Kota Malang. Sejak tahun 2016, Lazismu Kota Malang beroperasi untuk menghapuskan kemiskinan di negeri ini. Jika mayoritas masyarakat Indonesia adalah umat Islam, maka sedekah harta yang mereka berikan akan bisa menuntaskan misi untuk memakmurkan umat dan meminimalisir jumlah fakir-miskin di sekitar kita.

Berbagai Program Lazismu

Uang hasil pengumpulan  sedekah digunakan untuk berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Lazismu Kota Malang. Programnya ada banyak, misalnya:

1. Pembebasan Riba

Jika seseorang terlilit utang riba maka hancurlah hidupnya karena harus membayar cicilan dengan bunga tinggi. Oleh karena itu Lazismu berusaha agar banyak muslimin bisa bebas riba melalui program PHR (Pembebasan Hutang Riba). Program yang diinisasi oleh Lazismu Jogjakarta fokus pada pelaku UMKM, dan kini menjadi percontohan nasional.

2. Layanan Ambulans

                               Sumber gambar: web Lazismu Jatim

Saat ada yang butuh mobil ambulans maka Lazismu siap untuk membantu. Layanan ambulans tak hanya untuk mengantar jenazah. Namun juga bisa mengantar para pasien ke RS terdekat. Untuk Kota Malang juga sudah ada layanan ambulans dan bagi yang butuh tinggal menghubungi nomor hotline yang tersedia.

3. Bantuan untuk Guru Mengaji dan PAUD

                    Sumber gambar: web Lazismu Jogjakarta

Sudah jadi rahasia umum jika guru mengaji dan guru PAUD memiliki gaji jauh di bawah  UMR. Oleh karena itu Lazismu menyalurkan bantuan kepada mereka agar bisa hidup sejahtera. Diharap dengan bantuan ini maka para guru akan lebih semangat untuk mengajar.

                          Sumber gambar: Akun Instagram Lazismu Kota Malang

Sedekah tak hanya dilakukan oleh orang berada karena sejatinya semua orang bisa untuk melakukannya. Dengan sedekah 20.000 rupiah pun diterima, atau bisa dengan cara kolektif sehingga sekalian menambah pahala. Pastikan sedekah disalurkan melalui lembaga yang terpercaya dan legal serta laporannya transparan, yaitu ke LAZISMU Kota Malang.


Sumber tulisan: web Lazismu pusat, Lazismu Jatim, dan Lazismu Jogjakarta

Jumat, 19 April 2024

A Day in My Life: Nakal Tapi Pintar

 Haaai balik lagi di konten a day in my life. Nah ini ceritaku di akhir Ramadan, saat persiapan mudik serta kisah-kisah yang menyertainya. Juga kelakuan Saladin yang bikin bundanya mumet saat sudah sampai di rumah mbah utinya (mamaku).

Read: Cerita Mudik ke Jepara

Jadiii kediaman mamaku itu sekota (di Malang), deket banget, hanya 2 kilometer dari rumah. Mudiknya cuma loncat kecamatan wkwkkw. Malah Saladin pernah dua kali kuajak mudik (sebelum Ramadan) dengan berjalan kaki dan dia happy aja, terus dia semangat menjaga sang bunda.

Kuras Bak Mandi Secepat Kilat

Hari Jumat mamaku sudah kirim pesan singkat kalau kami (daku, Saladin, dan ayahnya) kudu cepet-cepet mudik. Waduh, padahal rencana pulangnya hari Senin. Belum persiapan apa-apa mulai dari packing baju sampai belanja sayur dan bahan mentah lain (mengisi kulkas penuh-penuh).

                                    Aku dan Mama

Namun kalau mama sudah menyuruh, tiada kata ‘tidak’. Ya sudahlah, cepat-cepat ambil baju, peralatan mandi, dll. Belanjanya besok atau lusa saja, lagipula lebih lengkap kalau shopping di Sawojajar 2 (kawasan rumahku) jadi gampang lah, balik bentar buat ke tukang sayur, isi kulkas, lalu mudik lagi.

Tapii tapii di saat rempong packing, Saladin malah berulah. Dia bikin bak mandi kotor. Jadi daku kudu cepat-cepat kuras bak secepat kilat, karena jika dia yang disuruh malah lama (karena main air dulu). Belum berangkat mudik aja sudah drama kayak gini.

Saladin Hampir Kekunci di Kamar

Sampai di rumah langsung legaa tapi gak bisa rebahan karena menata baju dll di dalam kamar. Setelah itu Saladin kumat lagi. Pas daku lagi di bawah (kamarku di lantai 2) eh dia teriak-teriak. Ternyataa dia mengunci diri di dalam kamar lalu tidak bisa membukanya.

                                           Saladin waktu masih balita

Untung ada jendela kecil di atas pintu jadi dia kusuruh melempar kuncinya ke sana. Setelah kena omel baru dia minta maaf. Oalaah udah 11 tahun usianya kok masih usil gini, gemesiin.

Mencucikan Jaket Bundanya

Sudah capek beraktivitas dan akhirnya daku ketiduran lalu Saladin main di lantai 1. Dia melihat cucianku (rendaman jaket) di dalam ember. Lah diam-diam dia mencucikan dengan menyalakan mesin cuci.

Daku langsung kebangun karena mendengar suara mesin dan kaget sekaligus terharu. Kok bisa dia kepikiran buat bantu bundanya mencuci? Meski caranya masih salah (mesin cucinya tidak diberi air), lalu kuberi tahu cara yang benar bagaimana.

Bantuin Kupas Kentang

                                            Samosa

Malamnya daku langsung ambil kentang (karena mau bikin samosa isi kentang). Eh Saladin menawarkan untuk mengupaskannya. Dia mengambil peeler lalu mengupas beberapa butir kentang. Aah senangnya, dia memang sudah kulatih untuk bisa mengupas karena suka makan kentang goreng.

Jangan Hanya Lihat Kejelekan Anak

Jadii kesimpulannya, jangan hanya melihat kejelekan anak, apalagi selalu menganggapnya nakal. Hal-hal yang dilakukan mereka bukan karena usil atau bandel, tetapi bisa jadi masih belajar atau tidak sengaja.

                                Foto lebaran 2023 (except ayahnya Saladin)

Daku harus selalu ingat untuk mengingat lebih banyak kebaikan anak daripada kejelekannya. Fokus pada hal positif maka hasilnya akan positif juga. Anak akan senang karena dipuji, dimotivasi, diajari, dan diajak untuk mandiri, bukannya selalu disalahkan.

Senin, 15 April 2024

Review Ellyas Pical the Series: Kisah Petinju Juara Dunia dari Indonesia

 Siapa suka olahraga tinju? Kalo dulu sih daku kadang-kadang nonton pertandingan tinju di TV. Nahh salah satu petinju yang terkenal (tahun 80-an) adalah Ellyas Pical, seorang juara dunia pertama dari Indonesia.



Beneran lho, dari pengakuan beberapa orang, dulu saat Elly (panggilan akrab Ellyas Pical) bertanding dan disiarkan di TV, semua warga Indonesia antusias nonton live. Sampai-sampai jalanan sepi. Kata Om Indro Warkop itu karena zaman dulu hiburan jarang dan stasiun TV baru ada 1, jadi pertandingan tinju Bung Elly sangat ditunggu.

 

Judul: Ellyas Pical

Sutradara: Herwin Novianto

Jumlah episode: 6

Pemain: Denny Sumargo (Densu) sebagai Ellyas Pical, Christine Hakim sebagai Mamanya Ellyas, Della sebagai Rina (istri Ellyas Pical), Donny Alamsyah sebagai Nico, Yayu Unru (alm) sebagai Rio Tambunan, Darius sebagai Boy Bolang

Tahun: 2024

Rumah produksi: Falcon Pictures

Bisa Ditonton di: Amazon Prime Video

 

Masa Kecil Elly



Ellyas Pical dibesarkan di Saparua, Indonesia bagian timur. Dengan didikan mamanya yang keras (dipukul dengan rotan saat nakal), Elly tetap jadi anak penurut dan rajin bantu jualan es. Namun Elly tidak menurut saat sang mama melarangnya untuk latihan tinju, karena dia tidak mau disamakan dengan ayam jago aduan.

Merantau ke Jakarta

Akhirnya Elly tetap nekat latihan tinju bersama sang om. Dia berhasil jadi juara tinju junior di Saparua. Bagi Elly, tinju adalah passion-nya. Namun kelemahannya dia kurang lancar membaca.



Walau punya kelemahan, Elly tetap nekat merantau ke Jakarta dan berlatih di sasana milik Rio Tambunan (ayahnya zin sekaligus penyanyi Denada Tambunan). 



Elly jadi juara tinju amatir lalu dilatih untuk jadi petinju profesional, di bawah arahan Simson Tambunan (adiknya Pak Rio).

Jadi Juara Dunia

Karena sudah menang berkali-kali (sampai tanding ke Korea) dan masuk koran, seorang promotor terkenal bernama Boy Bolang tertarik dengan profil Elly. Akhirnya Elly latihan lagi agar bisa merebut gelar juara tinju dunia dari Ju Do Chun, seorang petinju dari Korea.



Kemenangan Elly membuatnya kaya dan terkenal mendadak. Dia menjadi selebritis dan diajak untuk syuting iklan, pemotretan, dll. Namun Elly tetap rendah hati dan malah bagi-bagi uang ke tetangganya saat pulang kampung.

Perubahan Lifestyle

Sayangnya Elly mencicipi kehidupan anak muda dan hampir kena star syndrome. Apalagi dia suka dugem bersama Lita (cewek yang dikenal di toko baju) dan tidak pernah latihan tinju lagi. 



Pak Rio dkk pun mendatangkan mamanya Elly dari Saparua agar bisa memotivasinya kembali.

Menuju Kemenangan

Setelah mamanya datang, Elly semangat latihan tinju lagi. Kali ini dia benar-benar fokus dan untuk menang. Walau tanding tinju kelihatan hanya sebentar, ternyata latihannya bisa berbulan-bulan dan berat bangeet.

Kisah Cinta Elly dan Rina



Di series ini juga diperlihatkan kisah cinta Elly. Dia kenal dengan Rina di sebuah gereja. Sang mama awalnya agak minder karena Rina adalah mahasiswa kedokteran gigi dan anak seorang pejabat. Namun Elly tetap berjuang demi cintanya.

Kehilangan Nico

Di episode 5 dan 6 mulai mewek karena diperlihatkan Elly yang stress berat setelah mengalami kekalahan kedua. Apalagi ada dugaan dia dimanipulasi oleh pihak tertentu. Sahabatnya, Nico, memotivasi tetapi gagal, bahkan sang mama pulang ke Saparua karena kecewa.



Akhirnya Nico mengajak taruhan. Jika Nico menang saat bertanding lagi (dulu Nico juga petinju) maka Elly harus mau masuk ring. Namun ketika Nico kalah maka mereka akan tetap bersahabat sampai tua.

Pelatih Elly kaget karena Nico sudah lama sekali tidak latihan (karena belakangan jadi asisten / ajudan Elly). Namun Nico tetap nekat dan bertanding. Akhirnya Nico masuk ring tinju, bertarung, lalu kalah…dan meninggal dunia karena kerusakan otak, hiks hiks. Di situlah Elly sadar bahwa ia harus bertanding lagi demi almarhum sahabatnya.

Mengapa Harus Densu?

Banyak yang kaget mengapa pemeran Bung Elly adalah Bang Densu? Katanya postur tubuh dan wajahnya kurang mirip (Densu jauh lebih tinggi). Ehh mereka lupa kali ye kalau Densu (Sebelum masuk dunia entertainment) adalah seorang atlet basket, jadi dia sudah punya basic olahraga yang bagus.

                                 Ellyas Pical yang asli bersama Densu
 

Sutradara Ellyas Pical the Series juga bilang kalau dia memilih Densu karena seorang atlet, dan tinju di serial ini tinju beneran lho. Saat ada petinju yang pingsan ya dia pingsan beneran, bukan hanya akting. Kalau aktor biasa tapi bukan atlet bisa jadi enggak kuat ya untuk latihan fisik.

Densu juga cerita kalau dia melakukan persiapan selama beberapa bulan sebelum proses syuting, untuk menurunkan berat badan dan memanaskan fisiknya. Latihannya juga ama coach tinju dari Elly (yang asli). Dan latihannya sangat-sangat berat, jauh lebih berat daripada tanding basket. Terus, tubuhnya juga dicat sehingga terlihat berwarna hitam.

Kesanku Setelah Nonton Serial Ellyas Pical

DARIUS GANTENG BANGET OMG! Benar-benar cocok memerankan Boy Bolang yang terkenal sebagai promotor flamboyan. Di Ellyas Pical the series, Darius tampil sangat charming.



Akting dari pemain lain juga sangat pas, mulai dari Christine Hakim sampai Donny Alamsyah. Gak ada kesalahan casting pemain dan semua mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Serial ini bikin daku berhasil gagal move on dari tontonan sebelumnya (Gadis Kretek).

Read: Review Buku Gadis Kretek

Setting and Wardrobe yang Keren



Series ini ber-setting tahun 70-an akhir dan 80-an dan saluut ama timnya karena berhasil menghadirkan nuansa jadul. Mulai dari lagu Koes Plus, Rhoma Irama, dll. Rumah Elly, perabotan, juga terlihat lawas. Sedangkan wardrobenya juga pas, apalagi dandanan Rina yang cantik dan benar-benar menggambarkan sosok anak pejabat dari Indonesia Timur (memakai perhiasan mutiara, dll).

Pelajaran Hidup dari Ellyas Pical

                             Ellyas Pical muda (yang asli)

Hidup HARUS BERJUANG dan jangan cepat menyerah. Disiplin adalah kunci kesuksesan dan menjadi modal untuk menghadapi rutinitas hidup. Jangan ada keraguan di dalam hati saat memulai sesuatu. Aah, klean wajib nonton Ellyas Pical the Series!

Minggu, 14 April 2024

Lebaran 2024 yang Super Slow, Shimmering, Splendid

 Haloo selamat lebaran semuanya! Maaf lahir batin ya. Pada mudik ke mana? Beneraan ya rasanya Ramadan cepat sekali berlalu, tahu-tahu sudah idulfitri.

Read: Pengalaman Mudik Kepanasan

Baju Lebaran Shimmer

Nah kalau idulfitri identik dengan baju baru Alhamdulillah, tuk dipakai di hari raya. Eh malah jadi nyanyi, wkwk. Tren baju lebaran tahun ini adalah shimmer jadi kinclong-kinclong gituu.



Tapi daku gak pake baju ini. Pertama, emang udah enggak terlalu mengikuti mode (karena sudah punya style personal sendiri). Kedua, emang enggak suka aja. Kalau klean pake baju shimmer, splendid, glowing juga?

Mudik Lokal Aja

Lebaran tahun ini as usual daku mudiknya ke rumah mama dan ibu mertua. Enaknya kalau nikah ama orang yang sekota, mudiknya dekat, hahahaha. Hemat ongkos transportasi dan hanya butuh 10 hingga 35 menit untuk ‘pulang kampung’.



Tapii tapi kadang kangen juga mudik ke Jepara (tempat mbah oko – kakek). Saladin juga penasaran Jepara tuh kayak apa. Curigaku dia Cuma pengen jajan aja soalnya mbah buyut punya toko dan jual es krim juga.

Persiapan Mudik Super Rempong

Walau mudiknya dekat tetapi persiapannya tetap rempoong. Pertama packing baju, beberes rumah, ngecek persediaan di dapur, isi kulkas, dll. Kedua persiapan mental karena daku tim satu anak jadi pas unjung-unjung mesti ditanya, “Kapan Saladin punya adik?” Lalu daku biasanya Cuma cengengesan.



Lebaran Super Slow

Sejak pandemi maka daku merasa lebaran super slow. Biasanya kan heboh ya pengen beli ini dan itu. Namun kok lama-lama mager. Dahlah, buat apa beli baju baru? Lagian baju lebaran juga jarang dipakai. Tiap hari ‘baju dinas’ di rumah adalah daster huakakka, maklum daku IRT yang WFH.

Idulfitri Tak Harus Mewah

Idulfitri hanya sehari dan memang tidak harus bermewah-mewah. Sejak menikah (tahun 2011) paksuami yang mengajari sih. Beliau mau makan lauk apa saja (yang penting tidak pedas).



Jadi lebaran ya masak biasa saja, tidak harus ada opor ayam atau rendang daging sapi. Merayakan idulfitri dengan sederhana juga tidak apa-apa. Yang penting ada stok bahan mentah di kulkas (lebih banyak sayuran) dan Saladin dibelikan 1 setel baju. Udaaaaaah.

Saladin Bukan Pemalu

Nah di hari idulfitri, setelah sungkeman sekeluarga maka kami keliling ke tetangga satu RW. Saladin masih mau diajak unjung-unjung, Alhamdulillah. Apalagi kalau nerima angpao langsung dikasihkan ke bundanya, wwkkw.



Tapi waktu bertamu ke rumah salah satu tetangga eh dia lari dong, balik ke rumah. Kupikir dia malu karena ada banyak orang. Ternyata di halaman rumah beliau ada tanaman monstera. Lahh, takut dia (habis ini ke psikolog deh, biar tahu dia hanya takut, trauma, atau yang lain).

Menerima Jika Tak Sesuai dengan Rencana

Satu lagi pelajaran hidup di lebaran 2024: menerima jika kenyataan tidak sesuai dengan rencana. Pertama, jadwal mudik dimajukan dan daku jadi gelagapan, tetapi malah ada hikmah dan rezekinya.



Kedua, ada kakak sepupu yang ngabarin kalau mau berkunjung di liburan idulfitri. Beliau kerja di Jateng tapi istrinya orang Jatim, jadi pas mudik sekalian mau main ke Malang. Padahal rencananya daku mau hibernasi berhari-hari setelah sungkeman dan unjung-unjung. Sebagai extrovert daku juga butuh me time kayak gini.

Yaah tapi daku keingat ajaran seorang teman untuk memuliakan tamu. Lagipula jarang-jarang kakak sepupu bisa ke Malang dan untungnya ngabarin dulu. Jadi habis itu cuss belanja lagi untuk persiapan menjamu beliau sekeluarga.

Lebaran 2024 rasanya istimewa banget dan berbeda dari tahun sebelumnya. Yang penting adalah rasa syukurnya. Kesederhanaan waktu lebaran bisa dinikmati, dan bahagia karena bisa berkumpul bersama keluarga besar.

 

 

Sabtu, 06 April 2024

Stop Normalisasi Kekerasan Terhadap Anak

 Siapa suka nonton Nikita Willy? Ehh tapi belakangan dia viral bukan karena film atau sinteron terbarunya. Namun karena video pendek, saat sang anak tidak sengaja menjatuhkan barang.

Nikita tidak teriak atau mencak-mencak. Dia hanya bilang astaghfirullah (meski sambil melotot). Sang anak langsung bilang, “Maaf, Bu.” Aah, betapa manisnya melihat si kecil sudah bisa meminta maaf.



Tapii tapii tanggapan netizen kok gini sih? Mayoritas bilang, “Ya iyalah, mana bisa dia marah karena dompetnya tebal! Beda dengan ibu-ibu lain (yang dari kelas menengah-ke bawah) yang langsung ngamuk kalau anaknya menjatuhkan barang (meski tidak sengaja).

Tidak Marah Karena Dia Kaya?

Apakah benar kalau kestabilan emosi berkaitan erat dengan ketebalan dompet? Memang sih segalanya butuh uang. Namun bukan berarti ibu-ibu yang belum sekaya Nikita pada galak semua. IMHO sih tergantung didikan dan background keluarga juga.



Didikan keluarga memang beda-beda ya. Ada yang orang tuanya halus. Namun ada juga yang galak. Sayangnya ada juga yang ketika emosi tidak hanya ngomel tapi juga main tangan (mencubit, menjewer, atau memukul dengan sapu / benda lain).

Tidak semua ibu yang berasal dari kalangan menengah (atau menengah ke bawah) itu galak. Kalau ada yang kelihatan pemarah bisa jadi itu karena karakternya. Dikau setuju, tak?

Orang tua yang Penuh Kasih Sayang Bukan Berarti Anaknya Manja

Daku pernah baca (lupa di mana) kalau ada orang tua (atau salah satu ortu) yang lemah lembut, berarti dia punya tangki cinta yang penuh. Ketika kecil dulu dia dibesarkan dengan kasih sayang sehingga saat dewasa dan punya anak, dia melakukan hal yang sama. Namun sayangnya ada yang menyanggah, “Alah, disayang-sayang nanti juga manja anaknya. Cemen!”

HOOI NAMANYA ANAK YA DISAYANG AMA ORTU, KALAU BUKAN AMA ORTU SIAPA LAGI? Gedeg bener kalau ada orang yang meremehkan seperti itu.



Lagipula manja atau tidak ya lagi-lagi tergantung didikannya. Kalau ibunya halus tetapi melatih anak untuk rajin beberes dan masak, ya di masa depan ia akan jadi rajin. Disayang bukan berarti manja.

Hentikan Kekerasan Terhadap Anak

Daku sekarang mengkampanyekan gerakan anti kekerasan terhadap anak. Stop normalisasi KDRT terhadap anak dengan alasan apapun. Bayangin aja ya, anak sudah dikandung selama 9 bulan, begitu lahir malah dicubitin? Gileee…..

Bayangkan kalau dikau ada di posisi anak. Apa tidak sakit fisik dan sakit hati ketika nyaris tiap hari dimarahi dan dipukuli? Namun saat protes malah dibilang anak durhaka. Kalau seperti ini siapa yang salah?

Sampai Diancam dengan Knife?

Bener-bener lho saat daku riset di media sosial (sebelum nulis artikel ini) dan menemukan satu komentar netizen yang sangat menohok. Katanya, saat kecil dia pernah ditakut-takuti dengan pisau (saat rewel). Ya Tuhan, meweek…..



Habis baca komennya daku langsung teringat cerita di suatu buku, yang diangkat dari kisah nyata. Kok bisa ada anak kecil yang dipanggil dengan sebutan it (dianggap setara dengan benda atau binatang). Bahkan si anak juga pernah mendapatkan kekerasan dengan senjata tajam oleh orang tuanya sendiri.

Kasus Arie Hanggara

Enggak usah jauh-jauh (karena kisah dalam buku itu terjadi di luar negeri). Di Indonesia juga pernah ada kasus viral di tahun 80-an. Saat ada anak bernama Arie Hanggara meninggal karena KDRT oleh ayah kandung dan ibu tirinya.



Saking ramenya kasus si Arie, sampai dibikin film. Nah, kalau dikau mau nyubit anak, coba deh nonton atau baca kisahnya. Efek KDRT sangat fatal lho, jangan sampai nyawa anak jadi melayang.

Parenting Halus vs Spartan

Kembali ke mbak Nikita. Gara-gara videonya jadi ada perdebatan di sosial media. Katanya sih anak harus dididik dengan cara Spartan agar mereka tahu kerasnya hidup. Sementara untuk cucu crazy rich seperti Issa (anaknya Nikita) dididik dengan halus karena dia sudah punya privilege sebagai modal mengarungi kehidupan.

Disiplin Tidak Harus dengan Kekerasan

Padahal disiplin tidak harus dengan kekerasan. Sebenarnya anak tuh pinter lho. Asal dia diberi tahu mengapa beberes itu penting, mengapa dia harus belajar mandiri, maka dia akan semangat dan bisa melakukan semuanya sendiri. Memotivasi jauh lebih efektif daripada menakut-nakuti.



Daku lebay? Karena sampai berpikir jauh seperti ini: anak yang jadi korban KDRT bisa jadi menganggap kekerasan adalah hal yang biasa. Nanti ketika besar dia bisa dengan mudah menempeleng anak dan istrinya sendiri. Paling parah kalau dia jadi masokis kayak di film FSOG. Seraam.

Kesimpulannya, jangan menormalisasi KDRT terhadap anak, dengan alasan apapun. Anak masih dalam tahap belajar, kalau melakukan kesalahan ya diajari dengan sabar. Bukannya diamuk sampai dia memar dan sakit hati.