Rabu, 25 Januari 2023

Pengen Cuan? Yuk Jadi Content Creator Viral dengan Live Streaming di Aplikasi IDN

 

Saat ini profesi content creator makin menjanjikan dan banyak orang yang membuat konten menarik dan diunggah, lalu viral seketika. Kamu pengen terkenal juga dan banyak cuan baik dari endorse maupun gift? Enak banget ya kalau sudah populer, penggemarnya banyak, sekali live streaming di aplikasi IDN uangnya datang sendiri.

Makin banyak netizen yang membuat konten live streaming karena memang penontonnya banyak banget. Kontennya juga macam-macam dan sangat menghibur, misalnya tutorial pemakaian skincare, kreasi di dapur, dll.

Para content creator seolah berlomba-lomba untuk membuat konten live streaming yang terbaik karena memang besar potensinya. Di internet sangat ‘hidup’ ya dan ada lho live streaming tengah malam tapi penontonnya rame banget. Daku biasa lihat streaming di aplikasi IDN, kalian sudah punya kan di HP?

IDN Live_IDN Media

 

Namun untuk jadi viral tentu butuh usaha khusus dan tips dari daku agar kamu jadi content creator yang populer (ini dari pemikiranku sendiri ya teman-teman):

1. Percaya Diri

Ketika mulai live streaming, modal utama adalah rasa percaya diri. Senyum dan yakin deh kalau live streaming bakal nambah terus penontonnya. Dengan gadget yang biasa-biasa saja pun bisa cakep konten live streaming-nya asal punya rasa percaya diri yang tinggi. Plus kontennya kudu berkualitas dong.

2. Punya Ciri Khas

Content creator di IDN Live gak selalu harus cantik, putih, seperti putri raja. Namun wajib punya ciri khas. Misalnya pakai wig yang berbeda-beda, bikin konten masak praktis, streaming  dengan gaya ngomong manja, dll. Dengan ciri khas maka penonton akan hafal dan menunggu terus live streaming-nya.

3. Latihan Setiap Hari

Kamu wajib latihan ngomong tiap hari agar tidak belibet saat live streaming. Misalnya di depan kaca bisa ‘gladi resik’ dulu dan latihan vokal serta pengucapan yang benar. Dengan latihan maka streaming makin lancar.

4. Bikin Konten Secara Teratur

Jangan angin-anginan tetapi wajib bikin konten secara teratur. Pastikan ada jadwalnya ya misalnya seminggu 5 kali live streaming, atau bisa dipersering lagi. Dengan konten streaming teratur maka penonton akan selalu menunggu aksimu.

5. Pilih Platform yang Cocok

Sebagai content creator, wajib juga untuk memilih platform yang cocok agar live streaming jadi lancar. Ini nih platform yang tepat yaitu IDN Live dari aplikasi IDN. Sudah familiar dengan IDN Media kan? IDN Media keren banget karena menyediakan platform bagi kita yang hobi cuap-cuap, live streaming, dan makin viral.

Asyiknya Live Streaming di Aplikasi IDN

Teman-teman yang sering baca berita di IDN Media bakal makin praktis dengan mengunduh aplikasinya (aplikasi IDN) dan bisa di-download gratis di Playstore atau App Store. Aplikasi IDN gak hanya buat baca berita tetapi juga punya platform IDN Live. Aplikasi IDN memang dirancang sebagai one stop content platform yang cocok untuk kaum milenial dan Gen Z di Indonesia.

IDN Live

 

Di platform IDN Live dalam aplikasi IDN asyik buat streaming. Kamu bisa siaran langsung sambil menunjukkan bakat, misalnya menyanyi, dance, memasak, dll. Ini nih beberapa keunggulan dari IDN Live:

1. Bikin Konten Live Streaming Mudah untuk Siapa Saja

Siapapun bisa jadi content creator atau streamer di IDN Live karena tanggal 9 Januari 2023 lalu aplikasi IDN meluncurkan fitur UGC (User Generated Content). Dalam artian, semua orang bisa jadi streamer dan memudahkan Gen Z untuk viral dan berekspresi di IDN Live.

Syarat jadi streamer di IDN Live juga gampang banget. Kamu cukup kasih satu virtual gift khusus berupa tiket emas. Setelah itu baru bisa streaming lancar dan menyenangkan.

2. Konten Live Streaming Punya Potensi Besar

Ada potensi besar dari konten live streaming lho. Menurut Zefanya Debby, Head of IDN App, peluncuran fitur baru di IDN Live adalah cara IDN Media agar content creator bisa melakukan live streaming yang gampang dan bikin happy.

IDN Media

 

Masih menurut Zefanya, live streaming punya kegunaan seperti untuk personal branding, bisa kolaborasi dengan brand (alias dapat endorse), kesempatan berkarya dengan lebih luas, dan bisa nambah cuan dan penghasilan. Selain itu live streaming bisa jadi metode marketing baru untuk memasarkan barang dan jasa.

IDN Live jadi platform untuk content creator and streamers di seluruh Indonesia dan tumbuh bersama mereka. Fitur UGC terwujud berkat kerja keras dari tim product, engineering, dan tim lain di IDN.

3. Program Referral dan Redemption yang Menguntungkan

Masih ingin cuan? IDN Live bisa kasih kesempatan untuk dapat keuntungan dari program referral. Jadi, kamu cukup ajak teman-teman untuk download aplikasi IDN dan pakai app tersebut, lalu dapat poin deh.

Selain itu ada program redemption di mana poinmu bisa ditukar dengan uang tunai. Aplikasi IDN memang dirancang untuk membuat live streaming yang dekat dengan netizen dan menyenangkan.

4. Teknologinya Terus Dikembangkan

Adhitia Putra Herawan, Senior Head of Engineering IDN Media mengungkapkan, keunggulan dari IDN Live adalah teknologinya terus dikembangkan. Termasuk ketiga fitur baru yakni UGC, referral, dan redemption. Live streaming makin asyik dan mudah dan para streamer makin kreatif dalam berekspresi.

Nah, sudah pengen juga kan jadi streamer? Dengan live streaming secara teratur (misalnya tiap hari) maka kamu akan dapat banyak gift dari viewers. Giftnya juga unik karena berbentuk stiker nasi goreng dan bentuk lainnya.  Kemudian gift bisa ditukar jadi rupiah, siapa saja mau pastinya.

Yuk download aplikasi IDN di Playstore atau App Store lalu daftar jadi streamer. Rasakan live streaming yang lancar dan bikin happy. Tentu durasi, kualitas, viewer, dan engagement saat streaming wajib dijaga juga ya. Terima kasih IDN Live!

Minggu, 22 Januari 2023

Anak Rapotan, Fokus pada Nilai Baik atau Jelek?

Late post karena rapotan sudah 2 minggu lalu.

Siapa yang sudah nerima rapor? Di sekolah Saladin unik karena liburan dulu baru rapotan, jadi baru Januari nerima laporan perkembangan Saladin dari bu gurunya.

Flashback ke masa lalu ketika daku masih SD, tiap rapotan mesti deg-degan karena takut ada nilai merah alias jelek. Kalau sekarang istilahnya tidak memenuhi KKM (lupa kepanjangannya, nilai standar minimal 75 gituu).


 

Bagaimana dengan nilai anak sendiri? Apalagi Saladin sudah kelas 4 SD dan serius banget pelajarannya. BTW dia belajar di sekolah alam ya jadi kurikulumnya berbeda. Bukan K-13 atau yang lain tapi PIESQ (physical, intelligence, emotional, spiritual quotient).

Nilai Baik Alhamdulillah

Daku datang sedikit terlambat dan (memang disengaja) agar langsung dapat rapornya. Kan biasanya ada wejangan dari kepsek selama 30-60 menit.

Begitu dibuka langsung lihat nilai terbagus: ENGLISH, dapat 95 Alhamdulillah. Dikasih juga hasil UAS kemarin dan dia dapat 95. Ada jawaban yang disalahkan karena pertama: ditanya “what’s your favorit colour? Eh dia jawab ALL wkwkw. Disalahin karena suruh nyebut 1 warna saja. 


 

Ni bocah sejak balita emang ngecepret englishnya wkwkwk. BTW daku dulu guru English (di playgroup) dan emang basic-nya dari English literature. Gak malu-maluin lahh dapat 95, dan dia juga hobi ngajarin bahasa inggris ke teman-temannya.

Nilai tertinggi juga didapat dari pelajaran mathematic (dapat 95) syukur Alhamdulillah karena bundanya gak terlalu bisa sih wkwwk. Namun Saladin sejak TK emang suka banget nonton channel NUMBERBLOCK di Youtube. Daku rekomendasikan soalnya bagus buat anak-anak mengenal angka dan matematika.

Nilai Jelek? Hmmmm….

Kebiasaanku setelah lihat nilai bagus adalah mencari yang terjelek daaan yang paling kecil nilainya adalah bahasa Jawa. Saladin persis sama kayak bundanya, bisa bahasa Inggris tetapi gak bisa bahasa Jawa. Nilai lain seperti sains, sosial, dll standar aja 75.

Setelah ada nilai jelek, bu kepsek kasih pesan: tolong anak-anak jangan dimarahi ya bunda. Yaa gimana, nilai UAS-nya ada yang tidak memuaskan. 


 

Untung sudah tidak ada system ranking dan Alhamdulillah emang di sekolahnya kelas kecil (hanya 4 anak) jadi bunda guru benar-benar focus pada muridnya. Bayangin kalau ada system ranking dan anak dapat nilai buncit dan enggak diajak maju di depan kelas untuk menerima ucapan selamat, betapa sedih dan malunya.

Fokus pada Kelebihan. Bukan Kelemahan

Jadi, karena kelebihan Saladin adalah English and mathematic, focus pada 2 pelajaran tersebut. Beberapa bulan lalu malah Saladin’sarapan’nya 15 soal matematika (perkalian) dan kudu cari variasi lagi nih buat belajar matematika, apalagi pecahan.

Kalau nilai jelek gimana? Ya diperbaiki pelan-pelan. Bukan dengan cara manggil guru les (karena Saladin lebih suka diajar bundanya sendiri atau belajar mandiri). Namun cari metode yang pas untuk belajar.


 

Misalnya nih Saladin ogah belajar sains karena ngeri lihat gambar bagian dalam telinga, kodok, dll. Ya cari materi yang tidak ada gambarnya lalu latihan soal (biasanya di majalah anak-anak juga ada).

Yang penting anak disemangati untuk belajar semua pelajaran dan jadi PR bundanya untuk carikan materi pembelajaran anak kelas 4 SD dalam bahasa inggris, wkwkwk. Ini cerita rapotan anakku, bagaimana dengan rapor anakmu?

Minggu, 15 Januari 2023

Review Film Eat, Pray, Love, Jadi Pengen Traveling Terus

 Pemain: Julia Robert

James Franco
Viola Davis
Hadi Subiyanto
Christine Hakim

Sutradara: Ryan Murphy
Tahun: 2010
Durasi: 2 jam 20 menit

Apa yang kau cari dalam hidupmu?




Bagi Liz (Elizabeth Gilbert) mungkin hidupnya nyaris sempurna. Dia punya rumah sendiri, karir yang bagus, dan yang paling penting, suami yang dakung dan mendukung semua kegiatannya: travelling.


Film ini dimulai dengan scene di Bali, ketika Liz diramal oleh Ketut Liyer. Liz sangat percaya apa yang dikatakan oleh pria tua itu: dia akan 2 kali menikah, sekali singkat dan sekali berdurasi lama, kehilangan semua hartanya, tetapi akan mendapatkannya kembali.




Saat Liz kembali ke New York, dia malah diketawakan oleh temannya, mengapa mempercayai kata-kata seorang peramal. Namun Liz ngotot bahwa Ketut Liyer bagaikan Yoda yang sangat bijaksana.

Ketika Semua Tak Lagi Sama


Suatu malam, suami Liz berkata bahwa ia ingin kuliah S2. Saat itulah ia merasa bahwa ramalan Ketut mulai benar, dan tengah malam ia berdoa sampai ketakutan. Apakah ini pernikahan yang singkat?


Di sini daku heran, mengapa tidak mendukung cita-cita suami? Mengapa pula Liz ingin berpisah hanya gara-gara suaminya ingin kuliah lagi? Apalagi saat proses perceraian, suaminya ngotot tidak mau berpisah tetapi Liz malah berhubungan dengan lelaki lain.

Tokoh utamanya nyebelin nih?

Tunggu dulu. Ternyata, sejak dulu hubungan mereka bermasalah. Walau sudah menikah selama 8 tahun, tetapi Liz merasa suaminya tak pernah mendengarkan. Sedangkan sang suami menuduh ia tak pernah bicara yang sesungguhnya. Plus, sang suami ingin punya anak dan ternyata tidak terlalu suka ia traveling terlalu lama.

And Then....

Mereka akhirnya berpisah dan Liz benar-benar kehilangan rumahnya, karena diberikan 100% ke sang mantan.

Saat itulah Liz digosipkan oleh beberapa orang. Ternyata di negara seperti Amerika, masih ada saja yang nyinyir dengan kehidupan orang lain, eh?

Traveling untuk Menyembuhkan Luka Batin




Lanjut ke petualangan Liz. Seperti judulnya: Eat, Pray, and Love, ia puas makan spaghetti dan berbagai makanan lain di Italia. Sembari belajar bahasa Italia, ia bergabung dengan sebuah komunitas. Di sini penonton mulai bersimpati pada Liz, karena mendorong rasa percaya diri kawannya.

Setelah puas makan, Liz ingin memperdalam sisi spiritual (pray) dengan berlatih meditasi di India. Namun dakung sekali, sang guru malah pergi ke New York. Ditambah lagi, tempat berlatih tak seperti yang ia bayangkan. Goa untuk bermeditasi ternyata ... sebuah ruangan ber-AC. Bukan goa yang sesungguhnya.


Akan tetapi Liz tak lagi kecewa karena di India menemukan beberapa kawan baru, terutama Richard. Walau awalnya nyebelin (karena memanggilnya dengan sebutan bahan makanan), tetapi akhirnya mereka bisa akrab. Ialah yang mengajarkan Liz untuk menerima semuanya.

Liz akhirnya sadar bahwa inilah yang ia cari. Setelah berhasil menenangkan diri, akhirnya ia siap berangkat ke destinasi selanjutnya: Bali.


Di Bali tentu Liz langsung pergi ke tempat Ketut Liyer. Sayang sekali, Ketut malah lupa siapa Liz. Alamak!

Akankah Liz menemukan love di Bali? Nonton sendiri yaa.

Kalau Sumpek, Traveling Aja

 

Di film Eat, Pray, Love, daku belajar bahwa kalau pikiran sumpek, traveling aja! Buktinya Liz berhasil mengobati sakit hatinya dengan traveling ke beberapa negara. Emang benr ya kalau jalan-jalan apalagi ke tempat baru bisa bikin rileks dan otomatis lebih bahagia.

 Moral of this story: kita wajib punya tabungan khusus traveling dan kalau pengen refreshing  bisa cuss aja.

Daku jujur nonton ini karena ada adegan di Indonesia dan scene bersama Ketut Liyer benar-benar kocak. Dia selalu bilang “see you later, alligator.”


Pas Liz bawa kawannya dan diramal, lalu dia nyeletuk: Alah, dia ngomong gitu ama semua orang. Moral of this story (again): jangan percaya kata peramal. BTW bahasa inggrisnya Ketut baguss lho aksennya.

Pada awal film penonton merasa: kok Liz gini sih? Egois, gak mau punya anak, hobinya ngider aja, blablabla. Namun ternyata dijelaskan, bahwa pernikahan Liz berakhir karena kedua belah pihak. Ya, lagi-lagi masalah komunikasi.

Di film ini juga daku belajar bahwa memaafkan orang lain itu penting tetapi lebih penting untuk memaafkan diri sendiri. Ini yang Liz pelajari saat meditasi di India.

 

Eww kalau daku masih maju-mundur traveling ke India meski ada beberapa teman yang sudah pernah ke sana. Klean berani?

Film ini bisa ditonton di Netflix, cocok lah buat malam mingguan.