Senin, 11 Desember 2023

George yang Aneh - Seandainya Lima Sekawan Hidup di Tahun 2021

 

We are the champion my friend

We keep fighting till the end

 

Jika lagu itu terdengar dari kamar George, maka tak ada yang janggal. Namun Anne tiba-tiba menyetel masterpiece milik Queen dari gawainya, saat ia memasak sarapan. Gadis itu menghentak-hentak kakinya sambil mengikuti irama. Mumpung Paman Quentin dan bibinya sedang keluar kota, ia bisa bebas memasak sambil menyetel musik kencang-kencang. 

 

 

Ya, Anne dan kedua kakaknya sedang menginap di rumah George, dan lagi-lagi ia yang membuat sarapan. Sang juru masak sedang isolasi mandiri sehingga dilarang masuk kerja. Ia tak keberatan melakukan tugas itu, apalagi kulkas dan freezer milik sang Bibi sudah penuh dengan kornet, sarden, ikan, dan bahan makanan lain.

 


Aroma telur mata sapi, beef bacon, kopi, dan roti panggang menguar melewati dapur. Timmy masih lelap bersama tuannya, eh nonanya. Sementara Julian dan Dick kompak datang ke dapur dengan rambut basah, pertanda habis mandi. Anne menyapa kedua saudaranya sambil menata piring.

 

“Kau tak membangunkan George, Julian?”


 

Julian memamerkan geliginya yang kekuningan akibat terlalu banyak minum cappucino. “Ah, biar saja, kalau George lapar pasti langsung ngacir ke dapur. Tumben nyetel lagunya Queen? Biasanya kamu memilih karya Alan Walker atau Taylor Swift?”

 

Dick menyahut, “Ah, dia sih habis nonton Bohemian Rhapsody, makanya terbawa suasana. Sana bangunkan George, gih! Dia yang punya rumah tapi malah ditinggal sarapan.”


 

Anne tak membantah perkataan Dick, lalu bergegas mengetuk kamar George, eh sebenarnya kamar mereka berdua, karena ia dan sepupunya tidur seranjang.

 

Tok-tok-tok.

“Jangan masuk, Anne! Aku habis mandi, sedang berpakaian!”

Anne terkikik, bukankah mereka sama-sama perempuan? Ah....

 

Pintu terkuak dan Timmy nyelonong duluan. George, di luar dugaan, memakai sweater biru muda yang berpadu dengan rok mini tartan warna ungu. Apa? George pakai rok? Mimpi apa dia semalam?

 

“Julian! Dick! George habis diculik alien nih, tumben dia pakai rok! Astaga!” Anne berteriak memanggil 2 saudaranya.

 

Dick dan Julian bergegas datang lalu mereka sakit perut, karena kelelahan tertawa. Entah apa yang merasuki George dengan outfit seperti itu. Rasanya Julian ingin memotret sang sepupu keayangan, lalu mengirimkannya ke Paman Quentin via WA.

 

George mendehem lalu berkata, “Guys, sebenarnya aku.... “

 

Ting tong!

Ucapan George terpotong oleh suara bel. Ah, itu pasti tukang susu. Tak biasanya ia datang terlambat. Jarum jam menunjukkan pukul 7 pagi. Biasanya ia sudah mengantar sebelum jam 6.

 

Anne dan George melangkah dengan cepat, siapa tahu Pak Norris sang tukang susu membawa berita yang bisa dijadikan objek penyelidikan. Maklum, selama pandemi ini geng Lima Sekawan gigit jari, karena dilarang kemping dan berkelana, apalagi memecahkan kasus di luar sana.

 

“Nona Georgina Kirrin? Maaf saya terlambat. Ini 2 botol susu segar pesanan Bu Kirrin. Tagihan bulan ini sudah saya kirim ke beliau dan langsung dilunasi.”

 

Anne menerima botol susu lalu melirik George.

“Pak Norris, apakah ada kejadian aneh akhir-akhir ini? Misalnya kelangkaan masker di supermarket atau pencurian di desa?”

 


Yang ditanya hanya menggeleng dan mengencangkan maskernya. Lalu ia berpamitan, karena harus mengantar susu ke rumah lain.

 

Anne menaruh botol susu di sepen lalu mencari panci besar, hendak merebusnya. Tiba-tiba Dick dan Julian nongol di dapur. Mereka masih penasaran.

 

“Dear Georgina Kirrin, sepupuku yang cantik. Semalam mimpi apa, sampai pakai rok? Seperti cewek aja? Eh kamu kan memang cewek!” Dick sengaja bertanya sambil menggoda George.

Di luar dugaan, pipi George memerah, bibirnya membentuk lengkungan senyum. Aneh sekali! Biasanya ia langsung marah jika dipanggil dengan nama Georgina, walau itu memang nama aslinya.

 

“Aku tuh emang cewek, emang gak boleh pakai rok? BTW Anne, nanti pinjam lipgloss ya, bibirku kering nih.”

 

Astagaa! Dick dan Julian kembali terbahak-bahak. Timmy mengelilingi mereka karena dikira akan diajak jalan-jalan. Sampai-sampai mereka lupa bahwa roti panggangnya mulai dingin.

 


“Sudahlah, ayo sarapan! Nanti kuceritakan alasannya!”

Anne mengoleskan margarin ke rotinya, lalu menaburkan gula. Julian mengunyah-ngunyah telur mata sapi tanpa berbicara. Sementara Timmy makan dry food yang sudah disiapkan oleh Anne.

 

“Aku mau kopdar ama teman yang kukenal di dunia maya. Sepertinya dia menarik.” George berkata sambil mengoleskan mayones ke rotinya.

 

“Cie, cinta mengubah segalanya! Eh kami harus ikut. Supaya tahu apa dia benar-benar ganteng atau hanya iseng!” Julian bersemangat karena naluri detektifnya keluar lagi.

 

“Enggak masalah, tapi kalian duduk agak jauh ya. Lagipula kita kan tidak boleh lama-lama di luar.” George cepat-cepat mengambil telur mata sapi, lalu membuat sandwich. Rahangnya bergerak sangat kilat.


 

 

Usai sarapan, George, Anne, Julian, dan Dick bergegas pergi. Letak kafenya lumayan dekat, jadi tidak usah pesan taksi online. Di tengah perjalanan, George sudah membayangkan, seperti apa sosok laki-laki itu?Little Cat Cafe, itulah nama kafe tempat George kopi darat. Belum ada pengunjung lain selain geng Lima Sekawan. Timmy sengaja ditinggal agar tak bikin keributan.

 

“Mana sih? Baru janjian udah telat. Bikin ilfil tau!” Anne mendesah. Ia sudah menghabiskan 2 botol limun. Dick dan Julian tampak cuek sambil main game online.

 

Krak!  Pintu terkuak. Muncul seorang gadis berambut kuncir 2. Ia duduk di depan George.

“Apakah kamu George? Aku Isabelle.” Ia mengangsurkan tangannya sambil membuka masker. George hanya melambai, lalu kebingungan.

“Tenang, aku tahu kamu perempuan. Walau di Twitter pakai nama laki-laki. Kamu anaknya Bu Kirrin kan?”

 

George hanya menggaruk rambutnya yang tidak gatal. Lalu Isabelle berucap lagi, “Aku mengagumimu George. Tak peduli kamu ternyata perempuan, walau terlihat macho. Namun sekarang kau cantik sekali.”

 

“Maaf, kami mau pulang. Kasihan Timmy tak ada yang menemani!” George berpamitan, dan Isabelle hendak meraih lengannya.

 

“Sungguh George, kau jangan salah paham. Kuharap kau masih ingin berteman denganku! Aku sengaja pakai foto laki-laki, foto mendiang abangku.”

 

Tanpa berkata apa-apa George, Anne, Dick, dan Julian keluar dari kafe. Untung saja Isabelle tidak berusaha menahan mereka.

 

“Sial sekali! mengapa aku tertipu foto profil? Ah, salah sendiri. Mungkin nanti di Twitter dan Instagram aku harus pakai nama Georgina. Agar tak ditaksir cewek lagi!”

 

Tawa Anne, Dick, dan Julian tak habis-habis. Mereka ingin segera pulang lalu bermain dengan Timmy. Anjing itu dijamin tak akan membocorkan rahasia George ke siapapun.


 

 

Malang, 2021.

-Fan Fiction, salim dulu ke Eyang Enid-

35 komentar:

  1. George yang benci dipanggil nama aslinya, Georgina. Tapi dia memang tangguh seperti anak laki2 ya..
    Btw ini lebih lucu banget sih.. kopdar dengan Isabelle yang mengaku cowok 😂😂

    BalasHapus
  2. Hahaha.. Saya sangat menikmati cerita ini Mbak
    Soalnya saya kenal 5 sekawan dan zamannya. Belum punya akun media sosial dan bermain game online. Kasihan deh, George kena prank hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa Mas Bams. Setting aslinya kan zaman dulu, belum ada internet.

      Hapus
  3. Astaga! Nuansanya Lima Sekawan banget! Apakah Isabelle juga menggunakan nama Isa sehingga dikira cowok? Kikikik...

    BalasHapus
  4. Seru sekali nih jalan ceritanya. Masih penasaran dengan kelanjutannya, Kak. Btw nulisnya ngalir banget, santai juga.

    BalasHapus
  5. Wah mba Avi bisa nih nulis cerita mereka yang hidup di tahun 2021. Ini bacaan legendaris banget yah.

    BalasHapus
  6. saya termasuk yang membaca juga nih 5 sekawan, sepertinya tidak lekang dari beberapa generasi ya. tetep bisa dinikmati dan bagus. Mungkin boleh nih dilanjutin lagi ya ceritanya kak

    BalasHapus
  7. Ini kayak film jadul ya kak. Tp jd semakin segar dgn setting dan alur cerita kekinian. Kadang kangen jg film2 jadul utk nostalgia. Mgkn aku blm lahir sih waktu film ini diputar. Atau udh lahir tp ga nonton krn era 90an msh bnyk yg blm pny televisi di kampung. Hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa ini gambarnya dari film Lima Sekawan versi 90an yang diadaptasi dari buku.

      Hapus
  8. Unik juga kak, jadinya buat yang generasi yang belum engeh dengan kisah legendaris 5 sekawan bisa kek hidup, karena mengadaptasi dengan masa kini

    BalasHapus
  9. Perempuan menyamar nama cowok. Apa enaknya ya. Tapi itulah drama kehidupan.

    BalasHapus
  10. Ini kisah lima sekawan versi kekinian ya. Udah mengenal game online dan WhatsApp juga...
    Baik George maupun Isabell ternyata memiliki hak yang disembunyikan dan fakta terungkap saat kopdar. Hehe... begitulah risiko di dunia maya

    BalasHapus
  11. Astaghfirullah nggak nyadar kalau itu cerita Fan Fiction, aku kira malah cerita dari buku aslinya. Pantesan kok berani, ternyata emang fan fiction bikinan sendiri. Bagus banget mbak!

    BalasHapus
  12. Yah, George, aku pikir awalnya juga kamu cowok. Rupanya kamu punya nama lengkap Georgina. Hihihi, ya, next time kamu harus menggunakan nama lengkap, biar gak ditaksir cewek lagi, iihhiih.

    Cerita yang bagus nih, ringan dan bisa jadi teman santai.

    BalasHapus
  13. Kok aku merasa "deg" ya pas mereka ketemu, tapi jadi merasa lucu juga, karena tingkah lima sekawan ini.

    BalasHapus
  14. Hihihi astaga ada kejadian salah paham sama nama hmm
    Ceritanya bikin penasaran, jadi ingin lanjut baca detail ceritanya, pasti seru banget!

    BalasHapus
  15. Baca ini jadi wisata masa lalu tapi dengan setting masa kini hahaha

    BalasHapus
  16. Geng Lima Sekawan is BACK.
    Rasanya kangen banget baca buku karya Enid Blyton. Aku pikir "Kenapa masanya Lima Sekawan uda ada Alan Walker atau Taylor Swift?"

    Ternyata bener ini fanfiction.
    Seruu... seru~

    BalasHapus
  17. ceritanya diluar ekspektasi ya kak, saya kira diambil dari kisah nyata tapi ternyata buatan sendiri, tapi mirip yg dialami anak-anak zaman dulu juga, he

    BalasHapus
  18. Yaampun, Lima sekawan itu buku bacaan ku pas masih sekolah dulu dan selalu ingat bagian-bagian menarik dari mereka berlima. Terutama Dick, Julian dan George yang selalu enggan atau kesel kalau di panggil dengan nama lengkap nya.
    Di prank sama foto profile twitter, duhhh ngakak lho aku😆.
    Pasti George ngerasa kikuk banget, padahal dah all out dia tuh.

    BalasHapus
  19. Ga kebayang kalo George kayak giniiiii 🤣🤣🤣. Dah mulai puber, naksir cowo 🤭. Sayang ga ada kelanjutan sampe dewasa yaaa 😂

    Di antara buku remaja enid, kayaknya 5 sekawan memang yg paling hitz. Yg lain juga bagus, tp paling terkenal rasanya lima sekawan yaaa dan paling banyak di cetak ulang juga.

    Kangen bgt baca buku yg bisa bener2 bikin berkesan kayak gini. Dari aku kecil sampe skr pun aku ga pernah bosen baca ulang lima sekawan

    BalasHapus