Tampilkan postingan dengan label OWOP Blogger Kodew. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OWOP Blogger Kodew. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Oktober 2021

Pengalaman Vaksin Paling Seru, Langsung Keliling Mall!

Halo semua apakabar? Sudah vaksin belum? Vaksin sangat penting lho karena bisa meningkatkan imunitas dan memperkecil kemungkinan kena corona.

Nah kali ini saya mau sharing pengalaman vaksin di sebuah mall. HAH? Iya, penyuntikannya di sebuah Mall di Kota Malang, dijamin adem. Pertama kali tahu pengumuman vaksinasi dari sohib saya, Mbak Dini. Beliau menyebarkan poster tentang vaksinasi di grup WA, lalu saya daftar deh.

Mendaftar dengan Mudah

Cara daftarnya mudah banget, cukup klik ke situs yang segrup dengan Mall, lalu buka ID-nya. Untungnya saya udah punya ID, jadi tinggal login. BTW 1 ID bisa dibuat mendaftar 4 orang. Vaksin yang digunakan Pfizer ya, bagi saya sih sama saja, terima saja.

Asyiknya lagi, bisa milih tanggal dan jam vaksinasi, saya pilih tanggal 25 dan pas cek di kalender, ternyata senin. Jadi pas, Saladin sekolah, orang tuanya vaksin. Gak bingung lagi mau menitipkan dia di mana.

Persiapan Pra Vaksinasi

Sebelum disuntik vaksin, kudu siapin fisik dulu, agar efek sampingnya minim. Jadi seminggu sebelum divaksin, saya stop begadang. Lalu, lebih banyak minum air mineral, dan makan buah serta sayuran. Alhamdulillah sudah sembuh juga dari flu berat.

Hari-H Vaksinasi

Saat hari-H jelas deg-degan karena, pertama saya tuh jarang keluar rumah saat pandemi. apalagi ke tempat umum seperti Mall, blas gak pernah tuh. Tapi berbekal tekad kuat akhirnya memberanikan diri, meski tahu bakal ada kerumunan. Yang penting sudah pakai masker ganda, dan bawa bekal (snack plus minuman botol).

Jam 7 saya (dan suami) antar Saladin sekolah dulu baru menuju Mall. BTW Mall ini letaknya persis di sebrang SMA saya (jadi nostalgila wkkwkkw). Ternyata, sudah PENUH! Padahal baru jam 8 lebih 5 menit. Akhirnya saya ke meja pra-pendaftaran untuk mengisi data, lalu antri sambil duduk.

1. Antrian yang Bikin Marah

Antrian vaksin gile banget, di depan saya mungkin sudah ada 50 orang. Sudah antri eh salah jalur lagi, terpaksa balik ke belakang. Yang bikin nambah emosi, kan calon yang mau divaksin disuruh maju ama satpam, eh ada yang gak dengar dong. Saya lewatin aja, malah dimarahin ama mas-mas, disuruh antri katanya.

Tapi saya tahan diri untuk tidak adu mulut, daripada tensi jadi tinggi dan batal divaksin. Ya sudahlah, buka HP dulu sambil mengantri..

2. Petugas yang Sigap

Setelah mengantri alhamdulillah ketemu petugas registrasi, ada 2 meja di kanan dan kiri. Mereka sudah divaksin (ada brosnya), jadi aman. Petugas juga mau emmfotokopikan KTP, karena saya gak bawa. Setelah itu beralih ke meja satunya untuk isi data, di-print, baru antri vaksin (antri lagi yaaa!)

3. Satpam yang Ramah

Satpam di depan mall jauh lebih ramah daripasa satpam yang menertibkan antrian. Saat saya mau izin foto alat scanner suhu badan, langsung diizinkan. Beliau juga dengan sigap mengarahkan ke mana tujuan mengantri. Masuk mall dulu, adem!

4. Lokasi Vaksinasi

Sekitar 10 meter dari pintu mall akhirnya kelihatan antrian vaksinasi. Lumayan juga di dalam, gak terlalu penuh, jadi antrian gak terlalu lama. Namun tercium aroma-aroma sedap dan saya lupa kalau di lantai 1 mall ini penuh dengan restoran, mulai dari yang jual bakso hingga sushi. Bikin lapar!

5. Tenaga Kesehatan yang Siaga

Setelah antri, akhirnya ketemu ama bu dokter yang langsung mengukur tensi. Beliau juga bertanya apakah pernah kena corona, apa pernah diopname sebulan ini, bla bla bla. Alhamdulillah tensi 135, masih lolos.

Saya beralih ke meja lain, tempat penyuntikan. Deg-degan, huaa! Tetapi gak sakit kok, jarumnya juga kecil. Jarum yang dibuat vaksin juga sekali pakai, petugas kesehatan pakai masker dan face shield, sarung tangan, dan baju APD, aman!

6. Registrasi Lagi Pasca Vaksinasi

Setelah disuntiik eh ada antrian lagi. Ternyata untuk registrasi vaksin dosis kedua, alhamdulillah. Jadi gak usah bingung mau diinjeksi di mana. Setelah itu dapat voucher diskon pizza, lumayan!

Mengapa Pfizer, bukan Sinovac atau AstraZaneca?

Bisa dibilang saya cukup beruntung karena dapat vaksin Pfizer, yang diterima oleh banyak negara (padahal gak tahu kapan bisa travelling ke luar negeri). Namun kalau misalnya vaksin yang digunakan Sinovac atau astraZaneca juga mau. Yang penting vaksin, dan memang dianjurkan untuk tidak pilih-pilih.

Habis Vaksin Langsung Ngemall

Setelah vaksin happy banget karena bisa ngemall! Maklum selama pandemi gak pernah ke mall sama sekali. Saya p[utar-putar mall dulu, lalu beli pizza untuk oleh-oleh. Setelah itu mampir ke gerai fastfood untuk makan burger. Me time kayak gini aja sudah bahagia.

Yang Dirasakan Pasca Vaksinasi

Setelah vaksin biasa aja, tetapi 2 jam setelahnya lengan kanan mulai terasa panas dan nyeri. Saya WA adik sepupu yang seorang dokter, dan ia menyarankan untuk minum parasetamol. Setelah minum obat ya ngantuk dong. Malamnya tetap ngantuk. Benar kata orang-orang, habis vaksin pasti ngantukan.

Besoknya alhamdulillah normal-normal saja walau tidak minum obat, dan gak ada efek samping demam. Meski masih ngantukan sampai 3 hari ke depannya. Bisa dibilang efek sampingnya minim banget.

Jadi, ini pengalaman saya vaksin di dalam mall. Kayaknya boss mall ini sengaja bikin vaksinasi biar mall-nya rame wkwkkw. Gak apa-apa, toh vaksin di dalam mall lebih sejuk dan menyenangkan daripada di tempat lain.

Postingan ini dibuat dalam rangka OWOP Blogger Kodew Malang.

Menikah di Usia 25, Kecepetan Gak Sih?

 Halo sobat Bunda Saladin! Kali ini saya mau memenuhi challenge dari grup Blogger Kodew yang bertema: usia pertama menikah. Nah, pas nikah tuh usia saya 25. Kemudaan gak sih? Atau malah udah perawan tua?

Sebenarnya keputusan menikah di usia 25 ini sangat saya syukuri karena ini memang cita-cita sejak dulu. Ehm, mama juga nikah di usia segitu, jadi ngikut sajalah. Lagipula menurut saya sih menikah di usia 25 udah pas ya, gak kemudaan gak telat juga.

Tantangan Menikah di Usia 25

Apa saja yang membuat nikah di usia 25 jadi hmmm. Ternyata usia fisik gak sebanding dengan mental. Saat umur segitu saya masih manja (jangan ditiru) dan mengandalkan ART mama, karena dulu masih serumah dengan beliau.



Namun seiring dengan berjalannya waktu, lama-lama belajar untuk lebih rajin dan berpikir logis, serta berpandangan jauh ke depan. Gak ada lagi acara ngambek-ngambekan ama yayang.

Usia Suami

Tahin 2011, saat menikah, paksuami berusia 29 tahun. Sudah ‘matang’ lah ya. Beruntung beliau bisa ngemong dan membimbing macam-macam. Mulai dari cara melatih kesabaran sampai  berbisnis. Ya, kami dulu sempat berbisnis percetakan, meski akhirnya bubrahhh.

Katanya sih jarak usia antara suami dan istri idealnya 5 tahun. Eh tapi kalau jarak 4 tahun gak apa-apalah, beda tipis. Katanya juga sih, kalau sama-sama alias seumuran, malah banyak bertengkarnya. Hmm, tergantung karakter orangnya juga sih.

Kesimpulannya?

Menikah mau di usia 22, 25, bahkan 30 ya menjadi rahasia-Nya. Enggak ada yang namanya kecepeten atau kelambatan. Saya bisa menikah di usia 25 itu rezeki, karena ada doa yang dikabulkan oleh-Nya. Sekarang tinggal menikmati masa pernikahan yang memasuki dekade kedua, dan semoga kami rukun until jannah.

 

Tulisan ini dibuat dalam rangka OWOP Blogger Kodew Malang.

Buah Favoritku Apa? Ya Mangga

 Pepaya, mangga, pisang, jambu. Masih ingat gak lagu zaman kita kecil ini? Makan buah emang asyik, selain segar juga bernutrisi. Apalagi di musim pandemi ini, kudu ningkatin imunitas, dan salah satu caranya dengan makan buah.

Ngomong-ngomong tentang buah, favorit saya dari kecil ya MANGGA. Buahnya musiman sih ya jadi gak bisa dinikmatin tiap bulan, tetapi sekarang lagi musim dan alhamdulillah kemarin dikasih 1 KG mangga gadung ama kakak ipar.

Kenapa Mangga?

Mangga tuh manis dan kadang ada ‘kejutan’, bercampur rasa asam, dan kalau ada mangga madu wih dijamin 100% manis seperti madu. Apalagi kalau mangganya masak pohon (seperti di rumah mama mertua-jadi kangen mudik).



Jadi ingat pas dulu masih serumah ama beliau, pas tidur eh kedengaran bunyi BRAK! Tandanya mangga lagi jatuh, dan paginya langsung ngambil dong. Rezekiii.

Namun kadang ada kejutan yang tidak menyenangkan saat mengupas mangga (BTW saya belajar ngupas tuh diajarin Papa, makasih!). Ketika kulit sudah dikupas eh di dalam manggganya ada ulat kecil warna putih. KYAA! Langsung masuk tempat sampah.

Mengidam Mangga

Saya juga jadi ingat dulu saat hamil Saladin, ngidam mangga malam-malam. Paksu sebagai suami siaga langsung mencarikan di Pasar Blimbing, eh nihil. Ya sudahlah, mungkin belum musim? Eh tapi alhamdulillah besoknya dapat di sebuah fruit market terkemuka di Malang.

Masalah ngidam ini lucu juga karena paksu juga mengalaminya, wkwkkw. Tapi bedanya beliau gak ngidam mangga, tetapi buah DELIMA. Wah ini malah tambah susah nyarinya. Beliau makin susah tidur gara-gara ngidam. Alhamdulillah besoknya dapat delima langsung di pohon, di rumah sebuah kawan baik.



Kembali ke mangga. Nah hari ini saya sudah makan 1 mangga, tetapi belum pernah makan mango stick rice atau mango shake yang sempat viral, wkwkwk. Kamu apa suka mangga juga?


Tulisan ini dibuat dalam rangka OWOP Blogger Kodew Malang.

Hal Terlucu Dalam Hidup, Jadi Pusat Perhatian

 Ada yang bilang kalau hidup itu lucu dan ada saja yang bisa kita tertawakan. Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang (ngomong gaya Indro Wakop), eh. Tantangan OWOP kali ini, saya akan menceritakan hal lucu yang terjadi saat saya sekolah di sebuah SMA negeri di kota Malang.

Haus Perhatian

Bisa dibilang waktu SMP saya cupu banget, dan pas SMA DHUAR! Gegar budaya, karena sekolah ini isinya anak gaul semua. Bahkan banyak angkatan saya yang jadi artis, seperti Dita Meichan (ex duo Maia), Andika Pratama, dll.

Saya lalu ikut-ikutan ‘gaul’ (menurut versi sendiri) dan waktu itu belum berhijab ya. Jadi ke sekolah pun pakai seragam biasa, rok selutut, TAPI SEPATUNYA PINK. Lucu banget waktu diingat-ingat, karena itu sepatu diskonan di Mall dan nekat dipakai ke sekolah.



Seisi sekolah langsung melotot, gile aja pakai sepatu pink. Lalu endingnya malah kejar-kejaran dengan guru piket dan untungnya gak keciduk wkwkkw. Selamet dah!

Gaya ala Avril

Waktu itu Avril Lavigne hits banget dengan lagunya sk8er Boy. Gaya Avril yang tomboy langsung saya ikutin (kecuali piercing dan rebonding rambut). Apalagi pas itu hari sabtu ya, ada acara CLEAR TOP TEN (masih ingat gak? Ada Bertrand Antolin dan bintang tamunya NAIF serta TOFU- Anton, Fla Priscilla, Uya Kuya).



Karena ada CLEAR TOP TEN boleh pakai baju bebas dong. Akhirnya pakai celana skater 7/8, kaus lengan pendek, dilapisi dengan kemeja kotak-kotak pink yang lengan pendek juga. Kancing kemeja sengaja dibuka semua, karena di atasnya ada DASI. Ya, saya copas mentah-mentah gaya Avril yang suka pakai dasi.



Astagaa, kalau diingat bakal ketawa ngakak karena ALAY BANGET. Sungguh lucu sekaligus memalukan. Sontak saya jadi pusat perhatian, bahkan dari teman seangkatan yang gak sekelas. Ini dia Avril KW yang gak bisa main skateboard wkwkwk.

Sudah dulu ceritanya ya. Masa SMA memang masa untuk eksplorasi dan banyak kejadian lucu di sana. Kalau kamu pernah mengalami hal lucu apa?

Tulisan ini dibuat dalam rangka OWOP Blogger Kodew Malang.

Kamis, 24 Juni 2021

Waste Management yang Mudah dan Anti Pusing

 Apa sih sebenarnya waste management? Sesuai dengan kamus, maka waste management adalah sebuah usaha untuk mengelola sampah, agar tidak bercampur-baur dan kacau. Mengapa sampah harus diatur? Bisa untuk memudahkan kerja pak sampah dan pemulung, lalu jika ada pengelolan sampah, lebih ramah pada lingkungan karena tidak dibuang sembarangan.



Berikut ini cara-caranya:

1. Simpan Minyak Jelantah

Minyak jelantah jangan dibuang gitu aja ya, tetapi simpan di botol air mineral bekas. Biasanya bisa didaur ulang, tetapi kalau kawan-kawan belum bisa caranya, cari saja Bank sampah atau lembaga yang menerimanya. Lumayan lho, di Malang bisa dihargai 5.000 rupiah seliternya.

2. Pisahkan Sampah di Dapur

Ada berapa tempat sampah di dapur? Kalau bisa minimal dua ya, yang satu buat tempat sampah mudah terurai, sedangkan yang satunya untuk sampah yang sulit terurai. Misalnya untuk kulit kentang, daun pisang, di tempat sampah warna hijau. Sedangkan untuk kertas pembungkus tempe, plastik, dll masukkan di tempat sampah yang lain.

Untuk sampah yang mudah terurai bisa dijadikan kompos (silakan googling caranya) tetapi kalau susah ya sudahlah, buang saja.

3. Sampah Limbah

Sampah yang masuk dalam kategori ini adalah baterai bekas, catridge yang rusak, dll. Jadi pisahkan di dalam tempat sampah atau kresek yang lain ya, karena kalau dibuang sembarangan juga takutnya merusak lingkungan.



4. Sampah Beling/Kaca

Bagaimana jika tak sengaja menyenggol piring atau gelas? Jangan dibuang begitu saja, takut melukai orang lain. Caranya, bungkus dengan plastik atau kresek, kalau bisa 2 lapis ya. Lalu ambil lakban dan ditutup erat dan beri label bertuliskan ‘sampah kaca, berbahaya’.

Cara waste management cukup mudah kan, ya? Jangan pusing dulu, karena kalau biasa memilah sampah akan langsung plung-plung alias gercep memasukkan sampah ke tempat yang berbeda, sesuai dengan kategorinya.

Postingan ini untuk memeriahkan OWOP grup Blogger Kodew Malang.




 

Bagaimana Cara Home Decor untuk Rumah Mungil? Yuk Simak Tipsnya

 

Home decor adalah seni menghias rumah dan tidak harus rumah mewah ya,  friends. Walau rumah kita mungil, tetapi bisa banget dihias agar makin cantik dan ningkatin mood saat work from home. Nah kali ini saya mau bagi tips menghias rumah untuk hunian yang mungil. Maklum rumah yang dihuni sekarang kamarnya cuma ada 2 dan luas tanahnya +- 72 meter.

1. Sesuaikan dengan Selera

Sobat Bunda Saladin suka gaya apa? Klasik, elegan, simple, futuristik, atau yang lain? Sesuaikan saja tema home decor dengan kesukaan. Misalnya untuk gaya tradisional-klasik, bisa pilih meja dan kursi ruang tamu berbahan jati dan sarung bantalnya bisa bermotif batik atau wayang warna kecokelatan. Kalau senada gini kan keren dan gak tabrak warna.



2. Bikin Sendiri

Barang-barang untuk home decor gak harus mahal karena kita tuh bisa bikin sendiri, cari saja idenya di Pinterest atau Instagram. Blogger kenamaan di Malang- Mbak Ivone alias Mama Biru juga sering bikin sendiri, jadi kepoin aja akun media sosialnya. Malah kita bisa lebih cinta bumi karena mendaur-ulang barang bekas jadi home decor yang baru.



3. Jangan Paksakan

Kalau bapak suami atau anak-anak kurang suka dengan gaya home decor tertentu ya, sudahlah. Di kamar pribadi atau kamar anak-anak, jangan pakai style itu. Namun pakai saja warna tembok yang netral misalnya putih dengan penghias yang minimalis. Daripada berantem?

4. Sesuaikan dengan Ukuran Rumah

Jika rumahnya mungil maka ukuran home decor jangan yang besar-besar. nanti malah kontras dan terlihat aneh. Sesuaikan saja, misalnya pigura ukuran A5, bantal untuk sofa yang berukuran mini, dll.



5. Pakai Efek Pantulan Cermin

Jika ingin efek ruangan yang lebih besar maka pakai saja efek pantulan cermin untuk mengakalinya. Pasang cermin yang tinggi di salah satu sudut ruang tamu, dan bisa sekalian buat ngaca sebelum cuss OTW keluar rumah, kan?



Bagaimana, mudah bukan menata ruang dan menghiasnya dengan teknik home decor? Tak harus mahal, pakai saja barang-barang di rumah untuk didaur ulang. Misalnya botol air mineral bekas diisi biji kacang hijau dan kacang merah, lalu di tengahnya diberi setangkai bunga imitasi, dll. Yuk tata rumah, walau ukurannya mungil tetapi isinya indah.

Postingan ini untuk memeriahkan OWOP grup Blogger Kodew Malang.