Jumat, 01 Maret 2024

Ketika Ibu Lelah

 Siapa yang bangunnya paling pagi tapi tidurnya paling malam? Jawabannya adalah ibu. BTW klean tidurnya jam berapa?


Seorang ibu selalu memastikan semuanya berjalan dengan baik. Anak-anak sarapan bergizi lalu berangkat sekolah. Bekal sudah dibawa. Suami sudah makan lalu minum kopi atau teh.


Seorang IRT langsung beberes rumah lalu masak buat makan siang. Sementara career woman langsung ngantor dan pulang jelang senja, bahkan lembur saat ada tambahan pekerjaan. Sampai rumah ia masih menyiapkan dinner, memeriksa PR anak, baru bisa istirahat.


Lelahnya Seorang Ibu



Kalau tidurnya larut bikin capek kan? Lelah secara fisik masih ditambah dengan lelah batiniah. Anak merengek minta ke minimarket padahal matahari sedang panas-panasnya. Suami lagi-lagi lupa tidak membantu buang sampah di dapur. 


Akibatnya ibu jadi lelah secara fisik dan mental. Bahayaa banget. Kenapa? Karena bisa berakibat buruk ke anaknya.


Jangan Jadikan Anak Pelampiasan


Saat ibu khilaf dan merasa lelah lahir batin, anaknya yang jadi sasaran. Siapa suka ngomel hayo? Anak mau melakukan ini-itu masih saja dikomentari, akibatnya dia ngambek. Pusiiing!


Yang paling parah kalau ibu lelah lalu bentak-bentak anak dan...main fisik. Mau nyubit atau mukul, tetap saja menyakitkan. Ngeriii ooi. Jangaaan dilakukan ya. 


Anak yang biasa mendapatkan KDRT baik secara verbal maupun fisik akan punya luka batin. Dia pelan-pelan akan menjauh dari orang tuanya. Yang paling parah, ada anak yang merasa kekerasan adalah hal biasa lalu jadi masokis. Horor!


Istirahat Bu!


Daku gak lebay ya tapi ini hasil dari pengamatan ke banyak orang. Kelelahan bisa jadi bom waktu yang membuat suasana rumah jadi meledak.


Saat ibu lelah lalu ngomel atau nyubit, tentu yang sedih adalah anaknya. Tapi sang ibu pasti menyesal dan menangis sambil minta maaf di malam hari. Tapi besoknya emosi lagi. Enggak mau kan gini terus?


Oleh ksrena itu istirahat penting buangeeet. Sempatkan tidur siang jika ada waktu luang atau saat weekend. Jangan malah scroll sosmed, wkwkwkwk.


Kalau tidur malamnya benar-benar minimalis (gak sampai 7 jam) usahakan deep sleep biar istirahatnya maksimal. Pastikan sejam sebelum masuk kamar udah off gadget. Setelah bersihkan muka, pakai skincare, berdoa yang khusyuk. 


Enggak usah mikir macam-macam apalagi overthinking. Ini nih yang bikin susah tidur. Kalau overthinkingnya parah mending konsul ke psikolog yaa biar ada solusi.


Makan yuk!


Penyebab lain dari emosi negatif ibu adalah waktu makan yang terlambat dan tidak teratur. Sarapan baru jam 9 ke atas karena beres-beres dulu. 


Makan siang kalau ingat. Itupun pakai bakso pedes. Gimana gak asam lambung?


Menyapu bisa nanti, usahakan deh sarapan dulu baru beberes. Toh gak ada yang marah kan kalau ngepelnya setelah makan? Makan duluu. 


Makan yang bener jangan cuma ngemil. Makan sayur dan buah juga biar sehat. Nanti anak-anak juga meniru kebiasaan positif ini.


Kalau ibu sudah bisa atur waktu untuk istirahat dan makan teratur, anak pasti senang. Ibunya woles dan tidak mudah marah. Ibu mengasuh dengan penuh kasih sayang. Keluarga akan makin bahagiaaaa.

Rabu, 28 Februari 2024

Review Deessert, Maukah Kamu Makan Kue Buatan Mantan?

 Mantan lagi, astagaa! Sepertinya daku kena ‘kutukan’ buku bertema mantan pacar karena dari 3 novel yang kubaca temanya serupa: ketemuan lagi ama mantan. Jujur awalnya baca novel ini karena desain covernya yang bagus dan judulnya unik. Eh ceritanya juga bagus (romance dengan sedikit percikan comedy gituu).

 

Read: Review Novel Resepsi, Mau Datang ke Nikahan Mantan?

 

Ini data-data bukunya:

Judul   : Deessert

Penulis: Elsa Puspita

Tahun: 2016

Tebal   : 314 halaman

Bisa dibaca di aplikasi Ijak.

 

Baca: Review Novel His Wedding Organizer, Mau Jadi Panitia Nikahan Mantan Pacar?

 

Siapa suka makan? Naya beruntung banget karena suka makan eh dibayar pula. Iyaa, dia jadi presenter acara kuliner di TV. Namun sayang acaranya bungkus alias harus diberhentikan karena rating yang turun.



Naya tidak gentar dan dia memutuskan untuk pulang kampung ke Palembang. Sampai rumah dia reuni dengan sahabatnya saat SMA, Lulu. Setelah itu dia jadi ingat adiknya Lulu yang juga mantan pacarnya, Sadewa alias Dewa.

Iyaa, dulu Naya pacaran ama brondong, uhuy! Namun hubungan mereka renggang karena Dewa kuliah di Australia dan mengejar karir jadi pastry chef. Komunikasi yang tidak lancar membuat semua berantakan.

Rencana Besar Lulu



Lulu ingiin sekali membuka restoran fusion. Apalagi dia punya pacar yang seorang koki. Dia senang karena Naya akhirnya mau join ke bisnis patungan mereka. Naya dengan pengalaman kulinernya bisa jadi quality control sekaligus manajer.

Ketika Ketemu Mantan

Saat Naya bekerja dengan Lulu dan Arfan serta membentuk tim dapur yang solid, tiba-tiba Dewa datang. Jadi salah tingkah gak sih ketemu mantan pacar? Ternyata Dewa dijadikan pastry chef untuk sementara di restoran mereka, yang bernama Dapoer Ketje.

Harus Profesional, dong!

Hanya sementara? Iyaa. Dewa gak bilang-bilang kalau dia pulang ke Indonesia untuk selamanya. Tujuannya untuk membuka bakery and café sendiri. Sebelum bisnisnya dibuka, dia berbaik hati untuk membantu usaha Lulu.


                                     Naya

Naya enggak menyangka kalau Dewa juga jadi kru restoran. Dia menghadapi dengan lempeng dan judes. Sementara Dewa juga enggak enak hati karena kudu kerja dengan gadis yang diam-diam masih dicintainya.

Mantan yang Lain Datang Lagi

Saat hubungan Dewa dan Naya mulai membaik ehh ada mantan pacar Naya datang ke Palembang. Dia Dipati, artis FTV yang sedang syuting di kota pempek tersebut. Sementara itu, Dewa juga pusing karena mantannya yang bernama Ava nekat datang dari Australia ke Indonesia, dengan alasan mengantarkan undangan pernikahan saudaranya.

Gimana nasib Naya, apa dia kembali lagi ke Jakarta dan menerima cinta Dipati lagi? Atau dia tetap stay di Palembang tetapi cemburu dengan keberadaan Ava yang ngintil Dewa melulu. Baca sendiri ahh, gak mau spoiler.

LDR Doesn’t Work?

Lagi-lagi di buku ini diperlihatkan kalau LDR doesn’t work at all. Karena kesibukan Dewa yang kuliah sembari bereksperimen di dapur. Sementara Naya juga kuliah, lalu setelah lulus merantau ke Jakarta.

                                      Dewa

Uhm, IMHO, LDR yang bisa dilakukan hanya setelah pernikahan. Gitu gak sih? What do you think?

Semua Harus Dibicarakan


                                                        Elsa Puspita

Salah satu pelajaran yang ada di novel Deessert adalah: semua harus dibicarakan. Dulu Naya dan Dewa putus dengan tidak baik-baik. Dewa terlalu sibuk sehingga Naya merasa ditinggalkan dan di-ghosting. Sementara Dewa kaget karena tiba-tiba Naya sudah punya kekasih lagi, saat dia diam-diam libur kuliah dan pulang ke Indonesia.

Setting Palembang



Yang daku suka dari novel Deessert adalah penggambaran setting Palembang yang cukup, gak sekadar tempelan. Jadi pas baca buku ini langsung keingat beberapa teman blogger yang ada di sana. Halo Mas Yayan, Koh Deddy, siapa lagi ya?

Formula Comedy Romance

Sejak bagian pertengahan buku sebenarnya sudah ketebak sih alur dan ending-nya. Tapi tidak apa-apa. Untuk novel komedi-romantis memang sudah ada formula patennya, ya?

Penggambaran Makanan yang Menggiurkan



Satu hal lagi yang daku suka dari novel Deessert adalah penggambaran makanan yang bagus bangettt. Berasa nyata membayangkan berbagai kreasi Dewa, mulai dari kue labu (pumpkin cake) sampai coklat berbentuk bawang. Cemanaa rasanyaa. Gimana, dikau udah lapar ehh udah pengen baca buku ini?

Selasa, 27 Februari 2024

Ketika Ibu Sakit

 Pernahkah sakit lalu semuanya berantakan? Yaa siapa sih yang mau sakit? Kalau ibu sakit itu wajar dan manusiawi banget. Karena tidak ada manusia yang tidak pernah sakit kan?

                                         Sumber gambar: Pexels


Nah, untuk mengantisipasi kekacauan yang terjadi saat sakit itu bisa banget lho. Lagi-lagi dengan parenting yang tepat. Saat ibu sakit maka tidak masalah karena anak-anak sudah terlatih untuk mandiri. Begini caranya:


1.  Melatih Anak Cuci Piring Sendiri


Sejak anak usia 5-6 tahun bisa dilatih ya untuk belajar cuci piring sendiri. Biar aman bisa pakai piring / gelas plastik atau melamin dulu. Belajar cuci piring penting banget untuk mengajarkan arti tanggung jawab.





Kalau anak biasa cuci piring sendiri maka tidak ada tumpukan piring kotor saat ibu sakit. Karena semua anggota kelusrga sadar untuk cuci peralatan makannya sendiri. Tentuu termasuk suami. 


2. Mengajarkan Anak Skill Memasak


Anak bisa masak? Tenaang. Yang dimaksud adalah masakan sederhana seperti telur dadar atau mie instan. Bukan yang prosesnya lama seperti rendang atau gudeg.




Kalau ibu sakit, ayah masih kerja atau dinas di luar kota, anaknya gimana? Yaa makanya penting untuk mengajari anak agar bisa masak dan berani menyalakan kompor sendiri. Bisa dimulai sejak ia kelas 3-4 SD ya


Awalnya dengan belajar mematikan kompor dulu. Kalau udah bisa, ajari cara menyalakan kompor. Baru ajari step by step bikin telur dadar atau masakan sederhana lainnya.


Anak laki-laki juga wajib bisa masak. Kemampuan masak tidak ada hubungannya dengan gender. 


3. Beberes? OK dong!


Sekali lagi daku tekankan ya anak memang perlu belajar mandiri sejak kecil. Walau mereka nyapu masih kurang bersih, tidak apa-apa. Yang penting sudah diajari cara membersihkan rumah.




Kalau di rumah ada ART bagaimana? Ya tifak apa-apa. Tetap saja anak diajari cara beberes. Karena pasti ada momen ART mudik kan?


4. Makan Sendiri




Saat ibu sakit maka tidak usah khawatir karena anak bisa makan sendiri. Jadi emang wajib dilatih ya sejak balita. Jangan sampai anak sudah berusia 12 tahun eh minta disuapin. Akibatnya ketika ibu sakit dan badannya lemah, ia bingung sendiri.


5. Merawat Ibu


Anak juga wajib diajari bagaimana cara merawat ibunya. Mulai dari menempelkan kompres ke dahi, mengambilkan obat, membuatkan minuman, dll. Kalau takut menularkan penyakit maka ibu bisa pakai masker ya.


Banyak yang bilang kalau ibu adalah cahaya di dalam rumah. Memang benar karena saat ibu sakit maka kondisi rumah kurang terkondisikan. Tapi bisa diatasi kok dengan mengajari anak-anak kemandirian sedini mungkin.

Sabtu, 24 Februari 2024

Review His Wedding Organizer, Bagaimana Kalau Kamu Jadi Panitia Pernikahan Mantan?

Haah mantan lagi? Setelah sebelumnya daku bikin review novel Resepsi yang ceritanya tentang cewek yang diundang ke pesta pernikahan mantan. Kali ini daku baru saja kelar baca novel His Wedding Organizer yang tokoh utamanya jadi WO nikahan mantan pacar. Wiih, gimana rasanya? Yuk simak review His Wedding Organizer berikut ini.

 

Read: Review Novel Resepsi

 

Data buku:

Judul   : His Wedding Organizer

Penulis: Retni SB

Tebal   : 272 halaman

Tahun  : 2019 (cetakan keempat

Bisa dibaca di app Ijak.

 

Awalnya baca buku His Wedding Organizer karena familiar ama penulisnya, Retni SB. Eh ternyata novel cetaknya juga banyak. Kalau klean gimana, memutuskan baca buku karena nama penulisnya atau faktor lain?



Dikisahkan ada cewek cantik yang ulet, punya bisnis Wedding Organizer (WO), tinggal di Semarang, dan berdikari. Dialah Harsya (beneran lho awalnya kukira cowok karena namanya kayak cowok eh ternyata cewek). Walau usia sudah hampir kepala 3, dia cuek aja, dan tidak memaksa Figo, pacarnya, untuk buru-buru menikah.

Namun petir menggelegar ketika sahabat Harsya waktu SMA, Karin, memintanya untuk jadi WO. Karena yang jadi calon suaminya adalah Figo! Jadi selama ini si Harsya hanya ‘ban serep’ gituu?

Tak Bisa Menolak Permintaan Karin

Walau hatinya pecah berkeping-keping, Harsya tak bisa menolak permintaan Karin. Akhirnya ia berhasil mewujudkan pesta pernikahan yang spektakuler bertema bawah laut. Tak begitu dijelaskan gaunnya Karin seperti apa, tapi mungkin seperti gambar di bawah ini:



Kebohongan yang Mengerikan

Di pesta  pernikahan Karin, Harsya dan 2 sahabatnya harus bawa calon suami. Lha (mantan) pacarnya aja nikah ama orang lain, dari mana dapat cowok secepat itu? Akhirnya Harsya membawa Adra, sahabatnya sejak masih kecil. Kebetulan circle mereka memang hampir sama karena Adra adalah seorang fotografer.

Tapii gara-gara Harsya nekat berbohong, muncul masalah berikutnya. Orang tua Adra juga datang ke pesta lalu mengira mereka berdua benar-benar akan menikah! Kemudian orang tua Harsya juga akhirnya datang dari Medan untuk membicarakan rencana besar ini.

Harsya kok Gini?

Di tengah perhatian Adra yang ternyata benar-benar mencintainya, Harsya mulai menggila. Ia mau-maunya dirayu Figo (nyesel yee). Harsya kok tega banget diam-diam jalan ama Figo dan sekaligus menghianati Karin serta Adra.



Kejutan dari Adra

Karena Adra sudah tahu maka ia menjauh dan tak mau dihubungi dengan cara apapun. Di tengah penyesalan dan kegalauan Harsya, muncul permintaan dari seorang cewek yang ngakunya akan nikah dengan….Adra. WHAT?

Apakah Adra akan menikah dengan orang lain? Apa Harsya bisa kembali merayu Adra ketika dia nekat nyusul ke Kalimantan? Baca sendiri ahh….

Setting dan Cerita yang hmmm….

Cerita His Wedding Organizer cukup menarik meski ternyata part ‘menjadi panitia pernikahan mantan pacar’ hanya ada di sepertiga bagian awal. Namun daku berekspetasi lebih dengan membayangkan kesibukan Harsya. Alurnya cepat juga kok dan enggak membosankan.

                                                       Retni SB

Akan tetapi untuk setting kota Semarang agak kurang terlihat ya, sorry. Daku malah lebih suka di bagian akhir buku. Saat Harsya nekat nyusulin Adra ke Kalimantan dan masuk ke hutan, di situ lebih terasa real.

Anyway, novel His Wedding Organizer cukup apik untuk dibaca sebagai hiburan. Moral of this story: jangan pernah berurusan dengan mantan pacar apalagi bagi yang sudah menikah. Jodoh juga susah ditebak, pacaran ama A eh nikahnya ama B. Gimana, klean tertarik juga untuk baca?

 

 

Jumat, 23 Februari 2024

8 Cara Mengajari Anak agar Suka Belajar

 Anak belajar? Boro-boro! Ngerjain PR aja pake acara nangis atau ngambek. Kalau ditawari les privat

 atau belajar di bimbel, eh anaknya mecucu. Yaah gimana ini? Pasti ibu-ibu juga pusing karena anaknya

 belum suka belajar atau merasa sekolah adalah beban. Lantas kita langsung mencari cara mengajari anak agar suka belajar.

Tenang dulu. Sebenarnya bisa kok anak-anak dimotivasi agar suka belajar dan semangat sekolah dengan cara-cara ini:

Stimulasi Sejak Awal

Kapan masa stimulasi anak agar mereka suka belajar? Jawabannya adalah sejak masa kehamilan. Heeh? Seriuuus lho. Sejak awal hamil Saladin daku demen banget baca buku. Apalagi pas masa bedrest, bisa baca puluhan ebook dalam sebulan.



Hasilnya? Saladin Alhamdulillah bisa baca di usia 4 tahun dan di usia 11 tahun dia bisa bahasa inggris dengan lancar. Dia juga antusias belajar apa saja, mulai dari main catur sampai sejarah. Jangan lupa kalau 1.000 hari pertama anak itu penting banget dan dimulai sejak ia dalam kandungan, jadi stimulasi juga penting.



BTW ada juga yang memberi tahu cara mengajari anak agar suka belajar dengan cara mengerjakan soal-soal matematika, saat ia hamil. Jadi bumil jangan males-malesan, eaa. Baca buku, ngerjain soal (yang gampang aja dulu), isi TTS, itu bisa jadi stimulasi lho.

Belajar Sambil Bermain

Kalau ibu-ibu sudah kadung melahirkan dan membesarkan anak, gimana? Tenang, tidak ada kata terlambat dalam stimulasi. Anak bisa dimotivasi untuk mencintai ilmu pengetahuan dengan cara belajar sambil bermain.



Contohnya saat di dapur ya. Anak-anak bisa diajak untuk bikin kue lalu diajari menakar tepung terigu, otomatis mereka belajar gramasi, satuan (gram, kilogram, dll). Ketika kue sudah jadi juga bisa dipotong lalu sekaligus belajar pecahan, setengah, seperempat, dll.

Read: Belajar Bertanggungjawab

Sediakan Buku dan Fasilitas Lain



Bagaimana anak bisa baca buku dan suka belajar kalau di rumahnya tidak ada buku kecuali buku pelajaran dan LKS? Sebagai orang tua kudu modal, dong! Jadi walau belum ada perpustakaan pribadi di rumah, anak-anak kalau bisa dibelikan buku bacaan, novel, majalah anak-anak, dll. Jika budget agak mepet bisa dibelikan yang bekas, yang penting masih bisa dibaca.

Sering Dibacakan Buku



Cara mengajari anak agar suka belajar juga bisa dengan metode membacakan buku. Saat udah ada buku-buku di rumah, bacakan dengan suara keras. Biasanya anak tertarik melihat gambarnya dulu. Nanti lama-lama dia akan tertarik membaca sendiri.

Sediakan Juga Fasilitas Pendukung Lain



Fasilitas lain juga sebaiknya ada ya misalnya mainan edukasi dan gadget. Mainan edukasi juga bisa dibuat sendiri dengan bermodal browsing. Sedangkan gadget bisa dipakai anak untuk belajar mengetik, mendesain, dll. Asaal dibatasi waktunya. Ingat ya, belajar tidak harus pakai buku.

Memilihkan Sekolah yang Tepat

Mengapa anak stress dan tidak suka belajar? Bisa jadi karena dia kena tekanan di sekolah. Sudah gurunya galak, banyak PR, tugas-tugas, jam pelajaran sampai hampir senja, sekolahnya jauh, dll.



Jadii jangan pernah asal pilih sekolah dengan alasan di sana banyak murid yang pintar. Namun sesuaikan juga dengan kebutuhan anak. Ada lho sekolah yang jarang sekali memberi PR. Ada juga yang guru-gurunya sabar. Oleh karena itu wajib untuk riset selama beberapa bulan, kalau perlu datang ke sekolahnya (biasanya mereka welcome kok). Tujuannya agar anak tetap senang belajar.

Diberi Contoh, dong!

Gimana anak mau belajar dan baca buku kalau bundanya di rumah malah alay lalu jejogetan? Anak akan mau melakukan sesuatu jika diberi contoh. Misalnya, sang ayah rajin baca koran, sang bunda juga hobi baca buku dan berdiskusi.

Jangan Dimarahi

Saat nilai ulangan anak sedang menurun jangan pernah dimarahi. Namun sebagai orang tua seharusnya evaluasi apa saja penyebabnya dan mencari solusinya. Misalnya dengan mengajak anak untuk belajar di bimbel atau diajari sendiri oleh sang bunda. Semakin anak dimarahi dan ditekan maka semakin ia membenci pelajaran sekolah.



Nahh, sudah cukup banyak kan cara mengajari anak agar suka belajar. Intinya, sebagai orang tua kita tuh wajib memberikan lingkungan yang kondusif dengan membelikan buku serta mainan edukasi. Anak-anak juga wajib diberi contoh bahwa belajar adalah tugas sepanjang hayat jadi mari baca buku bersama-sama.

 

Rabu, 21 Februari 2024

Review Merry Little Batman, Kisah si Kecil yang Ingin Jadi Superhero

 Batman, kaulah idolakuu.

Beneran deh pas nonton plus bikin review Merry Little Batman jadi ingat lagu lawas ini wkwkkw. Pas weekend ini jadwal wajib adalah nonton film di Prime Video. Ketemulah film kartun tentang Batman yang baru rilis 2023 lalu.



Keluarga Batman

Siapa nih yang suka nonton Batman? Ternyata Batman alias Bruce Wayne udah nikah dan punya anak. Nikahnya ama Catwoman (hulalaa) dan mereka punya anak bernama Damian Wayne. Saat ini Damian udah berusia 8 tahun.

Tapii walau rumahnya segede stadion, yang dilihatkan di sana hanya 3 orang. Bruce dan Damian Wayne serta Alferd, sang kepala pelayan. Ternyata ibu Damian sudah meninggal dunia.



Damian berusaha keras ingin jadi superhero seperti Batman. Tapi malah ditentang keras-keras. Bruce menjelaskan bahwa dunia di luar amat kejam dan semua penjahat itu jahat beneran. Dan di hari natal dia memberi Damian sebuah bat belt tapi isinya hanya mainan, wkwkkw.

Damian Wayne yang Nakal

Bruce berusaha memberi keceriaan saat Christmas day tapi dia malah diminta untuk menolong di tempat lain. Damian berusaha agar dia jadi superhero tapi ketahuan saat akan menyelusup ke dalam bat mobile. Gimana, masih mau baca review Merry Little Batman?



Akhirnya dia punya akal dan meminta Alferd membeli marshmallow (untuk ditaruh di atas minuman coklat). Saat Damian sendirian di rumah, dia berlatih jadi superhero lalu tak sengaja listriknya korslet. Gerbang rumahnya terbuka dan dimanfaatkan oleh 2 orang penjahat.

Dijuluki Little Menace

Damian berhasil mengatasi 2 penjahat tersebut dengan akalnya. Namun dia masih sedih dan marah karena bat belt-nya dicuri. Dengan ngamuk dia pergi ke ruang bawah tanah (gilee ada air terjunnya segala!) lalu pinjam kostum batman.



Tak disangka sudah ada kostum batman cilik yang disiapkan oleh sang ayah. Damian sudah makai kostum lalu dengan nakalnya dia mengendarai bat mobile.

Saat mengejar penjahat dia malah disangka lagi merayakan Halloween oleh petugas mall. Adegan kejar-kejaran dengan penjahat cukup seru dan akhirnya sebuah pohon cemara raksasa tumbang gara-gara ulah Damian. Penyiar TV pun menjulukinya little menace.



Berhasilkah Damian mendapatkan kembali sabuknya? Gile bener ini anak bawa bat mobile sembarangan. Yuk lanjut baca review Merry Little Batman sampai kelar.

Bruce Wayne yang Posesif

Di film Merry Little Batman diperlihatkan bahwa Bruce Wayne sangat posesif terhadap Damian. Buktinya sebelum dia lahir, semua penjahat dibabat dan dipaksa pensiun. 



Wajar sih karena Bruce yatim piatu dan Damian juga anak piatu. Dia tidak ingin anaknya bernasib sama dan sedih dalam hati.

Keanehan di Wayne Manor

Kok bisa hanya ada 3 orang, Bruce, Damian, dan Alferd di Wayne Manor (kediaman Batman)? Biasanya kalau orkay kan punya supir, tukang kebun, dll. Apa Bruce hanya mempekerjakan robot? Tapi dia terlalu percaya teknologi sehingga saat listrik mati, rumahnya bisa dibobol maling.



Moral of this story: JANGAN TINGGALKAN ANAK BERUSIA DI BAWAH 12 TAHUN DI RUMAH SENDIRIAN.  Gemees deh ama Alferd yang mau diperdaya Damian sampai si bocah bisa bebas sendirian di rumah. Tapi akhirnya malah mengundang kejahatan.

Tapi Mirip ama yang Lain

Film Merry Litle Batman cukup bagus tapi agak mirip ama yang lain. Pertama, dengan premis bocah laki-laki yang sendirian di rumah dan melawan penjahat saat hari natal, jadinya mirip ama film Home Alone.



Kedua, saat ada adegan penjahat yang menyamar jadi Santa Claus dan mengacaukan natal, daku keingat filmnya Sandy Claus alias Nightmare Before Christmas. Udah nonton belum?

Walau ending film ini agak nganu tapi masih asyik ditonton. Kartunnya tuh mengingatkan kita di tahun 90-an. Gimana, setelah baca review Merry Little Batman klean masih pengen nonton juga?

Selasa, 20 Februari 2024

Tuhan, Mengapa Anakku Berbeda?

 M. Saladin Al-Ayyubi. Anak yang kulahirkan di akhir tahun 2012. Seorang putra yang kudamba setelah

 sebelumnya daku keguguran. Dia  ditunggu oleh banyak orang, terutama kakek dan neneknya. Ya,

 Saladin adalah cucu pertama di keluargaku.



Namun ketika dia beranjak besar, ada lubang besar di dada. Ketika Saladin divonis speech delay. Plus dia juga super aktif (dan pernah diduga autism walau ternyata bukan).

Masa kecil Saladin baginya sangat menyenangkan. Berlari di lapangan, memanjat pohon lalu meluncur turun. Naik lemari, nyebrang jalan sendiri. Enggak ada takut-takutnya.



Akan tetapi bundanya yang sport jantung melihat tingkahnya. Bagaimana bisa anak berusia 2 tahun dengan tenang nangkring di atas lemari? Saladin saat manjat pohon malah diteriakin oleh tetangga sehingga daku juga stress, dan sempat menarik diri dari pergaulan.

Balada Memiliki Anak yang Berbeda

Ketika Saladin jadi anak yang berbeda, yang telat ngomongnya, bahkan pernah dikira bisu, bagaimana perasaanku? Hancur tentu saja. Bukannya membandingkan dengan anak lain. Namun pandangan-pandangan negatif itu yang menusuk hati dan membuatku diam-diam menangis.



Saat itu daku stress bahkan hampir depresi. Padahal Saladin tidak kurang suatu apapun. Tidak ada disabilitas di fisiknya. Hanya saja memang dia kurang bisa mengontrol gerakannya dan punya keterlambatan skill bicara.

Penerimaan dan Pengasuhan yang Tepat

Ketika sudah bisa menata hati maka jawabannya adalah penerimaan. Ketika ada penyangkalan maka tidak akan ada solusi. Saladin adalah anak yang berbeda. Akan tetapi bukan berarti dia tidak bisa diajari.



Dengan pola asuh yang tepat maka daku optimis Saladin bisa berkembang dengan baik. Modalnya apa? Kesabaran dan ketelatenan. Juga stimulasi terus-menerus agar dia bisa mengendalikan diri.

Parenting Memang Harus Sabar

Memang ya modal besar pengasuhan adalah kesabaran. Jangan emosi duluu. Sabar ketika anak memanjat (tidak teriak-teriak). Sabar ketika anak mendorong-dorong kursi, menjungkalkan sofa lalu dienjot-enjot.



Ingatlah bahwa masa anak-anak hanya sebentar. Mereka pasti ada fase yang bikin ortunya mumet. Namun pasti akan berlalu. Jika orang tua tenang dan sabar maka anak-anak anak gampang diajari dan lama-lama paham peraturan.

Cari Solusi dari Para Ahli

Akan tetapi bukan berarti Saladin dibiarkan begitu saja. Wajib ada solusi yang terjadi setelah konsultasi dengan para ahli: konselor keluarga, psikolog, dan dokter anak.



Misalnya jika Saladin punya keterlambatan bicara maka solusinya adalah terapi wicara. Dia juga wajib puasa gadget agar lebih fokus. Saladin juga dijari terus dengan cara bermain sambil belajar.

Saladin yang Sekarang

Lalu bagaimana keadaan Saladin sekarang? Dia sekarang udah pre teen. Alhamdulillah udah bisa bicara di usia nyaris 4 tahun. Dia sudah cukup bisa mengendalikan diri dan mau dinasehati baik oleh orang tua, guru, maupun kakek dan neneknya.



Sekarang Saladin sudah bisa membaca beberapa aksara mulai dari huruf Arab, Rusia, Jepang dan China serta Korea sedikit-sedikit. Dia juga suka main catur dan belajar coding. Si bocah juga senang belajar desain grafis. Sepertinya selain kinestatik dia juga anak visual.



Setelah hujan pasti ada pelangi. Tak perlu menangis terus-menerus saat punya anak istimewa. Namun segeralah konsultasi ke dokter anak atau psikolog untuk mendapatkan solusi yang tepat. Seperti Saladin, akhirnya ia menemukan bakat dan minatnya dan tak lagi mendapatkan julukan anak nakal.

Pesanku, jangan menyalahkan keadaan apalagi menyalahkan diri sendiri. Tetaplah mengasuh dengan penuh kasih-sayang. Peluk dan cium anak-anak, kalau bukan orang tua yang menyayangi, siapa lagi?

 

Jumat, 16 Februari 2024

Cara Melatih Kesabaran Anak dengan Metode yang Menyenangkan

 Sabar dong, sayang! Siapa nih yang sedang mencari cara melatih kesabaran anak? Namanya bocah cilik ya ada fase marah, merengek-rengek, atau mecucu. Lantas orang tua bertugas agar mengarahkan mereka agar belajar sabar.



Bayangkan saja ketika anak tidak pernah belajar bersabar. Pertama, dia akan jadi tukang ngambek, mutungan, dan bahaya karena bisa terbawa sampai dewasa. Kedua, jika kadar sabarnya hanya sedikit maka anak akan tumbuh jadi orang yang mudah terbawa emosi alias senggol bacok.

Oleh karena itu wajib banget untuk mengajari anak-anak untuk belajar sabar. Gimana caranya? Ini nihhh:

Makan Pakai Sumpit

Apa hubungannya antara sumpit dengan sabar? Ehh jangan diremehkan. Belajar makan pakai sumpit itu termasuk melatih motorik halus anak. Saat anak sudah mahir pakai sumpit maka pelan-pelan ia akan bersabar, makan pelan-pelan, dan tidak mudah ngamuk.

                                 Source: Pixabay

Kalau bunda ingin mempraktikkan cara melatih kesabaran anak dengan melatih makan pakai sumpit maka hidangkan makanan yang mudah dicapit, misalnya mie goreng. Saat sudah mahir baru latih makan nasi atau makanan lain dengan sumpit. Bisa dilakukan di usia 2 tahun ke atas yaa.

Belajar Origami

Siapa suka melipat kertas jadi bentuk perahu, layangan, dll? Ternyata belajar origami juga jadi salah satu cara melatih kesabaran anak. Seru lho, dan kertasnya juga murah kan?

                                   Source: Pixabay

Kalau memang susah mendapatkan bentuk-bentuk tertentu, tinggal lihat saja di internet. Ada banyak gambar atau video tutorialnya. Anak akan senang bikin origami sambil melatih untuk bersabar.

Toilet Training Tepat Waktu

Ternyata kalau toilet training tepat waktu (di usia 2 tahunan) juga berpengaruh ke kesabaran anak. Waktu itu daku pernah konsultasi ke seorang konselor keluarga. Kata beliau, anak-anak yang bisa nahan pee dan mengendalikan keinginannya serta langsung ke toilet, maka bisa menahan diri dan lebih sabar.

                              Source: Pixabay

Diberi Contoh

Gimana anak bisa sabar kalau ayah atau bundanya ngamukan? Namanya orang tua kudu walk the talk dong. Jangan menuntut anak untuk bisa sabar kalau ibunya tukang ngambek. Ingat kan kalau anak-anak adalah peniru ulung? Mau niru siapa lagi kalau bukan copas perlakuan orang tuanya?

Tidak Segera Mengabulkan Keinginannya (Situasional)

Ada tuh anak yang dimanjakan secara berlebihan. Kalau dia menangis, langsung dibawa ke minimarket lalu dijajanin. Saat dia ngambek maka keinginannya akan dikabulkan saat itu juga.



Kondisi ini enggak baik ya karena sama saja anak tidak diajari untuk bersabar. Menahan keinginan itu perlu agar dia mengerti bagaimana membedakan antara kebutuhan dan nafsu belaka. Walau orang tua punya uang tetapi anak kudu belajar, kapan saatnya membeli, kapan waktunya menabung.

Jadi, cara melatih kesabaran anak sebenarnya tidak terlalu susah. Yang penting orang tua harus konsisten agar anak tetap bisa kontrol emosi. Ayah dan bunda juga kudu sabar ya dalam mengasuh dan memberi contoh. Yuk cari latihan-latihan lain untuk stimulasi motorik halus anak, agar dia lebih sabar dan jadi orang dewasa yang tenang.