Selasa, 06 Januari 2026

Mengunjungi Perpustakaan Umum Kota Malang Lagi

 

Siapa yang suka baca buku? Atau nongkrongnya di perpustakaan? Nah tanggal 31 Desember 2025 lalu daku berkesempatan untuk mengunjungi Perpustakaan Umum Kota Malang yang terletak di Jalan Ijen. Kunjungan sekalian nostalgia karena dulu pertama kali ketemu dan kenal ayahnya Saladin di sana.

Bulan lalu, daku menemani Saladin ke Perpustakaan Umum Kota Malang, bersama teman-temannya. Tapi saat itu waktunya mepet, hanya 30 menit. Oleh karena itu mumpung lagi liburan daku sempatkan ke sana lagi, bersama sohibku (kami sudah bersahabat sejak masa SD dulu).

Mendaftar Sebagai Anggota Perpustakaan

Jam 9 pagi, daku dan sohib ke Perpustakaan Umum Kota Malang dengan naik sepeda motor. Kami datang sekitar jam 9:20 dan langsung menuju ke meja bu admin yang ada di lantai 1. Karena mau daftar ulang sebagai anggota perpustakaan.



Waktu masih kuliah tahun 2008-2009 daku sering ke Perpustakaan Umum Kota Malang, dan setelah sekian lama akhirnya balik ke sana. Lama banget? Yaa karena letaknya cukup jauh (dari rumahku di Kabupaten Malang). Jadi kartu anggota zaman dulu sudah hilang dan harus daftar ulang.

Mulai beberapa tahun lalu, sistem pendaftaran sudah online dan daku mengisi g-form di link yang diberi tahu oleh bu admin. Setelah itu baru difoto dan kartu dikirim ke email, berbentuk PDF. Prosesnya cepat banget, tidak sampai satu jam, dan GRATIS.



Jadi kalau mau masuk ke perpustakaan harus scan kartu anggota dulu dari HP. Ada dua tempat, satu untuk ruang di lantai 2 (untuk buku umum), dan satunya untuk ruang di lantai 1 (khusus anak).

Membaca dengan Tenang dalam Keheningan

Karena masih pagi, perpustakaan masih sepi. Daku menjadi anggota ke-13 yang masuk ke ruangan (ada keterangan di layar PC). Tapi sebelum masuk ruangan harus menitipkan jaket dan tas di loker (ada kuncinya). Untuk cerita loker akan dijelaskan di bawah ya!



Kami naik tangga dan masuk ke ruang perpus di lantai 2. Keheningan menyergap, udara dingin yang dihembuskan AC menambah suasana syahdu. Sohibku langsung mencari buku non fiksi bertema bisnis.

Sementara daku mencari buku sastra, novel, dll. Makin bingung, baca apa? Banyak amat! Ada teen-lit, chic lit, sastra kuno dan modern. Ada bukunya Eyang Pramoedya Ananta Toer, Uda A Fuadi, dll. Sampai akhirnya daku memutuskan untuk baca….



LUPUS ABG! Pikiran lagi rada sumpek, baca Lupus aja deh (sambil nahan ketawa dalam hati karena tidak boleh ribut di perpustakaan). Dua buku Lupus habis dibaca dalam 30 menit (tepuk tangan untuk diri sendiri).

Fasilitas di Perpustakaan Umum Kota Malang

Ada beberapa fasilitas di perpustakaan ini: 2 ruang perpustakaan (yang utama di lantai 2). Di lantai 3 ada aula (Cuma belum tahu apa boleh disewa untuk umum atau enggak, karena perpustakaan ini milik pemerintah. Ada loker dan toilet, juga panggung kecil untuk acara-acara (dulu daku dan beberapa teman bloggers pernah launching buku antologi di sana).



Ruang perpustakaan yang di lantai 2 memuat ratusan buku dan kalian bisa mencari judulnya di komputer yang tersedia. Kalau sudah ketemu di rak, wajib ke tempat pak admin dulu untuk di-scan (untuk pendataan). Jika selesai membaca, buku ditaruh di meja yang sudah disediakan.

Selain buku, ada juga majalah, tabloid, dan koran yang bisa dibaca di tempat. Kemarin daku baca majalah Kartini (sekalian nostalgia karena tahun 80-an papaku kerja di sana sebagai wartawan). Ada juga bendel majalah Bobo dan Femina.

Ada kursi dan meja di perpustakaan, yang letaknya di antara rak-rak buku. Selain itu ada tempat lesehan dengan alas karpet dan meja mini, dan daku memutuskan untuk duduk di situ karena ada colokan listrik (numpang cas HP). Ada juga sofa yang letaknya di dekat rak berisi majalah, nyamaan banget untuk membaca (awas ngantuk karena AC-nya ademmm).



Loker juga disediakan di lantai 1, jadi kalian tinggal scan kartu anggota (PDF) lalu dipinjamkan kunci loker. Kalau mau bawa HP, dompet, dan barang berharga lain, dipinjamkan tas khusus berwarna cokelat. Karena memang di ruang perpustakaan tidak boleh bawa tas dan jaket yaa.

Mini Playground

Hebatnya ada mini playground khusus untuk balita, yang ada di lantai 1. Ada juga ruang bermain di ruang khusus anak. Ukurannya mini tapi lumayanlah untuk anak bermain sekejap.

Ruang Khusus Anak yang Nyaman

Daku sebenernya malah lebih suka baca di ruang khusus anak karena ada buku-buku dari penulis favoritku: Enid Blyton dan Roald Dahl. 


Read: Saladin ke Perpustakaan

Ada banyak buku untuk anak dan remaja (walau tidak sebanyak di ruang perpus umum). Cuma belum tanya ke bu admin apa buku di sana boleh dipinjam keluar atau dibaca di tempat saja.



Di ruang khusus anak ada pojok mewarnai, lengkap dengan krayon dan kertas. Ada juga beberapa mainan seperti balok. Desain temboknya bagus sekali, karena bergambar khas Malang.



Motivasi untuk Menulis Bangkit Kembali

Setelah mengunjungi Perpustakaan Umum Kota Malang dan membaca beberapa buku, daku kembali semangat menulis. Kapan mau nulis buku lagi? jangan sampai jadi one hit wonder (karena baru nulis 1 buku non fiksi – yang mau tahu judulnya DM IG aja ke @Bundasaladin).



Inilah pengalamanku mengunjungi Perpustakaan Umum Kota Malang. Tempatnya makin keren, rapi, bersih, dan ada tempat drive thru pengembalian buku di lantai 1 (dekat parkiran), jadi tidak usah capek naik tangga. Bukanya jam 8:30 sampai sore ya (sekitar jam 16:00) tapi Minggu tutup.

Senin, 05 Januari 2026

2026 dan Secercah Harapan di Masa Depan

 

Ya Tuhan, waktu cepat sekali berlari dan kita sudah ada di awal tahun 2026. Ada yang selalu bikin resolusi di tahun baru? Sebenarnya bikin resolusi itu bagus karena tandanya kita ada niat untuk memperbaiki diri (dan kehidupan). Walau belum berhasil tidak apa-apa, kan bisa dicoba lagi, yang penting tidak mutung dan menyerah begitu saja.



Tapi kali ini daku tidak mau cerita tentang resolusi 2026. Melainkan kegiatan dan usaha apa saja yang dilakukan agar hidup bisa lebih baik lagi. Misalnya seperti inii:

Decluttering

Ketika Saladin libur maka daku punya waktu lebih banyak (karena tidak usah mengantarnya ke sekolah). Akhirnya daku memutuskan untuk decluttering dan deep cleaning rumah. Dimulai dari membersihkan tiap ruangan lebih detail.



Untuk decluttering maka yang pertama dibuang adalah tutup plastik (thinwall). Buat apa tutupnya? Kemudian daku bergeser ke lemari dan mengeluarkan baju-baju Saladin yang sudah kekecilan. Karena memang tak muat dan tak layak pakai, maka akan dibuang atau dijadikan lap.

Disclaimer: daku tidak percaya akan larangan memakai pakaian bekas sebagai gantinya lap atau keset. 

Mengembalikan Rasa Percaya Diri

PR besarku tahun 2026: mengembalikan lagi rasa percaya diri. Kejadian telak tahun 2023 (lost a job) dan penumpukan stress membuatku burnout. Apalagi sejak tahun 2017 (ketika jadi penulis online di sebuah agensi) kok rasanya kurang mendapatkan dukungan dari sekitar. Sudah kerja keras cari uang malah disalahkan karena Saladin tidak bisa diam. Kalau fokus 100% ke bocah ya belum bisa karena dia butuh biaya hidup yang tinggi.



Padahal mengetiknya juga di rumah, dan si bocah ADHD sehingga memang jauh lebih aktif daripada anak biasa. Komentar-komentar negatif yang menusuk meruntuhkan rasa percaya diri. Menggerus kebahagiaan di dalam hati.

Daku pun memohon dalam doa, meminta kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh, bagaimana jadi percaya diri lagi? Ke mana sisi sanguinisku yang dulu?



Jadi salah satu cara untuk mengembalikan tingkat PD adalah ikut lomba blog dan ketika berhasil submit artikel rasanya lega banget. Hasilnya belum diketahui, menang atau kalah, yang penting sudah berusaha. Rasanya senang dan PD lagi karena sudah menulis panjang (lebih dari 800 kata), hanya dalam 2 hari, dan sekaligus membuat gambar dan video pakai AI (tepuk tangan untuk diri sendiri).

Selain itu, daku berusaha mengingat prestasi yang telah dicapai di masa lalu. Juga memuji diri sendiri. Daku hebat karena pernah menulis lebih dari 80 artikel per bulan (satu artikel panjangnya 750 kata jadi kalikan saja totalnya). Daku bisa cepat membaca brief lalu mengetik secepat kilat, dikejar deadline malah makin semangat.

Membaca Buku Fisik Lagi

Beberapa waktu lalu daku mengunjungi Perpustakaan Umum Kota Malang dan memang kangen baca buku fisik lagi. Sensasinya beda, mencari buku di rak, membuka lembaran dengan aroma yang khas. Karena memang biasanya baca ebook di aplikasi Ipusnas.



Dengan baca buku fisik maka melatih konsentrasi, bisakah fokus dan memahami isinya? Malah lebih enak memegang buku asli karena tidak terganggu oleh notifikasi di HP.

Read: Cerita 2025

Membersamai Remaja ADHD

Tahun 2026 Saladin berusia 13 tahun dan statusnya menjadi remaja. Karena dia ADHD maka daku berusaha untuk lebih baik dalam mendidiknya. Apalagi dia anak tunggal, tidak boleh dimanjakan.



Saladin sudah bisa mencuci piring, bikin mie instan, dan teh sendiri. Dia juga sudah bisa bantu membuangkan sampah tiap malam dan menyapu teras. Bismillah, 2026 ini dia lebih mandiri, bisa belajar mencuci sepatu, baju, dan keterampilan lain. Malah pas liburan akhir tahun dia inisiatif belajar menempa dan memakai palu (ayahnya pande besi).

Its OK not to be OK

Terakhir, daku selalu berkata pada diri sendiri: it’s OK not to be OK. Jika memang keadaan hati sedang tidak baik-baik saja, tidak usah memakai topeng senyuman. Berilah waktu pada diri sendiri untuk release kesedihan. Setelah itu belajar untuk self therapy dan lebih ramah lagi pada diri sendiri.

Tahun baru, semangat baru, tapi bagiku tiap pagi adalah hari yang baru. Tidak usah menyalahkan diri sendiri terlalu lama. Tidak usah merasa diri ini ‘tidak bisa’ karena buktinya daku bisa belajar membuat gambar memakai AI dengan cepat. Bismillah, tahun 2026 kita bisa lebih baik lagi.