Green Day menghentak Jakarta. Seketika area Carnaval Ancol bergetar ketika Billie Joe Armstrong menyanyikan lagu-lagu hits, mulai dari Basket Case sampai Minority. Kedatangan band punk asal USA ini sangat dirindukan karena telah 29 tahun mereka tidak mampir ke Indonesia.
Lantas siapa yang
diuntungkan saat konser Green Day? Tentu saja promotornya. Untunglah penonton
yang memadati sekitar panggung bisa tertib sehingga tidak ada kericuhan tanggal
15 Februari 2025 lalu.
Keuntungan juga didapat oleh para pedagang di sekitar arena konser. Mereka memanfaatkan para calon penonton yang pasti butuh barang-barang yang dijual.
Merchandise Green Day juga laris diborong oleh
para jastiper. Magnet Green Day begitu kuat, dan selain menggetarkan Jakarta,
juga memicu roda perekonomian di sana.
Selain para pedagang,
penduduk sekitar Ancol juga mendapatkan kesempatan emas untuk menangguk rupiah.
Selesai konser, keadaan begitu padat dan macet. Bahkan salah satu netizen takut
bahwa dia akan terjebak di Ancol sampai subuh.
Akan tetapi dari
kesulitan akan muncul kemudahan. Beberapa orang inisiatif untuk membuka jasa
penyeberangan. Para penonton Green Day bisa menghindari macet di jalan darat
dan memilih jalur laut yang lebih cepat.
Perekonomian negara
katanya sedang bergejolak tapi anehnya tiket konser Green Day laris-manis. Para
penduduk sekitar dan pedagang juga mendapatkan keuntungan ketika band tersebut
konser. Terima kasih Billie Joe!
