Minggu, 30 Agustus 2026

Jika Kembali ke Usia 25, Mau Bilang Apa?

 

            Tanggal 29 Agustus 2029 ada satu pertanyaan yang diberikan di grup Pause and Rebuild (yang sedang mengadakan google meet). Pertanyaannya kurang lebih seperti ini: jika kamu bisa kembali ke usia 25, apa voice note yang akan dikirim ke diri sendiri? What if?

                            Generated by ChatGPT

            Well, sebenarnya daku juga agak mikir, jawabannya apa ya? Rasanya baru kemarin daku ultah ke-25. Ternyata tahun ini daku sudah masuk club forty wkwkwk, alamak!

Time Machine

            Karena ini temanya what if atau jika memang ada mesin waktu maka daku jawab: usia 25 itu daku udah nikah! Lho, jadi kalau emang bisa balik ke usia itu, apa mau terus lanjut alias menerima lamaran bapaknya Saladin? Atau malah bilang ke diri sendiri: jangan!

            Ini pertanyaan yang cukup berat karena seandainya kita tuh bisa kembali ke usia itu, apa bisa mencari jalan lain. Kalau memang menikah dengan yang lain maka hasilnya tentu berbeda. Tapi daku akan terus bersama beliau walau akhirnya begini, dengan segala liku-likunya. Seperti judul film India: Kabhi Khushi Kabhi Gam (kadang bahagia, kadang sedih).

                               Generated by Gemini

Jika tidak bersama beliau maka tidak ada Saladin dengan segala ‘keajaiban’-nya. Malah justru daku bersyukur karena setelah menikah dengan beliau, daku punya anak neurodivergent (karena beliau ADHD dewasa, jadi ini factor genetic).

Saladin jadi anak ADHD yang istimewa, kuat, cerdas, sekaligus agak susah diatur hahahaha. Justru dengan adanya Saladin daku jadi belajar untuk sabar.

Career

            Di usia 25 daku tidak kerja kantoran tapi bekerja macam-macam. Mulai dari guru playgroup, nanny (karena daycare jadi satu gedung dengan sekolah itu), dan pengusaha. Jadii setelah nikah, daku resign dan membantu suami untuk membangun percetakan. Beliau desainernya sedangkan daku bagian marketing.

            Sebenarnya kala itu daku juga ditawari ortu untuk kuliah lagi (S2) tapi dengan berbagai pertimbangan, jawabannya: no. Bukannya tidak mau kuliah gratis, tapi rasanya sudah capek dengan dunia akademik. Kalaupun mau menambah ilmu, mending baca banyak buku.

                                  Generated by ChatGPT

            Jika bisa kembali ke usia 25 apakah daku bilang ke diri sendiri untuk kuliah lagi dan melamar jadi dosen? Karena sebenarnya itu keinginan mama. Well, jawabannya masih sama: no. Walau suka mengajar tapi daku lebih suka jadi gurunya anak-anak daripada harus jadi dosen.

Read: I Don't Want to Remember My Age

            Tidak ada penyesalan dalam hal karir walau ternyata jadi pengusaha itu seperti naik roller coaster, jauh dari yang kubayangkan. Tantangan dan lika-likunya besar sekali. Namun tidak apa-apa, anggap saja latihan mental.

Kesimpulannya

            Sebagai manusia kadang kita berandai-andai, jika kembali ke masa lalu akankah mengubah keputusan hidup dan otomatis mengubah takdir? Ternyata jawabanku masih tetap sama. Seharusnya, segala sesuatu yang pernah dilalui tidak usah disesali karena akan membentuk kita menjadi lebih baik.

            Sekarang daku Tanya kepada klean. Jika bisa kembali ke usia 25, mau bilang apa ke diri sendiri? Apa mau mengubah takdirmu dengan memilih jalan lain, atau tidak?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar