Minggu, 14 Januari 2024

4 Penyebab Speech Delay, yuk Diatasi agar Anak Lancar Bicara

  

 

Memiliki anak lalu memantau tiap milestonenya adalah sebuah kebahagiaan. Namun bagaimana jika ia terlambat bicara? Tentu kita langsung cari apa saja penyebab speech delay agar bisa diatasi dan dia bisa lekas ngomong.

Saladin duluu pernah speech delay karena di usia 2 tahun dia belum bisa bicara. Kalau ngomong hanya sepatah-sepatah seperti: Ma, emoh, dll. Padahal seharusnya di usia segitu ia sudah lancar bicara.



Alhamdulillah dengan segala usaha akhirnya Saladin bisa ngomong di usia yang nyaris 4 tahun. Klean pengen tahu gimana caranya lalu mengatasi penyebab speech delay? Ini daku share ya:

Bingung Bahasa

Jadi dulu tuh daku masih serumah ama mama. Beliau punya ART (yg kupanggil dengan sebutan emak). Kadang emak ikut bantu gendong Saladin pas daku sibuk masak atau melakukan kegiatan lain.

Sayangnya emak bicara dalam bahasa Jawa. Sedangkan daku ngajak ngomong dalam bahasa Inggris. Mbahnya bicara dalam bahasa Indonesia.



Saladin pun mengalami bingung bahasa. Nahh ternyata untuk atasi speech delay harus konsisten dengan 1 bahasa dulu (untuk mother language). Baru diajari bahasa asing dan bahasa daerah.

Self Judge

Karena tak mau meraba-raba sendiri akhirnya daku konsultasi ke psikolog anak. Beliau menyarankan untuk terapi wicara. Alhamdulillah gurunya sabar banget dan terapinya itu sambil bermain. Kayak masuk playgroup tapi privat.



Jangan self judge ya misalnya dengan menuduh bahwa ibunya kurang ngajak ngomong atau bilang jika telinga anak bermasalah. Lebih baik diperiksakan ke dokter, apa benar kuping anak error? Atau bawa langsung aja ke psikolog anak.

Mengapa telinga? Karena anak akan belajar bicara melalui pendengaran. Jika kupingnya error atau tersumbat maka otomatis pendengarannya kurang dan ia kurang lancar juga belajar ngomong.

Terlalu Banyak Nonton Gadget

Salah satu nasehat dari pak psikolog adalah jangan nyalakan gadget apapun. Misalnya HP, laptop, TV. Karena ternyata penyebab speech delay si Saladin adalah kebanyakan nonton video.



Kurang Stimulasi

Pernah lihat anak main sendiri sementara ibunya sibuk bergosip? Jangan ditiru ya karena bisa jadi anak dicuekin dan kurang mendapatkan stimulasi. Jadi kalau terapi wicara tuh sebenarnya salah satu cara untuk menstimulasi anak agar cepat bisa berbicara.

Meski sudah terapi wicara tetap distimulasi di rumah ya. Anak ditatap matanya lalu diajak bicara, dibacakan dongeng, dll. Nanti lama-lama dia akan meniru lalu ngomong deh.

Nahh gimana, udah tahu apa saja penyebab speech delay? Yuk semangat dan telaten untuk stimulasi serta off gadget apapun. Nanti anak akan bisa berceloteh dengan indahnya dan meramaikan rumah.

 

 

 

Rabu, 10 Januari 2024

Review Novel Gadis Kretek, Cewek kok Merokok?

  

Haissh dari judulnya udh provokatif. Sorry ya, perlu klean tau kalo daku tuh biasa aja ama smoker. Suamiku juga merokok. Tapi gara-gara seriesnya hits maka daku jadi baca bukunya lalu nulis review novel Gadis Kretek.

 

Ini data bukunya:

Penulis: Ratih Kumala

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun: 2012

 

Dikisahkan Pak Raya (Soeraja) sedang sakit keras karena stroke dan kanker. Dia ingin agar putra bungsunya, Lebas, mencari Jeng Yah. Lebas bingung karena petunjuknya hanya foto dan surat yang sudah tua.

 

Lebas memenuhi permintaan sang ayah. Di tengah perjalanan ia ditemani oleh sang kakak. Mereka juga bingung, siapa Jeng Yah? Mengapa sang ibu cemburu  ketika nama itu disebut?

 


Dengan uang dan fasilitas sang ayah, Lebas berusaha mencari Jeng Yah tanpa pusing mikirin biaya bensin dll. Raya adalah orang kaya yang old money berkat bisnis rokoknya.

 

Alur yang Maju-Mundur Cantik

 

Dalam review novel Gadis Kretek maka daku bisa bilang kalau alurnya maju - mundur. Tiba-tiba pembaca terlempar ke masa lalu, saat Indonesia masih dijajah Jepang. Ada Idroes Moeria yang membuat bisnis rokok setelah bossnya berhenti (karena penjajahan).



 

Namun Idroes mendapatkan pesaing yakni Soejagad, mantan rekan kerjanya. Mereka tak hanya berusaha memasarkan rokok produksi masing-masing. Namun juga berebut perhatian dari Roemaisa (Roem) sang gadis desa.

 

Beruntung Idroes diterima saat melamar Roem. Pertama karena ia bisa baca-tulis (dan Jagad tidak). Kedua, sang mertua tertarik dengan bisnis rokoknya.

 

Pembaca kembali ke masa depan dengan Lebas yang kebingungan. Apakah Jeng Yah mantan pacar ayahnya? Ia pergi ke Magelang dan Kudus untuk mencari petunjuk, karena perusahaan rokok ayahnya berakar dari 2 tempat itu.

 

Kemunculan Dasiyah

 

Setting kembali ke masa lalu ketika Idroes dan Roem bersatu kembalik setelah ia diculik oleh penjajah. Roem sangat bahagia, apalagi setelah itu ia hamil dan melahirkan seorang putri cantik bernama Dasiyah. Kemudian lahirlah Rukayah.

 


Dasiyah tumbuh menjadi gadis yang mencintai kretek dan aroma tembakau. Ia dipercaya sang ayah untuk membantu mengelola usahanya. Bahkan Dasiyah punya merek rokok sendiri bernama ‘Gadis Kretek’ dengan formula saus yang dia buat sendiri.

 

Saat Dasiyah memasarkan rokok mereknya, ia bertemu dengan Soeraja (dibaca Suraya). Raya akhirnya bekerja di pabrik rokok milik Idroes dan berhasil mencuri hati Dasiyah. Namun mereka gagal menikah dan Dasiyah memukul kepala Raya dengan lampu kerosene!



 

Mengapa Dasiyah begitu marah? Apakah ia cemburu berat atau ada sebab yang lain? Berhasilkah Lebas menemukan Dasiyah? Baca sendiri yuk.

 

Apakah Novel Ini Mendukung Penyebaran Rokok?

 

Mungkin banyak pembaca yang bingung, mengapa sih judulnya Gadis Kretek? Bukannya regulasinya makin ketat dan harganya dinaikkan tiap tahun? Kok malah Ratih Kumala bikin cerita tentang rokok?

                     Ratih Kumala

 

Jangan marah dulu gaeees. Pertama, ini cerita fiksi sejarah dan sejarah industri rokok di Indonesia tuh udah lamaa, bahkan sejak era penjajahan (atau era kerajaan) sudah ada rokok tingwe (linting dewe). Rokok kretek dinamai kretek karena saat dibakar berbunyi ‘kretek-kretek’.

 

Kedua, daku bikin review Novel Gadis Kretek dan baru paham maksud dari penulisnya. Ada sindiran-sindiran halus tentang rokok. Ketika Dasiyah masih bayi, sang ibu marah-marah karena para tetangga datang (dengan alasan ingin menjaga plasenta Dasiyah yang dikubur-biasanya di dekat rumahnya). Roem marah karena mereka menjaga sambil merokok dan takut bayinya akan keracunan asap rokok.

 

Perjuangan Dasiyah demi Cita-Citanya

 

Yang dititikberatkan dari Gadis Kretek adalah perjuangan Dasiyah. Sebagai gadis muda yang kaya, ia punya privilege dan dipercaya oleh sang ayah. Namun ia tetap bekerja keras demi kemajuan bisnis keluarganya, dan bereksperimen membuat saus rokok yang enak.


 

Nah, gimana, klean masih pengen baca atau nonton seriesnya setelah baca review novel Gadis Kretek? Buku ini sangat worth it untuk dimiliki dan dibaca karena ada percikan semangat perjuangan Dasiyah. Atau klean udah baca novelnya sejak lama?

Senin, 08 Januari 2024

Anakku Membully Temannya? Oh Tidaaak!

 

“Bunda, mohon Saladin diberi tahu kalau menjauh dari G, karena mereka sering bertengkar.”

Pesan yang masuk ke ponselku membuat galau. Anakku bertengkar di sekolah? Setelah bunda guru mengirim chat maka daku langsung bertanya ke Bunda Wanda, sang kepala sekolah.

Ternyata benar kalau Saladin (saat itu 10 tahun) sering ribut dengan G, teman sekelasnya. Bahkan ibunya G juga berpesan agar anaknya tidak boleh dekat-dekat Saladin karena…merasa di-bully.

ANAKKU MEMBULLY TEMANNYA? OH TIDAAAK!

Setelah itu daku interogasi Saladin. Awalnya dia tidak ingin bertengkar (karena di sekolah juga diajari untuk punya rasa kasih-sayang ke semua teman). 


 

Namun dia suka iseng dan bercanda ke semua temannya.

Bercandaan Saladin tuh dengan cara pura-pura menggigit pipi temannya. Nah ketika dia ingin bercanda dengan G, ibunya datang (karena sudah jam pulang) lalu ketakutan. Jadilah Saladin dibilang suka merundung dan menggigit sembarangan.

Meluruskan Kesalahan

Setelah itu daku langsung meminta maaf ke ibunya G. Namun hanya dibalas dengan ekspresi datar. Tidak apa-apa, yang penting daku sudah meluruskan bahwa Saladin hanya bercanda dan tidak ingin merundung siapapun.

Lalu kuingat-ingat mengapa Saladin suka bercanda sambil berpura-pura menggigit? Ternyata semua dari kesalahanku….


 

Dulu Saladin waktu bayi dan balita badannya besar dan menggemaskan. Daku suka menggodanya sambil berpura-pura ingin menggigit pahanya. Karena dilakukan berulang-ulang maka Saladin menganggap bahwa menggigit adalah salah satu cara untuk bercanda, tetapi diartikan lain oleh ibunya G yang ketakutan.

Salah Paham

Dari penjelasan bunda guru, ternyata G dan Saladin sering bertengkar karena satu kesalahpahaman yang lain. Saladin kadang ketiduran di kelas lalu pas klesotan dia digoda oleh G. Si G yang memang suka menyanyi langsung nyanyi gini “Saladin bobok oh Saladin bobok” (dengan nada lagu nina bobok.

Namun Saladin salah tangkap dan dia mengira bahwa si G mengejeknya karena suka tidur di kelas. Jadilah dua anak lelaki itu sering ribut dan akhirnya selalu dipisah oleh bunda guru.

Akhirnya

Setelah berdamai maka teman-teman Saladin juga mengantisipasi. G dan Saladin diajak main oleh geng yang berbeda (saat jam istirahat) agar mereka tak saling ribut.


 

Nahh, kalau anak dituduh membully jangan panik dulu. Pastikan untuk cross-check ke guru, kepala sekolah, dan teman-temannya anak. Dari berbagai sisi baru bisa didapatkan mengapa anak bersikap seperti itu.

Akan tetapi jangan emosi berlebihan dan membela anak habis-habisan karena yakin bahwa ia tidak pernah membully. Karena seperti pada kasus Saladin, yang terjadi adalah kesalahpahaman yang harus diluruskan.

Jangan pula memarahi anak karena dianggap punya kelakuan yang memalukan, bahkan sampai main fisik (mencubit atau yang lain). JANGAN PUKUL ANAK-ANAK YA, BAHAYA!

Daku yakin kok tiap anak itu punya rasa kasih sayang yang besar. Yang penting saat di rumah dia juga dikasihi, dipeluk, dicium, dan dihargai, sehingga tangki cintanya juga selalu penuh. Jangan ragu untuk mengekspresikan cinta ke anak-anak ya.

Kamis, 04 Januari 2024

Tips Mendampingi Anak Saat Ikut Lomba Mewarnai

 

Siapa nih yang anaknya suka ikut lomba mewarnai? Ikut lomba emang seru ya dan saat anak berlomba maka bundanya bisa sekalian refreshing, wkwkwk. Modal untuk lomba mewarna (yang beginner) juga tak terlalu mahal. Paling Cuma beli krayon atau pensil warna, meja lipat, dan bayar biaya pendaftaran lomba.


 

Lantas bagaimana cara agar anak sukses ketika ikut lomba mewarnai? Dileskan bisa, atau belajar sendiri (dari video tutorial) dan langsung praktek. Saat lomba tinggal mewarna nih. Ketika anak mewarnai, bundanya bagaimana? Nih daku kasih tips agar baik anak maupun bundanya sama-sama senang:

1. Jangan Terlalu Mengatur Anak

Ada ibu yang niat awalnya mendapingi anak berlomba. Namun sayangnya ia terlalu mengatur. Misalnya anak ingin pakai krayon warna biru malah disuruh pakai warna hijau. Saat anaknya berkreasi malah dimarahi. Lah yang ikut lomba itu anak atau ibunya?

Saat anak terlalu diatur maka ia akan pusing dan malas untuk ikut lomba lagi. Menyemangati anak boleh tapi jangan terlalu diperintah.

2. Persiapkan Alat Mewarna Sehari Sebelumnya


 

Kalau mau lomba, persiapannya kudu benar-benar matang alias jangan geradakan di hari-H. Pastikan semua alat mewarna sudah lengkap dan bersih. Begitu juga dengan meja lipatnya. Kalau tidak disiapkan bisa jadi ada yang ketinggalan.

3. Survey Lokasi Lomba

Lomba mewarna diadakan di mana? Minimal sehari sebelumnya survey dulu yuk di mana tempatnya. Kalau sudah tahu tempatnya maka saat hari-H akan tenang dan langsung ke sana tanpa takut kesasar atau terlambat.

4. Beri Motivasi

Sebelum ikut lomba, anak wajib diberi motivasi. Tiap hari ya kasih semangatnya biar dia juga senang berkompetisi. Dengan dukungan dari orang tua maka anak tidak akan pernah kapok untuk mengikuti lomba apapun.


 

5. Jangan Terlambat

Satu yang paling penting  saat akan mengikuti lomba: jangan pernah terlambat! Kalau telat datang maka anak bisa panik dan berpengaruh pada psikisnya. Akibatnya dia akan mewarnai dengan kurang bagus dan bisa kalah. Jangan sengaja nelat karena sebagai ortu, kita harus mengajarkan anak untuk datang tepat waktu.

6. Jangan Beli Piala

Saat Saladin masih TK, dia pernah ikut senam bersama sekaligus lomba menghias tampah. Namun ada dispensasi sehingga tidak wajib ikut lombanya. Ketika itu daku jalan-jalan di luar arena lomba lalu kaget karena ada booth yang menjual piala!

OMG! Setelah itu daku baru sadar bahwa arena perlombaan anak-anak adalah peluang bisnis bagi banyak orang. Namun sayang ada yang menjual piala bagi anak yang kalah.


 

Lah gimana? Anak yang kalah kok malah dikasih piala? Sama aja dengan mengajari anak bahwa di kehidupan dia akan selalu menang. Padahal seharusnya anak diajari untuk menerima kekalahan dan bersikap fair.

Menemani anak ketika lomba mewarnai memang butuh berbagai persiapan, baik fisik maupun mental. Jangan lupa juga untuk bawa uang yang banyak agar setelah berlomba ia bisa jajan. Gimana, anak masih suka ikut lomba atau lebih suka main di rumah?