Selasa, 05 Mei 2026

Kena Writer’s Block, Tolong!

 

Layar laptop berpendar selama berjam-jam tapi tidak ada satu kata pun di sana. Satu huruf pun tidak ada. Bagaimana ini, padahal sudah ingin menulis tapi malah buntu! Tolong, aku kena writer’s block! Tidaaaak!

Kondisi ini sangat wajar apalagi jika kegiatan klean sangat padat atau otak di-push untuk menulis banyak dan tiap hari deadline-nya ketat. Maunya berkreasi tapi malah tiada inspirasi. Sudah baca berlembar-lembar buku tapi nihil, bagaimana solusinya?

Jalan Kaki

Siapa yang suka jalan pagi? Beberapa bulan ini daku lagi demen jalan pagi, baru 1,5 kilometer sih, tapi lumayan untuk pemula. Manfaat jalan pagi selain bisa mendapatkan vitamin D (dari sinar matahari) juga bikin otak rileks. Akhirnya ide-ide keluar dan tidak writer’s block lagi.

Pindah Tempat Menulis

Biasanya orang yang dominan otak kanan lebih mudah bosan akan rutinitas. Kalau penulis (yang rata-rata pakai otak kanan) bagaimana? Ya bisa dengan pindah tempat menulis. Capek mengetik di ruang tengah, pindah ke teras, ke kamar, atau dapur.

Read: Membaca di Perpustakaan Umum Kota Malang

Daku biasanya pindah tempat menulis di Perpustakaan Umum Kota Malang yang memang berisi banyak buku, tempatnya bersih dan adem, serta gratis. Kalau yang enggak di Malang? Caranya cari perpustakaan pemerintah di daerah klean sendiri. Atau pindah menulis di kafe tapi pastikan di jam sepi (misalnya pas baru buka) biar enggak terlalu berisik.

Melakukan Hobi Lain

Katanya sih manusia harus punya minimal 2 hobi. Pertama yang bisa menghasilkan cuan. Kedua hobi yang bikin perasaan bahagia dan otak rileks.

Nah, karena daku sudah menjadikan menulis sebagai hobi yang menghasilkan uang, maka butuh hobi lain. Misalnya memasak, bikin kue, dan menggambar. Kalau sudah stuck menulis ya berkreasi di bidang lain, hati senang, ide lancar.

Makan Enak

Happy tummy happy writer. Coba deh pancing mood menulis dengan makan enak. Bisa dengan pesan makanan online atau eksperimen resep sendiri di rumah. Setelah kenyang lalu menulis? Bisa jadi ngantuk malah, wkwkkw. Makanya banyak penulis yang nyetok kopi buat teman berkarya.

Mandi

Mandi pagi sudah biasa. Hayo, siapa yang mandinya masih kesiangan? Jangan diulangi ya, cantik / ganteng kok malas mandi dan bau badan?

Jika memang sedang writer’s block maka segera mandi, keramas, dan rasakan bedanya. Badan segar, wangi, hati pun senang. Menulis insya Allah jadi lancar.

Tidur

Lho, kok malah tidur? Klean perlu tahu ya walau ‘hanya’ menulis tapi juga membuat otak lelah. Jangan paksakan untuk begadang (jika memang tidak ada deadline ketat). Lebih baik tidur sebentar habis isya’ lalu bangun sebelum fajar untuk menulis. Rasakan deh, setelah tidur, mood menulis bisa balik lagi.

Tidak Menulis

Tidak ada salahnya ambil libur menulis. Bahkan ketika dulu daku kerja sebagai penulis artikel dan opini di sebuah media online, ada hari liburnya juga kok (biasanya Minggu). Tidak menulis bukanlah dosa (jika memang tak ada deadline ketat).

Manfaatkan jeda nulis dengan melakukan hal lain, yang mungkin sudah lama tidak dilakukan. Misalnya siram-siram tanaman, deep cleaning dapur, decluttering rumah, dll. BTW ada salah satu penulis yang cerita kalau doski dapat inspirasi cerpen setelah melihat stoples garam dan gula di dapur. Nah kan, bebersih dapur juga bisa menjaring ide baru.

Kalau sedang writer’s block jangan galau gundah merana dan akhirnya makan 2 porsi nasi bungkus sebagai pelampiasan (nanti obesitas). Sebenarnya otak bisa dimanipulasi agar bisa produktif lagi. Tapi kalau sudah benar-benar lelah, jangan dipaksakan, tidak ada salahnya mengambil libur lalu jalan-jalan, atau puas-puasin tidur siang.

Klean ada yang pernah kena writer’s block?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar