Layar laptop berpendar
selama berjam-jam tapi tidak ada satu kata pun di sana. Satu huruf pun tidak
ada. Bagaimana ini, padahal sudah ingin menulis tapi malah buntu! Tolong, aku
kena writer’s block! Tidaaaak!
Kondisi ini sangat
wajar apalagi jika kegiatan klean sangat padat atau otak di-push untuk menulis banyak dan tiap hari deadline-nya ketat. Maunya berkreasi
tapi malah tiada inspirasi. Sudah baca berlembar-lembar buku tapi nihil,
bagaimana solusinya?
Jalan
Kaki
Siapa yang suka jalan
pagi? Beberapa bulan ini daku lagi demen jalan
pagi, baru 1,5 kilometer sih, tapi lumayan untuk pemula. Manfaat jalan pagi
selain bisa mendapatkan vitamin D (dari sinar matahari) juga bikin otak rileks.
Akhirnya ide-ide keluar dan tidak writer’s
block lagi.
Pindah
Tempat Menulis
Biasanya orang yang
dominan otak kanan lebih mudah bosan akan rutinitas. Kalau penulis (yang
rata-rata pakai otak kanan) bagaimana? Ya bisa dengan pindah tempat menulis. Capek
mengetik di ruang tengah, pindah ke teras, ke kamar, atau dapur.
Read: Membaca di Perpustakaan Umum Kota Malang
Daku biasanya pindah
tempat menulis di Perpustakaan Umum Kota Malang yang memang berisi banyak buku,
tempatnya bersih dan adem, serta gratis.
Kalau yang enggak di Malang? Caranya cari perpustakaan pemerintah di daerah
klean sendiri. Atau pindah menulis di kafe tapi pastikan di jam sepi (misalnya
pas baru buka) biar enggak terlalu berisik.
Melakukan
Hobi Lain
Katanya sih manusia
harus punya minimal 2 hobi. Pertama yang bisa menghasilkan cuan. Kedua hobi
yang bikin perasaan bahagia dan otak rileks.
Nah, karena daku sudah menjadikan
menulis sebagai hobi yang menghasilkan uang, maka butuh hobi lain. Misalnya
memasak, bikin kue, dan menggambar. Kalau sudah stuck menulis ya berkreasi di bidang lain, hati senang, ide lancar.
Makan
Enak
Happy tummy happy
writer. Coba deh pancing mood menulis
dengan makan enak. Bisa dengan pesan makanan online atau eksperimen resep sendiri di rumah. Setelah kenyang lalu
menulis? Bisa jadi ngantuk malah, wkwkkw. Makanya banyak penulis yang nyetok
kopi buat teman berkarya.
Mandi
Mandi pagi sudah biasa.
Hayo, siapa yang mandinya masih kesiangan? Jangan diulangi ya, cantik / ganteng
kok malas mandi dan bau badan?
Jika memang sedang writer’s block maka segera mandi,
keramas, dan rasakan bedanya. Badan segar, wangi, hati pun senang. Menulis insya
Allah jadi lancar.
Tidur
Lho, kok malah tidur? Klean
perlu tahu ya walau ‘hanya’ menulis tapi juga membuat otak lelah. Jangan paksakan
untuk begadang (jika memang tidak ada deadline
ketat). Lebih baik tidur sebentar habis isya’ lalu bangun sebelum fajar
untuk menulis. Rasakan deh, setelah tidur, mood menulis bisa balik lagi.
Tidak
Menulis
Tidak ada salahnya
ambil libur menulis. Bahkan ketika dulu daku kerja sebagai penulis artikel dan
opini di sebuah media online, ada
hari liburnya juga kok (biasanya Minggu). Tidak menulis bukanlah dosa (jika
memang tak ada deadline ketat).
Manfaatkan jeda nulis
dengan melakukan hal lain, yang mungkin sudah lama tidak dilakukan. Misalnya siram-siram
tanaman, deep cleaning dapur, decluttering rumah, dll. BTW ada salah
satu penulis yang cerita kalau doski dapat inspirasi cerpen setelah melihat stoples
garam dan gula di dapur. Nah kan, bebersih dapur juga bisa menjaring ide baru.
Kalau sedang writer’s block jangan galau gundah
merana dan akhirnya makan 2 porsi nasi bungkus sebagai pelampiasan (nanti
obesitas). Sebenarnya otak bisa dimanipulasi agar bisa produktif lagi. Tapi
kalau sudah benar-benar lelah, jangan dipaksakan, tidak ada salahnya mengambil
libur lalu jalan-jalan, atau puas-puasin tidur siang.
Klean ada yang pernah
kena writer’s block?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar