Jumat, 14 April 2023

Gigimu Infeksi? Bisa Sebabkan Sakit Gusi Lho, Ini Cara Mengatasinya

 

Pernah gak sih ngerasain gigi sakit, kepala senut-senut, dan gusi bengkak? Pengen nangis rasanya karena buat buka mulut aja susah. Mau makan juga sulit karena kesusahan mengunyah, dan kamu akhirnya minum susu aja ketika lapar. Gusi dan gigi yang nyeri memang menyiksa, dan ada beberapa penyebab sakit gusi. Salah satunya karena kurang konsumsi vitamin C.

Infeksi Pada Gigi Bisa Menyebabkan Rasa Sakit Pada Gusi

Saat infeksi gigi dan sakit gusi, enggak boleh disepelekan lho! Karena bisa berakibat buruk pada kesehatan mulut, dan gusi juga akan sakit. Selain membuat susah makan juga bikin susah tidur. 

                            sumber gambar: Freepik
 

Oleh karena itu yuk jaga kesehatan tubuh, terutama mulut dan gigi. Kalau bersih dan sehat pasti gak bakal sakit gusi dan infeksi gigi. Kalau gigi dan gusi sehat selain makannya enak juga enggak susah lagi untuk buka mulut saat mau bicara di depan umum.

Mengapa Infeksi Gigi Bisa Sebabkan Rasa Sakit Pada Gusi?

Kalau giginya sakit sampai infeksi mengapa ya gusinya juga ikutan sakit? Gigi yang infeksi menjadi penyebab sakit gusi karena ketika kondisi gigi kotor sampai infeksi, terjadi penumpukan plak (kotoran). Plak tersebut akan membuat gigi dan gusi sakit, karena terdapat bakteri streptococcus mutans dan lactobacillus.

                                    Sumber gambar: Freepik
 

Selain itu, gusi merupakan tempat tumbuhnya gigi. Kalau giginya infeksi, otomatis gusinya juga ikut sakit. Oleh karena itu kita wajib untuk mencegah infeksi pada gigi dan gusi dengan jaga kebersihan dan pola makan.

Cara Mengatasi Infeksi Gigi agar Tidak Sakit Gusi

Nah kalau kamu sudah terlanjur infeksi gigi, jangan nangis dulu. Masih bisa diatasi dengan cara-cara ini ya:

1. Rajin Gosok Gigi

Penyebab sakit gusi yang pertama adalah kondisi gigi yang kotor. Kalau malas gosok gigi, kotoran menumpuk dan jadi plak, lalu gusi bisa bengkak dan sakit. Jadi kamu wajib rajin membersihkan gigi ya! Pastikan rajin gosok gigi dengan pasta gigi ber-flouride. Sehari minimal 3 kali, saat mandi pagi, sore, dan sebelum tidur.

                                       Sumber gambar: Freepik
 

2. Mengurangi Konsumsi Gula

Hayo, siapa suka makan kue manis? Sudah makan yang manis, minumannya juga mengandung gula seperti es teh atau es jeruk.

Makanan dan minuman manis memang enak di mulut. Namun sayangnya gula di dalamnya mengandung bakteri streptococcus mutans. Gara-gara bakteri ini gigi dan gusimu sakit karena ada penumpukan plak pada gigi. Jadi coba kurangi ya kebiasaan makan atau minum yang manis-manis.

3. Banyak Minum Air Putih

Kalau kamu sudah berhasil mengurangi kebiasaan minum manis, saatnya untuk minum air putih. Sudah minum 8 gelas air putih hari ini? Selain mencegah dehidrasi, mengkonsumsi air putih juga bisa mencegah sakit gigi dan gusi, lho!

                                    Sumber gambar: Freepik
 

Dengan minum air putih secara teratur maka akan membuat produksi air liur di mulut. Air liur ternyata berguna lho untuk melindungi enamel gigi. Penyebabnya karena air liur mengandung fluoride, phosphate ion, dan juga kalsium. Jika enamel gigi terproteksi maka gigi akan sehat dan gusi tidak mudah bengkak.

4. Rajin Mengkonsumsi Vitamin C

Gusi yang sakit dan berdarah karena infeksi bisa juga dicegah dengan rajin mengkonsumsi vitamin C. Kamu bisa makan buah jeruk dan stroberi yang mengandung vitamin C, enak, segar, dan berkhasiat. Dengan vitamin C yang cukup maka gusi sehat dan tak mudah sariawan.

5. Rajin Periksa ke Dokter Gigi

Siapa yang baru mau datang ke dokter gigi kalau gigi dan gusinya sudah terlanjur sakit? Sebenarnya ada anjuran untuk datang ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali. Jadi, walau gigi atau gusinya enggak sakit, periksa aja ke sana.

Nanti dokter gigi akan memeriksa apakah gigi dan gusinya sehat? Dengan pemeriksaan maka akan dilihat apakah ada plak pada gigi, dan bisa dibersihkan agar gusimu juga tidak sakit.

Mengatasi Sakit Gusi dengan Cooling5 Plus

Sakit gigi dan gusi bisa diatasi dengan menjaga kebersihan rongga mulut. Saat gigi dan gusimu sakit jangan khawatir ya. Ada Cooling5 Plus yang bisa mengatasinya.

 


Cooling5 Plus adalah obat semprot yang bisa mengatasi sakit gigi dan gusi. Kalau gusimu bengkak, semprot saja dengan Cooling5 Plus. Sangat praktis karena tinggal semprot lalu gusi yang sakit akan cepat sembuh.

Dalam satu botol Cooling5 Plus isinya 15 mililiter. Cooling5 Plus mengandung Benzocaine 3 mg dan Phenol 5 mg. Khasiat dari kedua zat ini adalah meredakan nyeri di gigi dan gusi dan mengatasi sariawan. 


 

Ini nih rekomendasi obat sakit gigi yang ampuh, termasuk Cooling5 Plus, klik ya. Nah kalau kamu merasa nyeri karena tumbuh gigi geraham bungsu, juga bisa diatasi dengan semprotan Cooling5 Plus. Anak-anak di atas usia 6 tahun juga boleh kok disemprot Cooling5 Plus jika sedang sakit gigi, sariawan, atau sakit gusi karena tumbuh gigi dewasa. Kamu bisa dapatkan Cooling5 Plus di apotik-apotik terdekat.

Jangan khawatir karena Cooling5 Plus bisa dibeli bebas tanpa resep dari dokter. Cooling5 Plus wajib disimpan di kotak P3K karena khasiatnya bagus untuk menjaga kesehatan rongga mulut dan bisa mengatasi berbagai penyebab sakit gusi. Yuk beli Cooling5 Plus agar mulut segar dan mengatasi sakit gigi serta gusi.

Sudah 12 Tahun Tidak Mudik ke Jepara, Rasanya….

 

Lebaran mudik ke mana?

Kalau duluu ditanya begini pasti jawabannya sama: ke Jateng, tepatnya di kota kecil bernama Jepara. Yak, leluhurku bermukim di sana. Meski sekarang tinggal satu yakni Mbah Oko (kakek) yang sekarang usianya around 90 years old.

Tapi sekarang kalau ditanya mudik ke mana? Jawabannya simple: loncat kecamatan, wkwkwk.

Alhamdulillah ya nikmatnya kalau punya suami yang rumah asalnya di kota yang sama. Jadilah nanti lebaranku di daerah Blimbing, Kota Malang. Di rumah ibu mertua tercinta.

Loh, jadi sebenernya Avizena ini orang mana? Wkwkkw jadi bingung yak. Mamaku tinggal di Malang juga tapi beliau (dan papa) asli Jepara, jadi kalau mudik ke Jepara. 

                                                  Aku dan Mbah Uti (alm)
 

Makanya dulu (zaman gadis) lebaran ya ngikut aja ke sana. Tapi setelah nikah otomatis lebarannya di rumah mertua. Dekat. Praktis. Hemat bensin. Plus, Saladin gak bakal cranky karena diajak mudik jalur darat selama 8-9 jam.

Kangen Juga Lebaran di Jepara

Tapi kadang kangen juga lebaran di Jepara. Di sana ramai banget, apalagi pas hari-H tamu gak habis-habis.

Jadi ingat dulu waktu masih sekolah (SMP-SMA) sering bantuin alm Mbah Uti untuk jualan. Toko beliau tutup tapi anak-anak pada beli lewat pintu samping. Beli es krim, mumpung dapat angpao.

Kalau di Jepara jelas banyak saudara ya, om, tante, bude, kakak sepupu, adik sepupu. Bisa makan tape ketan hijau (sementara di Malang tapenya ketan hitam).

Lebaran di Jepara berarti main ke pantai. Pulangnya biasanya diajak Papa mampir ke warung bakso. Asyik lah pokoknya.

Lebaran di Malang Gimana?

Ternyata setelah lama banget gak berlebaran di Jepara, lebih suka lebaran di Malang. Selain hemat uang transportasi, juga gak takut kepanasan (Jepara panas banget!). 


 

Lebaran di Malang juga asyik meski ramainya hanya di hari pertama, sedangkan di hari kedua sudah goleran sambil nonton film. Bagiku, lebaran di mana saja bahagia asal bersamanya, wkwkkw. Benar-benar ‘rumah adalah di mana hatimu berada’

Kalau klean lebarannya di mana?

Minggu, 09 April 2023

Gimana Rasanya Ramadan di Taiwan?

 

Hai teman-teman gimana puasanya? Moga lancar terus ya. Kali ini daku mau cerita eh maksudnya memaparkan hasil wawancara dengan Mr. Dimas B Prasetya, seorang warga Indonesia yang pernah kerja di Taiwan selama 4 tahun. Eh tapi sekarang beliau bermukim di Belanda. BTW, seperti apa ya Ramadan di Taiwan? Kan beda jauh ama di Indonesia.

Pengalaman Puasa di Taiwan


 

Ternyata Ramadan di Taiwan menurut beliau tidak terlalu susah karena saat musim panas, durasi puasanya hampir sama dengan di Indonesia yakni hampir 15 jam. Beda sekitar 30-60 menit aja. Wah enggak terlalu berat sih ya. Kalau puasa di Eropa saat musim panas malah durasinya bisa 17-19 jam.

Teman-teman bisa baca juga: Puasa di Belanda yang Rasanya Kayak Gini

Walau durasinya tidak terlalu berbeda tetapi nuansanya tetap beda dong karena di sana kan beda jauh ama di Indonesia. Maksudnya enggak ada yang patrol saat sahur, enggak ada perang petasan. Ramadan di Taiwan benar-benar jadi pengalaman yang berbeda.

Nuansa yang berbeda yang bikin Mr. Dimas kangen dengan suasana Ramadan di Indonesia, kangen suara tadarusan, salat tarawih berjamaah, dll. Namun beliau tetap tegar menjalaninya dan bekerja seperti biasa.


 

Nah kalau di Indonesia kan jam kerja biasanya dikurangi, pulangnya lebih siang dikit gitu ya. Kalau di Taiwan ya enggak lah karena bossnya kan enggak puasa. Akan tetapi tidak ada tips khusus selama puasa di negeri orang, maksudnya saat sahur ya menunya biasa aja, tidak ditambah suplemen khusus.

Alhamdulillah Masih Boleh Puasa

Ehm sebenarnya ini topik yang agak sensitif. Kenyataannya, ada pekerja di sana yang dilarang berpuasa oleh sang boss/majikan, terutama yang jadi TKI/TKW. Daku pernah baca di sebuah buku antologi dan benar, penulisnya bilang kalau selama beliau kerja di sana, dilarang berpuasa lalu sahur diam-diam.

Tapi Alhamdulillah Mr. Dimas masih dibolehkan puasa, wah bossnya demokratis nih. Jadi lancar ya melewati Ramadan di Taiwan.

Namun ada hal yang membuat puasa di negeri orang jadi tantangan karena susah cari masjid. Mr. Dimas dulu bermukim di  Kaohsiung, Taiwan, dan hanya ada 1 masjid di sana.

Nah seperti ini cerita Ramadan di Taiwan. Menjalani puasa di negara yang berbeda tentu tantangannya juga berbeda. Semoga menambah pengetahuan teman-teman ya.