Jumat, 17 April 2026

TOLONG! SALADIN KABUR LAGI!

 

Judulnya memang sengaja dibuat besar untuk menampakkan kepanikan. Bagaimana daku tidak pusing dan sedih kalau Saladin, 13 tahun, berlari menerobos hujan sendirian? Apalagi saat itu ayahnya sedang keluar kota sehingga tidak ada yang membantuku. Begini cerita lengkapnya.

Hari minggu tanggal 12 April 2026. Daku ada 2 rencana: menghadiri arisan PKK RT jam 16:00 dan mengunjungi rumah ibu mertua jam 18:00 (kami tinggal di satu kota). Saladin sudah kuberi tahu jauh-jauh hari dan dia mau untuk ikut arisan (biasanya begitu, nempel bundanya, modus minta kue juga wkkwkwk).



Jam 16:00 kami datang ke rumah tetangga yang jadi host arisan. Saladin makan beberapa jenis snack tapi dia kaget karena undangan yang datang semakin banyak. Dia pun izin pulang duluan. Di sinilah kesalahanku karena membiarkannya bawa HP-ku (untuk menonton).

Kecemasan Dimulai

Sekitar 10 menit kemudian, hujan turun dengan deras. Saladin tiba-tiba datang sambil bawa tas ransel dan payung. Apa dia menjemput? Segera kususul tapi dia malah lari, menuju gerbang perumahan. TOLOOOONG, ANAKKU KABUR!

Saladin malah makin cepat larinya ketika kupanggil namanya. Dia belok kanan ke arah sekolahnya (yang letaknya dekat, sekitar 800 meter dari rumah). Akan tetapi di pertigaan dia malah belok kanan. Kalau belok kiri ke arah rumah ortuku, dan kalau kanan berarti ke rumah mertua.



Daku semakin kencang berlari, untung tidak kepeleset, padahal waktu itu hujan deras. Karena panik maka tidak sempat pinjam payung. Ada beberapa orang yang membantu untuk menangkap Saladin tapi gagal.

Kemudian ada seorang pria yang jadi penyelamat. Beliau, yang nongkrong di depan barbershop, kumintai tolong untuk membantu. Akhirnya si-mas membawa motor dan mencari Saladin (kuberi tahu clue-nya: anak laki-laki pakai payung). Eh ternyata….

Saved by Skatepark

Saladin malah belok ke sebuah skatepark dan dia memperlambat jalannya. Alhamdulillah akhirnya tertangkap. Ternyata dia numpang mau ke toilet di area skatepark tersebut.


Dengan gemetar dan keringat bercucuran, kupeluk Saladin erat-erat. Kupinjam HP yang ada di tangannya lalu memesan taksi online. Alhamdulillah ada driver yang mau ambil order-an padahal hujan semakin deras.

Sekitar 10 menit kemudian mobil taksi online datang. Alhamdulillah lagi pak sopirnya baik, tidak keberatan walau kala itu gamisku dalam keadaan basah. Setelah itu kulihat aplikasi peta dan ternyata…jarak dari rumahku ke rumah mertua adalah 6,8 kilometer!

Gara-Gara Hujan

Kok bisa Saladin punya ide untuk jalan kaki ke rumah neneknya? Itu karena salahku juga. Kubilang kalau misalnya hujan, tidak jadi berangkat tidak apa-apa ya? Karena rencananya kami berangkat diantar oleh adikku (naik motor) tapi pulangnya naik taksi online.

Mungkin Saladin takut tidak jadi berangkat makanya dia nekat jalan sendiri (dan menghemat uang). Padahal kebahagiaan anak lebih berharga daripada ongkos taksi (karena kami sudah cukup lama tidak bertandang ke rumah neneknya juga). Tidak apa-apa, penyesalan memang selalu ada di belakang, dan daku jadi belajar untuk lebih menepati janji (juga mengajari anak untuk lebih sabar).



FYI mengapa dia impulsive? Bagi klean yang baru pertama baca blog ini, Saladin adalah remaja ADHD dan kadang kumat macam begini. Makanya dia kuat jalan kaki, bahkan berlari, karena ketangguhan fisiknya jauh di atas rata-rata. Tentu saja daku harus mengarahkan agar kekuatannya untuk menolong orang lain, bukan untuk menyakiti, apalagi untuk kabur.

13 komentar:

  1. Duuuh..pasti panik sekali saat itu ya mba.. Tapi alhamdulillah, petualangan ananda saat itu dapat diakhiri dg selamat. Ini memjadi pelajaran juga utk kita semua ya... Salam sayang utk ananda, mba..

    BalasHapus
  2. Ya Allah mbak Avi,,,,saya jadi ikutan deg degan dan panik saat membaca tulisan ini. Saladin kabur,,,pasti mba Avi khawatirnya udah kek gimana. Alhamdulillah akhirnya bisa bertemu dan diajak pulang. Alhamdulillah bapak supir taksi nya abik ya mbak mau bawa meski baju basah basah kena air hujan

    BalasHapus
  3. Dek Saladin sekalian ajak bunda olahraga ya, dek. Aku ikut deg-deg an. Khawaatir dek Saladin sama bundanya jatoh, bun. Apalagi kan lagi hujan begitu. Alhamdulillah yang dikhawatirkan nggak terjadi.

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah Saladin selamat, ya. Alhamdulillah juga Mbak Avi gercep mengambil tindakan ketika ada sinyal Saladin mau pergi di tengah-tengah hujan. Walaupun jadinya basah kuyup, tapi beruntung supir taksi online-nya baik dan berkenan mengantar ke tujuan.

    Sehat-sehat selalu Saladin dan Mbak AVi

    BalasHapus
  5. Mbaaak, saya pun begitu lho sama anak. Kadang gak sadar sudah membuat janji atau bikin dia jadi berharap sesuatu, kemudian kita membatalkan gitu saja. Gak semua anak bisa menerima dengan mudahnya pembatalan itu. Dan akhirnya, terkadang bisa berbuah hal-hal yang tak diprediksi.

    Yha gitulah, jadi orang tua memang banyak seninyaaaa :D

    BalasHapus
  6. Kebayang uber-uberan Kak Avi dengan Saladin yang bikin ngos-ngosan, soalnya daku nguber ponakan waktu masih 5 th yang jalannya kenceng aja bikin engap hihi.
    Bismillah keluarga Bunda Saladin diberikan kesehatan selalu, dan berada di bawah lindungan Allah Yang Maha Pengasih

    BalasHapus
  7. Pasti paniklah mana hujan pula Mbak. Kebayang adegannya kaya di sineteron itu, kejar-kejaran dalam hujan tapi ini kisah nyata :( Aku bisa kebayang paniknya, kaya pas kucingku kabur, udah teriak-teriak aku karena emang ngg pernah kubolehkan keluar rumah. Duh Saladin, jangan bikin bunda pank lagi ya :)

    BalasHapus
  8. Ya Allah terbayang paniknya
    Mana hujan lagi ya... Alhamdulillah kalau akhirnya ketemu dan selamat semuanya
    Sehat selalu dan nurut sama ayah bunda ya anak ganteng

    Anak saya Fahmi juga berusia 13 tahun

    BalasHapus
  9. Mba Avi pasti panik sekali.. Alhamdulillah berhasil terkejar ya Saladinnya. Sepertinya sudah rindu sekali ya ingin segera ketemu nenek/kakeknya kah.. semoga selalu diberi kesehatan ya Mba

    BalasHapus
  10. ya Allah untung akhirnya Saladin berhasil dihentikan ya, mbak. saya kalau dalam kondisi begitu juga pasti panik sih anak tiba-tiba lari sendiri mana harinya juga hujan dan jaraknya lumayan jauh 5 km

    BalasHapus
  11. Untung ada Mas Barbershop dan akhirnya Saladin ketemu di skatepark. Peluk hangat buat Bundanya, ya. Menghadapi anak ADHD yang impulsif di tengah hujan deras sendirian pasti butuh ketangguhan mental yang luar biasa.
    Doa ssya Bunda selalu sehaaaaattt dan panjang sabarnya. Pengorbanan yang luar biasa dan butuh kekuatan besar yah

    BalasHapus
  12. Nggak kebayang panik e mbak Avii.. mana hujan dan dia nggak bawa payung. Aku yang baca sampe ndredeg.. 🥲

    Efek dia mikir kalau hujan nggak jadi, makanya kepikiran jalan kaki. Anaknya temenku juga ADHD mbak, di sekolah dua pakai guru shadow. Nah, pas tahu guru shadownya tuh g masuk, ribut lah di kelas minta nyusul di ketempat guru shadownya. Untung ada ibunya, jadi gercep ditenangin di halaman sekolah. 😳

    BalasHapus
  13. Kebayang banget tuh bunda paniknya. Aku aja yg bayangin ikutan ngejar ya, bukan nangkap (kok seolah kayak maling aja kalo menangkap) malah ikut was-was. Ya khawatir dia kepeleset, jatuh, tertabrak sesuatu, kan bahaya gt. Untungnya bunda gercep ya lgsg cari Saladin.

    Smg Saladin ga kenapa2 ya bun. Kasih pengertian baik2 aja. Mgkn Saladin blm mengerti maksud bundanya. Kalo hujan deras, ga jadi ke rumah nenek. Emg hs super pelan sih ya. Semangat trs bun.

    BalasHapus