Jumat, 20 Maret 2026

Review Film Brittany Runs a Marathon

 

Siapa suka lari pagi atau bahkan ikut lomba marathon? Nah kali ini daku mau cerita mengenai inti dari film Brittany Runs a Marathon. Si Brit ini bukan pelari profesional lho. Tapi mengapa dia nekat ikut lomba marathon? Yuk baca review selengkapnya di bawah ini.

Judul               : Brittany Runs a Marathon

Sutradara         : Paul Colaizzo

Pemain            : Jillian Bell, Michaella

Tahun              : 2019

Durasi              : 103 menit

Bisa ditonton di: PRIME Video

 

Brittany merasa hidupnya stuck, karirnya mandeg, sahabatnya Gretchen (yang tinggal sekamar dengannya) suka ngajak dugem sekaligus nge-bully. Dia juga sering terlambat datang saat bekerja sehingga berkali-kali dapat peringatan dari sang boss.



Ketika merasa tubuhnya tidak baik-baik saja, Brittany periksa ke dokter. Oleh pak dokter dia malah disuruh menurunkan berat badan dengan cara berolahraga. Menurut dokter, dia sudah masuk kategori obesitas dan berbahaya bagi kesehatannya.

Akan tetapi Brittany masih denial dan malah menuduh sang dokter macam-macam (ngeselin banget part ini). Namun akhirnya dia nurut dan memulai olahraga yang menurutnya paling gampang yakni berlari. Brit yang terpaksa jogging malah merasa ketagihan.

Sahabat Baru

Seorang wanita bernama Catherine tahu bahwa Brit selalu lari mengelilingi kompleks apartemen mereka. Lantas dia menawarkan Brit untuk ikut klub lari. Dia akhirnya ikut agar terus termotivasi dalam berolahraga.



Di klub lari, Brit bertemu lelaki yang ganteng tapi sayang sudah punya anak (dan pasangan). Dia, Brit, dan Catherine akhirnya sering lari bareng. Mereka bercita-cita untuk ikut lomba New York Marathon.

Hidup Baru

Selain sahabat baru, Brit juga punya hidup baru. Dia akhirnya jengah karena sang teman sekamar selalu merendahkannya. Lantas Brit pindah ke tempat kawan lamanya.

Tak disangka kawan lama (yang awalnya tampak kekanak-kanakan) ternyata cukup tampan dan mempesona. Akhirnya Brit malah naksir berat!



Akan tetapi hidup Brit seolah hampir berakhir karena kakinya cedera parah. Dia pun batal ikut lomba lari. Di tengah kesedihannya, dia pulang kampung dan tinggal lagi bersama keluarga kakaknya.

Di kampung, Brit tetap menerima pesan dari kawan-kawannya. Akankah dia kembali ke kota? Atau betah di kampung halaman? Teman-temannya memotivasi agar Brit mau ikut lomba lari lagi, tentu setelah dia pulih.

Kesanku Setelah Menonton Brittany Runs a Marathon

Ini film berdasarkan kisah nyata dan banyak yang memujinya karena benar-benar real. Bukan seperti film rom-com yang kadang kisahnya too good to be true. Pokoknya klean kudu nonton dan rasakan sendiri sensasinya.



Mengapa harus menonton? Karena Brittany benar-benar memotivasi. Dia berlari dengan pakaian dan sepatu yang ada di rumah (bukan dengan baju sport dan sepatu khusus yang mahal). Dia juga bertekad untuk lari mengelilingi satu blok dulu, dan perlahan meningkatkan jarak dan kecepatan.

Memang kita harus memulai di suatu tempat terlebih dahulu. Kalau mau memulai sesuatu ya mulai aja, seperti Brit yang berlari mulai dari jarak terdekat. Ayo semangat lagi untuk berolahraga, dan Brit memperlihatkan kalau lari benar-benar mengubah hidupnya.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar