Kamis, 20 September 2012

Manfaat Donor Darah


“Tass!” Jarum memasuki area kulit lipatan lengan yang telah disterilkan dengan alkohol. Ketika darah mulai mengalir ke kantong darah, sensasi tersendiri menggelitik tubuh. Setelah proses selesai, sebuah bungkusan berisi roti, susu, air mineral, serta kapsul penambah darah diberikan pada pendonor. Itulah sebagian gambaran proses transfusi darah.
Banyak orang yang ciut nyalinya dan takut akan berbagai resiko donor darah. Padahal, sebelum mendonorkan darah, calon pendonor harus melewati berbagai prosedur demi keamanan dirinya. Calon pendonor harus berusia sedikitnya 17 tahun, berbadan sehat, dan tidak sedang hamil atau menstruasi (bahkan wanita yang baru beberapa hari selesai haid dilarang menyumbangkan darahnya). Selain itu, calon pendonor harus memiliki berat badan minimal 45 kg, tekanan darah normal, melakukan donor darah minimal tiga bulan yang lalu, dan mengisi persyaratan lain di formulir donor darah (diantaranya tidak pernah tertular AIDS, Hepatitis C, dll).
Tetapi, tetap saja ada anggapan bahwa setelah melakukan donor darah, tubuh kita akan lemas dan melemah. Anggapan seperti itu salah, karena setelah melakukan donor kita diberi asupan manis seperti susu dan roti, untuk mempercepat proses pembentukan darah. Donor darah juga mempercepat proses penggantian sel-sel darah. Hasilnya, tubuh kita akan menjadi lebih sehat. Sel-sel darah dalam tubuh hanya mampu bertahan selama 100 hari. Jika darah tidak didonorkan, sel itu akan terbuang sia-sia.
Selain itu, donor darah juga dapat menghindarkan kita dari penyakit jantung dan kanker. Bagaimana bisa? Gaya hidup modern mengakibatkan kita lebih sering mengkonsumsi daging merah dan kurang asupan serat. Akibatnya, jumlah zat besi di tubuh kita terlalu banyak. Hasilnya, terbentuk radikal bebas yang dapat mengganggu kerja sel normal. Jika fungsi sel normal terganggu, kita akan beresiko terkena serangan jantung dan kanker.
Dengan rutin mendonorkan darah, radikal bebas yang terkandung dalam darah akan berkurang. Resiko terkena kanker dan serangan jantung pun akan berkurang.
Anda tidak usah takut tertular penyakit dari jarum yang digunakan. Jarum itu steril dan hanya digunakan sekali pakai. Tak usah gentar dengan anggapan pendonor rugi, karena menyumbang darahnya cuma-cuma, sedangkan Bank Darah mendapat untung karena menjual kantong darah. Biaya pembelian darah digunakan untuk memelihara  kantong darah dalam Bank Darah.
Dengan melakukan donor darah, otomatis kita juga menolong nyawa sesama manusia. Sekali kita melakukan donor, akan menolong tiga orang sekaligus. Karena satu kantong darah dapat diolah menjadi tiga bagian, sel darah merah, plasma, dan platelet.
Setelah sepuluh kali melakukan donor darah, anda juga  berhak memperoleh dispensasi biaya pengganti pengelolaan darah. Anda bisa memperoleh piagam donor darah setelah melakukan penyumbangan darah ke-10, 25, 50, 75, dan 100 kali. Biasanya, piagam donor darah untuk donor ke-50 diberikan oleh Presiden di Jakarta. Saat itu, anda berhak untuk bersalaman dengan beliau.
Tanggal 21 Juni ini diperingati sebagai hari donor darah. Selamat menyumbang darah, menolong sesama, dan menyehatkan diri sendiri.

Tulisan saya ini pernah dimuat di harian SURYA

Rabu, 19 September 2012

Evaluasi Tiap Hari

Mengapa menunggu tahun baru untuk membuat resolusi? Mengapa harus menunggu lebaran untuk meminta maaf? 
Sebaiknya kita mengevaluasi tindakan dan meminta maaf setiap hari..

The Masochist's Week

Moanday,
Tearsday,
Woundsday,
Fearsday,

Frightday,
Sufferday,
Stunday.

-anonim-

Negeri Kabut dan Pangeran Matahari


Pada suatu hari, ada sebuah kerajaan yang selalu diselimuti kabut yang sangat tebal, Negeri Kabut namanya. Kabut memayungi awan setiap hari, sehingga penduduk kerajaan tidak pernah melihat matahari. Hal ini menyebabkan mereka menjadi sakit-sakitan.
Raja pun gusar dengan keadaan ini. Akhirnya beliau membuat sayembara, siapa yang dapat menyingkirkan kabut, akan mendapat hadiah yang besar dari Raja. Para penduduk pun berbondong-bondong pergi ke istana untuk membuktikan kehebatannya dalam menyingkirkan kabut.
Peserta sayembara pertama adalah seorang yang sakti. Ia mengaku dapat menyingkirkan kabut hanya dengan membaca jampi-jampi. Tapi setelah ia berkomat-kamit membaca jampi dan mantra, kabut tak segera pindah.
Raja yang merasa dibohongi sangat kecewa dengan janji pria itu. Pria itu dijebloskan di penjara. Namun kejadian itu tak membuat peserta yang lain mundur.
Peserta kedua mengaku telah mendapatkan bisikan gaib. Ia dapat menghilangkan kabut asal Raja menyiapkan seekor sapi betina berwarna hitam. Raja pun menyanggupi permintaannya, dan sapi itu digiring ke atas gunung dan  dilemparkan ke kawah. Namun kabut masih saja ada. Ia pun juga dipenjarakan oleh Raja.
Melihat keadaan yang kacau ini, seorang pemuda datang ke kerajaan. Raja sudah tidak mau menerima peserta sayembara lagi, tapi ia berjanji, jika kabut tetap menyelimuti kerajaan, ia akan masuk penjara dengan rela. Namun, jika ia dapat menyingkirkan kabut, seluruh peserta yang masuk penjara harus dibebaskan. Akhirnya Raja memenuhi permintaannya.
Pemuda itu langsung mengajak Raja ke tengah-tengah perkampungan penduduk. Ia memberi sebuah baling-baling raksasa kepada setiap orang. Baling-baling itu harus dipasang di atap rumah dan digerakkan dengan tali, yang ditarik oleh sapi.
Saat baling-baling diputar secara bersamaan, kabut pun perlahan-lahan menghilang dari langit kerajaan. Penduduk pun bersorak gembira. Peserta sayembara yang dipenjara akhirnya dibebaskan oleh Raja. Pemuda itupun diangkat menjadi pangeran, dan diberi gelar Pangeran Matahari.

Putri yang Selalu Bersedih


Dahulu kala, di kerajaan Taman Hati, ada seorang putri yang selalu bersedih, Lara namanya. Ia tinggal di istana yang megah, dengan taman luas yang ditanam aneka bunga, dan ada kolam yang berisi ikan koi yang jinak dan manis. Putri Lara juga punya kucing peliharaan dan seekor kuda poni berwarna putih. Apapun yang tuan putri inginkan akan langsung tersedia oleh para pelayan istana yang baik dan ramah. Tapi semua itu tidak membuat putri Lara bahagia. Ia selalu bersedih dan menangis.

Sang raja gundah melihat kedaan putri Lara. Akhirnya beliau membuat sayembara. Siapapun yang berhasil membuat tuan putri bahagia akan diberi hadiah yang banyak. Pengumuman ini disiarkan di seluruh Kerajaan Taman Hati.

Para penduduk di kerajaan berlomba-lomba membuat Putri Lara bahagia. Ada yang menyanyi, menari, bermain musik, ada pula yang beratraksi sirkus dan sulap. Sampai hari ke tiga tidak ada seorang pun yang berhasil membuat putri tertawa.

Sampai ada seorang anak desa yang mengetuk gerbang istana. Ia langsung dibawa ke hadapan tuang putri. Putri Lara bertanya, apa kelebihan pemuda itu. Ia hanya tertawa dan berkata bahwa ia bisa membuat putri berbahagia, tapi syaratnya, Putri Lara harus meninggalkan istana.

Kemudian, Putri Lara diajak untuk berlibur ke Desa Sukariang, tempat tinggal pemuda itu. Di sana semua penduduk desa selalu ceria dan gembira. Mereka bekerja sambil bernyanyi dan bersenandung dengan riang.

Putri bertanya kepada sang pemuda, “mengapa mereka begitu riang, padahal mereka bekerja keras menanam padi dan memerah susu?”. Pemuda itu tak menjawab pertanyaan putri. Kemudian, ia mengajak putri berjalan kembali, ke pinggiran desa.

Ternyata di tepi sungai, pinggir desa, ada rumah megah berdiri. Rumah itu diapit oleh kebun apel yang buahnya ranum. Tapi rumah itu kelihatan sepi, seperti tidak ada pemiliknya.
Sebelum putri Lara bertanya mengapa rumah itu sepi, sang pemuda bercerita terlebih dahulu. Ternyata, rumah itu adalah milik Pak Mura, orang terkaya di Desa Sukariang. Ia mempunyai kebun yang sangat luas.

Tapi mengapa rumah ini sepi? Apa Pak Mura pindah?” Tanya Putri Lara. Pemuda itu menjawab “Pak Mura tidak pindah, tapi ia mengurung diri di rumahnya. Anak-anaknya meninggalkannya, karena ia sangat pelit. Istrinya sudah lama meninggal.”
Kemudian mereka berjalan lagi, dan tiba di depan sebuah pondok mungil.
Pondok itu sudah tua, dan terdengar suara ramai anak-anak di dalamnya. “Nah, ini pondok Pak Guti. Anak- istrinya sudah meninggal, tapi ia berbahagia karena ia selalu bermain dengan anak tetangga. Ia tak pernah pelit membagi buah-buahan yang ada di kebunnya kepada mereka.”

Sang putri sadar. Ternyata ia selalu bersedih karena tidak punya teman, dan selalu kesepian. Akhirnya ia minta diantar pulang, dan menghadap baginda raja.
Sampai di istana, putri memohon agar kastil sebelah barat diisi buku dan permainan anak-anak. Ia ingin membuat perpustakaan dan taman bermain anak. Raja menyetujui usulan sang putri. Setiap sore anak-anak boleh bebas membaca dan bermain di sana. Putri lara akhirnya bisa tersenyum kembali. Dan ia menikah dengan pemuda desa.

Apa yang Kau Lakukan Saat Benar-Benar Lapar?

Apa yang kau lakukan saat benar-benar lapar? Saat tak ada uang untuk sekedar beli segelas kopi? Pisang melambai-lambai, tapi ada di kebun orang. Tersedia sayur mayur di hutan tak bertuan, tapi untuk kesana kau sudah kepayahan. Pinjam uang? Pada siapa? Tak ada sanak saudara di rantau. Oh, musafir! Apakah perjalanan ini diridhoiNya?

Lalu apa yang kau lakukan saat bergelimang kenikmatan? Selalu tersedia kopi, tiga kali sehari. Tercium harum masakan istri. Saat lelah, ada yang memijati. 

Di keadaan mana kau bisa berucap syukur alhamdulillah?

Jumat, 07 September 2012

Uban Cinta


Uban. U-ban. Rambut putih. Tanda cinta putih.
Rambut hitam memutih karena stress. Cinta adalah tanggungjawab. Semua adalah proses penuaan.
Banyak uban = banyak cinta
Mengapa?

Karena ayahmu adalah seorang pemikir sejati. Memikirkan strategi. Bisnis, kolega, dan lainnya.

Kau adalah prioritas utama, sayang.

We love you :).