Minggu, 07 Agustus 2016

Tips Aman Berkendara Motor Saat Pakai Gamis

Krak!
Saya meraba gamis bagian bawah. Sementara pengendara motor di sebelah kanan menghentikan lajunya. Ia memberi kode pada ayah untuk berhenti dan menepikan motor. Bisikan berhembus ke telinga pengendara, "Ayah, gamisku tersangkut jeruji ban motor". 

Dengan muka merah menahan malu, saya turun dari sepeda motor. Ya Tuhan! Hampir separuh gamisku sudah tertelan oleh jeruji. Ayah mencoba memundurkan sepeda motornya, namun terlambat. Gamis itu sudah tercengkram, tak bisa keluar begitu saja. Seorang bapak tua berhenti dan mencoba membantu kami untuk menarik gamis, tapi sia-sia. Lalu ia berinisiatif untuk meminjam pisau dari warung yang berada di dekat lokasi kejadian, dan, "breet!". Gamis warna hijau itu terpotong, hanya tersisa 5 cm di bawah lutut.

Ayah hanya bisa mengomel karena saya tidak menuruti nasihat Mama untuk duduk di boncengan menghadap ke depan. Saat itu, kami terburu-buru berangkat, hendak membeli sate ayam untuk makan malam. Saya hanya mengenakan legging selutut, jadi malu untuk duduk menghadap ke depan, karena betis saya bisa terekspos. Tapi sekarang lebih malu lagi, karena harus berjalan menuju warung sate dengan baju compang camping berlumur oli.

Matahari mulai meremang, sudah hampir maghrib. Saya bersyukur pada Tuhan karena hari sudah menggelap, tak banyak orang yang menyaksikan kejadian naas itu. Setelah membeli sate, kami segera pulang. Sampai di rumah, saya segera masuk kamar untuk mengganti baju. Sambil setengah menyesal, gamis sebagus ini berakhir dengan tragis, padahal saya baru membelinya sebulan yang lalu.

Teman-teman, hati-hati ya kalau pakai gamis dan naik sepeda motor. Jadi pengendara maupun pembonceng bergamis memang harus super waspada, agar baju tidak terjepit jeruji. Biar aman, lakukan tips-tips di bawah ini:

1. Saat dibonceng, duduk menghadap ke depan, bukan ke samping.  Jika duduk menghadap samping, resiko gamis tertelan jeruji akan lebih besar. Walaupun sudah menghadap depan, angkat sedikit gamis, agar lebih aman.

2. Gunakan legging yang panjangnya se-mata kaki atau celana panjang berwarna gelap sebelum  memakai gamis. Jadi kalau dibonceng menghadap kedepan, tetap menutup aurat, walau posisi gamis terangkat. 

3. Angkat sedikit gamis saat berada di atas sepeda motor. Walaupun kamu jadi pengendara, tetap saja ada resiko ujung gamis tertelan jeruji roda. Jadi harus super hati-hati.

4. Bacalah doa sebelum berangkat. Semoga Tuhan selalu melindungi saat berkendara.

5. Pilih-pilih koleksi baju gamis modern saat akan bersepeda motor. Sebaiknya pakai gamis klok atau model gamis yang lurus, bukan model umbrella yang melebar ke bawah. Mengapa? Karena gamis payung alias umbrella memiliki bagian bawah yang lebih lebar dan berpotensi masuk jeruji.

Bingung cari gamis di mana? Di MatahariMall.com ada banyak pilihan koleksi baju gamis modern. Tak cuma gamis panjang se-mata kaki, ada gamis yang panjangnya 3/4 . Tersedia koleksi baju gamis modern yang berwarna warni, dan bisa sekalian beli legging lho. 

Gamis yang ini cakep kan? Terbuat dari kain katun yang menyerap keringat, jadi gak gerah. Warnanya juga kalem dan feminin, kamu bisa tampil cantik seperti putri.


 
 Atau lihat yang ini, terbuat dari bahan jeans. Bikin kamu terlihat modern dan gaya.



Ini juga keren, berwarna hitam, jadi terkesan melangsingkan tampilan. Warnanya membuatmu terlihat classy dan molek. 

Bulan depan kita merayakan hari raya Idul Adha. Sudah punya baju gamis untuk dipakai saat shalat ied? Borong yuuk. Tersedia dalam berbagai ukuran, dan harganya terjangkau. Ada diskon 20 -30 % pada beberapa produk baju dan bisa juga dicicil dengan bunga 0 %.

Jangan khawatir dengan ongkos kirim. Ada produk yang berlabel free ongkir lho. Nyampainya juga cepat, hanya 3-8 hari kerja.

Pilih koleksi baju gamis modern yang cocok untuk dipakai ketika bersepeda motor. Teman-teman bisa berkendara dengan aman, nyaman, dan tetap stylish.

Rabu, 03 Agustus 2016

Saat Anakku Gagal ASI Eksklusif

Tangisan bayi adalah lagu yang paling indah bagi orang tua. Saat ia menangis, pasti ibu memberinya ASI, karena ASI adalah cairan emas dan makanan terbaik untuk bayi. ASI diberikan secara eksklusif selama 6 bulan, jadi bayi hanya mendapat ASI, tanpa tambahan air putih, tajin, atau susu formula. Hal ini sesuai dengan anjuran dari WHO dan UNICEF. Anak yang mendapatkan ASI eksklusif akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat. Kajian global "The Lancet Breastfeeding Series 2016" telah membuktikan, menyusui eksklusif menurunkan angka kematian karena infeksi sebanyak 88%.

Memberi ASI adalah cita-cita saya, setelah melahirkan Saladin. Tapi sayangnya, ia gagal mendapat ASI eksklusif karena keteledoran saya. Ini cerita lengkapnya..

Jam berdentang empat kali, matahari mulai meremang, keringat bercucuran. Saya hanya tergolek lemah di ranjang Rumah Sakit. Hari itu tanggal 8 november 2012, saya melahirkan jam 8:15 pagi, tapi belum juga bertemu dengan bayi. Lima menit kemudian, seorang perawat masuk ruangan, menggendong bayi laki-laki tampan. Aih! Ini dia anakku, segera kugendong lalu ia tergolek di pangkuan, mulutnya membuka dan mencari ASI. Dibantu Mama mertua, saya belajar menyusui. Tarikan dan hisapan kuat dari mulut mungilnya membuatku geli, kata orang, bayi laki laki memang lebih banyak menyusu daripada bayi perempuan.


Lalu perawat bertanya, "nanti bayi tidur di sini atau ruang bayi?". Karena ingin tertidur lelap, akhirnya bayi itu berpindah ke gendongan perawat agar nantinya diletakkan di ruang bayi. Keesokan harinya, saya membuka hp untuk browsing tentang ASI. Saat itu saya baru sadar, dan akhirnya harus menerima kenyataan bahwa bayiku GAGAL mendapat ASI eksklusif, oh tidak!!

Bayi ini sudah terlanjur meminum susu formula setelah dilahirkan. Saya tak tahu apakah ini standar dari Rumah Sakit, atau instruksi dokter yang salah. Dari artikel yang saya baca, bayi yang baru lahir biasanya langsung didekatkan ke dada ibu untuk mendapatkan inisiasi menyusui dini (IMD). Tapi saya baru bisa menyusui 7 jam setelah melahirkan. Anakku Saladin diberi susu formula tanpa sepengetahuan saya.

Padahal menurut WHO, salah satu standar emas pemberian makan pada bayi dan anak adalah mulai segera menyusui 1 jam setelah lahir. Jika ada kesalahan seperti ini, kemana saya harus mengadu? Aih, saya juga salah karena pasrah menyerahkan bayi pada perawat dan akhirnya ia tidur di ruang bayi. Pasti semalam ia minum susu formula lagi. Seharusnya saya bertanya terlebih dahulu kepada teman-teman yang sudah pernah melahirkan.

Saya sempat khawatir, akankah Saladin mendapat kolostrum? Karena ia terlalu lama menunggu untuk menyusui. Kolostrum adalah cairan pertama yang diproduksi payudara saat produksi ASI dimulai. Cairan kolostrum berbentuk encer, manis, dan mudah dicerna. Syukurlah, menurut artikel yang saya baca, kolostrum keluar dari payudara sejak ibu melahirkan sampai bayi berusia 4-7 hari. Mengapa kolostrum sampai sepenting itu? Karena kolostrum mengandung zat kekebalan tubuh 10-17 kali lebih banyak dibandingkan susu matang ( susu formula) yang berfungsi melindungi bayi dari diare dan infeksi.

Jadi, agar bayi mendapat ASI eksklusif, sebaiknya melakukan hal-hal berikut ini:

1. Sebelum melahirkan, survei Rumah Sakit dulu, mana yang pro ASI, mana yang tidak. Kadang ibu hamil sudah gampang lelah, jadi delegasikan tugas ini pada suami atau saudara. Survei juga bisa dilakukan melalui internet, cek website rumah sakitnya, atau bertanya pada teman lain di media sosial.

2. Pastikan bayi tidur satu ruangan dengan ibu, di rumah sakit. Jika bayi terpaksa tidur di ruang bayi, komunikasikan dengan suster, bayi jangan diberi susu botol. Jika perlu, buat surat perjanjian yang isinya "suster dilarang memberi susu formula" dan beri materai dan tanda tangan. Perahlah ASI untuk stok minum bayi, jadi sebelum melahirkan, sudah mempersiapkan peralatan seperti: pompa ASI, botol steril,  panci penghangat, dan cooler box.

3. Yakinkan diri bahwa ASI akan keluar dengan lancar. Anak akan sehat dengan ASI ekslusif, jadi tidak usah ditambah dengan susu formula. Penambahan susu formula hanya akan mengganggu jadwal keluarnya ASI. Jika bayi minum ASI 2 jam sekali, dan diganti susu formula, maka ASI akan keluar 2 jam setelahnya. Jeda keluarnya ASI berubah dari 2 jam menjadi 4 jam sekali.  Jika jedanya semakin banyak, lama lama ASI akan jarang keluar, lalu seret, kering, tak keluar sama sekali.

4. Makan makanan bergizi agar ASI lancar. Selain daun katuk, daun pepaya dan daun singkong juga bagus untuk menambah produksi ASI. Sekarang sudah banyak tablet dan suplemen lancar ASI, jadi lebih praktis. Rata-rata ibu menyusui mengeluarkan 500 kalori per hari, jadi gampang lapar dan ingin ngemil. Sebaiknya makan camilan bergizi ya, misalnya buah segar dan bubur kacang hijau. 

5.Banyak banyak membaca buku, artikel majalah dan berbagai referensi tentang ASI. Jika kurang membaca, bisa bisa termakan mitos seperti "ASI sudah basi dan harus dibuang", padahal mengandung kolostrum. 

Alhamdulillah walau Saladin gagal mendapat ASI eksklusif, namun saya bisa menyusuinya hingga 2 tahun ++. Ternyata benar, anak ASI lebih sehat dan jarang sakit. Saladin tak pernah opname di rumah sakit, jika sakit paling hanya demam-batuk-pilek, atau diare ringan. Perkembangan fisiknya juga sangat bagus, di usia 1,5 bulan ia bisa tengkurap, dan bisa berjalan pada usia 13 bulan. Sekarang ia berusia 3 tahun 8 bulan, dan hobi memanjat pohon mangga :D. 

Jika anak sudah mendapat ASI eksklusif, sebaiknya ia juga disusui sampai ia berusia 24 bulan. Hal ini sesuai dengan standar WHO, bahkan di dalam Al Qur'an juga ada anjuran untuk menyusui anak sampai usianya 2 tahun. Sesuai juga dengan tema pekan ASI dunia tahun ini, "Ibu menyusui sampai 2 tahun lebih hemat, anak sehat dan cerdas, dalam rangka mewujudkan keluarga sejahtera". 



Menyusui memang butuh banyak pengorbanan, puting digigit bayi, harus makan banyak sayur, daster jadi bau ASI. Tapi yakinlah, di balik kerepotan itu, akan terbentuk anak yang sehat dan cerdas karena ASI yang bergizi tinggi. Rayakan pekan ASI dunia, tanggal 1-7 agustus ini dengan menyusui atau menyokong para ibu menyusui. Mari teriakkan slogannya, "Ayo dukung ibu menyusui!".



Sumber: 

gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2016/07/Pedoman_PAS_2016.pdf

https://bundanyaarzachel.wordpress.com/2013/02/06/7/