Senin, 09 Oktober 2017

Kelas Berbayar Atau Gratisan?

"Mbak saya gak jadi ikut. Ternyata kelasnya bayar"

Dengan geli saya membaca chat wa dari seorang (mantan) calon murid. Hari itu saya mengiklankan kursus bahasa inggris Ican Course di fb dan ig. Lalu ketika ada wa masuk, reaksinya seperti ini. Wkwkkw. Enaknya dibalas apa ya?

Akhirnya saya balas gini:
Maaf dear, there's no free lunch in this world. Gak ada yang gratis di dunia ini, lha ke toilet umum aja bayar.

Saya lupa ia menjawab apa. Tapi wa itu membuat saya berpikir, apa benar kelas gratisan lebih menarik? Bahkan ada yang berprinsip bahwa ilmu itu gratis karena pemberian dari-Nya. Hmmm....

 Jujur saja saya pernah ikut kelas gratis di grup fb maupun wa, beberapa kali. Ada kelas menulis dan juga marketing. Lalu endingnya gimana?

Di kelas marketing, ditawari untuk ikut kelas berbayar. Jadi yang gratisan hanya pancingan aja, uhuks!

Di kelas menulis, rup fb-nya kosong melompong, semangat dari anggotanya hanya ada di awal. Pengurusnya sibuk sendiri-sendiri. Mungkin anggotanya mikir "alah, kelas gratis aja. Gak setor tulisan juga gak ada resikonya".

Jreng jreeng, beginilah kalau gratis, jadi diremehkan. Ican Course juga beberapa kali buka kelas gratis, hasilnya juga hampir sama. Ada yang keluar grup tanpa izin, ada yang hanya menyimak kelas tanpa menyetorkan tugas akhir.

Padahal ada murid lain yang benar-benar serius dan butuh kemampuan bahasa inggris untuk kemajuan mereka. Ada seorang owner aplikasi ojek online khusus wanita yang akan kuliah ke luar negeri. Juga ada seorang pelayan rumah makan yang akan daftar kejar paket C.



Akhirnya kami menghapus kelas gratis dan menerapkan biaya 250.000 untuk 8x pertemuan. Kelasnya melalui WA, gurunya juga butuh uang untuk beli pulsa, hehehe. Harganya masih wajar kan. Dengan membuka kelas berbayar, semoga murid-murid lebih serius belajarnya.

Kalau kamu gimana, suka ikut kelas gratis atau berbayar?