Selasa, 14 Januari 2020

Sumbangsih PT Freeport Indonesia pada Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat Papua


Apa yang kalian ingat tentang tanah Papua? Mungkin identik dengan sagu, alamnya yang eksotis, atau burung cendrawasih. Tanah Papua juga terkenal sebagai sumber tambang, terutama di Tembagapura. Tentu kalian sudah familiar dengan PT. Freeport Indonesia sebagai perusahaan mining yang berstandar internasional.

Freeport Indonesia adalah perusahaan tambang yang tidak hanya menggali tembaga, tapi juga emas dan perak. Cikal bakal Freeport sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda, tapi secara resmi berdiri tahun 1967.  Ketika itu, keadaan di Papua tidak seperti sekarang. Masih berupa hutan dan pegunungan perawan.

Hidupnya Kota Timika
Saat PT. Freeport didirikan di Tembagapura, maka yang pertama dibangun adalah infrastruktur di Timika. Jalan raya aspal dibuat, jadi tak ada lagi jalanan terjal berbatu yang menyusahkan ketika dilewati. Tak hanya membangun jalan, namun Freeport juga membuat rumah-rumah bagi para penduduk.

Timika menjadi kota yang hidup berkat adanya aktivitas di sekeliling pertambangan Freeport. Tak lagi jadi kawasan yang terkesan angker, namun ibukota Mimika ini menjadi berkilau bagai tembaga. Ketika ada pertambangan, otomatis ada penjual makanan, dan membuat perputaran roda ekonomi semakin melaju cepat.

Pemberdayaan Masyarakat Papua
PT Freeport membuat program CSR untuk memakmurkan dan memberdayakan penduduk asli Papua, salah satunya melalui pendidikan. Kontribusi Freeport untuk masyarakat ini membuat makin banyak putra Papua yang cerdas dan menjadi pemuda harapan bangsa. Sumbangsih bagi negeri juga dilakukan dengan pemberdayaan perempuan dan peningkatan kapasitas lembaga. Berikut ini rinciannya:

1. Edukasi dan Pelatihan
a. Beasiswa
Salah satu cara untuk memajukan masyarakat adalah dengan menggenjot bidang pendidikannya. PT Freeport Indonesia sadar bahwa sebenarnya anak-anak Papua punya potensi yang sama dengan murid yang berasal dari daerah lain.  Oleh karena itu, ada program beasiswa untuk anak-anak Papua yang berpotensi. Mereka jadi semangat belajar dan tak lagi mengkhawatirkan biaya sekolah.

Beasiswa yang diberikan sejak tahun 1996, dicanangkan untuk siswa SD hingga mahasiswa S3. Diharapkan akan banyak orang jenius dan tangguh yang bermunculan berkat program ini. Bahkan ada pula asrama sebagai fasilitas bagi para putra daerah Papua. Asrama ini adalah kerjasama antara Freeport dengan Yayasan Pesat dan Keuskupan Timika. Sisi baik dari asrama adalah selain menaikkan kedisiplinan, juga melatih murid-murid untuk hidup mandiri.

b. Standarisasi Kualitas Pengajaran
Jika muridnya sudah semangat belajar, maka gurunya juga wajib mengajar dengan baik. Ada pelatihan bagi guru di Mimika, agar mereka semakin profesional dalam mengajar. Acara ini diselenggarakan untuk mensosialiasikan kurikulum KTSP. Selain itu, tujuan dari acara ini juga untuk menyuntik semangat para guru agar tetap tangguh dalam mengajar, walau berada di tempat yang terpencil.
b. Institut Pertambangan
Pertambangan Freeport akan terus berjalan jika memiliki tim karyawan yang handal dan cerdas. Untuk itu, didirikan institut pertambangan sebagai bentuk perhatian terhadap pemuda Papua. Nantinya mereka akan belajar mengenai mining dan kelak jika sudah lulus akan jadi penambang kelas internasional.

2. Pemberdayaaan Perempuan
Tak hanya anak-anak, namun para perempuan di Papua juga diberdayakan. Para mama dilatih untuk sadar finansial dan bisa mengatur cashflow keuangan keluarga dengan baik. Melalui Koperasi Aitomona, diadakan juga pelatihan-pelatihan mengenai cara mengolah bahan makanan yang baik, teknik menjahit, dan lain-lain. Kegiatan ini sudah ada sejak tahun 2008.

PT Freeport Indonesia sudah membangun infrastruktur sehingga Timika jadi bagus seperti sekarang. Selain itu, kontribusi Freeport pada anak-anak Papua dengan memberi beasiswa, membuatkan asrama, dan Institut Pertambangan, adalah sumbangsih untuk negeri. semoga anak-anak Papua makin sukses dan bahagia berkat program-program ini.