Rabu, 31 Agustus 2022

Review Buku Ani Yudhoyono: Kepak Sayap Putri Prajurit

 

Judul: Ani Yudhoyono: Kepak Sayap Putri Prajurit

Penulis: Alberthiene Endah

Tahun: 2010

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tebal: 551 halaman


 


Bisa dibilang daku adalah penggemar mbak Alberthiene Endah karena kepiawaiannya dalam menulis buku biografi yang benar-benar ‘hidup’ dan tidak membosankan. Salah satu buku beliau yang kubaca berkali-kali adalah biografi (alm) bu Ani Yudhoyono, mantan first lady Indonesia.

Ani Yudhoyono terlahir sebagai Kristiani Herawati, putri dari Sarwo Edhie Wibowo dan Sunarti Sri (Ibu Ageng). Dibesarkan oleh ayah yang tentara membuat beliau biasa disiplin sejak kecil. Namun ibu Ani tidak menyesal, malah menikmati jadi anak tentara yang hidupnya berpindah-pindah karena sang ayah sering dimutasi.

Ibu Ani dan saudari-saudarinya tumbuh menjadi anak yang suka bermain dengan alam dan berenang di sungai. Kondisi sungai di Jakarta dulu masih jernih sehingga aman untuk dijadikan tempat berenang. Beliau dulu seorang gadis kecil yang tomboy dan suka memanjat pohon.

Hobi memanjat pohon masih dilakukan, bahkan ketika beliau sudah menikah dengan Pak SBY. Beliau selalu tertawa geli saat mengingatnya, terlebih ketika dulu waktu kecil pernah teriak-teriak minta tolong pada papi (pak Sarwo Edhie) karena di pohon banyak ulat bulu.

Masa Remaja yang Indah

Ani menjadi gadis cantik yang pandai menjaga diri, dan beliau tumbuh menjadi perempuan biasa, meski sang papi pernah menjabat sebagai pejabat tinggi (setingkat gubernur). Sang ibu mendidik untuk tetap rendah hati dan tidak boleh menyombongkan jabatan papinya. Apalagi ketika Pak Sarwo menjadi Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, kesederhanaan keluarganya tetap terpancar.

Ibu Ageng mendidik putri dan putranya untuk hidup sederhana. Ani tetap bisa bergaul dengan siapa saja dan kuliah di Fakultas Kedokteran dengan lancar. Sementara Ibu Ageng sendiri tetap berpenampilan sederhana dan rapi, dan tidak pernah pamer kekayaan.

Di masa remaja itulah Ani bertemu dengan SBY. Mereka jatuh cinta pada pandangan pertama dan bertunangan terlebih dahulu, baru menikah beberapa tahun kemudian (karena SBY harus sekolah lagi di Amerika).

Fase Pernikahan yang Manis

Pernikahan Ani dan SBY sangat menarik perhatian publik karena mereka menikah bersama-sama dengan kakak dan adik bu Ani. Hotel Indonesia dipilih jadi saksi bisu, bahwa ada 3 pasang pengantin yang menikah di sana. Pernikahan dilakukan bersamaan karena pak Sarwo kala itu jadi Dubes dan tidak bisa sering cuti untuk menikahkan putri-putrinya.

Setelah menikah, Bu Ani diberi pesan bahwa sekarang ia jadi istri Letnan, meski ayahnya seorang Jendral. Bu Ani legowo karena tinggal di asrama tentara yang riuh dan padat. Beliau memaparkan jurus-jurus dalam menghemat gaji suami. Di antaranya menanam tanaman bumbu sendiri dan berjualan es susu.

Menjadi Istri Presiden

Bu Ani merasa damai selama jadi istri SBY, dan karir pak SBY naik perlahan-lahan. Meski Pak SBY terkejut karena berpindah karir dari militer ke sipil (karena ditunjuk alm Mantan Presiden Gus Dur jadi menteri), namun beliau menerimanya dengan ikhlas.

Bu Ani menjadi istri menteri kemudian masuk ke dunia politik dengan membentuk partai. Seperti yang kita ketahui, Pak SBY menjadi presiden Indonesia menjadi 2 periode. Apakah jadi istri presiden itu enak setiap hari?

Saat jadi first lady maka Bu Ani tidak pernah berpikir tentang kemewahan. Justru beliau membuat banyak program demi kemaslahatan masyarakat, terutama di bidang pendidikan. Di era SBY, ada program Istura (istana untuk rakyat) dan masyarakat boleh mengunjungi beberapa bagian dari istana kepresidenan.

Bu Ani telah berpulang beberapa tahun lalu. Namun dari kisah hidupnya kita bisa belajar banyak. Betapa hidup ini begitu indah dan beliau menikmatinya, dan merasa bahagia karena memberi manfaat bagi orang banyak.

Review ini ditulis dalam rangka challenge JaneXLia Agustus.

2 komentar:

  1. Wow aku nggak pernah kepikiran untuk mencari profil dan kehidupan masa lalu Bu Ani, mba Vina. Terima kasih reviewnya, aku jadi tau sedikit tentang kehidupan Bu Ani pada masa lalu. Selama ini taunya tentang Bu Ainun terus.

    BalasHapus
  2. Alberthiene juga penulis fav ku. Suka baca semua buku biografi yg hasil tulisan beliau. Walopun terkadang aku ga suka dengan tokoh yg dibukukan, tapi cara dia menulis kisahnya, itu yg menarik. ga membosankan. Pernah baca buku biografinya Krisdayanti, salah satu yg aku suka sih

    BalasHapus