Selasa, 30 Juli 2019

Ayo Sekolah! Asyiknya Belajar di Alam Bebas


‘Mama, aku mau sekolah!’
Ucapan anakku di malam itu menarikku dari lamunan. Ah, akhirnya ia betah di sekolah barunya. Saladin belajar di tempat baru, setelah sempat dikeluarkan di sekolah lamanya – baca di sini-. Di mana sih sekolahnya, kok ia merasa betah, padahal baru masuk selama sehari? Apa harus pindah ke sekolah alam di Kota Malang, tempat kami tinggal?

Sekolah alam adalah jawaban untuk anak kinestatik seperti Saladin. Di sana, ia bisa lebih bebas belajar sambil mengeksplorasi alam sekitar. Jika ada sesi belajar di kelas, maka murid akan duduk di tempat yang tembok luarnya hanya ada setengah, jadi ruangannya semi terbuka.



Pertemuan kami dengan sekolah alam sebenarnya tidak sengaja. Awalnya, jika Saladin tidak dapat sekolah ya sudahlah, homeschooling saja di rumah. Saat buka Instagram, saya browsing dengan tagar sekolah alam, ternyata ada satu yang menarik hati. Apa nama sekolahnya?

Jawaban dari doa-doa kami itu bernama SANHIKMAH, salah satu Sekolah alam di kota Malang. Lokasinya cukup jauh dari pusat kota, kalau naik motor kira-kira butuh waktu 30 menit . SANHIKMAH berada di sebuah perumahan yang berada di lereng gunung. Kalau mau ke sana ya, anggap saja mau piknik, karena melewati sawah dan pepohonan jati.


Di hari pertama sekolah, Saladin langsung tertarik dengan ayunan dan jungkat-jungkit yang ada di sana. Ini kan gedung SD, kok ada mainannya seperti di TK? Ternyata untuk anak kinestatik, sebaiknya mereka beraktivitas dulu sebelum belajar. Setelah puas, mereka akan lebih siap menyerap pelajaran. Well, ini bukan kata saya sih, tapi kata salah satu kawan yang mengajar di sebuah SD swasta dan punya beberapa murid kinestatik.

Saladin masuk di hari rabu, jadwalnya olahraga. Ada beberapa ban mobil bekas di sekolah. Saladin belajar cara menggelindingkan ban itu, lalu ia berlomba dengan teman-temannya. Senang rasanya melihat ia kembali tersenyum. Apakah olahraganya hanya seperti itu? Ternyata tidak.

Murid-murid yang bermain di sekolah alam di Kota Malang itu,  lalu diajak untuk ke mushola, salat dhuha dulu, baru mereka berangkat ke lapangan. Kami berjalan menuju salah satu lapangan yang ada di perumahan tersebut. Bagaikan mendaki gunung lewati lembah, jalannya naik turun dan ada yang terjal. Belum pelajaran olahraga udah keringatan :D.

Semua kelelahan terbayar dengan udara sejuk yang berembus di lapangan. Pagi yang cerah, matahari bersinar malu-malu. Saladin berkeliling sambil didampingi bu guru. Murid lain ada yang bermain sepakbola, lompat tali, ada yang naik gawang. Tak ada yang melarang mereka memanjat, yah namanya juga anak alam. Saat itu, saya langsung ingat tayangan Si Bolang.

Setelah olahraga, kami kembali ke sekolah. Murid-murid langsung selonjoran, ada yang ambil air putih dari dispenser, ada yang membaca buku di perpustakaan. Dalam hati saya bertanya, kapan belajarnya?


Ternyata kurikulum di sekolah alam memang beda. Tidak sekaku sekolah konvensional. Ada saat murid belajar di kelas, ada sat belajar langsung.  Misalnya belajar membuat gelembung sabun dari bahan yang ada di sekitar, belajar mengenal abjad dengan menggoreskan sisa bata di lapangan, dan lain-lain.

Salah satu yang membuat kami tertarik untuk menyekolahkan Saladin di SANHIKMAH adalah fasilitasnya, ada aquaponik,  kambing, dan tentu saja lokasi sekolahnya yang sejuk. Selain itu, guru-gurunya sangat ramah dan perhatian, dan kadang mengirim materi parenting lewat WA.


Tebak berapa yang harus saya bayar untuk menyekolahkan Saladin ke sana? Yang jelas, jauh lebih terjangkau daripada sekolah swasta lain. Jika belum punya seragam berupa kaos olahraga, pakai baju biasa juga tidak apa-apa.

Semoga Saladin betah belajar di SANHIKMAH, Sekolah alam di Kota Malang yang keren. Semua  pengalaman baru saat belajar di alam akan memperkaya pengetahuannya.


15 komentar:

  1. Keren banget ini sekolahnya. Bisikin biayanya dong mbak, hihihi..

    BalasHapus
  2. Asik semoga betah yah makin cerdas membanggakan kedua orang tua

    BalasHapus
  3. Kereeenn..
    Penasaran juga nih, bisikin biayanya juga dong mb..

    BalasHapus
  4. Yeauyy selamat saladin.. alhamdulillah saladin langsung click sama sekolahnya yang baru. Semangat sekolah ya,Adin. Selamat memperkaya pengetahuan dan pengalaman di sekolah alam.

    BalasHapus
  5. Barokallah bunda semoga Ananda saladin kelak akan menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama bangsa dan negara..

    BalasHapus
  6. Anak-anak saya juga kinestetik semua. Yang anak pertama dulu kalo di sekolah juga gal bisa diam. Bersyukur bisa kelar bersekolah di sekolah umum. Sekarang udah SMA. Anak kedua saya juga kinestetik, belum tahu ini nanti apakah lancar di sekolah umum. Sekarang usianya baru 22 bulan. Baca sharing Bunda Saladin, saya jadi kepikiran untuk hunting sekolah yang berbasis alam juga.. Makasih sharingnya, Bun..

    BalasHapus
  7. Thanks for sharing, semoga sukses terus,.

    BalasHapus
  8. Keren sekolahnya, saya malah baru tau kalo ada sekolah alam seperti itu.

    BalasHapus
  9. Keknya enak ya sekolah di alam seperti itu. Baik untuk kesehatan juga. Sayangnya di kota jarang yang menerapkan konsep sekolah alam, ya mungkin karena keterbatasan lahan. Tetapi selama anak merasa nyaman saat belajar di sekolah, itu jauh lebih baik sih.

    BalasHapus