Senin, 20 Juni 2022

Belajar Teknik Shibori Bersama Hamparanrintik

Hai kawan-kawan, pernah gak sih lihat baju shibori alias tie dye? Beberapa tahun ini shibori mulai viral lagi dan rata-rata yang dijual adalah piyama dan baju-baju santai seperti daster. Kalian pasti punya, kan?

Beberapa hari lalu daku berkesempatan untuk belajar teknik shibori bersama Kak Fiko, owner Hamparanrintik. Mini class diselenggarakan di Tom’s Pavillion Cafe, di Jl. Anggrek Vanda nomor 22, Kota Malang. Disebut mini class karena pesertanya baru 3 orang, daku, Mbak Laily Fitri (blogger sekaligus dosen di sebuah PTN) dan Mbak Laily Octavia (blogger juga). Walau mereka namanya sama tapi bukan kembar.

Belajar Teknik Shibori Ternyata Cukup Mudah

Awalnya daku grogi berat karena enggak pernah bikin-bikin keterampilan macam shibori, tetapi alhamdulillah Kak Fiko mengarahkan dengan cukup sabar. Sebelum kelas dimulai sudah diingatkan untuk bawa kaos, seprai, tas, atau kain untuk dicelup dan dijadikan shibori. Yang penting kainnya katun jadi mudah menyerap.

Daku cuma bawa 1 kaos warna putih, kaos jadul hasil menang giveaway blog beberapa tahun lalu wkwwkwkwk. Kak Fiko memberi contoh bagaimana sih mendaur ulang kaos dengan tenik shibori sehingga terlihat bagus dan keren, seperti baru. Bahkan beliau juga pakai setelan dengan motif shibori, menjiwai sekali.



Kaos putih bisa dilipit-lipit seperti kipas lalu diikat dengan karet gelang. Ngikatnya harus kencang supaya hasilnya bagus. Nanti motifnya bisa bergaris-garis. Sedangkan jika ingin motif bulat-bulat, maka tinggal ambil sejumput kaos lalu diikat juga dengan karet. Biar lebih kencang ikatannya maka karet bisa diputus, dan diikat lagi agar lebih mantap.

Sesi Pencelupan

Setelah pengikatan maka saatnya sesi pencelupan. Dicelup ke apa? Saatnya mengenal berbagai bahan kimia. Pertama, kaos dikasih cairan warna kuning dari botol yang lalu dituang ke baskom kotak. Isinya adalah campuran Naptol AS + soda as + soda kostik+ air panas (perbandingan 5gr : 2gr : 2gr : 1L). Sengaja dicampur di rumah lalu dibawa di botol, biar praktis saat kelas berlangsung.



Pas awal dikasih tahu ada mini class katanya yang disediain pewarna ungu tapi kok cairannya kuning? Tenang saudara-saudara karena prosesnya belum selesai. Setelah dikasih cairan campuran Naptol maka diberi lagi cairan, campuran antara garam diazo biru +air dingin (perbandingan 15gr : 1 Liter).



Ketika jadi maka baru kelihatan kaosnya berubah jadi ungu! Wah, keren banget! Tinggal dijemur hingga kering, dan Kak Fiko ngasih pesan kalau dicucinya harus terpisah dari baju lain. Baju shibori yang baru jadi akan kena air lalu pewarnanya bisa menyerap ke baju lain, jadi mending dipisah aja.



Dengan teknik shibori maka kaosku yang lama jadi baru lagi. Memang ini keuntungannya, karena hemaat, guys! Sekaligus belajar recycle dan peduli lingkungan.

Apa sih Shibori Itu?

Shibori itu bahasa Jepang yang artinya pewarnaan tekstil dengan mengikat kain. Kalau dalam bahasa Inggris disebut dengan teknik tie dye. Sedangkan bahasa Indonesianya adalah jumputan.



Dengan teknik shibori maka hasilnya berbeda-beda tiap baju. Misalnya nih kalau daku pengen beli selusin kaos putih lalu dicelup, maka hasilnya beda satu sama lain. Meski mirip-mirip tetapi gak 100% sama karena posisi motif kain juga enggak sama. Justru di sinilah uniknya karena motifnya beda, jadi enggak pasaran.

Kelebihan dari pewarnaan dengan Naptol dan campuran garam (yang daku sebut di atas) adalah warnanya bisa bertahan 5 hingga 10 tahun. Kalau wenter mah cuma sebentar sudah luntur. Mewarnainya memang pakai pewarna sintetis karena kalau pewarna alami lebih ribet, kalau prosesnya salah (misalnya kurang kering) malah bisa jamuran!



Kak Fiko bilang kalau lebih mudah untuk mewarnai kain daripada baju yang sudah jadi, karena kaos atau baju jadi memiliki jahitan sehingga bisa agak susah dilipit atau dibentuk bulatan-bulatan. Malah waktu kelas kemarin diajari cara menghitung harga kain, jadi bisa banget dibisnisin. Coba kalau daku bisa jahit sendiri ya?

Kelas Bersama Hamparanrintik  

Teman-teman mau ikut kelas bersama Hamparanrintik? Menghias baju dengan teknik shibori seru banget lho. Misalnya mau arisan RT, arisan blogger, reuni, bisa banget diisi dengan belajar bikin shibori sendiri. Lebih bermanfaat dan menambah skill kita. Selain itu ikut kelas juga bisa untuk refreshing.

Selain kelas shibori ada juga kelas eco print dan kelas-kelas lainnya. Lihat aja di IG: @Hamparanrintik lalu tanya via DM. Aku udah ikut kelasnya, kamu kapan?

 

 

 

 

 

12 komentar:

  1. Wiiii asik juga ya bebikinan ginii.
    tie dye memang unik dan otentik hasilnya.
    bs utk taplak, sarung bantal dan barang2 lain d rumah ya

    BalasHapus
  2. Menarik serta seru banget belajar bareng
    Hamparanrintik dengan konsep mini class seperti ini, ilmu nya lebih meresap dan semoga bisa diimplemantasikan baik untuk bisnis ataupun digunakan dalam lingkup keluarga.
    Jadi makin estettik deh sarung bantal, baju daster, taplak dan perlengkapan harian lainnya.
    Dari sharing mba terkait belajar Teknik Shibori, nambah insight ku banget nih.

    BalasHapus
  3. Anakku pas TK B malah diajarin ini Ama gurunya, pake saputangan putih 😄. Trus aku jadi kepengen. Tapi blm coba2 Ampe skr mba.

    Sukaaa sih Ama motifnya shibori ini. Krn beda2. Dan kebayang pasti penasaran bgt waktu buka ikatan bakal kliatan jadi motif gimana kan ❤️

    BalasHapus
  4. Saya pertama kali lihat teknik pewarnaan ini di Youtube kemudian ada yang diundang di TV dan unik banget, penasaran gimana hasilnya begitu, dan warnanya meskipun menurut saya hampir senada semuanya tapi memang unik buat kaos-kaos gitu, jadi pengen belajar

    BalasHapus
  5. ealaaah aku baru denger teknik shibori ini, ternyat ini alias atau nama lain dari tie dye. DUlu aku pernah ikutan kelasnya bikin kaos dan seru banget bermain kombinasi warna dan memang bisa menghasilkan karya yang berbeda satu sama lain sih ya

    BalasHapus
  6. Seru ya bikin shibori ini, blogger Semarang Gandjel Rel pernah ikutan workshop Shibori ini dan memang menyenangkan ya proses pembuatannya mana hasilnya unik banget

    BalasHapus
  7. Wah aktivitas seru nih, sekaligus melestarikan budaya dan menggaungkan eco print... keren banget bisa mencakup 3 hal sekaligus dalam satu kegiatan...

    BalasHapus
  8. Ohh iya ini mah jemputan. Cuma klo jemputan dr awal mmg sengaja dibuat motif gitu. Klo shibori ini untuk daur ulang.. Begitukah? Keren ya jdnya. Jadi keide tuk bikin tie dye baju² lama..

    BalasHapus
  9. Nah ini salah satu kegiatan keterampilan yang sudah lama saya ingin ikuti tapi belum pernah saya coba. memang bikin kain jadi sangat cantik Teknik ini untuk mewarnai kain sehingga bisa membuat tampilannya jadi lebih menarik dan yang pasti prosesnya sangat asyik. jadi ingin coba juga.

    BalasHapus
  10. Wah baru tahu tentang Shibori ini. Menarik sekali dan jadi tertarik mau ikut kelasnya juga. Senang aja kalau bisa punya keterampilan kayak gini jadi bisa sulap kaos2 usang di rumah jadi kelihatan baru dengan warna-warna yang fresh. Apalagi caranya ternyata cukup mudah ya.

    BalasHapus
  11. Sekarang ini banyak juga komunitas pengerajin shibori
    Anakku juga pernah dapat proyek tugas membuat kain shibori ini
    Dia buat kaos lamanya jadi lebih berwarna

    BalasHapus
  12. Pembuatannya terbilang menantang ya.. itu ngikat dan mencelupkan bisa random gitu ga?
    Atau ada trik khusus agar hasilnya bagus gitu yaa.. kayak ada motifnya cantiik.. Pingin warna pink~

    BalasHapus