Kamis, 26 Maret 2026

Review Serial Dr. Koto’s Clinic, Perjuangan Dokter di Pulau Kecil

 

 

Siapa nih yang suka nonton drama Jepang? Atau senang nyimak cerita tentang kedokteran? Yuk nonton dokter Koto, serial yang diadaptasi dari komik berjudul sama.

 

Sutradara         : Isamu Nakae

Jumlah Episode: 11

Tahun              : 2006

Tayang di        : Netflix 

 

Dokter Koto baru saja sampai di Pulau Shikina dan dia masih mabuk laut. Di sana jaraknya 6 jam perjalanan dari pulau utama. Keterkejutannya nambah karena klinik tempat dia kerja kecil sekali.

 

                                    Dokter Koto

Dokter Koto tanya ke suster Ayaka mengapa alat-alat kedokteran tidak lengkap? Dia makin kaget karena kebanyakan warga ke klinik hanya untuk kondisi sakit yang tidak parah (misalnya mengobati luka).

 

Pasien - Pasien Dokter Koto

 

 

Si dokter pusing karena kliniknya sepi dan akhirnya dia mendapatkan pasien pertama. Seorang anak kecil bernama Ryuichi. Dia pernah mengeluh ke sang ayah kalau perutnya sakit dan ternyata usus buntu.

 

Tapi sang ayah berkeras untuk membawa si bocil naik kapal ke RS di pulau utama. Padahal kondisi anak sudah parah. Akhirnya dokter Koto bersama suster dan asistennya ngotot ingin menemani di kapal. 

 

                                         Suster Ayaka

Sampai di kapal, dokter Koto makin nekat untuk melakukan operasi, karena kondisi si anak harus segera ditolong. Ayahnya memberi izin meski sambil cemberut. Syukurlah operasi berhasil.

 

Mengapa si ayah tidak mau anaknya dioperasi di klinik? Karena dokter sebelumnya gagal mengobati dan menyebabkan sang istri meninggal dunia. Dia jadi menyalahkan si dokter yang akhirnya kabur.

 

 

Nenek yang Rewel

 

 

Pasien kedua dokter Koto adalah nenek Uchi, seorang bidan lokal. Agak aneh, mengapa bidan malah gak mau diobati di klinik? Mungkin dia semacam dukun bayi gitu yaa.

 

Akhirnya si nenek mau diobati dan dia berkeras tidak mau meninggalkan pulau. Karena sang suami dimakamkan di sana. Nenek akhirnya paham kalau dokter Koto itu baik dan tidak lagi meragukannya.

 

Perjuangan Melawan Patriarki

 

Seorang wanita hamil yang rutin datang ke rumah nenek Uchi sang bidan, diperingatkan sang suami untuk tidak terlalu capek. Dia bertemu dokter Koto lalu sang dokter kaget karena kakinya bengkak. Itu merupakan tanda pre-eklampsia.

 

Pre-eklampsia bahaya karena bisa membahayakan nyawa janin maupun ibu. Benar, ibu hamil itu ngotot merawat mertua dan memasak di sana lalu kemudian pingsan. Dokter Koto memeriksa dan bilang kalau harus dioperasi padahal kandungan baru 7 bulan (prematur).



 

Di sini diperlihatkan bahwa penulis skenario secara lantang melawan Patriarki. Ini ibu hamil lho. Masih saja memikirkan kesehatan orang lain (ibu mertuanya) bahkan memasak untuk bapak mertuanya. Orang hamil, capek, masih disuruh-suruh, tega bener!

 

Kepercayaan dari Warga

 

Pelan -pelan, penduduk pulau mulai mempercayai dokter Koto. Mereka tidak lagi menjulukinya sebagai dokter palsu. Si dokter pun merasa senang karena bisa menolong banyak orang di sana (yang benar-benar masih lugu dan polos).

 

Kesanku Setelah Nonton Serial Dokter Koto

 

Mengapa tidak seperti komiknya? Nahh dulu daku baca komik dr Koto udah lama (lebih dari 15 tahun lalu) dan karakter sang suster jadi beda jauh. Kalau di serial ini susternya lebih judes tapi keliatan kalau diam-diam naksir si dokter.



 

Bagaimanapun, serial Dokter Koto membawa insight baru bagi para penonton. Di mana seorang dokter mau mengabdi di pulau kecil. Dia juga mau mengajari anak kecil sehingga mendapat nilai bagus, sampai si anak juga termotivasi untuk menjadi dokter.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar