Minggu, 25 Desember 2022

Review Buku Antologi a Cup of Tea for Working Mom, Kumpulan Kisah Ibu Pekerja yang Bikin Terharu

 Penulis: Gea Aulia, Haya Aliya Zaki, dll

Tahun: 2020

Penerbit: Stiletto

Menjadi ibu adalah pekerjaan seumur hidup yang kadang membuat para mommy tertekan. Bagaimana tidak? Saat memilih untuk berkarir malah dibilang tidak sayang anak. Namun ketika kukuh menjadi 100% ibu rumah tangga dibilang “sayang sekolah tinggi malah hanya mengasuh anak”.

MAKSUD LOE?

Eh kenapa daku yang jadi ngegas gini? Sorry. Bagiku tiap ibu yang bekerja pasti ada alasannya. Namun ibu yang jadi IRT juga ada alasannya.

Walau statusku saat ini adalah housewife plus freelancer tetapi angkat topi setinggi-tingginya kepada para working mom. Terlebih ketika membaca buku A Cup of Tea for Working Mom: 14 Kisah Nyata Inspiratif untuk Ibu Bekerja.



Ketika membuka lembaran-lembaran buku yang diberi oleh salah satu penulisnya (kak Haya) aku tertegun. Ternyata dunia kerja ada yang begitu kerasnya meski status pegawai tersebut adalah seorang wanita.

Ya, di buku ini ada kisah dari Kak Gangsar yang jadi working mom dan blio harus menghabiskan waktu sampai 3 jam untuk datang ke tempat kerjanya. Sepulang kerja blio memacu motor dengan speed tinggi sampai suatu hari tidak sengaja kecelakaan dan giginya patah.

Blio ngebut karena tentu rindu akan anak-anak dan keluarganya. Pekerjaan yang meletihkan tetap dijalani. Semata-mata agar anaknya jangan sampai menangis karena ingin minum susu sedangkan uangnya habis.

Berjuang demi Keluarga

Alasan uang menjadi faktor mengapa banyak working mom bekerja dengan giat sampai senja, bahkan malam hari. Bahkan ada yang rela kerja berjauhan karena diterima sebagai ASN di provinsi lain, seperti salah satu kontributor di buku ini.



Blio berhasil membelikan anaknya sepeda motor dan punya penghidupan yang bagus. Namun jangan ditanya sedihnya saat sibuk lalu lupa ulang tahun anak sendiri! Anak yang diasuh oleh sang nenek juga pengertian lalu merayakan birthday dengan sahabatnya.

Dilema Ibu Bekerja

Dalam buku ini diperlihatkan ibu bekerja yang dalam hati ingin sekali mendampingi anak-anaknya. Namun keadaan memaksa mereka untuk terus bekerja, karena  jadi single mom atau karena penghasilan suami memang kurang mencukupi.

Dilema seperti ini wajar ya dan setelah baca buku A Cup of Tea for Working Mom: 14 Kisah Nyata Inspiratif untuk Ibu Bekerja, daku jadi paham bagaimana perasaan mama  (mbah utinya Saladin) ketika dulu harus menitipkanku pada baby sitter sementara beliau mengajar.

Rasanya ingin menangis lalu meminta maaf pada mama karena mengira beliau tidak sayang padaku. Padahal working mom sama dengan ibu lainnya, tetap sayang walau secara fisik berjauhan dengan anaknya (selama beberapa jam). Maafkan aku, Ma!

Menjadi ibu bekerja, ibu rumah tangga, maupun freelancer adalah sama-sama jadi IBU. Sama hebatnya dan sama mulianya. Tidak usah ada peperangan mana yang terbaik karena tiap keluarga kondisinya berbeda.



Ada ibu yang nyaman di rumah saja. Namun ada yang malah stress berat lalu memutuskan untuk tetap bekerja, walau ia sudah punya anak. Aku yakin anak-anaknya pasti mengerti mengapa mamanya bekerja di kantor.

Ibu pekerja tetap menyayangi anaknya dengan caranya sendiri. Mendampingi saat bikin PR, memasakkan makanan kesukaan, memantau kegiatan anak lewat HP, dll. Seorang ibu pekerja tetap mengasuh anaknya walau waktunya lebih terbatas. Kasih sayangnya tetap 100% dan tidak akan tergantikan dengan pekerjaan.

Sebagai anak dari seorang ibu pekerja, daku mau mengucapkan terima kasih ke penerbit Stiletto yang telah membuat buku antologi ini.

Kamu sudah baca buku ini?

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar