Minggu, 17 Mei 2026

Tulisanku Macet, Tolong!

 

Kata-kata itu sudah ada di otak tapi tak kunjung keluar. Sementara tulisan baru setengah jadi. Butir-butir keringat berhamburan. Aduh, tulisanku macet! Bagaimana ini?

Klean pernah merasakannya? Ketika ingin sekali membuat artikel, opini, cerpen, atau satu bab novel, malah mengalami stuck. Rasanya gemas banget, di satu sisi ingin pekerjaan cepat selesai. Namun di sisi lain inspirasi menghilang. Bagaikan mobil yang kehilangan bensin. Lantas apa saja cara untuk mengatasinya?

Tenang duluu, Bunda Saladin akan mengajari klean cara agar tidak panik dan bisa melanjutkan lagi acara menulis. Berkarya memang menyenangkan tapi jangan sampai dibuat beban yaa, jadi yang paling penting adalah ketenangan hati.

Baca Buku dan Riset

Bisa jadi tulisan macet karena otak kehabisan bahan bakar alias kurang membaca. Syarat untuk lanca menulis adalah rajin membaca, bukan? Nah, yang dibaca juga tidak hanya buku (fiksi dan non fiksi). Tapi juga artikel di Koran online, majalah wanita, dll.

Riset juga penting banget agar tidak macet tulisannya, atau malah ngawur. Meskipun yang ditulis itu cerita fantasi (dan bikin world building sendiri) tapi juga perlu riset. Jangan sampai klean malah diketawain pembaca karena bikin cerita pendekar naik naga tapi malah takut ketinggian.

Minum Dulu

Dulu daku pernah nonton podcast dan narasumbernya cerita kalau beliau harus menyetok banyak kopi di kantor, sebagai amunisi sebelum menulis. Nah, kalau memang susah untuk melanjutkan tulisan, coba minum dulu deh. Tidak harus kopi, bisa the atau air mineral. Tapii hati-hati menaruh gelasnya (jangan sampai ada tragedy air tumpah ke laptop).

Nonton Film

Siapa yang movie goers? Menonton film memang seru yaa dan sekarang juga gampang karena bisa via aplikasi (tidak harus ke bioskop seperti dulu). Kalau memang tulisan sedang macet ya coba nonton dulu (di gadget), untuk membuat otak rileks sekaligus memancing ide baru. Kalau habis nonton ya sekalian bikin review-nya (biar engagak lupa ceritanya).

Stretching

Kadang kita tuh kelamaan menulis di laptop sampai punggung dan boyok pegel lalu lupa olahraga. Padahal stretching bikin sehat dan memperbaiki postur tubuh. Coba deh di sela-sela menulis, peregangan badan dulu. Kalau bingung gerakannya bagaimana ya tinggal lihat di Youtube saja.

Jalan-jalan

Siapa nih yang suka jalan-jalan? BTW traveling tak harus jauh (misalnya ke luar negeri). Main ke taman kota atau melipir sejenak ke pantai juga sudah jalan-jalan, lho!

Jalan-jalan penting banget karena bisa bikin otak rileks. Otomatis ketika sudah rileks dan bahagia, ada lagi ide yang muncul. Habis traveling, mengumpulkan foto-foto, lalu menulis pengalamannya di blog. Nikmatnya hidup, asyik berattt!

Tinggalkan Sejenak

Bagaimana jika klean sudah melakukan berbagai cara di atas tapi masih gagal? Tenang, karena tulisan tidak harus selesai saat itu juga kan? (kecuali kalau sudah dekat deadline). Kalau misalnya belum ada tenggat waktu selesai yang ketat ya ditinggal saja.

Lho kok malah ditinggal? Iyaa, daripada stress lalu malah muak dan trauma menulis. Matikan laptop atau tinggalkan HP (kalau mengetiknya lewat ponsel). Cuci muka lalu baca doa dan tidur siang.

Tulisan yang bagus adalah tulisan yang selesai tapi jangan terlalu memaksakan diri. Justru dengan memberi jeda maka klean bisa bernapas sejenak, dan nantinya akan bisa lebih produktif lagi. Tapi tentu jangan lama-lama (misalnya sampai sebulan mutung kagak nulis), itu mah kelamaan dan keburu topic pembahasan di blogpost basi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar