Kata-kata itu sudah ada
di otak tapi tak kunjung keluar. Sementara tulisan baru setengah jadi.
Butir-butir keringat berhamburan. Aduh, tulisanku macet! Bagaimana ini?
Klean pernah
merasakannya? Ketika ingin sekali membuat artikel, opini, cerpen, atau satu bab
novel, malah mengalami stuck. Rasanya
gemas banget, di satu sisi ingin pekerjaan cepat selesai. Namun di sisi lain inspirasi
menghilang. Bagaikan mobil yang kehilangan bensin. Lantas apa saja cara untuk
mengatasinya?
Tenang duluu, Bunda
Saladin akan mengajari klean cara agar tidak panik dan bisa melanjutkan lagi
acara menulis. Berkarya memang menyenangkan tapi jangan sampai dibuat beban
yaa, jadi yang paling penting adalah ketenangan
hati.
Baca
Buku dan Riset
Bisa jadi tulisan macet
karena otak kehabisan bahan bakar alias kurang membaca. Syarat untuk lanca
menulis adalah rajin membaca, bukan? Nah, yang dibaca juga tidak hanya buku
(fiksi dan non fiksi). Tapi juga artikel di Koran online, majalah wanita, dll.
Riset juga penting banget
agar tidak macet tulisannya, atau malah ngawur. Meskipun yang ditulis itu
cerita fantasi (dan bikin world building sendiri)
tapi juga perlu riset. Jangan sampai klean malah diketawain pembaca karena
bikin cerita pendekar naik naga tapi malah takut ketinggian.
Minum
Dulu
Dulu daku pernah nonton
podcast dan narasumbernya cerita
kalau beliau harus menyetok banyak kopi di kantor, sebagai amunisi sebelum
menulis. Nah, kalau memang susah untuk melanjutkan tulisan, coba minum dulu
deh. Tidak harus kopi, bisa the atau air mineral. Tapii hati-hati menaruh
gelasnya (jangan sampai ada tragedy air tumpah ke laptop).
Nonton
Film
Siapa yang movie goers? Menonton film memang seru
yaa dan sekarang juga gampang karena bisa via aplikasi (tidak harus ke bioskop
seperti dulu). Kalau memang tulisan sedang macet ya coba nonton dulu (di
gadget), untuk membuat otak rileks sekaligus memancing ide baru. Kalau habis
nonton ya sekalian bikin review-nya (biar engagak lupa ceritanya).
Stretching
Kadang kita tuh
kelamaan menulis di laptop sampai punggung dan boyok pegel lalu lupa olahraga. Padahal stretching bikin sehat dan
memperbaiki postur tubuh. Coba deh di sela-sela menulis, peregangan badan dulu.
Kalau bingung gerakannya bagaimana ya tinggal lihat di Youtube saja.
Jalan-jalan
Siapa nih yang suka
jalan-jalan? BTW traveling tak harus jauh (misalnya ke luar negeri). Main ke
taman kota atau melipir sejenak ke pantai juga sudah jalan-jalan, lho!
Jalan-jalan penting
banget karena bisa bikin otak rileks. Otomatis ketika sudah rileks dan bahagia,
ada lagi ide yang muncul. Habis traveling, mengumpulkan foto-foto, lalu menulis
pengalamannya di blog. Nikmatnya hidup, asyik berattt!
Tinggalkan
Sejenak
Bagaimana jika klean
sudah melakukan berbagai cara di atas tapi masih gagal? Tenang, karena tulisan
tidak harus selesai saat itu juga kan? (kecuali kalau sudah dekat deadline). Kalau misalnya belum ada
tenggat waktu selesai yang ketat ya ditinggal saja.
Lho kok malah
ditinggal? Iyaa, daripada stress lalu malah muak dan trauma menulis. Matikan
laptop atau tinggalkan HP (kalau mengetiknya lewat ponsel). Cuci muka lalu baca
doa dan tidur siang.
Tulisan yang bagus
adalah tulisan yang selesai tapi jangan terlalu memaksakan diri. Justru dengan
memberi jeda maka klean bisa bernapas sejenak, dan nantinya akan bisa lebih
produktif lagi. Tapi tentu jangan lama-lama (misalnya sampai sebulan mutung kagak nulis), itu mah kelamaan
dan keburu topic pembahasan di blogpost basi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar