“Pokoknya aku enggak mau sekolah!”
Wajah Saladin
menampakkan ketegasan. Padahal dia sudah sarapan dan mandi pagi. Jarak dari
rumah ke sekolah juga cuma 900 meter dan bisa ditempuh dengan jalan kaki selama
10 menit. Tapi malah ngambek dan minta bolos, astaga! Padahal dia sudah kelas
7, bukan anak TK lagi yang bisa izin sesuka hati.
Sepertinya Saladin
belum benar-benar pulih setelah beberapa hari lalu sakit, demam yang
naik-turun, ditambah lagi habis infeksi mata. Ya, sudahlah, izin aja. Daku
ambil ponsel dan mengirim pesan, minta maaf ke Pak guru dan bilang kalau
Saladin tidak masuk karena masih sakit.
Lantas apakah anak
mogok sekolah harus selalu dituruti keinginannya? Bisa iya dan bisa tidak.
Harus ditelusuri beberapa penyebabnya seperti:
Sakit
Kadang anak tuh belum
bisa ngomong kalau lagi sakit. Tapi dia diam saja, mojok, merengut, dan minta
bolos. Ketika diraba dahinya ternyata panas. Kalau anak sedang tidak enak badan
ya izin saja. Kasihan mah kalau
dipaksa masuk, malah bahaya karena bisa menularkan penyakit ke teman-temannya.
Takut
Guru
Ada lho anak yang takut
akan gurunya. Padahal bapak/ibu guru tentu mengajar dengan profesional, tapi
entah mengapa anak jadi berimajinasi hal lain dan dia jadi mogok sekolah.
Apalagi guru kan suaranya keras saat mengajar dan ada tipe anak yang takut
suara keras (seperti Saladin).
Ini pengalamanku dulu
(tahun 90-an) waktu masih kelas 1 SD. Takut bu guru (karena emang galaaak) dan
akhirnya pura-pura sakit agar bisa izin pulang. Mama awalnya bingung dan
akhirnya paham kalau ini hanya psikomatis
Dulu daku terlalu awal
juga, masuk SD baru usia 5,5 jadi mentalku belum siap. Akhirnya mama mengatur
agar aku diminta membawakan tas bu guru (walau akhirnya di tahun berikutnya
beliau tidak boleh mengajar kelas 1 karena kurang cocok).
Jadi
Korban Bully
Bullying
makin
meresahkan, apalagi jika anak disakiti fisiknya. Namun jangan lupa kalau
penghinaan juga merupakan perundungan verbal. Anak wajib diajari untuk selalu
bilang apapun yang dirasakan di sekolah, jadi saat dia di-bully akan laporan dan kita bisa menindaklanjutinya.
Melihat
‘Sesuatu’
Ini yang pernah dialami
Saladin tahun 2019 (dan membuatnya jadi suspect
anak indiboy). Dia melihat beberapa hal yang menyeramkan, mulai dari di
belakang kelas sampai di pohon beringin. Makanya dia minta duduk di dekat meja
guru lalu menangis minta pulang. Lagian ngapain sih menanam pohon beringin di dalam
area sekolah, enggak ada alternatif lain apa?
Masalah selesai karena Saladin akhirnya pindah
dari sekolah negeri ke swasta. Jadi sebelum memastikan anak betah di sekolah,
harus survey lokasi dulu. Jika ada hawa-hawa tidak enak, mending cari yang
lain, percaya pada perasaanmu.
Solusinya
Bagaimana?
Jadi bagaimana cara
agar anak tidak mudah ngambek, mutung, dan tidak mau sekolah? Nantikan hanya di
blog Catatan Bunda Saladin. sengaja
dipisah biar blogpost-nya tidak
kepanjangan.
Jika anak ngambek dan
minta bolos maka jangan dimarahi habis-habisan, apalagi dijewer. BIG NO kalau main
fisik, apalagi jika bocil masih balita, bahaya dan bisa bikin trauma! Tapi pastikan
kita sebagai orang tua harus super sabar dan mencari tahu penyebabnya.




aku jadi ingat cerita salah satu teman, yg anaknya tinggal di asrama sekolah, trus berkali2 minta kluar.. ga mau di asrama... tapi pas ditanya katanya ga betah aja.... barulah setelah setahun, anaknya ngaku kalau dia dibully abang senior, semacam pelecehan seksual... langsung temenku datang ke sekolah, bicara ama guru, dan memang anaknya dia bawa ke rumah, ga mau di asrama lagi...
BalasHapusjd kadang kalau anak bilang ga mau sekolah, ga mau tinggal asrama, kita memang hrs cek dulu alasannya ya mba... buatku juga kalau ada pembully-an begitu, pasti aku belain anak. ngeriiii, krn bully zaman skr sampe bisa ngilangin nyawa
Aku paham bagaimana rasanya kena bully pada anak
BalasHapusAnakku pernah dikatain botol Yakult dan membekas sampai sekarang
Kalau lihat Yakult dia kayak maju mundur mau minum
Tapi pelan pelan aku bilang bahwa dikatain begitu gak ada alasan mogok ke sekolah
Tunjukkan kalau kamu tuh lebih bernilai meski dianggap seperti botol Yakult
Saya jadi kepikiran kalau tantangan terbesarnya orang tua itu ya mutusin mana penyebab yang paling rasional kenapa anaknya nggak mau sekolah.
BalasHapusKarena untuk tiap penyebab itu, tindak lanjutnya juga nggak mungkin sama.
Kalo anaknya sakit, maka ya mesti diperiksakan ke dokter, bukan dibiarkan diem di rumah.
Jika anaknya takut sama guru, maka ya mesti dikomunikasiin sama anaknya supaya nggak takut sama gurunya, bukan dibiarin aja juga.
Dan begitu pun juga pada penyebab-penyebab lainnya.
Waktu kecil, saya pernah nemu teman nggak mau sekolah karena ternyata problemnya ada di rumahnya. Orangtuanya konflik melulu, anaknya jadi merasa diabaikan. Dia nggak mau sekolah karena kepingin cari perhatian.
Maka ketika orang tua salah mengambil penyebab, masalahnya bisa jadi makin panjang dan mengganggu masa depan anaknya.
Akhirnya waktu itu Saladin nggak mau sekolah sebenarnya karena apa, Mbak Avi?