Senin, 04 Mei 2026

Ketika Anak Ngambek dan Mogok Sekolah

 

 “Pokoknya aku enggak mau sekolah!”

Wajah Saladin menampakkan ketegasan. Padahal dia sudah sarapan dan mandi pagi. Jarak dari rumah ke sekolah juga cuma 900 meter dan bisa ditempuh dengan jalan kaki selama 10 menit. Tapi malah ngambek dan minta bolos, astaga! Padahal dia sudah kelas 7, bukan anak TK lagi yang bisa izin sesuka hati.



Sepertinya Saladin belum benar-benar pulih setelah beberapa hari lalu sakit, demam yang naik-turun, ditambah lagi habis infeksi mata. Ya, sudahlah, izin aja. Daku ambil ponsel dan mengirim pesan, minta maaf ke Pak guru dan bilang kalau Saladin tidak masuk karena masih sakit.

Lantas apakah anak mogok sekolah harus selalu dituruti keinginannya? Bisa iya dan bisa tidak. Harus ditelusuri beberapa penyebabnya seperti:

Sakit



Kadang anak tuh belum bisa ngomong kalau lagi sakit. Tapi dia diam saja, mojok, merengut, dan minta bolos. Ketika diraba dahinya ternyata panas. Kalau anak sedang tidak enak badan ya izin saja. Kasihan mah kalau dipaksa masuk, malah bahaya karena bisa menularkan penyakit ke teman-temannya.

Takut Guru

Ada lho anak yang takut akan gurunya. Padahal bapak/ibu guru tentu mengajar dengan profesional, tapi entah mengapa anak jadi berimajinasi hal lain dan dia jadi mogok sekolah. Apalagi guru kan suaranya keras saat mengajar dan ada tipe anak yang takut suara keras (seperti Saladin).



Ini pengalamanku dulu (tahun 90-an) waktu masih kelas 1 SD. Takut bu guru (karena emang galaaak) dan akhirnya pura-pura sakit agar bisa izin pulang. Mama awalnya bingung dan akhirnya paham kalau ini hanya psikomatis

Dulu daku terlalu awal juga, masuk SD baru usia 5,5 jadi mentalku belum siap. Akhirnya mama mengatur agar aku diminta membawakan tas bu guru (walau akhirnya di tahun berikutnya beliau tidak boleh mengajar kelas 1 karena kurang cocok).

Jadi Korban Bully

Bullying makin meresahkan, apalagi jika anak disakiti fisiknya. Namun jangan lupa kalau penghinaan juga merupakan perundungan verbal. Anak wajib diajari untuk selalu bilang apapun yang dirasakan di sekolah, jadi saat dia di-bully akan laporan dan kita bisa menindaklanjutinya.

Melihat ‘Sesuatu’

Ini yang pernah dialami Saladin tahun 2019 (dan membuatnya jadi suspect anak indiboy). Dia melihat beberapa hal yang menyeramkan, mulai dari di belakang kelas sampai di pohon beringin. Makanya dia minta duduk di dekat meja guru lalu menangis minta pulang. Lagian ngapain sih menanam pohon beringin di dalam area sekolah, enggak ada alternatif lain apa?



 Masalah selesai karena Saladin akhirnya pindah dari sekolah negeri ke swasta. Jadi sebelum memastikan anak betah di sekolah, harus survey lokasi dulu. Jika ada hawa-hawa tidak enak, mending cari yang lain, percaya pada perasaanmu.

Solusinya Bagaimana?

Jadi bagaimana cara agar anak tidak mudah ngambek, mutung, dan tidak mau sekolah? Nantikan hanya di blog Catatan Bunda Saladin. sengaja dipisah biar blogpost-nya tidak kepanjangan.

Jika anak ngambek dan minta bolos maka jangan dimarahi habis-habisan, apalagi dijewer. BIG NO kalau main fisik, apalagi jika bocil masih balita, bahaya dan bisa bikin trauma! Tapi pastikan kita sebagai orang tua harus super sabar dan mencari tahu penyebabnya.

3 komentar:

  1. aku jadi ingat cerita salah satu teman, yg anaknya tinggal di asrama sekolah, trus berkali2 minta kluar.. ga mau di asrama... tapi pas ditanya katanya ga betah aja.... barulah setelah setahun, anaknya ngaku kalau dia dibully abang senior, semacam pelecehan seksual... langsung temenku datang ke sekolah, bicara ama guru, dan memang anaknya dia bawa ke rumah, ga mau di asrama lagi...

    jd kadang kalau anak bilang ga mau sekolah, ga mau tinggal asrama, kita memang hrs cek dulu alasannya ya mba... buatku juga kalau ada pembully-an begitu, pasti aku belain anak. ngeriiii, krn bully zaman skr sampe bisa ngilangin nyawa

    BalasHapus
  2. Aku paham bagaimana rasanya kena bully pada anak
    Anakku pernah dikatain botol Yakult dan membekas sampai sekarang
    Kalau lihat Yakult dia kayak maju mundur mau minum
    Tapi pelan pelan aku bilang bahwa dikatain begitu gak ada alasan mogok ke sekolah
    Tunjukkan kalau kamu tuh lebih bernilai meski dianggap seperti botol Yakult

    BalasHapus
  3. Saya jadi kepikiran kalau tantangan terbesarnya orang tua itu ya mutusin mana penyebab yang paling rasional kenapa anaknya nggak mau sekolah.

    Karena untuk tiap penyebab itu, tindak lanjutnya juga nggak mungkin sama.
    Kalo anaknya sakit, maka ya mesti diperiksakan ke dokter, bukan dibiarkan diem di rumah.
    Jika anaknya takut sama guru, maka ya mesti dikomunikasiin sama anaknya supaya nggak takut sama gurunya, bukan dibiarin aja juga.
    Dan begitu pun juga pada penyebab-penyebab lainnya.

    Waktu kecil, saya pernah nemu teman nggak mau sekolah karena ternyata problemnya ada di rumahnya. Orangtuanya konflik melulu, anaknya jadi merasa diabaikan. Dia nggak mau sekolah karena kepingin cari perhatian.

    Maka ketika orang tua salah mengambil penyebab, masalahnya bisa jadi makin panjang dan mengganggu masa depan anaknya.

    Akhirnya waktu itu Saladin nggak mau sekolah sebenarnya karena apa, Mbak Avi?

    BalasHapus