Jumat, 01 Mei 2026

Review Novel Agensi Rumah Tangga, Keteguhan Wanita Penyalur ART

 

Siapa suka baca karya Almira Bastari? So far daku sudah baca novel Resign!, Melbourne Wedding Marathon, Ganjil Genap, Home Sweet Loan, dan terakhir Agensi Rumah Tangga. Bagaimana dengan buku terbaru beliau, akankah ceritanya masih asyik?

Judul   : Agensi Rumah Tangga

Penulis : Almira Bastari

Tahun : 2024

Penerbit: Gramedia

Tebal   : 272 halaman

Dikisahkan Katia, seorang wanita lajang berusia 30-an. Dia tidak peduli akan saran ibunya untuk ikut ujian abdi negara, karena sudah settle dengan pekerjaannya di sebuah perusahaan Start-Up. Malang tak dapat ditolak, Katia mendapatkan email horor alias surat pemecatan. Padahal….



Padahal Katia sedang mencicil rumah dan harus membayar biaya KPR yang nominalnya lumayan. Jika dia kehilangan pekerjaan, mau bayar pakai apa? Katia nyaris frustasi karena melamar pekerjaan ke sana-sini tapi hasilnya nihil.

Membangun Agensi Rumah Tangga

Ibunya Katia memutuskan untuk merumahkan Bi Minah, ART mereka, karena sudah cukup tua. Lagipula penghasilan beliau sebagai pensiunan ASN (tanpa bantuan lagi dari Katia) belum mencukupi untuk menggaji bibi. Katia mengantar Bi Minah ke stasiun (untuk pulang kampung), tapi di sana dia malah dapat ide brilian.



Walau tidak tersinggung (karena dikira ART oleh seorang ex ART), Katia bersyukur karena dia punya ilham untuk membuka yayasan penyalur ART. Penyebabnya karena ex ART (yang ternyata masih tetangga Bi Minah di kampung) menceritakan keadaan di yayasan yang sebelumnya. Sangat tidak layak, tidur bertumpuk di kamar yang sempit, makanan pun seadanya.

Di situlah Katia berpikir, rumah yang sebelumnya akan dijual dialihkan saja jadi kantor penyalur ART. Nama yayasannya adalah ART (Agensi Rumah Tangga). Kemudian, Bi Minah batal pulang kampung, tapi tinggal sementara di kantor tersebut sampai ‘laku’ alias mendapatkan majikan yang baru. Lantas Katia memanfaatkan media sosial untuk berpromosi.

Yayasan ART yang dikelola Katia mendapatkan pegawai baru bernama Sashi, yang dulu adalah rekan kerjanya. Sashi mau saja membantu Katia untuk mengurus para ART, karena dia juga kena giliran lay off. Malah Sashi tokoh yang jauh lebih tegas dan membela Katia ketika para calon ART mulai ngelunjak.

Klien Pertama

Awalnya Katia ragu, akankah ada yang mempercayainya? Ternyata rezeki datang dari Sashi, yang kenal dengan Kafka, seorang penyanyi pria terkenal. Kafka butuh ART dengan banyak syarat: bisa masak, telaten, dan yang paling penting adalah tidak ‘bocor’ alias menjaga rahasia. Dia tidak suka jika ada orang lain yang memberi tahu publik di mana rumah pribadinya.



Bi Minah menjadi calon utama karena memang beliau tidak punya akun media sosial dan pintar masak. Katia berusaha keras melatih bibi untuk memesan makanan via aplikasi (seperti permintaan Kafka), meski awalnya beliau agak gaptek. Akhirnya Kafka menerima Bi Minah dengan baik dan puas dengan kinerjanya.

Masalah Mulai Datang

Walau awalnya happy (karena bisa bayar cicilan KPR dengan lancar dan makin banyak klien), Katia harus berteguh hati dengan berbagai masalah. Pertama, anaknya Bi Minah memaksa untuk ketemuan di rumah Kafka, dan tak sengaja membocorkannya di media sosial. Ada lagi ART yang genit ke majikan sampai pakai pelet! Waduuuh!

Katia vs Ibu

Gara-gara anak Bi Minah, Katia jadi kena getahnya. Tidak ada ART lain yang sesuai spek beliau, jadi mau tak mau Katia menjadi gantinya. Kafka bisa menerima kalau Katia tidak mahir memasak (jadi pesan online saja) dan baju-baju dimasukkan ke laundry. Dia puas karena Katia paham apa maunya.



Akan tetapi hal ini membuat Katia nyaris bermusuhan dengan sang ibu. Beliau tidak terima putri tunggalnya menjadi seorang ART. Padahal sehari-hari tugas Katia juga tidak berat.

Read: Review Novel Home Sweet Loan

Kegalauan Katia

Katia tambah galau karena ada panggilan wawancara kerja. Akankah dia memutuskan untuk kembali kerja kantoran dan menutup yayasan penyalur ART? Atau melanjutkan bisnis walau pusing dengan tingkah-laku calon ART yang minta punya majikan artis? Baca yuuk, seru banget!

Read: Review Novel Resign!

Kesanku Setelah Membaca Novel Agensi Rumah Tangga

Novelnya bagus dan daku hanya butuh beberapa jam untuk menamatkannya. Di sini konflik-konfliknya ada dan diselesaikan dengan mulus.



Daku jadi tahu 1001 kelakuan pembantu. Mulai yang kenes sampai yang ngelunjak (minta diperlakukan dengan khusus). Ada juga ART yang pusing karena kerja double sebagai baby sitter, di rumah yang besar. Sedihnya, ada ART yang ibunya juga ART, rantai kemiskinan structural belum bisa dilibas di negeri ini.

Read: Review Melbourne Wedding Marathon

Akan tetapi zuzurrr agak KZL dengan tokoh Katia yang seakan-akan tidak membentengi diri dengan boundaries. Kok bisa dia memaafkan anak Bi Minah, bahkan menawarinya pekerjaan di yayasannya. Dia juga memaafkan ex ART dan membuatnya jadi perpanjangan tangan  (recruiter) calon ART di kampung, padahal ex ART jelas pernah ketahuan main pelet!

                                    Almira Bastari

Bagaimanapun novel ini tetap asyik disimak (walau jumlah halamannya cukup banyak). Nah, siapa yang suka KZL juga dengan kelakuan pembantu yang ‘ajaib’?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar