Kamis, 09 Juli 2026

Review Lima Sekawan: Berkelana, Liburan Penuh Petualangan

 

Judul asli         : Five Go off a Caravan

Penulis             : Enid Blyton

Penerjemah      : Agus Setiadi

Tahun              : 1982 (cetakan kelima)

Siapa yang demen baca kisah geng Lima Sekawan? Apalagi lagi liburan tengah tahun gini, bisa kita habiskan dengan baca buku, sambil membayangkan asyiknya petualangan mereka. Kali ini, George cs berlibur dengan naik caravan. Tapi bukannya bersantai, mereka tetap saja dibuntuti oleh aksi dan misteri yang seru.



Ide liburan naik caravan muncul karena mereka (lagi-lagi) ingin melancong sendiri tanpa orang dewasa. Karena belum bisa (dan tentu dilarang) mengemudikan mobil sendiri, akhirnya caravan ditarik oleh kuda. Mereka akan liburan di dekat danau, dan membayangkan bisa bebas main air di sana.

Nobby yang Baik

            Sebenarnya, sebelum berangkat liburan, Anne cs sudah berkenalan dengan Nobby. Dia adalah anggota sirkus keliling (yang masih anak-anak), dan punya seekor monyet usil. Oleh karena itu geng Lima Sekawan juga berharap akan bertemu kembali dengan Nobby, dan melihat kehidupan anggota sirkus keliling.



            Kemudian Lima Sekawan memang belum ketemu lagi dengan Nobby tapi mereka istirahat di area dekat peternakan, sambil membeli bahan-bahan mentah (Seperti telur). Kalau mau mandi ya tinggal nyemplung di sungai. Iyaa, buku ini ditulis jauh sebelum tahun 90-an, jadi kali-nya masih jernih dan bisa buat adus.

Lou dan Tiger Dan

            Akhirnya George cs ketemu lagi dengan Nobby setelah melanjutkan perjalanan. Tapi sayang ada 2 orang sirkus yang sinis, Tiger Dan (pamannya Nobby), dan Lou. Mereka mengusir para remaja itu (yang sebenarnya sudah mau berkemah di tepi danau). Lantas Lima Sekawan mengalah dan berkemah di daerah bukit.

            Anehnya, Lou dan Tiger dan malah menyuruh Lima sekawan untuk kembali lagi ke dekat danau. Ini ada apaaa? Menyebalkan tapi sekaligus bikin penasaran.

Petualangan yang Mendebarkan

            Ternyata benar, di bukit (yang ditempati oleh caravan) ada lubang misterius! Ada apa di bawah sana? Geng Lima Sekawan terlibat petualangan, yang sangat mendebarkan, tapi lagi-lagi happy ending.



            Meski sudah terlalu banyak pengulangan akan cerita di bawah lubang, lorong, gua, dll (sampai Enid dibilang terobsesi olehnya), tapi buku ini tetap asyik untuk disimak. Di Five Go On a Caravan, pace cukup cepat. Pembaca juga bisa menikmati keindahan alam Inggris (pada zaman itu), dan tentu menambah pengetahuan.

Kesedihan Pasca Membaca Buku Ini

Akan tetapi ada satu hal yang membuatku sedih setelah membaca buku ini: cerita tentang Nobby. Dikisahkan dia adalah anak yatim piatu, dan sebenarnya Tiger Dan bukan paman kandungnya. Kehidupan di sirkus juga cukup keras bagi seorang anak, dan bahkan dia tidak bisa membaca (karena tidak pernah bersekolah).

Astagaa, memang buku-buku Enid ditulis pasca perang dunia, dan bisa jadi memang ada yang terdampak. Anak-anak tidak bisa sekolah dan lebih memilih untuk bekerja. Tapii ya sudahlah, pasti di era sekarang sudah tidak ada cerita seperti ini (semoga).

Apa buku karya Enid Blyton favoritmu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar