Senin, 07 September 2026

A Day in My Life: Semangkok Mie Ayam dan Segunung Harapan

 

            Halo, kembali lagi di konten a day in my life episode kesekian. Cerita hari minggu, tanggal 6 September 2026, ketika mudik lokal alias ke rumah ortu yang ‘hanya’ selemparan permen. Karena jaraknya hanya 2,5 kilometer, hehehee.

            Hari minggu diawali dengan ngantuk karena sabtunya, Saladin baru tidur jam 1 pagi. Daku menemani melekan (walau ‘nabung’ tidur dulu setelah isya’). BTW Saladin ADHD ya dan memang rata-rata anak ADHD susah tidur.

                                                  Gnerated by ChatGPT

            Kami berencana naik taksi online dan berjalan sebentar ke minimarket (biar titik gampang ditemukan oleh driver). Tapi apa yang terjadi saudaraa-saudaraaaa? Aplikasi taksi telah dihapus oleh Saladin!

Hampir Saja

            Daku pun ngomel, kok bisa Saladin menghapus salah satu aplikasi penting di HP? Kemudian daku download app tersebut. Tapi ketika dibuka kok susah, sepertinya sinyal sedang tidak stabil.

Saat sedang asyik lihat HP (kami duduk di depan minimarket, di bangku yang disediakan), tiba-tiba ada MOBIL BOKS yang parkir! Astaghfirullah! Sopirnya itu gak mencet klakson dulu biar kami minggir. Jarak dari bagian depan mobil ke Saladin hanya satu meter!


                                                      Generated by ChatGPT

Untung saja parkirnya akurat, jadi Saladin tidak keserempet / kenapa-napa. Kalau saja Saladin kena maka daku bakal ngamuk berat, gak peduli sopirnya berbadan lebih besar. Lantas untuk menenangkan diri maka kami ngadem sebentar di dalam minimarket, sambil beli minuman.

Akhirnya Sampai

            Untung di dalam minimarket malah sinyal cukup bagus, dan dapat driver taksi online. Kami cepat-cepat membayar dan keluar lagi. Tak sampai 5 menit pak supir sudah sampai.

            Karena jarak dekat maka hanya 10 menit sampai ke rumah orangtuaku. Saladin langsung salim mbahnya dan ngacir ke lantai 2 (kamarku semasa gadis). Sementara daku naruh tas dan mengeluarkan bawaan berupa…singkong.

                                  By Ferdian W , Vecteezy

            Kamu suka singkong atau keju? Kebetulan kemarin lusanya suami dikasih buanyaaak singkong, jadi sebagian dijadikan kolak. Sedangkan sisanya dibawa saja ke rumah ortuku untuk dimasak di sana.

            Daku langsung gercep kupas dan potong singkong lalu mengukusnya, dan setengah bagian direbus dengan bumbu. Ini bumbunya, mirip kalau mengungkep ayam: bawang putih, garam, kunyit, dan ketumbar. Setelah empuk baru ditiriskan dan rencananya baru akan digoreng di sore hari.

Semangkok Mie Ayam di Siang Hari

            Jam 12:30 tiba-tiba ada tamu yakni sahabatku A, dan doski ngajak untuk makan bersama. Saladin kupamitin dan kami pun meluncur ke sebuah warung yang menjual mie ayam dan bakso. Letaknya cukup dekat dari rumah ortu, dan Alhamdulillah siang itu karnaval belum mulai. FYI, di Malang raya, karnaval dan sound horeg berlangsung sejak Agustus sampai Desember.


                                                  Pexels

            Sembari makan mie ayam ceker (A makan sepiring tahu campur) kami curhat-curhatan. BTW, A ini single mom yang sangat tangguh, dan daku sangat kagum akan semangat kerjanya. Benar-benar memotivasi dan menimbulkan harapan baru. Malah daku dapat tawaran jadi shadow teacher untuk anak ADHD tapi minta izin suami dulu lahh.

Read: A day in my life: belajar batik

            Setelah kenyang maka kami langsung cabut, tapi tidak pulang ke rumah ortuku. Melainkan lanjut ngobrol di rumah A sahabatku, sambil makan eskrim. Cuaca Malang di bulan September sedang panas-panasnya.

Goreng Singkong

            Sekitar sejam kemudian daku pamitan karena takut Saladin mencari bundanya. Alhamdulillah dia anteng, dan happy banget karena dikasih oleh-oleh eskrim 3 rasa. 



Seperti biasa dia request minta dibikinkan nasi goreng yang delicious, dengan bumbu: bawang merah, bawang putih, garam, saus tiram, margarin, kecap manis, dan sedikit minyak wijen.

Read: A day in my life: mudik dadakan

            Bikin nasi goreng sudah, saatnya mencuci panci bekas mengukus singkong, memanaskan ayam kecap (masakan mamaku), lalu menggoreng singkong. Urusan dapur beres dan adikku (yang masih bujang dan tinggal serumah dengan ortu) langsung happy. Kalau kakaknya datang dia pasti dibikinkan nasi goreng dan camilan juga.

            Masih ada waktu sebelum pulang jadi daku buka laptop dan blog walking sekejap. Namanya freelancer, mudik pun wajib bawa perangkat kerja. Bahkan dulu waktu masih WFH di sebuah agency, daku sudah menulis lagi di tanggal 2 Syawal, gas aja mah!

            Hari itu ditutup dengan pamitan ke ortu, naik motor (dibonceng adik) dan untung cuacanya cukup sejuk. Alhamdulillah Saladin tidak tantrum. Biasanya dia ngambek karena tidak mau pulang, kerasan di rumah mbah yang banyak makanan dan ada fasilitas water heater plus WIFI, hahahaha!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar