Halo, kembali lagi di konten a day in my life episode kesekian. Cerita
hari minggu, tanggal 6 September 2026, ketika mudik lokal alias ke rumah ortu
yang ‘hanya’ selemparan permen. Karena jaraknya hanya 2,5 kilometer, hehehee.
Hari minggu diawali dengan ngantuk
karena sabtunya, Saladin baru tidur jam 1 pagi. Daku menemani melekan (walau ‘nabung’
tidur dulu setelah isya’). BTW Saladin ADHD ya dan memang rata-rata anak ADHD
susah tidur.
Kami berencana naik taksi online dan berjalan sebentar ke
minimarket (biar titik gampang ditemukan oleh driver). Tapi apa yang terjadi saudaraa-saudaraaaa? Aplikasi taksi telah
dihapus oleh Saladin!
Hampir
Saja
Daku pun ngomel, kok bisa Saladin
menghapus salah satu aplikasi penting di HP? Kemudian daku download app tersebut. Tapi ketika dibuka kok susah, sepertinya
sinyal sedang tidak stabil.
Saat
sedang asyik lihat HP (kami duduk di depan minimarket, di bangku yang
disediakan), tiba-tiba ada MOBIL BOKS yang parkir! Astaghfirullah! Sopirnya itu
gak mencet klakson dulu biar kami minggir. Jarak dari bagian depan mobil ke
Saladin hanya satu meter!
Generated by ChatGPT
Untung
saja parkirnya akurat, jadi Saladin tidak keserempet / kenapa-napa. Kalau saja
Saladin kena maka daku bakal ngamuk berat, gak peduli sopirnya berbadan lebih
besar. Lantas untuk menenangkan diri maka kami ngadem sebentar di dalam
minimarket, sambil beli minuman.
Akhirnya
Sampai
Untung di dalam minimarket malah
sinyal cukup bagus, dan dapat driver taksi
online. Kami cepat-cepat membayar dan
keluar lagi. Tak sampai 5 menit pak supir sudah sampai.
Karena jarak dekat maka hanya 10
menit sampai ke rumah orangtuaku. Saladin langsung salim mbahnya dan ngacir ke lantai 2 (kamarku semasa
gadis). Sementara daku naruh tas dan mengeluarkan bawaan berupa…singkong.
Kamu suka singkong atau keju? Kebetulan
kemarin lusanya suami dikasih buanyaaak singkong, jadi sebagian dijadikan
kolak. Sedangkan sisanya dibawa saja ke rumah ortuku untuk dimasak di sana.
Daku langsung gercep kupas dan
potong singkong lalu mengukusnya, dan setengah bagian direbus dengan bumbu. Ini
bumbunya, mirip kalau mengungkep ayam: bawang putih, garam, kunyit, dan
ketumbar. Setelah empuk baru ditiriskan dan rencananya baru akan digoreng di
sore hari.
Semangkok
Mie Ayam di Siang Hari
Jam 12:30 tiba-tiba ada tamu yakni
sahabatku A, dan doski ngajak untuk makan bersama. Saladin kupamitin dan kami
pun meluncur ke sebuah warung yang menjual mie ayam dan bakso. Letaknya cukup
dekat dari rumah ortu, dan Alhamdulillah siang itu karnaval belum mulai. FYI,
di Malang raya, karnaval dan sound horeg berlangsung
sejak Agustus sampai Desember.
Pexels
Sembari makan mie ayam ceker (A
makan sepiring tahu campur) kami curhat-curhatan. BTW, A ini single mom yang sangat tangguh, dan daku
sangat kagum akan semangat kerjanya. Benar-benar memotivasi dan menimbulkan
harapan baru. Malah daku dapat tawaran jadi shadow
teacher untuk anak ADHD tapi minta izin suami dulu lahh.
Read: A day in my life: belajar batik
Setelah kenyang maka kami langsung
cabut, tapi tidak pulang ke rumah ortuku. Melainkan lanjut ngobrol di rumah A
sahabatku, sambil makan eskrim. Cuaca Malang di bulan September sedang
panas-panasnya.
Goreng Singkong
Sekitar sejam kemudian daku pamitan karena takut Saladin mencari bundanya. Alhamdulillah dia anteng, dan happy banget karena dikasih oleh-oleh eskrim 3 rasa.
Seperti biasa dia request minta
dibikinkan nasi goreng yang delicious,
dengan bumbu: bawang merah, bawang putih, garam, saus tiram, margarin, kecap
manis, dan sedikit minyak wijen.
Read: A day in my life: mudik dadakan
Bikin nasi goreng sudah, saatnya
mencuci panci bekas mengukus singkong, memanaskan ayam kecap (masakan mamaku),
lalu menggoreng singkong. Urusan dapur beres dan adikku (yang masih bujang dan
tinggal serumah dengan ortu) langsung happy.
Kalau kakaknya datang dia pasti dibikinkan nasi goreng dan camilan juga.
Masih ada waktu sebelum pulang jadi
daku buka laptop dan blog walking sekejap.
Namanya freelancer, mudik pun wajib
bawa perangkat kerja. Bahkan dulu waktu masih WFH di sebuah agency, daku sudah menulis lagi di
tanggal 2 Syawal, gas aja mah!
Hari itu ditutup dengan pamitan ke
ortu, naik motor (dibonceng adik) dan untung cuacanya cukup sejuk. Alhamdulillah
Saladin tidak tantrum. Biasanya dia ngambek karena tidak mau pulang, kerasan di rumah mbah yang banyak
makanan dan ada fasilitas water heater
plus WIFI, hahahaha!





Tidak ada komentar:
Posting Komentar