Sabtu, 25 Juli 2026

A Day in My Life: Belajar Membatik dan Saladin yang Anti Berisik

 

Sabtu pagi klean biasanya ngapain aja? Nah hari sabtu tanggal 24 Juli 2026, daku mendampingi Saladin MPLS di PKBM-nya. FYI, PKBM itu sekolahan tapi informal ya, dan akan dapat ijazah paket B (karena tahun lalu doi sudah lulus dari SD Alam).

Kembali ke topik a day in my life. Sabtu kemarin Saladin MPLS (walau sudah kelas 8 tapi wajib ikut). Alhamdulillah MPLS-nya enggak aneh-aneh (dipelonco), tapi diisi dengan kegiatan yaitu: mengenal batik. Jam 9 pagi kami sudah sampai di PKBM di daerah Blimbing, Kota Malang.

Ngambek

Namun apa yang terjadi saudara-saudaraaa? Saladin malah mutung dan tidak mau ikut kegiatan di dalam kelas. Dia lari dan sembunyi di gazebo tingkat yang terletak di dekat kelas. Memang sebagai anak ADHD dia sensitive banget terhadap suara, dan pagi tadi juga agak ngambek karena habis ditegur ayahnya.



Yaa bagaimana ini? Akhirnya daku yang masuk kelas dan kegiatannya sudah dimulai. Di screen diperlihatkan motif-motif batik dari Jawa Timur. Ternyata selain batik Madura ada juga batik khas Tuban dan Sidoarjo.

Belajar Motif Batik Jawa Timur

Kemudian para murid diberi buku tulis (khusus untuk kegiatan keterampilan) dan selembar kertas HVS ukuran A5. Mereka dipersilakan menggambar batik dengan mencontoh yang ada di screen atau bisa dikreasikan sendiri.

Daku langsung ambil pensil dan meniru desain Sidoarjo (dengan sedikit modifikasi). Motifnya rame banget dan ada ciri khasnya: gambar ikan dan udang. Penyebabnya karena di kota itu merupakan produsen ikan dan udang (serta produk turunannya).

Ternyata asyik juga menggambar lagi, sekalian ngelemesin tangan. Teringat zaman SD dulu daku suka bikin gambar anime dan bikin komik meski hasilnya yaa begitulah. Daku jadi pengen mengisi akun sosmed dengan gambar-gambar bikinan sendiri, dan berkreasi seperti ini bisa jadi coping mechanism yang sehat.

 

Mengunjungi Rumah Mertua

Setelah kegiatan selesai apakah kami pulang? Tidak, Ferguso! Dengan semangat 45 kami berjalan menuju rumah mbah uti Saladin (ibu mertuaku). Tapi Saladin yang sudah terlanjur berlari setelah melewati gerbang PKBM malah salah, harusnya belok kiri malah belok kannan, untung dia dengar teriakanku lalu belok lagi.

Menerjang panas di daerah Blimbing, kami berjalan dengan cepat, dan jarak dari PKBM ke rumah mertua sekitar 1 KM. Namun ada kejutan lagi, Saladin tiba-tiba meyebrang jalan sendiri. Hampir saja tertabrak motor! Ya Allah, untung selamat, tapi pengendara motornya marah-marah. Maaf yaa! Habis ini kudu briefing lagi SOP cara menyebrang jalan dengan tertib.

                              Ilustrasi rumah mertua, generated by ChatGPT
                 

Ketika sudah sampai di rumah mertua, lega banget, apalagi di sana adem banget. Banyak sekali pohon dan tanaman koleksi tanaman beliau yang bikin sejuk secara alami. Saladin langsung cemberut, ternyata lapar tapi tidak mau makan nasi.

Mama, Saladin Mau Burger!

Akhirnya kami jalan lagi sekitar 100 meter menuju warung burger langganan. Walau baru sekelas burger kampung tapi rasanya enak, dan yang penting tempatnya bersih. Saladin memesan burger tanpa saus sambal dan tanpa sayur, serta segelas minuman dingin. Semua hanya 12.000 rupiah.



Ketika sudah balik ke rumah mbahnya, Saladin langsung salim ke mbah kung dan mbah uti. Iyaa tadi mbah uti masih tidur siang jadi belum mengetahui kedatangan kami. Beliau lalu pamit lagi untuk jaga warung (karena berjualan pisang), lalu menawari Saladin lemet dan jemblem. Sungguh kue tradisional yang menggoda selera.

Beneran ibu mertuaku baik banget, daku dipersilakan makan dengan lauk sambal goreng kentang campur ampela. Masakan beliau enaaak karena memang pernah buka warung nasi. BTW daku sudah lumayan bisa duplikasi resep-resep mama, tapi entah mengapa belum bisa meniru resepnya ibu mertua.

                              Sampai rumah langsung tidur siang, di Malang lagi dingin udaranya

Akhirnya kami pulang sekitar jam 1 siang dan Alhamdulillah masih diberi sangu berupa 2 sisir pisang ambon. Makasih banyaaak! Meski Saladin belum berhasil membatik karena tak tahan teman-temannya yang berisik, yang penting dia sudah bahagia karena bisa bertemu dengan mbah uti dan mbah kung tercinta.

Kalau klean weekend ngapain aja?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar