Sabtu
pagi klean biasanya ngapain aja? Nah hari sabtu tanggal 24 Juli 2026, daku
mendampingi Saladin MPLS di PKBM-nya. FYI, PKBM itu sekolahan tapi informal ya,
dan akan dapat ijazah paket B (karena tahun lalu doi sudah lulus dari SD Alam).
Kembali
ke topik a day in my life. Sabtu kemarin
Saladin MPLS (walau sudah kelas 8 tapi wajib ikut). Alhamdulillah MPLS-nya
enggak aneh-aneh (dipelonco), tapi diisi dengan kegiatan yaitu: mengenal batik.
Jam 9 pagi kami sudah sampai di PKBM di daerah Blimbing, Kota Malang.
Ngambek
Namun
apa yang terjadi saudara-saudaraaa? Saladin malah mutung dan tidak mau ikut kegiatan di dalam kelas. Dia lari dan
sembunyi di gazebo tingkat yang terletak di dekat kelas. Memang sebagai anak
ADHD dia sensitive banget terhadap suara, dan pagi tadi juga agak ngambek
karena habis ditegur ayahnya.
Yaa
bagaimana ini? Akhirnya daku yang masuk kelas dan kegiatannya sudah dimulai. Di
screen diperlihatkan motif-motif
batik dari Jawa Timur. Ternyata selain batik Madura ada juga batik khas Tuban
dan Sidoarjo.
Belajar
Motif Batik Jawa Timur
Kemudian
para murid diberi buku tulis (khusus untuk kegiatan keterampilan) dan selembar
kertas HVS ukuran A5. Mereka dipersilakan menggambar batik dengan mencontoh
yang ada di screen atau bisa
dikreasikan sendiri.
Daku
langsung ambil pensil dan meniru desain Sidoarjo (dengan sedikit modifikasi). Motifnya
rame banget dan ada ciri khasnya: gambar ikan dan udang. Penyebabnya karena di
kota itu merupakan produsen ikan dan udang (serta produk turunannya).
Ternyata
asyik juga menggambar lagi, sekalian ngelemesin
tangan. Teringat zaman SD dulu daku suka bikin gambar anime dan bikin komik
meski hasilnya yaa begitulah. Daku jadi pengen mengisi akun sosmed dengan
gambar-gambar bikinan sendiri, dan berkreasi seperti ini bisa jadi coping mechanism yang sehat.
Mengunjungi
Rumah Mertua
Setelah
kegiatan selesai apakah kami pulang? Tidak, Ferguso! Dengan semangat 45 kami
berjalan menuju rumah mbah uti Saladin (ibu mertuaku). Tapi Saladin yang sudah
terlanjur berlari setelah melewati gerbang PKBM malah salah, harusnya belok
kiri malah belok kannan, untung dia dengar teriakanku lalu belok lagi.
Menerjang
panas di daerah Blimbing, kami berjalan dengan cepat, dan jarak dari PKBM ke
rumah mertua sekitar 1 KM. Namun ada kejutan lagi, Saladin tiba-tiba meyebrang
jalan sendiri. Hampir saja tertabrak motor! Ya Allah, untung selamat, tapi
pengendara motornya marah-marah. Maaf yaa! Habis ini kudu briefing lagi SOP cara menyebrang jalan dengan tertib.
Ketika
sudah sampai di rumah mertua, lega banget, apalagi di sana adem banget. Banyak sekali
pohon dan tanaman koleksi tanaman beliau yang bikin sejuk secara alami. Saladin
langsung cemberut, ternyata lapar tapi tidak mau makan nasi.
Mama,
Saladin Mau Burger!
Akhirnya
kami jalan lagi sekitar 100 meter menuju warung burger langganan. Walau baru
sekelas burger kampung tapi rasanya enak, dan yang penting tempatnya bersih. Saladin
memesan burger tanpa saus sambal dan tanpa sayur, serta segelas minuman dingin.
Semua hanya 12.000 rupiah.
Ketika
sudah balik ke rumah mbahnya, Saladin langsung salim ke mbah kung dan mbah uti.
Iyaa tadi mbah uti masih tidur siang jadi belum mengetahui kedatangan kami. Beliau
lalu pamit lagi untuk jaga warung (karena berjualan pisang), lalu menawari
Saladin lemet dan jemblem. Sungguh kue tradisional yang menggoda selera.
Beneran
ibu mertuaku baik banget, daku dipersilakan makan dengan lauk sambal goreng
kentang campur ampela. Masakan beliau enaaak karena memang pernah buka warung
nasi. BTW daku sudah lumayan bisa duplikasi resep-resep mama, tapi entah
mengapa belum bisa meniru resepnya ibu mertua.
Akhirnya
kami pulang sekitar jam 1 siang dan Alhamdulillah masih diberi sangu berupa 2
sisir pisang ambon. Makasih banyaaak! Meski Saladin belum berhasil membatik
karena tak tahan teman-temannya yang berisik, yang penting dia sudah bahagia
karena bisa bertemu dengan mbah uti dan mbah kung tercinta.
Kalau
klean weekend ngapain aja?




Tidak ada komentar:
Posting Komentar