Siapa
yang potterhead kayak daku? Rasanya Harry Potter 1-8 jadi comfort movies yang asyik ditonton sampai berkali-kali. Akan tetapi,
sudahkah klean merasa ada perbedaan ketika menonton acting Emma Watson cs saat
kita masih kecil/remaja dengan sekarang?
Ternyata
setelah menonton ulang film Harry Potter mulai dari Sorcerer’s Stone sampai
Deathly Hallow part 2, ada beberapa hal yang berbeda, seperti:
Acting
Para Pemeran Dewasa
Kalau dulu tuh pas nonton Harry
Potter di bioskop, maka yang dilihat selalu pemeran utamanya (golden trio) alias Daniel Radcliffe cs. Akan
tetapi ketika sudah lebih dari 10 tahun dan menonton ulang, salut untuk para
pemeran lain (orang dewasa) di film-film HP.
Pertama
tentu saja Alan Rickman sebagai Professor Snape, yang bisa banget jadi agen
ganda dan diam-diam berpihak pada Dumbledore, tidak takut akan Voldemort. Kualitas
acting para professor di Hogwarts juga bagus banget.
Kemudian
ada pemeran antagonis yang bikin ngeri padahal baru lihat wajahnya saja (bukan Voldemort)
yakni: Bellatrix Lestrange. Helena Bonham Carter berhasil jadi penyihir jahat
dan eksentrik. Memang sejak dulu doski sering berperan jadi tokoh yang nyentrik
(di film-filmnya Tim Burton).
Read: Review Maid in Manhattan
Sedangkan Ralph Fiennes berhasil
jadi Tom Riddle alias Voldemort dan saat melihat mukanya, daku enggak takut,
malah keseel. Padahal doi kalau tidak pakai riasan / special effect cukup
tampan, lho. Bisa klean tonton di film lain seperti Maid in Manhattan.
McGonagall
Bisa Marah
Professor McGonagall terkenal tegas saat mengajar tapi tidak pernah main fisik. Seperti guru lain pada umumnya, doski memanggil para murid dengan nama belakangnya, begitu juga kalau ke professor lain.
Pengecualian ketika ada Professor Moody (palsu)
yang menyihir Malfoy (karena doi ingin menyerang Harry dari belakang), saat
sudah ngamuk maka yang dipanggil adalah nama depannya “Alastor”.
Kasih
Ibu
Di film Harry Potter diperlihatkan kasih para ibu. Lily Potter yang mengorbankan nyawanya demi kehidupan Harry.
Juga
ada Molly Weasley yang dengan berani bertarung melawan Bellatrix Lestrange
(karena tidak rela Ginny Weasley yang diserang oleh doski). This line: not my daughter, you b**ch!
Tom
Felton yang Kece
Walau hanya pemeran pendamping, tapi
acting Tom Felton OK banget lho. Apalagi di film ke-6 (Harry Potter and the Half
blood Prince). Di sana doi digambarkan jadi remaja yang stress berat dan
ketakutan, karena diangkat jadi death
eater. Tugas utamanya adalah membunuh Dumbledore. Bahkan menurutku, acting doi
di film itu lebih bagus dari acting Daniel Radcliffe.
Harry
Orang Kaya dan Nice Boy
Ternyata Harry orang kaya yaa, di
film pertama aja diperlihatkan simpanan uang yang banyak di bank Gringgots. Sekolah
berasrama juga bayarnya tidak murah. Tapi doi tidak menyombongkan kekayannya.
Harry
emang nice boy dan doi juga tidak
memamerkan kemampuannya. Doi juga mau berteman dengan hampir semua anak,
termasuk Luna Lovegood yang dianggap aneh. Bahkan di film terakhir, doi
menyelamatkan Draco Malfoy dari kobaran api, memakai sapu terbang! Baik banget
kaaan?
Tim
yang Kompak
Tim di balik layar film Harry Potter
sangat luar biasa karena untuk syuting dan pasca produksi butuh waktu sampai
setahun. Untuk para pemerannya juga pas banget. Meski Patil sisters seharusnya twins (tapi susah
dapat pemeran kembar beneran), akhirnya dapat 2 gadis India yang wajahnya
mirip.
Lepas
dari Bayang-Bayang Harry Potter
Bagaimana ketika film Harry Potter
selesai? Sepertinya para actor / aktris berusaha lepas dari bayang-bayang film
tersebut. Daniel Radcliffe main di film Frankenstein dan film-film lain. Sedangkan
Emma Watson jadi Meg di film Little Women, dan juga berperan jadi Belle di
Beauty and the Beast.
Read: Review Film Harry Potter: Return to Hogwarts
Jangan Kena Dementor
Konon Dementor adalah perwujudan
dari depresi (diungkapkan sendiri oleh JK Rowling). Jadi kita tuh sebenarnya
bisa pulih dari depresi, dengan mengingat hal-hal yang bikin bahagia. Kalau sudah
terlalu parah, segera ke psikiater untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Imajinasi JK Rowling
yang Luar Biasa
Last
but not least, salut untuk penulis buku Harry Potter yakni JK Rowling, yang
punya imajinasi luar biasa. World
building juga keren, seolah-olah Hogwarts benar-benar ada. Bahkan ada rumor
kalau sebenarnya dunia sihir itu real
dan JK Rowling adalah Rita Skeeter sendiri, alamak!
JK
Rowling juga tidak marah saat ada fans yang bikin video AI atau naskah fanfiction Harry Potter. As long as tidak dikomersilkan, ya! Karena
akan melanggar hak cipta. Dan memang sudah ada satu film tentang Voldemort muda
(bikinan fans) tapi kualitasnya yaaa gitu deh.
Sudahkah
klean menonton ulang film Harry Potter? Yang mana favoritmu?








Tidak ada komentar:
Posting Komentar