Selasa, 21 Juli 2026

Menonton Ulang Harry Potter saat Sudah Dewasa, Rasanya….

 

Siapa yang potterhead kayak daku? Rasanya Harry Potter 1-8 jadi comfort movies yang asyik ditonton sampai berkali-kali. Akan tetapi, sudahkah klean merasa ada perbedaan ketika menonton acting Emma Watson cs saat kita masih kecil/remaja dengan sekarang?



Ternyata setelah menonton ulang film Harry Potter mulai dari Sorcerer’s Stone sampai Deathly Hallow part 2, ada beberapa hal yang berbeda, seperti:

Acting Para Pemeran Dewasa

            Kalau dulu tuh pas nonton Harry Potter di bioskop, maka yang dilihat selalu pemeran utamanya (golden trio) alias Daniel Radcliffe cs. Akan tetapi ketika sudah lebih dari 10 tahun dan menonton ulang, salut untuk para pemeran lain (orang dewasa) di film-film HP.

Pertama tentu saja Alan Rickman sebagai Professor Snape, yang bisa banget jadi agen ganda dan diam-diam berpihak pada Dumbledore, tidak takut akan Voldemort. Kualitas acting para professor di Hogwarts juga bagus banget.



Kemudian ada pemeran antagonis yang bikin ngeri padahal baru lihat wajahnya saja (bukan Voldemort) yakni: Bellatrix Lestrange. Helena Bonham Carter berhasil jadi penyihir jahat dan eksentrik. Memang sejak dulu doski sering berperan jadi tokoh yang nyentrik (di film-filmnya Tim Burton).


Read: Review Maid in Manhattan


            Sedangkan Ralph Fiennes berhasil jadi Tom Riddle alias Voldemort dan saat melihat mukanya, daku enggak takut, malah keseel. Padahal doi kalau tidak pakai riasan / special effect cukup tampan, lho. Bisa klean tonton di film lain seperti Maid in Manhattan.

McGonagall Bisa Marah

Professor McGonagall terkenal tegas saat mengajar tapi tidak pernah main fisik. Seperti guru lain pada umumnya, doski memanggil para murid dengan nama belakangnya, begitu juga kalau ke professor lain. 



Pengecualian ketika ada Professor Moody (palsu) yang menyihir Malfoy (karena doi ingin menyerang Harry dari belakang), saat sudah ngamuk maka yang dipanggil adalah nama depannya “Alastor”.

Kasih Ibu

            Di film Harry Potter diperlihatkan kasih para ibu. Lily Potter yang mengorbankan nyawanya demi kehidupan Harry. 



Juga ada Molly Weasley yang dengan berani bertarung melawan Bellatrix Lestrange (karena tidak rela Ginny Weasley yang diserang oleh doski). This line: not my daughter, you b**ch!

Tom Felton yang Kece

            Walau hanya pemeran pendamping, tapi acting Tom Felton OK banget lho. Apalagi di film ke-6 (Harry Potter and the Half blood Prince). Di sana doi digambarkan jadi remaja yang stress berat dan ketakutan, karena diangkat jadi death eater. Tugas utamanya adalah membunuh Dumbledore. Bahkan menurutku, acting doi di film itu lebih bagus dari acting Daniel Radcliffe.

Harry Orang Kaya dan Nice Boy

            Ternyata Harry orang kaya yaa, di film pertama aja diperlihatkan simpanan uang yang banyak di bank Gringgots. Sekolah berasrama juga bayarnya tidak murah. Tapi doi tidak menyombongkan kekayannya.



Harry emang nice boy dan doi juga tidak memamerkan kemampuannya. Doi juga mau berteman dengan hampir semua anak, termasuk Luna Lovegood yang dianggap aneh. Bahkan di film terakhir, doi menyelamatkan Draco Malfoy dari kobaran api, memakai sapu terbang! Baik banget kaaan?

Tim yang Kompak

            Tim di balik layar film Harry Potter sangat luar biasa karena untuk syuting dan pasca produksi butuh waktu sampai setahun. Untuk para pemerannya juga pas banget. Meski Patil sisters seharusnya twins (tapi susah dapat pemeran kembar beneran), akhirnya dapat 2 gadis India yang wajahnya mirip.

Lepas dari Bayang-Bayang Harry Potter

            Bagaimana ketika film Harry Potter selesai? Sepertinya para actor / aktris berusaha lepas dari bayang-bayang film tersebut. Daniel Radcliffe main di film Frankenstein dan film-film lain. Sedangkan Emma Watson jadi Meg di film Little Women, dan juga berperan jadi Belle di Beauty and the Beast.

Read: Review Film Harry Potter: Return to Hogwarts

Jangan Kena Dementor



            Konon Dementor adalah perwujudan dari depresi (diungkapkan sendiri oleh JK Rowling). Jadi kita tuh sebenarnya bisa pulih dari depresi, dengan mengingat hal-hal yang bikin bahagia. Kalau sudah terlalu parah, segera ke psikiater untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Imajinasi JK Rowling yang Luar Biasa

            Last but not least, salut untuk penulis buku Harry Potter yakni JK Rowling, yang punya imajinasi luar biasa. World building juga keren, seolah-olah Hogwarts benar-benar ada. Bahkan ada rumor kalau sebenarnya dunia sihir itu real dan JK Rowling adalah Rita Skeeter sendiri, alamak!



JK Rowling juga tidak marah saat ada fans yang bikin video AI atau naskah fanfiction Harry Potter. As long as tidak dikomersilkan, ya! Karena akan melanggar hak cipta. Dan memang sudah ada satu film tentang Voldemort muda (bikinan fans) tapi kualitasnya yaaa gitu deh.

Sudahkah klean menonton ulang film Harry Potter? Yang mana favoritmu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar