Rabu, 23 September 2026

Menyantap Bakso Kutho Cak Dji yang Hangat di Hati

 

            Siapa suka makan bakso untuk sarapan atau makan siang? Untung ya daku tinggal di Kota Malang jadi ada banyak sekali warung bakso dengan berbagai variasi. Nah, kali ini mau sharing pengalaman makan di warung bakso Kutho Cak Dji, bersama salah seorang sahabatku.



            Jam 10 pagi kami datang ke warung bakso Kutho Cak Dji yang terletak di JL. Uranium, Kota Malang. Letaknya agak masuk tapi Alhamdulillah ada parkir yang luas, bahkan parkiran sepeda motor dan mobil dipisah. Suasana masih lengang karena memang baru buka. BTW warung ini open jam 9 pagi sampai 6 sore.

Semangkok Bakso dengan Gorengan Istimewa

            Kami langsung disambut hangat oleh ibu owner dan mengambil dua mangkok dari tumpukan mangkok yang disediakan. BTW kalau di Malang, bebas milih sendiri ya, mau isi bakso halus saja, campur dengan gorengan, dll. Bisa ditambah dengan lontong agar lebih mengenyangkan dan GRATIS SAYUR. Mantap, kaaan?



Di Bakso Kutho Cak Dji tersedia bakso ukuran besar, bakso kecil halus, bakso kasar. Juga ada berbagai gorengan: mekar, panjang (keduanya terbuat dari kulit pangsit yang diisi adonan lalu digoreng), goreng bulat, dan juga goreng usus.

            Karena penasaran daku memilih keempat jenis gorengan tersebut. Lantas di dalam mangkok juga diisi dengan 1 bakso halus dan beberapa bakso kasar. Memang sebenarnya daku lebih demen bakso kasar (urat) daripada yang halus, tapi penasaran bagaimana rasa keduanya?



            Ketika mangkok sudah mendarat di meja makan maka daku langsung ambil sendok dan garpu yang tersedia, baca doa, lalu mencicipi kuahnya. Bakso Kutho Cak Dji memiliki kuah bening tapi berasa banget kaldu sapi asli. Kuahnya panas dan nikmat, dengan sedikit hint jahe yang menambah kesegaran rasanya. Ditambah kecap sedikit saja (daku kagak doyan pedes jadi skip sambal).

            Untuk bakso kasar sepertinya terbuat dari daging berlemak tapi malah menambah kelezatan rasanya. Sementara semua jenis gorengan juga enak, renyah, tapi paling favorit adalah goreng ususnya. Rasanya gurih buangeeet, menyesal kenapa Cuma pesan satu? Tapi kalau mau nambah juga sudah kekenyangan, jadi next kalau ke sana lagi ambil goreng usus yang lebih banyak.

Kesan Positif Makan di Bakso Kutho Cak Dji

            Uniknya, di Bakso Kutho juga ada sate usus, juga hati (ayam) goreng. Biasanya sate usus jadi lauk bubur ayam / makanan lain. Ampela juga jadi topping mie pangsit. Tapi di sana malah disediakan, lain kali coba ah makan bakso pakai hati.

            Untuk minuman daku mengambil teh botolan di dalam kulkas showcase lalu ada juga air mineral botolan. Tapi maaf kurang memperhatikan apakah ada varian minuman lain.



Tempatnya bersih, sirkulasi udara baik, dan disediakan musik dari radio. Harga juga sangat terjangkau, makan berdua habisnya tidak sampai 50.000 rupiah. Yang paling penting: ibu owner sangat ramah menyambut semua customer. Bahkan ketika melihat daku memesan banyak goreng, beliau menawarkan agar gorengan tersebut ditaruh di dalam mangkok terpisah (agar tidak ‘nyunyut’ saat kena kuah). Kamu suka ngebakso juga kaaan?

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar