Selasa, 25 Juli 2017

Dagangan Anda Ditawar? Ini Cara Menghindarinya

"Mahal banget sih bajunya, kasih harga saudara ya!"
"Aku kalau beli 3 biji dapat diskon gak?"

Pernahkah dapat komentar seperti ini? Sebagai pedagang, tentu kita menemui berbagai macam tipe pembeli. Ada yang suka borong, sementara yang lain beli barang kecil-kecil tapi teratur tiap minggu. Salah satu jenis pembeli yang bikin makan ati adalah yang suka nawar.

Ini yang bikin garuk-garuk kepala, sudah untungnya mepet, eh masih ditawar harganya. Sadis pula. Misalnya kita jual tas bahan kanvas seharga 125.000, eh ditawar cuma 40.000, plus minta free ongkos kirim. Daripada menuruti kemauan mereka dan jadi rugi (karena bisa jadi cuma iseng menawar), yuk ikuti tips berikut ini.

-Kasih tulisan "harga pas". 

Jadi ketika ada yang menawar, tolak dengan halus dengan mengatakan "maaf ya, silakan cari toko lain". Kalau dia marah lalu mengancam akan menyebarkan berita buruk tentang kita, biarkan saja. Pembeli yang sudah jadi langganan tak akan percaya begitu saja dengan omongannya.

 -Naikkan sedikit harganya. 

Misalnya kita jual gamis dengan harga 250.000 dan mendapat keuntungan 25.000. Naikkan sedikit harganya jadi 265.000, jadi jika ada yang menawarnya jadi 250.000, kita masih dapat untung. Jika tidak ada yang menawar? Beri harga 250.000, bilang saja diskon 15.000.

-Ajak bercanda. 

Ini ampuh untuk pembeli yang sangat ngotot menawar. Jika kita menjual rainbow cake homemade seharga 200.000, lalu ada yang berkomentar begini, "Cake gituan aja kok mahal. Saya pesan tapi harganya 100.000 ya". Senyumin saja lalu bisikkan "iya, saya kasih diskon 50% tapi ukurannya juga di diskon 50%,  wkwkkwk. Dijamin dia manyun lalu ngibrit. 

Kehilangan pembeli dong? Tenang saja, saat satu pintu tertutup, pintu lain akan terbuka. Pasti ada pemesan lain yang mau mmbeli dengan harga pantas.

Kalau jual baju atau tas bagaimana? Caranya hampir sama. Jika pembeli datang ke toko kita dan menawar 60% dari harga jual, pegang gunting dan pura-pura saja akan memotong dagangan jadi setengahnya. Dijamin dia ngabur, hehehehe.

-Beri diskon khusus

Misalnya nih, ada yang menawar ongkos kirim, dari 15.000 jadi 5.000. Berikan jalan tengahnya, boleh ongkirnya segitu, tapi harus beli minimal satu lusin. Kalau ia gak minta diskon, tapi minta gratis ongkir bagaimana? Lagi-lagi ajak bercanda, “Boleh bu gratis ongkos kirimnya, tapi silakan ambil sendiri toko kami, lokasinya di Perumahan XYZ”. Atau sesekali ada promo free ongkir dengan syarat harus beli barang minimal seharga 400.000.

-Tawarkan win-win solution

Anda sedang merintis jasa pembuatan logo perusahaan, lalu ada yang tanya “paling murah berapa?”. Tahan dulu amarah dalam hati. Karena ada orang yang berprinsip MEA (murah-enak-akeh alias banyak—dikira kerupuk kelees). Kalau budgetnya tidak emncukupi, tawarkan saja permintaanya ke desainer lain yang mungkin memasang tarif di bawah anda. Atau kasih tahu, Pak bikin sendiri pakai aplikasi bisa lho. Tutorialnya juga banyak di google. Gratis kan.

 Jika usahanya bakery? Ngelesnya gini: misalnya dia hanya ada dana 50.000 untuk  blackforest cake, tapi ngotot dibuatkan yang besar. Kalau sudah ngempet marah di ubun-ubun karena kita menjelkaskan panjang-lebar tentang harga bahan, proses pembuatan yang tidak mudah, ya sudah. Bilang saja “Iya, tapi uang itu untuk beli telur, gula, dan tepung saja. Lalu silahkan bikin sendiri, silahkan pakai mixer dan oven saya.

Lha katanya pembeli adalah raja? Ya, tapi seorang raja tidak akan menawar dengan tega. Karena ia punya banyak uang :p.

Berdagang juga butuh skill komunikasi untuk bisa nego dengan pelanggan. Bukan siapa menang-siapa kalah. Tapi tentu ada jalan tengahnya.

Sekian tips dari saya, semoga jualan teman-teman lancar jaya dan laris manis. Anyway, ada yang punya tips lain?




Senin, 13 Februari 2017

Pekerja Serabutan Atau Multitalenta?

Peringatan! Ini adalah postingan curcol. 

Beberapa hari ini lagi galon karena gamang, mau bikin rencana kerja sampai 5-10 tahun ke depan dan ambyar. Stuck dan belum ada ide. Padahal sudah baca kalimat motivasi, sudah dapat supplier ok punya, punya teman baik di dunia nyata maupun maya. Lalu mengapa loyo?

Karena belum bisa fokus di satu bidang..

Let's say, saya seorang blogger.Tapi belum sering dapat JR. Isi blog pun masih campur aduk dan belum ditata dengan rapih, belum ada niche spesifik. Walau belakangan sering nulis tentang marketing dan bisnis online. Ada sih blog saya yang niche nya resep makanan, tapi belum tld. Selain nulis, masih ada kerjaan lain seperti..

Jualan baju. Yes, i love fashion! Bersyukur ada supplier kece yang super fast response. Terima pesanan pizza, juga jualan tepung premix pizza dan keju mozzarella. Juga jadi marketer jilbab anak, mukena, gamis, jilbab dewasa, de el el de es be.

Kalau ada yang minta tolong menerjemahkan artikel ya dikerjakan, dengan syarat jangan banyak-banyak. Karena kan ngerjainnya sambil ngasuh Saladin yang super aktif. Lalu malamnya saya masih ngajar bahasa inggris di kelas online.

Jadi pekerjaanku apa? Serabutan? Jual palugada? Barang loe mau, gue ada, kalau ga ada ntar saya tanyain ke supplier, siapa tau ada temannya yang jual. Ajaib, seharian mengerjakan beberapa macam kerjaan yang membutuhkan keterampilan, kreativitas, sekaligus tenaga. Mumet? Heheheheh.

pinjam dari sini


Lalu ada seorang teman yang mengingatkan. Gak usah galon karena kerja masih serabutan. Itu tandanya, saya punya beberapa bakat yang patut disyukuri. Karena di dunia ini ada orang yang hidupnya mengalir aja, tanpa tahu bakatnya apa.

Ihiks. Makasih ya temaan. Nasehatnya makjleb banget. Biarin deh dianggap nggak fokus, yang penting dapat duit. Matre dong? Saya masih ada tanggungan (ceritanya di sini) jadinya kerja ngejar profit juga. Nanti juga lama-lama tereliminasi dan bisa fokus hanya di 1 bidang.

Hari ini saya berjanji, tak akan melabeli diri sendiri dengan anggapan "pekerja serabutan". Saya adalah ibu rumah tangga yang berusaha dengan memaksimalkan bakat-bakatnya, menjadi ibu multitalenta, sehingga Saladin bisa tertawa karena kekenyangan pizza jualan sang Mama.

Terinspirasi dari postingan Papi Ubii, makasih yaa.

Senin, 06 Februari 2017

Enam Hoax Tentang Pengusaha

Jadi pengusaha itu asyik! Bisa punya Mall dan properti lain seperti  Pak Ciputra, mau ke luar negeri juga tinggal packing lalu pencet pencet smartphone, pesan e ticket. Hmm, enggak juga. Setelah lima tahun menekuni dunia bisnis, ternyata ada banyak kabar bohong alias hoax mengenai enaknya jadi pengusaha. Apa aja ya?

1. Semua Pengusaha itu Kaya

Pengusaha yang sukses memang terlihat mentereng, bawa gadget terbaru, pakai tas kulit, baju branded. Tapi gak semua pengusaha itu kaya. Serius! Ada pengusaha yang masih berjuang, mengatur keuangan agar tidak terlambat membayar gaji karyawan. Dia berusaha menaikkan omzet agar bisa pindah dari rumah mertua atau kontrakan.

Kok bisa ya? Karena rata-rata bisnis baru berjalan stabil di tahun keempat. Kalau bisnisnya baru mulai ya pengusaha harus pintar-pintar mengatur cashflow. Agar keuangan perusahaan dan keuangan rumah tangga tidak tercampur, dan bisnisnya berjalan lancar.

Kalau mereka punya mobil? Bisa jadi itu kredit atau pinjaman. Inilah godaan jadi pengusaha, apa bisa menghindari tekanan dari gaya hidup mewah. Keuntungan dari bisnis baru 2,5 juta, eh harus bayar kredit mobil senilai 2 juta. Padahal ia juga butuh beli beras, susu anak, dll. Jangan sampai tekor gara-gara ingin terlihat keren.

2. Punya Kebebasan Waktu
Ada yang ingin jadi pengusaha karena menurutnya pengusaha itu bisa enak-enakan ngopi jam 9 pagi, sambil baca koran di teras. Kenyataannya, pengusaha yang baru merintis bisnis harus tirakat alias mengurangi jam tidur, karena ia sibuk mempromosikan bisnisnya sambil mencatat keuangan sendiri (karena belum sanggup menggaji seorang akuntan). Jam kerjanya bisa mencapai 16-20 jam sehari.

Mengapa terkesan workaholic? Karena membangun bisnis memang butuh waktu dan komitmen serta kerja keras (dan cerdas). Bayangkan, kita tak hanya belajar mengenai marketing dan manajemen, tapi juga memahami bidang psikologi (karena karakter pembeli berbeda-beda), belajarcara packing yang rapi, efisiensi waktu, dll.

3. Tidak Pernah Dimarahi Boss

Memang pengusaha itu tidak punya boss, tapi ia juga beresiko dimarahi oleh orang lain, bisa supplier atau pembeli. Walau sudah berusaha tapi kesalahan bisa terjadi, entah karena kantuk atau faktor lain. Jadi jangan baper ya kalau dimarahi pembeli. Sabar aja.

Pembeli adalah raja, jadi wajar kalau dia marah? Hmm, pengusaha memang harus kasih servis terbaik, tapi raja yang adil dan tidak lalim lebih disayang rakyatnya kan? Menurut saya, penjual masih punya daya tawar. Jangan mau dirayu atau dimarahi agar pembeli dapat diskon plus free ongkir, kalau jadinya rugi.

4. Pengusaha itu Hebat Karena Berani

Banyak yang memuji pengusaha karena berani mengabil resiko. Apalagi kalau ia berjualan makanan, jika tidak laku, sisanya mau diapakan? Well, pengusaha juga manusia. Pasti punya rasa takut.
Misalnya saat ingin kulakan jilbab, sempat terbersit rasa takut, beli yang mana? Nanti laku atau tidak? Jadi, yang bisa dilakukan adalah meminimalisir rasa takut. Berdoa semoga semua dilancarkan jalannya oleh Tuhan.

5. Dianggap Kuat dan Tahan Banting

Katanya kalau jadi pengusaha itu harus punya tekad baja dan tebal kuping. Idealnya begitu sih. Tapi sebagai wanita, ada waktu sensitif dan baper (pms), ditegur supplier mewek, ditanya pembeli jadi cengeng, aih.

Maklum lah, kita ini manusia, bukan robot. Wajar kalau punya emosi. Tapi, setiap emosi negatif tidak boleh dibiarkan berlama-lama dipendam (nanti jadi jerawat) atau diumbar di medsos (nanti pembeli jadi takut).  Salurkan tangismu di rumah ibadah, curhatlah sepuasnya pada-Nya. Amarah jadikan bahan bakar yang bisa memangkas  lemak, di fitness center. Setelah itu lega kan, siap kerja lagi.

6. Pengusaha itu Keren

Cool! Itulah image yang dimiliki oleh pengusaha (terutama ibu ibu ol shop), karena bisa bekerja sambil mengasuh anak di rumah, sambil bersih-bersih, dll dsb. Tapi di balik anggapan itu ada tetangga yang nyinyir, menganggap pengusaha wanita itu sombong karena tidak mau diajak bergosip (karena lebih suka bekerja). Ada orangtua yang khawatir apakah anaknya bisa makan dari hasil usaha? Ada juga teman kepo yang mengira kita memelihara makhluk astral, tidak keluar rumah kok uangnya banyak? Hihihihi. Cuekin aja.

Kalau mau jadi pengusaha sukses ya harus mau kerja keras, kerja cerdas, belajar terus. Ikut pelatihan wirausaha, seminar motivasi, baca buku marketing, dll. Disertai juga dengan berdoa dan beribadah kepada-Nya, agar diridhoi.

Jadi kamu masih ingin jadi pengusaha?

Rabu, 01 Februari 2017

Lima Alasan Batal Membeli Barang di Online Shop

Harga beras, cabe, tomat, tambah naik. Sementara pendapatan suami segitu aja, stagnan. Wah, gimana nih? Sebagai ibu rumah tangga, kita memang harus kreatif untuk menambah penghasilan keluarga. Salah satu caranya adalah dengan membuka online shop.

Tapi hati-hati ya, sebagai seller alias penjual, kita diwajibkan untuk pandai-pandai mengelola toko online. Salah satunya adalah dengan membaca buku marketing, mengikuti seminar wirausaha, dll. Jadi kita bisa meminimalisir gagal closing alias batalnya transaksi oleh calon pembeli. Closing bisa batal karena beberapa alasan berikut:

1.Barang Tidak Bisa Dibeli Eceran

Jadi pengusaha tanpa modal? Bisa kok, salah satu caranya adalah dengan menjadi dropshipper. Stok barang ada di supplier, kita tinggal copas foto untuk mengiklankan produk.Saat barang terjual, dapat laba. Asyiik.

Tapi bagaimana jika barang tidak bisa dibeli eceran? Misalnya, kita jadi dropshipper kaos kaki. Supplier bilang, pembeli harus beli minimal 4 pasang. Wah, kalau ada calon buyer yang mau beli 1-2 pasang saja, terpaksa ditolak.

Solusinya? Perluas target market. Jika selama ini hanya berjualan di fb, coba maksimalkan fp. Beri materi dan konten menarik sehingga orang suka dan me-like fp dengan senang hati. Bikin website atau minimal blog jualan. Bikin akun ig khusus jualan, bisa juga dengan line@. Pilih target market yang sesuai dengan barang yang kita jual ya. Jadi mereka juga gak keberatan jika beli 4 pasang kaos kaki sekaligus (karena punya duit).

Jika ada keuntungan, simpan saja, jangan dihabiskan dulu. Kumpulkan laba dan gunakan untuk kulakan. Jadi kita bisa menjual kaos kaki itu secara eceran.

2. Stok Barang Habis

Salah satu resiko dropshipper adalah kehabisan stok. Jadi kalau mau beriklan, pastikan stok barang di supplier tersedia banyak ya. Karena pasti ada banyak dropshipper lain. Cari juga supplier yang amanah, jujur, dan fast response. Mau wa mu dibalas supplier dengan cepat? Baca doa dulu, hehehhe.

3. Ongkos Kirim Terlalu Mahal

Kebetulian kita tinggal di dekat pusat grosir, jadi bisa kulakan tas dengan harga murah. Tapi calon pembelinya jauh di ujung indonesia, ongkos kirim bisa lebih dari 50.000. Waah, batal deh.
Gak usah baper, cari saja target market lain yang tinggalnya dekat dengan daerahmu.

4. Beda Rekening Bank

Biasanya seller punya beberapa rekening bank, jadi pembeli bisa milih mau transfer ke bank mana. Tapi jika baru punya satu rekening ya tidak apa-apa, biasanya sih di bank yang besar dan punya cabang banyak, jadi rata-rata orang indonesia menggunakan jasa bank itu.

Tapi jika kita punya rekening di bank A, lalu customer punyanya rekening bank B, bagaimana?Sedangkan dia tidak mau bayar biaya transfer karena beda bank. Caranya pakai aplikasi (silakan cek di google) yang bisa transfer beda bank tanpa kena charge. Atau kita minta tolong pembeli untuk transfer ke saudara atau teman terpercaya (yang punya rekenign di bank A dan bank B), baru uangnya ditransfer oleh saudara ke kita.

5. Seller baperan dan tukang misuh

Seorang kawan pernah berpesan bahwa jangan sekalipun bikin status emosi negatif. Hmm, benar juga ya, kata Nabi kan berkata baik atau diam. Kalau ada pembeli php, cod gagal, lalu kita tulis di status, nulisnya sambil misuh dan nyumpahin segala. Waa..Calon pembeli jadi takut.
Walaupun jualan di dunia maya, tapi kan ada etikanya.Mulutmu harimaumu.

Belanja online adalah hobi yang menyenangkan. Moga transaksi onlinenya aman dan bebas dari masalah.

Senin, 30 Januari 2017

Lima Kesalahan Seller yang Membuat Buyer Batal Membeli

Wanita mana yang tak suka belanja? Apalagi belanja secara online, tinggal klik di hp atau laptop, ambil token lalu pencet, transfer dana. Barangnya sampai beberapa hari kemudian. Asyik kan! Bisa belanja sambil duduk manis, tanpa harus capek keliling mall dan antre di kasir.

Tapi gak semua proses belanja berjalan mulus. Kadang ada tindakan seller yang bikin buyer batal membeli. Ehm, saya gak mau salahin seller sih, mungkin saja mereka memang belum berpengalaman di dunia bisnis atau belum belajar nettiquete (etika berinternet). Kalau kamu jadi owner online shop, hindari hal-hal ini ya.

1. Seller Galak dan Judes

Saat jalan-jalan di timeline fb, eh ada yang jual baju bagus. Kita langsung komen "mau" dan kirim pesan ke seller via inbox. Barang sudah direkap, harga dan ongkos kirimnya berapa. 

Lalu kita lihat-lihat lagi barang dagangannya apa, wuih ada dompet imut. Saat mau nambah belanjaan, eh sellernya nyolot, "kan sudah saya rekap. Salahnya sendiri gak milih beberapa item, kan jadi harus ngitung lagi". Lah, kan kewajiban seller untuk merekap total belanjaan buyer. Kalau ada seller judes gini ya pembeli pada ngacir.

2. Aturan Aneh

Tas udah terkelupas nih, talinya juga lepas. Kebetulan ada salah satu dari friendlist yang jual tas dengan harga reasonable. Kita langsung berkomentar "mau". Lalu ada orang lain yang berkomentar "fix". Eh tasnya malah terjual ke komentator kedua. 

Begtu kita protes, seller malah bilang gini "kalau mau beli yan bilang fix, bukan mau. Dan langsung transfer. Siapa cepat dia dapat. Kamu lemot sih". Wiih rasanya pengen meremove aja seller model kayak gini.

Kalau komentar mau itu sama dengan fix ya, kok ada aturan aneh semacam ini. Dan umumnya seller online shop menerapkan peraturan batas maksimal transfer 2x24 jam, atau ada yang 3x24 jam. Karena tidak semua customer punya akun m banking atau i banking, jadi mereka tidak bisa secepatnya transfer ke atm. Mungkin masih sibuk di kantor atau mengurus anak.

Ada lagi seller yang menerapkan aturan harus deposit dulu sebelum belanja. Misalnya mau beli baju ya transfer dulu 500.000, baru bisa beli barang seharga 250.000. Iya kalau sellernya terpercaya, kalau enggak? Saya sih ogah dengan seller semacam ini, mending cari yang lain.

pinjam dari sini


3. Seller MALAS menjawab

Saya sengaja ketik dengan huruf besar karena faktanya banyak sekali seller yang malas untuk sekedar menjawab pertanyaan customer. Saat udah ngebet pengen beli kaos kaki dan tanya harganya berapa, eh jawabannya "coba scroll ke bawah ya, di foto sebelumnya ada harganya". Yah kitakan lihat foto yang ini, bukan yang sebelumnya.

Please deh! Kalau seller gak hafal harganya kan bisa nyontek dulu di daftar harga, dan membutuhkan waktu kurang dari lima menit. Calon pembeli akan kecewa dan merasa dipingpong dengan jawaban seperti ini.

Kalau seller supers ibuk karena banyak pesanan, tak ada salahnya menggaji seorang admin yang megang wa dan sosmed seller. Tugasnya untuk menjawab pertanyaan, merekap, jadi seller bisa berkonsentrasi untuk hal lain. Kalau tokonya ramai kan bisa berbagi rejeki dengan admin.

4. Seller Slow Response

Namanya berjualan online, ya harus sering online. Kalau seller tidak menjawab pertanyaan calon buyer selama lebih dari 24 jam, krik..krik..Kemana aja? 

Saya bisa nulis ini karena ada pengalaman dari seorang teman, ia ingin memesan nasi kuning pada seorang seller sekaligus owner katering online. Mau minta daftar menu saja butuh waktu 2 hari. Wah akhirnya ia cari catering lain yang responnya lebih cepat.

Jadi kalau seller mau ada acara, pasang pengumuman, maaf kami sedang sibuk, slow response. Atau tulis di fb/ig/fp, afwan hari minggu libur. Jadi tidak ada miskomunikasi.

5. Tidak faham spesifikasi barang

Ada daster imut nih, tapi takut kependekan. Jadi kita tanya penjualnya, panjangnya seberapa ya? Eh jawabannya “sebetis”. Glodak! Betis orang yang bertinggi 165 cm dengan 150 cm kan beda panjangnya. Kalaupun dia dropship , gak megang barangnya langsung, ya tanya ke suppliernya tentang detail barang. Panjang baju dan lingkar dada berapa, bahannya apa, dll. Jadi kalau ditanya calon pembeli tidak gelagapan.

Ribet ya jadi seller? Karena kita ada di dunia maya, seller dan buyer tidak bertemu langsung. Jadi intinya adalah kepercayaan. Seller yang ramah akan lebih dipercaya oleh calon buyer. Komunikasi via chatting juga tidak bisa memperlihatkan ekspresi, jadi sering sering pakai smile emoticon :).

Saya doakan semoga semua teman yang berstatus buyer maupun seller rejekinya lancar.

Kamis, 26 Januari 2017

5 Cara Mendapat Uang Tambahan Saat Kuliah

Angin segar berhembus dari AC Mall. Outlet makanan berjejer, ada yang jual nasi goreng, mie pangsit, dll. Tapi kamu hanya beli jus melon. Bukan karena diet, tapi harus mengencangkan ikat pinggang, nyaris bokek.  Sedihnya..

Hey kamu yang masih mahasiswa, uang sakunya berapa? Apa seratus ribu per minggu? Cukuplah buat beli bensin dan biaya fotokopi diktat. Tapi tiap hari juga harus beli makanan di kantin pas jam makan siang. Sisanya? Recehan.

Jangan nangis dulu. Saya kasih tahu cara untuk mendapatkan uang tambahan tanpa harus meninggalkan kuliah. Lumayan kan hasilnya bisa buat nongkrong di cafe dan sedikit bantu Mamah buat bayar SPP.

Yang pertama adalah jadi guru les privat. Kamu bisa ngajar anak SD sampai SMA. Ngajar anak TK? Bisa! Biasanya mereka butuh guru les calistung (baca tulis hitung), mewarnai, atau menari.

Kamu bisa mengajar bahasa inggris atau matematika, tergantung minatmu di bidang apa. Mengajar anak SD itu seru juga, walau butuh kesabaran. Tapi bukan berarti harus menyerah begitu saja. Mengajar anak kecil ada seninya. Selain telaten, kamu bisa pakai media film atau game, biar mereka nggak ngantuk saat les. Banyak sekali ide yang betebaran di google.

Fee mengajar ini lumayan banget lho, bisa 30-40 ribu per jam. Tergantung kesepakatan dengan wali murid. Cara mendapatkan murid bagaimana? Pasang iklan! Manfaatkan sosial media untuk beriklan, pasang juga informasi jasa les privat di grup dagang. Tapi pastikan anggota grup tinggalnya satu kota denganmu.

gambar pinjam dari sini


Kalau kamu kuliah di jurusan English literature atau gape berbahasa inggris, bisa juga jadi penerjemah. Bayarannya lumayan, bisa 15-20 ribu per lembar hasil. Semakin baik hasilnya, semakin naik fee-nya. Asal kamu rajin mem-branding diri sebagai penerjemah dan berusaha dapat klien yang mau membayar dengan layak.

Cara mendapatkan klien gimana?  Ngiklan lagi! Selain media sosial, kamu bisa membuat beberapa brosur yang berisi iklan jasa penerjemahan, dan sebar di beberapa kampus (terutama di gedung pascasarjana). Selain itu, perluas networking, bilang pada teman-temanmu kalau kamu buka jasa penerjemahan, dan minta tolong mereka untuk memberitahu teman lain.

Networking yang bagus dengan para dosen bisa juga jadi peluang. Bukan rahasia lagi kalau dosen juga butuh jasa mahasiswa sebagai asisten dosen atau asisten lab (di jurusan eksakta). Biasanya karena jadwal mengajar yang bentrok atau ada keperluan lain. Coba tawarkan diri, apa mereka butuh asisten? Tapi mereka ga sembarangan pilih asdos atau aslab. Jadi kamu harus rajin belajar, aktif di kelas, dan dapat nilai A. Sehingga mereka percaya jika kamu mampu jadi asisten.

Kalau kamu suka nulis, bisa juga dengan mengirimkan tulisan ke beberapa media cetak atau online. Lumayan kan kalau dimuat, dapat honor 50.000 sampai 400.000. Penulis yang punya karya bagus harus rajin membaca dan mengikuti berita terkini. Kalau bisa, beli beberapa eksemplar majalah atau koran yang akan kamu bidik. Modal dikit lah. Tujuannya agar kamu familiar dengan gaya bahasa media itu.  Jika dimuat, rasanya senang kan.

Jika kamu senang masak, bisa juga berjualan makanan berat atau ringan. Bungkus dengan kemasan yang menarik, lalu titipkan di kantin, atau tawarkan langsung ke teman-teman dan dosen. Malu? Enyahkan sedikit rasa malu, bukankah berdagang itu pekerjaan halal? Jadi buat apa malu.

Kalau gak bisa masak bagaimana? Bisa beli snack kiloan lalu bungkus dalam kemasan plastik kecil-kecil. Atau beli cupcake (yang sudah jadi) dan buttercream di toko bahan kue. Hias cupcake dengan buttercream. Bisa dijual di pasar minggu. Lumayan hasilnya untuk beli pulsa.

Tapi ingat, semua kegiatan ini harus diseimbangkan dengan kuliah. Jangan sampai ketinggalan mata  kuliah gara-gara asyik bekerja sambilan. Kalau sudah semester akhir kan harus konsentrasi menulis tugas akhir atau skripsi, jadi kurangi aktivitas di luar kampus. Toh kalau kamu sudah lulus, bisa dilanjutkan lagi.

Sudah tahu kan cara mendapat uang tambahan? Dicoba yuk!


Minggu, 22 Januari 2017

Meriahnya Launching Malang Citizen

Latepost - Sudah agak lama saya tidak aktif di komunitas, sampai mbak Anisa AE mengajak saya untuk bergabung di Malang Citizen. Apa itu ? Berasal dari sebuah grup wa, akhirnya beberapa blogger malang raya sepakat untuk membuat komunitas blogger bernama Malang Citizen. Kalau ada komunitaskan enak, bisa mbolang bareng, liputan, lalu dimuat di blog, hehehhe.

Launching diadakan tanggal 18 desember di rumah mbak Sri, di kawasan sawojajar. Saya sampai di lokasi jam 9 lebih sedikit, baru ada dua anggota yang sudah datang, yaitu mas Richo dan Faqih. Saya lalu memperkenalkan diri sebagai Avizena alias bunda saladin. Maklum, belum pernah ikut kopdar MC, jadi harus menghafal nama dan wajahnya satu persatu heheheh.

Lalu satu per satu anggota  Malang Citizen mulai berdatangan, ada mba Ivone Mas Ihwan, Mas Assaifi, dll. Mas Assaifi langsung memberikan wejangan , "blognya mbak zen sudah cukup baik, tapi alexanya gemuk sekali". Siaap pak, mau rajin nulis biar alexa nya turun, dan juga belajar trik seo yang lain dari para mastah di mc.



Acara ini tak hanya dihadiri oleh anggota malang citizen tapi juga beberapa komunitas lain seperti IMMS, kompasiana, dan komunitas taman baca (maaf ya lupa namanya). Rumah Mbak Sri diserbu oleh para blogger dan wiih, jadi penuh sesak. Sampai sampai harus ada yang duduk di bagian luar rumah.

Harusnya launching dimulai jam 9, tapi molor satu jam dari jadwal.  Tapi hal itu tak mengurangi kemeriahan launching. Gimana gak meriah, udah kumpul bareng, ada banyak makanan. Aneka kue basah, rujak gobet, tumpeng, mie wijen, wuih. Saya bawa 2 pan pizza, mbak Ivone bawa ayam lodho. Ada yang bawa keripik tempe, dll. Lengkap banget.



Lalu mbak Vivian Wijaya didapuk sebagai MC. Anggota pun dipersilakan untuk memperkenalkan diri sekaligus menyebutkan nama blog-nya. Setelah itu? Makan makan, asyiik. Tumpeng nasi kuning buatan Lelly Catering siap diserbu.


Mbak Anisa sebagai ketua komunitas mendapat kehormatan untuk memotong tumpeng, dan menyerahkan potongan pertama ke  Mas Risma, seorang blogger senior di Malang. Alhamdulillah, tanggal 18 desember adalah hari ulangtahun mba Anisa, jadi sekalian dirayakan ya mbak? Istimewa bingit.

Tak hanya makan-makan, launching juga dimeriahkan oleh kuis yang dimenangkan oleh Mas Ale. Alhamdulillah beliau dapat tas laptop. Juga ada lomba foto di instagram yang dimenangkan oleh Mbak Ivone.

Mbak Ivone, Mas Ale, dan beberapa blogger lain datang dengan rombongan masing-masing alias bawa istri dan anak. Saya juga bawa Saladin dong. Dia menikmati acara sampai-sampai berlarian di halaman rumah Mbak Sri yang cukup luas. Lalu adu panjat pagar dengan Aiman, putra dari Mas Ihwan, hehehe. Bahkan Saladin nekat mau menyeberang jalan, karena ada TK di sebrang rumah. Wah, pengen main ayunan ya. Sayang TK nya tutup karena hari minggu. Untung banget ada Mas Faqih yang bantuin jaga Saladin, makasih ya.


Setelah ngobrol-ngobroldan bertukar pikiran tentang dunia blogging, para anggota MC pun foto bersama. Saya nyaris gak ikut kefoto, karena sedang mengeloni Saladin di kamar depan rumah. Untung bisa lari sambil ngomong “kancriit”alias ketinggalan.  Jepret! Satu shot itu mengabadikan persahabatan blogger Malang Raya. Sampai bertemu di kopdar selanjutnya! 


foto by Mas Assaifi

Sabtu, 07 Januari 2017

Ingin Bebas Hutang- Agar Hidup Tenang

Panasnya kota Malang di siang hari membakar otak. Kulirik kalender, sudah tanggal 7. Dua minggu lagi aku akan mati. Bukan dalam arti yang sebenarnya, tapi tiap tanggal 23 leher ini tercekik. Terhimpit oleh penyesalan karena hutang dan penipuan.

Dulu aku punya percetakan, tapi kini hanya cerita.Seorang rekanan menggandol mesin cetakku, padahal aku sudah membayarnya lunas. Celakanya, aku berhutang puluhan juta di Bank, untuk membeli mesin itu. Sekarang tinggal aku dan suami yang gigit jari.

Jadi resolusi 2017-ku adalah bebas hutang! Punya hutang bikin tidur tak nyenyak, makan tak nikmat. Lalu bagaimana cara melunasinya? Tentu saja dengan bekerja lebih keras.
                 
Setelah percetakan tutup, aku bekerja di kursus bahasa inggris online, dan berjualan macam-macam. Ngeblog juga tak bisa kutinggalkan. Jika ada yang bilang aku tidak fokus, biarkan saja. Toh wanita bisa multitasking, bekerja sambil mengurus rumah tangga, mengasuh anak, dll.

Intinya adalah manajemen waktu. Setelah subuh menulis artikel untuk blog, baru promosi di instagram dan facebook. Mengajar hanya dilakukan pada malam hari. Membuat materi dan bahan ajar bisa dicicil seminggu sebelumnya.

Sejak awal 2017 aku berusaha lebih elegan dalam menjual. No more hard selling, karena hanya akan membuat friendlist bosan. Hardselling itu kalau kamu upload foto barang dagangan, memberi keterangan harga, dan sudah. Terasa garing dan kaku.

Tahun ini berusaha praktek copy writing dan covert selling. Copy writing adalah teknik menulis iklan, dengan mengungkapkan keunggulan dari barang yang kita jual. Sedangkan covert selling adalah teknik menulis iklan yang gampang-gampang susah. Menjual tapi tidak terasa menjual. Intinya adalah permainan kata-kata. Jadi calon pembeli tertarik dengan dagangan kita. FYI, kalau mau blajar covert selling, silakan ikuti kelasnya Ki Jendral.

Jadi akun facebook penuh dengan foto dagangan? Hehehhe, enggaklah, bisa-bisa diremove. Ada curcolnya juga kok. Walaupun curcol, tapi diusahakan dengan anda positif. Karena aku gak mau dicap sebagai seller galau.

Kalau bete atau galau ya dijadikan cerpen atau gambar, lalu upload di instagram pribadi (bukan yang untuk dagang). Mengapa penting sekali untuk menjaga citra positif? Bukannya jaim, tapi hal ini terkait dengan personal branding. Agar terlihat profesional.

Selain memperbaiki teknik marketing, di 2017 ini aku juga berusaha berdisiplin mencatat keuangan. Karena belum bisa memisahkan rekening pribadi dan toko, maka ada dua dompet. Satu untuk belanja, yang satu untuk operasional online shop. Jadi agar tak campur aduk. Jika ada catatan, bisa dijadikan evaluasi, apakah pendapatan bulan ini naik daripada bulan lalu.

Profit bisa naik jika kepercayaan pembeli naik. Jadi jika ada customer yang transfer pagi, aku langsung mengantar paket ke ekspedisi pagi itu juga. Diusahakan sebelum jam 12 siang. Kasihan mereka kalau menunggu lama-lama.

Mengajar juga jadi ajang transfer ilmu. Murid-murid adalah motivasi terbesarku. Semangat mereka dalam mempelajari bahasa inggris membuatku terpacu untuk membuat materi yang mudah difahami.
Aku juga berusaha untuk lebih ramah dan akrab dengan mereka. Bahkan tak segan untuk memanggil "dear",  khusus murid perempuan ya.  Jika guru disayang murid, maka akan disayang boss juga.

Ngeblog adalah kegiatan yang kusayangi sejak beberapa tahun lalu, tapi sayang aku belum terlalu serius mendalaminya. Dulu aku beranggapan bahwa SEO itu sulit. Tapi sekarang berusaha untuk mengubah mindset bahwa segala sesuatu bisa dipelajari.

Sudah dua bulan ini aku punya dotcom sendiri, dan berusaha tekun menulis untuk menurunkan alexa. Artikel tentang cara menaikkan DA, dan lain-lain, bertebaran di internet, menunggu untuk difahami. Semoga job review berdatangan tahun ini.

Last but not least, semua usaha harus diiringi dengan doa. Ora et labora. Tahun ini aku ingin menambah kualitas ibadah, melakukan shalat sunnah, lebih sering bersedekah, dll.

Doa dan ibadah lain menambah ketenangan batin, kerja jadi lebih lancar. Jika kerja diniati sebagai ibadah, tujuannya tak lagi mengejar uang semata. Tapi juga membantu klien, customer, dan murid. Semoga mereka puas dengan pelayananku.

Aku kapok untuk berhutang lagi, nanti beli sepeda motor dan lain-lain insyaAllah bisa cash. Berhutang itu seperti kecanduan, jika diberi uang hasil pinjaman, seperti punya rejeki nomplok. Padahal harus dilunasi. Jika belum punya uang, apa harus berhutang lagi? Sama saja dengan gali lubang tutup lubang.
Semoga Allah merestui niatku untuk melunasi hutang. Agar hidup tenang dan kewarasan terjaga.

Ini #Resolusiku2017. Apa resolusimu?






Senin, 02 Januari 2017

Bakmi Piring Terbang, Bikin Liburan di Rumah Jadi Menyenangkan

Desir ombak menggelitik pendengaran. Burung camar beterbangan. Aroma laut memanggil-manggil. Tapi semua hanya ada di dalam khayalan. Karena liburan ini saya dan Saladin (anak tunggal saya) hanya berduaan dan menghabiskan waktu di rumah.
 
Kami tidak berlibur ke luar pulau atau keliling kota, karena Saladin kurang enak badan. Anak yang sakit memang mudah rewel, tapi mood tidak jadi turun. Karena ada rencana berkreasi di dapur.
Makanan favorit Saladin adalah mie, jadi kali ini saya akan memodifikasi bakmi mewah menjadi bakmi piring terbang. Haa, piring terbang? Daripada penasaran, yuk kita baca resepnya di bawah ini.

Bakmi Piring Terbang dengan Saus Oriental

Bahan:
-1 bungkus bakmi mewah
-1 butir telur ayam
-1/2 batang wortel
-garam, merica bubuk, dan gula secukupnya
-air secukupnya
-1/2 sendok makan kecap manis
-1/2 sendok makan saus tomat
-1/2 sendok makan saus tiram
-1/3 bawang bombay ukuran besar

Cara membuat:
-Rebus bakmi mewah di dalam air mendidih selama 2 menit, lalu tiriskan.
-Di dalam mangkuk, campur bakmi, telur ayam, sejumput garam dan merica, aduk rata.
-Panggang di wajan teflon sampai matang, apinya kecil saja ya.

Nah selanjutnya kita buat saus orientalnya:
-Kupas wortel, bersihkan, potong dadu kecil
-Cincang bawang bombay
-Tuang minyak (yang ada di dalam kemasan bakmi mewah) ke dalam wajan, masukkan bawang bombay,   baru nyalakan kompor. Tujuannya agar bawang bombay tidak cepat gosong. Tumis dengan api kecil sampai harum.
-Masukkan potongan wortel.
-Beri air secukupnya, aduk rata.
-Masak sampai wortel setengah matang.
-Masukkan daging ayam dan kecap (yang ada di dalam kemasan bakmi mewah).
-Tuangkan air secukupnya.
-Beri kecap manis, saus tomat, dan saus tiram.
-Taburkan sejumput garam, merica, dan gula, aduk rata, masak sampai bumbu meresap ( dengan api kecil saja).

Penyelesaian:
Tata bakmi di piring, siram dengan saus oriental. Hidangkan panas-panas.
Hmm, siapa yang sanggup dengan godaan bakmi? Aroma sedap yang menggelitik hidung benar-benar menggugah selera makan. Membuat kita ingin menyantapnya lagi dan lagi.


Saladin yang baru saja terbangun dari tidur siang langsung tersenyum saat melihat kreasi bakmi mewah buatan saya. Setelah cuci tangan dan berdoa, ia langsung menyantapnya. Nyam nyam, enak. Wow, langsung tandas! 

Ekspresi Saladin saat makan bakmi
 Bakmi mewah jadi makanan favoritnya karena ada potongan ayam yang menambah gurih rasanya. Daging ayamnya asli, bukan daging abal-abal yang terbuat dari gluten. Rasanya sedap dan ada sedikit aroma smokey. Jamur yang kenyal menimbulkan sensasi unik saat bersantap. Mantap, enak dan juicy.

Tekstur mie pada bakmi mewah ini kenyal, licin, tipis, lembut, dan tidak mudah putus. Sehingga cocok untuk dikreasikan menjadi berbagai macam menu. Tapi bakmi yang original juga sudah enak, karena rasanya tidak tajam di tenggorokan. Jadi dijamin gak bikin tenggorokanmu haus. 

Tak hanya enak, bakmi mewah juga bergizi. Bakmi terbuat dari tepung terigu sebagai sumber karbohidrat, yang berfungsi sebagai penghasil energi. Daging ayam memiliki kandungan protein hewani yang baik untuk pertumbuhan otot dan juga berfungsi sebagai pembentuk antibodi.

Jadi, kalau kamu liburan di rumah saja, gak usah baper. Ada bakmi mewah yang bisa menggurihkan harimu yang tadinya kelabu. Walau hanya makan di rumah, tapi rasanya seperti bersantap di restoran. Liburan biasa jadi istimewa. Perut kenyang, hati senang, dan senyum keluarga mengembang.








Sabtu, 24 Desember 2016

Inner Child dan Memaafkan Masa Lalu #KisahFotoInstagramku

Kriet !

Pelan-pelan kubuka pintu kamar. Tugasku pagi ini sudah selesai, tiga pan pizza sudah masuk oven. Tapi, astaga! Ya Tuhan! Tembok kamar sudah penuh dengan coretan. Ada tulisan angka 1-5, gambar abstrak, dan juga tulisan blue dan red. Hasil karya Saladin yang baru berusia empat tahun. 


Tetes air mata tak terbendung lagi. Oh anakku, mama sedang membuatkan pesanan Tante Evi. Tapi kamu malah mencoret tembok kamar Om Foresta. Mungkin ini salahku karena kubiarkan ia menonton video animasi di pc, yang terletak di kamar adik bungsuku. Aku terlalu asyik menata topping dan menaburkan keju, sehingga tidak meluangkan waktu untuk melongok sebentar dan melihat aktivitasnya. Mungkin ia bosan sehingga mengambil kuas dan cat akrilik, lalu menghias kamar.

Tangan ini ingin menjewer telinganya. Tapi kewarasan membawaku untuk menekan tombol di hp, memotret “lukisan” karyanya, dan mengupload di akun instagramku, @bundasaladin.  Hal itu terjadi tanggal 2 desember 2016. Ada 14 follower yang menyukainya. Bahkan ada yang berkomentar “awesome”. Haah?

Hati ini rasanya campur aduk, sedih karena mengabaikan anak, demi mendapat keuntungan 60.000. Aku panik karena ini adalah kamar adikku, jadi coretannya harus segera dihapus sebelum dia pulang sekolah. Tapi juga merasa bersalah karena membiarkan Saladin bermain di dalam kamar selama satu jam tanpa pengawasan. Di sisi lain aku juga senang karena ia bisa menulis, dengan cara meniru video animasi, padahal ia tak pernah kuajari secara khusus. Buktinya, ada yang berkomentar “awesome” pada postingan foto itu. Standarnya, anak diajari calistung saat ia sudah tujuh tahun. Jadi jika ada anak berusia empat tahun bisa calistung (baca-tulis-hitung), kemungkinan IQ nya di atas rata-rata.

Kejadian ini “menjewerku”, walau Saladin sudah berusia empat tahun ia masih butuh perhatian dan pengawasan yang ketat. Aku percaya tak ada anak yang nakal, hanya saja mereka butuh cinta dan kasih sayang. Dan sekarang anakku berteriak minta diperhatikan, memanggilku lewat coretannya di dinding.

Mungkin ini yang ibu rasakan ketika aku bertingkah nakal, saat beliau mengajar di kampus. Saat SD aku pernah keluar rumah lewat jendela, kabur karena tidak mau disuruh tidur siang. Semua ini kulakukan karena aku merasa tak diperhatikan ibu, dan pengasuhku galak sekali. Ia pernah hampir mencekikku karena aku mogok makan.

Aku tak bisa curhat mengenai isi hatiku, cita citaku. Karena beliau hampir tak ada waktu senggang. Ibu adalah tipe wanita workaholic, yang suka membawa sisa pekerjaan ke rumah. Rasanya beliau tak pernah sayang padaku, lalu aku menentang semua perintahnya. Padahal beliau selama ini bekerja keras demi menghidupi keempat anaknya, karena ayahku telah pensiun. 

Kualat? Iya. Mungkin dulu Ibu merasa sedih karena saat tekun mengajar, anaknya malah tidak taat pada peraturan. Sekarang saat aku membuat pesanan pizza, anakku berkreasi tidak pada tempatnya. Ibu, maafkan aku.

Dulu aku bertingkah seperti itu karena merasa tak mendapat kebebasan. Mungkin karena jadi anak perempuan satu-satunya. Saat ingin ikut lomba desain di Surabaya, beliau tak memberi izin. Padahal jaraknya hanya 2 jam perjalanan dari Malang. Oleh karena itu, saat melihat ada boneka terkurung di dalam lampu, aku langsung memotretnya dan mengupload di instagram, tanggal 3 september 2016.


Ini adalah hiasan lampu plastik buatan ibu mertua. Entah mengapa beliau memasukkan boneka  di dalamnya. Dulu aku merasa seperti boneka itu, dikurung di dalam rumah, kesepian dan kurang perhatian. 

Semua pengalaman ini membuatku punya inner child yang rapuh dan cengeng. Apa itu inner child? Menurut Amalia Sinta (dari materi grup WA), inner child adalah sosok anak kecil yang ada di dalam diri kita. Inner child yang bermasalah menyimpan memori negatif. Coba pejamkan mata, dan lihat apakah ada sosok anak kecil yang menangis atau mengeluarkan umpatan. Jika iya, maka inner child kita harus diperbaiki.

Lihatlah gambar yang kubuat tanggal 28 februari 2016. Saat aku sedih, langsung corat coret buku, dan fotonya langsung ku-upload di instagram. Rupanya inner child negatifku kambuh sehingga aku merasa hampir depresi. 


Penyebabnya karena dari kecil aku terlalu dilindungi dan pernah dibully karena tidak bisa berbahasa jawa. Aku tumbuh menjadi anak yang cengeng dan emosional. Saat aku sudah dewasa, saat ditipu partner bisnis hingga puluhan juta, inner child-ku muncul lagi dan menarikku untuk menangis dan terus menangis, stress, dan hampir putus asa.

Padahal ada banyak teman yang mengulurkan bantuan, memberi buku motivasi sampai nasihat yang makjleb. Tapi motivator terbesar adalah diri sendiri, jadi hanya aku yang bisa menyembuhkan trauma inner child-ku. Karena jika terus kambuh, akan sangat sulit bagi Saladin. ia bisa meniru tingkah ibunya yang cengeng, padahal sebagai anak laki-laki, aku sangat berharap ia jadi tegar dan pemberani.

Obat dari inner child negatif adalah memaafkan. Masa lalu yang buruk harus dibuang jauh-jauh, dan aku berusaha untuk percaya bahwa ibu menyayangiku, dengan caranya sendiri. Setelah aku ikhlas, hubungan kami menjadi lebih baik, walau butuh waktu. Yang penting ibu mendukung bisnis pizza-ku.

Back to Saladin..

Setelah Saladin mencoret tembok, aku berusaha sabar dan memaafkan kelakuannya. Toh temboknya bisa dibersihkan. Seharusnya aku mengapresiasi karyanya. Walau ia tidak bersekolah di PAUD, tapi bisa bisa menulis angka dan mengayunkan kuas. Dia juga hafal nama warna dalam bahasa inggris. Hanya dengan menonton dan meniru video animasi berbahasa inggris.  

Jadi saat memasak, aku menengoknya sepuluh menit sekali, atau memberinya aktivitas seperti menggambar atau membaca buku, dan mendudukannya di tempat yang dekat dengan dapur. Yang penting ia merasa diperhatikan. Jika dulu aku merasa tidak diperhatikan ibu, jangan sampai anakku merasa diabaikan saat aku memasak.

Jika ada pesanan pizza lagi, strateginya begini:  dari satu kilogram terigu, bisa jadi 8 loyang pizza medium tanpa topping. Bisa dipanggang setengah matang, setelah dingin, baru diisimpan di freezer. Kalau ada orderan tinggal didiamkan dalam suhu ruang, diberi topping, dipanggang, lalu diantar kurir. Menghemat waktu dan tenaga. Aku bisa lebih banyak bermain dengan Saladin. 

Coretan di tembok itu membuatku untuk lebih sabar, dan memaafkan masa laluku.

Inilah #KisahFotoInstagramku, apa kisahmu?







Jumat, 16 Desember 2016

Komitmen Pertamina Sebagai Perusahaan Berbasis Lingkungan Dalam HUT ke 59


Kampung Atas Air, kelurahan Margasari, Balikpapan ini lokasinya bersebelahan dengan kilang Pertamina refinery unit 5. Bahkan jarak antara area Pertamina dan Kampung Atas Air cuma berbataskan mangrove seluas 200 meter saja. Karena Kampung Atas Air ini menjadi model masyarakat yang berdampingan dengan kilang tanpa ada benturan dengan perusahaan, maka tempat ini terpilih sebagai lokasi program Pemberdayaan Pesisir dan Pembersihan Pantai Kampung Nelayan yang bertepatan dengan hari jadi PT Pertamina (Persero) ke 59 tanggal 10 Desember 2016 kemarin. 


 
 Taman baca di Kampung Atas Air Margasari 

              


Momen di Taman Baca Kampung Atas Air Margasari, Balikpapan.

Selain diadakan di Kampung Atas Air, program ini juga diadakan di lima lokasi secara serentak. Kelima lokasi tersebut yakni Pantai Kampung Bugis Tanjung Uban di Kepulauan Riau, Pantai Mutiara Hijau Karangsong, Balongan di Jawa Barat, Pantai Teluk Penyu di Cilacap di Jawa Tengah, juga Pantai Grand Watu Dodol di Banyuwangi di Jawa Timur. Menurut Direktur Pengolahan Pertamina Toharso, beliau menyatakan bahwa garis pantai sepanjang 90.000 kilometer dimiliki Indonesia, hanya saja penataan kawasan ini belum optimal betul. Parahnya, sebagian wilayah pesisir malah kotor akibat pengelolaan sampah yang sangat buruk. Karena itu, pantai Indonesia masuk ke dalam 10 pantai paling kotor di dunia. Maka karena itulah Pertamina pun menginisiasi pembersihan pantai kampung nelayan dalam momentum hari ulang tahun ke-59.



Setidaknya sebanyak 400 orang peserta yang terdiri dari berbagai kalangan yakni pekerja Pertamina, SKPD, nelayan, petani, dan juga relawan bersuka cita mengikuti kegiatan di Kampung Atas Air, Kelurahan Margasari dan juga Kampung Baru Tengah, Balikpapan ini. Sebab selain membersihkan sampah, di kegiatan ini juga dilakukan penanaman ribuan bibit mangrove di sekitar Kampung Atas Air. Mangrove itu kelak akan menjadi benteng paling aman untuk daerah pesisir, mengamankan ombak ganas serta mengamankan erosi pantai yang bisa merugikan pesisir. 









Program Pemberdayaan Pesisir dan Pembersihan Pantai, momentum HUT Pertamina









Turut hadir dalam acara ini antara lain Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, General Manager Refinery Unit (GMRU) V Pertamina Yulian Dekri, Direktur Pengolahan Pertamina  Toharso, serta hadir pula Direktur Pengendalian Kerusakan Pesisir dan Pantai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Heru Waluyo, tak lupa jajaran Pemkot Balikpapan yang berwenang.

Mie dari selada yang dibuat oleh adik-adik binaan CSR Pertamina

Kegiatan ini memiliki tujuan untuk menggugah kesadaran masyarakat supaya peduli dengan kelestarian lingkungan di pesisir pantai, terutama kesadaran untuk menjaga kebersihannya. Sebab lingkungan pesisir dan kampung nelayan yang bersih akan memberikan dampak positif yang baik sekali untuk masyarakat. Program pemerintah untuk memasyarakatkan “Gemar Makan Ikan” pun lebih mudah untuk dilaksanakan sebab biota laut meningkat kualitas dan kuantitasnya. Kampanye ini juga dijadikan poin penting dalam program pemberdayaan pesisir ini, selain membersihkan lingkungan sekitar pesisir dari sampah dan berbagai limbah rumah tangga, diberikan bantuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Hal itu adalah bukti komitmen Pertamina dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan, melalui program Corporate Sosial Responsibility (CSR) maupun juga Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), apalagi kegiatan ini bertepatan dengan momentum HUT perusahaan, memberikan kebanggaan tersendiri bagi Pertamina.