Rabu, 22 September 2021

Review Cruella, Film tentang Villain yang Modis

Hai hai, gimana kabarnya? Kali ini Bunda Saladin mau ajak kalian baca review Cruella, film yang rilis tahun 2021. Masih anget nih! Ada yang pernah nonton film 101 Dalmatians? Nah Cruella adalah villain alias tokoh jahat di film itu. Kalau di sini, diceritakan dari masa kecilnya hingga dewasanya.



Review Cruella: Akting Emma Stone yang Totalitas

Ini data aktor dan lain-lain:

Sutradara: Craig Gillespie

Pemain:

Emma Stone (Cruella/Estella)

Emma Thompson (Baroness)

Joel Fry (Jasper)

Horace (Paul Hauser)

Durasi: 2 jam 14 menit

Premiere: 18 mei 2021

Estella ingin jadi fashion designer ternama, dan ia dididik oleh ibunya yang bisa menjahit. Gadis kecil ini unik karena punya sense of fashion yang quirky, apalagi ditunjang dengan rambutnya yang separuh hitam dan separuh putih.



Namun berkat rambutnya, ia malah jadi korban bully. Teman-temannya (geng laki-laki) menyebutnya ‘sigung’, bahkan Estella dicemplungkan ke tempat sampah. Satu-satunya yang baik di sekolah hanya Anita. Lantas, Estella melawan geng itu dan mengakibatkan ia dikeluarkan dari sekolah.

Pindah ke London

Ibunya marah lalu merasa bahwa kehidupan di kota kecil (tidak disebutkan) tak cocok bagi calon desainer seperti Estella. Akhirnya mereka pindah ke London, lalu mampir sebentar ke kastil milik temannya.

Ternyata di kastil ada pesta besar, dan Estella melanggar perintah ibunya. Ia diam-diam keluar dari mobil lalu menyelinap. Tragisnya, ia melihat sang ibu didorong ke jurang oleh beberapa ekor anjing dalmatian (tak heran kalau akhirnya ia benci anjing jenis itu). Estella juga heran mengapa sang nyonya bangsawan diam saja saat melihat anjingnya menyerang manusia dengan ganas.

Sialnya, kalung berbandul merah pemberian ibunya juga terlepas dan ketinggalan saat Estella kabur. Estella hanya ditemani sang anjing lalu masuk ke sebuah mobil yang mengangkut sampah. Sampai di pusat kota London. Di sini sepintas diperlihatkan keindahan London tahun 60-an. Bagaimana? Yuk lanjut baca review Estella di bawah ini.

Jadi Anak Mandiri

Paginya ia bertemu dengan 2 anak seusianya, Jasper dan Horace. Dua anak lelaki itu mengajarinya jadi pencopet ulung. Lantas mereka tinggal bersama di sebuah rumah bobrok.



Jasper hanya kasihan melihat Estella sebatang kara, lalu percaya bahwa ibunya sudah meninggal. Di bawah pengaruh mereka, ia tumbuh jadi gadis mandiri.  Estella pun mengubah warna rambutnya jadi merah.

Nyopet Lagi

Ketika ada Estella, dengan bakat menjahitnya, bisa membuat berbagai gaun indah. Ia (yang digambarkan sudah dewasa) menyamar ke lingkungan kelas atas lalu mencuri perhiasan dan barang mahal lain.

Namun Jasper merasa Estella tidak cocok jadi copet. Akhirnya diam-diam ia membuatkan surat lamaran kerja ke sebuah Department Store. Karena paham bahwa fashion adalah dunianya Estella.

Jadi Pembantu

Sayangnya di Department Store Estella tidak diperkenankan memegang mesin jahit. Ia dijadikan pembantu alias cleaning service. Bossnya juga galak bener.



Estella mencoba untuk bertahan saat bekerja di bawah tekanan. Ia juga ingat pesan ibunya untuk selalu jadi Estella yang manis, bukan Cruella yang kejam. Namun suatu hari ia tak tahan dimarahi terus-menerus, lalu merombak pakaian yang ada di display.

Pindah Kerja

Tak disangka seorang baroness (nyonya bangsawan) tertarik saat melihat display itu. Ia memberikan kartu nama dan Estella melamar kerja di sana.

Estella senang karena bisa bekerja jadi desainer beneran dan membantu baroness untuk selalu eksis di dunia fashion. Di bagian ini kamu senang karena melihat banyak gaun indah yang ditampilkan. Nah, masih kuat kan baca review Cruella sampai habis?



Estella akhirnya menjadi kesayangan baroness dan direkrut jadi semacam asisten pribadinya. Di sini saya jadi ingat sosok yang diperankan oleh Meryl Streep di film The Devil Wears Prada. Sosoknya hampir mirip dengan baroness yang judes dan perfeksionis.

Balas Dendam

Suatu hari Estella melihat kalung baroness yang persis sama dengan kepunyaannya yang hilang. Jadi baroness adalah pembunuh ibunya dan menyuruh anjing untuk menyerang?



Estella akhirnya menyusun rencana untuk balas dendam. Namun di tengah pembalasannya, muncul fakta yang mengejutkan. Apakah itu? Apa rencana ini berhasil?

Tonton yuk, bisa didapatkan secara legal di Disney Hotstar.



Dari film ini aku paham bahwa seorang villain tidak lahir begitu saja, tetapi terbentuk oleh lingkungan. Estella jadi Cruella yang sedikit gila dan psycho karena sejak kecil kena bully dan kecemplung ke lingkungan pencopet. Jadi ingat film Joker yang sejak kecil juga punya pengalaman buruk.



Walau film ini tentang villain tetapi tidak menampilkan kekejian yang ekstrim. Malah kamu bisa terhibur melihat betapa modisnya warga London (padahal baru tahun 70-an). Sungguh film yang memperkaya akan pengetahuan mode (lagi-lagi keingat juga film The Devil Wears Prada).

Nah, ini dia review Cruella. Bagaimana, kamu tertarik untuk nonton juga?

Senin, 20 September 2021

10 Tahun Bersamamu, Sayang! (Happy Anniversary)

Kulirik kalender, rupanya tanggal 16 september 2021. Hari ini tepat 10 tahun memadu kasih dalam naungan pernikahan. Saat kau pertama kali membuka mata, kubisikkan ‘selamat ultah pernikahan’. Rupanya kau juga kaget karena sudah 10 tahun bersamaku.

Tak terasa 10 tahun menikah. Rasanya baru 1-2 tahun saja. ada yang bilang kalau pacaran setelah menikah ya seperti ini, lebih asyik dan tahu-tahu usia pernikahannya panjang dan lama.



Kami memang taaruf hanya beberapa bulan. Langsung menikah karena sudah klik satu sama lain.

Maaf

Maafkan aku jika sesekali masih egois. Namun kau, suamiku, sering sekali mengalah. Membeli 2 gelas es doger untukku dan Saladin, sementara tidak ada jatah untukmu sendiri. Saat diberi nasi kotak atau mie ayam, malah kau berikan padaku semuanya tanpa meminta sesendok pun.



Maafkan aku yang kadang belum mengerti dirimu. Karakter yang berbeda (introvert vs ekstrovert) kadang membuat miskomunikasi. Namun dengan penjelasan dan kecupan di pipi, semua bisa terjawab.

Terima Kasih

Terima kasih atas semuanya. Atas kerja kerasmu (yang pernah tidak tidur 2 hari karena lembur kerja di percetakan). Terima kasih atas ajaranmu sehingga aku paham bagaimana cara berbisnis yang benar.

Terima kasih atas semua kasih dan sayangmu.

Semoga kami langgeng, sehidup sesurga.

Sabtu, 18 September 2021

Review Buku Boy: Tales of Childhood, Kisah Masa Kecil Roald Dahl

 Judul: Boy: Tales of Childhood

Penulis: Roald Dahl

Penerjemah: Poppy Damayanti

Penerbit: Gramedia

Tahun: 2002

Tebal: 226 halaman

Siapa tak kenal Roald Dahl? Ia populer berkat buku-bukunya: Charlie and the Chocolate Factory, Matilda, dll. Nah kali ini Mr.Dahl menulis sendiri biografinya. Ralat, semi auto biografi, karena yang dikisahkan hanya saat beliau lahir sampai berusia 20 tahunan.

Roald Dahl adalah keturunan Norwegia yang tinggal di Inggris, karena sang ayah berbisnis di sana. Sang ayah hanya bertangan 1, karena malpraktek saat operasi pasca kecelakaan. Ayah adalah hero baginya, karena memberi kecukupan harta dan mencontohkan untuk menikmati keindahan alam dan seni rupa.



 Sayangnya ketika Roald Dahl masih kecil, sang ayah meninggal dunia. Sang ibu lalu memutuskan untuk pindah ke rumah yang lebih kecil, agar lebih hemat. Tidak disebutkan ibunya bekerja sebagai apa, karena keluarga mereka masih sanggup menggaji nanny.

 Roald Dahl adalah anak yang serba penasaran. Saat SD, ia punya geng, terdiri dari Roald Dahl, Twhaites, dan 2 teman lain. Twhaites adalah anak seorang dokter, jadi ia sering sok tahu dan memamerkan pengetahuan yang didapatkan dari ayahnya. Padahal itu bohong.

 Misalnya tentang permen. Ayah Twhaites bercerita bahwa bahan-bahan permen adalah tikus yang direbus lalu dilunakkan. Namun Roald Dahl dan konco-konconya tetap saja hobi membeli permen, setelah mendengar cerita itu.

 


Gengnya Roald Dahl selalu membeli permen di toko milik Mrs. Pratchett. Tokonya cukup lengkap, berisi berbagai permen mulai dari yang serbuk, permen gulung, hingga yang keras. (Sepertinya ide cerita beberapa bab buku Charlie and The Chocolate Factory didapatkan dari sini).

 Sayangnya Mrs. Pratchett sangat jorok. Kukunya hitam, celemeknya kotor. Ia mengambil permen di stoples dengan tangan, tanpa bantuan sendok atau melapisi jemarinya dengan sarung tangan.

 Roald Dahl punya ide saat menemukan tikus mati. Tikus itu akan dimasukkan ke dalam stoples milik Mrs. Pratchett. Berhasil! Namun esok harinya, stoples itu pecah dan toko permen ditutup.

 


Mrs. Pratchett tidak terima lalu datang ke sekolahnya Roald Dahl. Setelah ia menemukan 4 anggota geng pembuat onar, kepala sekolah (Mr. Coombes) marah, lalu memukul mereka dengan tongkat. Tanpa ampun.

 Mrs. Dahl tidak terima saat tahu anak kesayangannya dihukum dengan kekerasan. Ia lalu memindahkan Roald kecil ke sekolah berasrama. Sayangnya di sana Roald Dahl tidak betah lalu pura-pura sakit, dan diberi izin oleh dokter. Sang dokter tahu ia berbohong lalu si boy (panggilan Roald Dahl) berjanji untuk tidak mengulanginya.

Saat di sekolah berasrama ini, lagi-lagi Roald Dahl berhadapan dengan kepala sekolah yang kejam. Ditambah lagi dengan Matron yang super galak. Saat ada teman Roald Dahl yang ngorok, mulutnya malah dimasuki potongan sabun! BTW, Matron adalah wanita yang mengurusi kesehatan murid dan rumah tangga sekolah.

 


Saat sekolah di SD-SMP-SMA, Dahl selalu mendapat perlakuan keras dari guru, kepala sekolah, matron, dll. Tak heran kalau di dalam buku-bukunya, selalu digambarkan bahwa orang dewasa itu kejam. Didikan zaman dulu memang seperti itu ya? Sangat kaku.

 Walau menerima kekerasan dari guru dan kakak kelasnya, Roald Dahl tetap semangat. Hiburannya adalah berlibur bersama keluarga besarnya ke Norwegia, dan bertemu kakek dan neneknya. Mereka menikmati ikan rebus dan es krim super lezat, lalu naik perahu mengelilingi pulau-pulau kecil.

 


Momen manis selanjutnya adalah saat ada cokelat gratis yang dibagikan oleh pabrik Cadbury. Murid-murid diminta untuk memberi masukan pada produk terbaru itu. Roald Dahl jadi berkhayal, bagaimana rasanya punya pabrik cokelat sendiri? Jadilah buku Charlie and the Chocolate Factory yang fenomenal.

 Buku ini cukup bagus untuk bacaan ringan. Saya jadi paham mengapa ada orang dewasa yang keras, kaku, dll. Ternyata bisa jadi dari didikan keluarganya yang seperti itu. Kalau ada anak yang menyukai keindahan dan fotografi (seperti Roald Dahl), itu karena dikenalkan  oleh sang ayah tentang kesenian. Bahkan sejak ia masih dalam kandungan.

 Sayangnya di sini hanya ada cerita sampai Roald Dahl lulus sekolah setingkat SMA, lalu melamar kerja di pabrik bahan bakar. Padahal saya berharap ada cerita saat ia menulis buku-bukunya. Yah, daripada kecewa, lebih baik nonton ulang film Matilda saja.

Selasa, 07 September 2021

Siapa yang Sudah Ikut Ikoy-ikoyan?

Hi guys, pernah dengar istilah ikoy-ikoyan? Bagi kalian yang sering nongkrong di IG pasti sudah

 familiar dengannya. Program yang dibikin oleh selebgram sekaligus pengusaha Arief Muhammad ini

 bikin ngiler, siapa yang gak mau dapat uang jutaan rupiah GRATIS?



Tak heran followers di IG @ikoy2an langsung mencapai 1,1 juta orang, begitu IG resminya dibuat. BTW awalnya program ini ada di IG @ariefmuhammad, baru ada akun @ikoy2an, dan keduanya sering bikin giveaway berhadiah cash keras. Bahkan pernah kasih 100 juta rupiah ke sebuah yayasan sosial.

Pernah Dapat Ikoy-Ikoyan?

Kadang saya ikut ikoy-ikoyan, dan belum dapat dong, wkwkwk. Sudahlah, namanya juga belum rezeki. BTW Ikoy itu nama panggilan karyawannya Bang Arief dan dijadikan nama resmi program ini.



Namun pesertanya emang banyak banget, bisa ratusan ribu orang yang komentar dan jadinya persaingan ketat banget. Biasanya mereka ditanya “lagi butuh apa?” Langsung berderet yang menceritakan kesulitannya.

Berbagai Drama Kehidupan yang Terpampang di Ikoy-Ikoyan

Ketika ada ikoy-ikoyan maka saya juga iseng (magabut banget sih!) bacain komentar-komentarnya. Bagaikan membaca kisah drama saat mengamatinya, bedanya yang ini real, bukan fiksi semata. Ada yang butuh uang buat beliin sepeda anak, buat seragam sekolah anak karena pada kekecilan semua, dll.





Ada pula yang membuat saya menitikkan air mata, misalnya kisah bu guru yang bingung saat ingin mengajar online tetapi gadget-nya kurang bersahabat, akhirnya beliau dtranstfer sejumlah uang untuk beli HP baru. Ada yang butuh uang untuk biaya pengobatan orang tuanya, biaya terapi, kemo, dll.

Setelah baca komen-komen tersebut jadi langsung mingkem, jleb! Serius! Banyak orang yang harus struggle dalam kehidupan ini, dan mereka menjalaninya dengan ikhlas. Saya jadi termotivasi dan berusaha tegar juga alias tidak boleh cengeng.

Diikuti Oleh Sultan Lain

Program ikoy-ikoyan akhirnya diikuti juga oleh ‘sultan’ alias crazy rich lain. Ada yang istilahnya ikenz-ikenzan, iroi-iroian, mincu-mincuan, dll. Bagus juga kan karena mereka mengajari banyak orang untuk saling berbagi ke sesama. Sudahkah kamu bersedekah hari ini?

Mengemis? Enggak Deh!

Namun ada pula yang sinis dengan ikoy-ikoyan.  Yang katanya ini gambling lah, yang ngajarin followers ngemis lah. Aargh, padahal maksud dari program ini baik kan?



Buya Yahya, seorang kiai muda (pastikan kamu udah subscribe akun Youtube-nya) menjelaskan tentang tren ikoy-ikoyan. Alhamdulillah beliau merespon dengan positif, karena memang gak ada salahnya berbagi kebahagiaan, kan? Lantas ini juga bukan gambling, karena tidak ada persyaratan harus bayar dulu. Legaaa!

Dari ikoy-ikoyan saya dapat banyak pelajaran hidup, terutama semangat untuk berbagi. Ya walau saat ini belum bisa mencapai level crazy rich tetapi ga ada salahnya untuk bersedekah.

Selain itu, saya juga amatin lifestyle mereka yang sering berbagi, mengapa bisa sampai sekaya itu? Ternyata kekayaan diraih dengan kerja ekstra keras, tidak menyerah, dan tentu penuh dengan strategi bisnis. Jangan lupa juga ibadahnya dan sedekahnya.

Jadi, kamu tertarik ikut ikoy-ikoyan?

Rabu, 30 Juni 2021

Tips Daur Ulang Masakan ala Bunda Saladin

 “Mas, sisa lauk aku kasih kucing aja ya?”

“Jangan, Dek! Nih Mas aja yang masak!”

Dengan sigap bapaksuami langsung mengambil ayam sisa dari kulkas lalu dibalur tepung bumbu dan digoreng hingga kering. Ayam itu yang jadi lauk makan siang kami. Alhamdulillah nikmat.

Ya, setelah beberapa hari makan opor dan gak habis-habis (karena dapat kiriman banyak sekali saat lebaran) ayamnya masih sisa dan beliau mencontohkan bahwa makanan yang masih layak makan tidak boleh dibuang, tetapi dimodifikasi.

Setelah kejadian itu akhirnya saya juga belajar daur ulang masakan, seperti contoh di bawah ini:

1. Nasi Kuning

Ada nasi sisa tetapi bosan dijadikan nasi goreng? Jadikan nasi kuning aja. Masukkan nasi di dalam wajan/panci serbaguna lalu beri santan secukupnya, garam secubit aja, kunyit bubuk kira-kira setengah sendok teh, kalau ada kasih 1 batang serai, lalu aduk rata. Masak dengan api kecil. Kalau ada telur ya masukkan saja biar sekalian jadi poached egg ala ala.



2. Kalio Campur Baur

Mengapa campur baur? Karena bahannya tergantung dari stok sisa lauk, wkkwkwk. Kalau ada tempe dan tahu goreng sisa kemarin, potong dadu lalu goreng sebentar.

Belilah 1-2 ati ampela goreng (biasanya di lapak yang jual lauk matang) lalu potong sesuai selera. Masak di panci dengan santan (instan aja biar praktis, misalnya merek Kara dan diberi air secukupnya) dan bumbu rendang BMM (andalan para mama). Masak dengan api kecil.

3. Bakwan Sayur

Ada sisa sop atau capcay? Jangan dibuang ya, kalau misal pas diicip masih enak. Buang kuahnya lalu beri tepung bakwan secukupnya, beri sedikit air, lalu goreng. Jadi bakwan sayur yang enak buat sarapan.



4. Tumis Sayur-Telur

Alternatif lain dari olahan sisa sayur. Kalau sop atau capcay masih enak, buang kuahnya lalu panaskan di wajan. Pecahkan 1 butir telur lalu aduk rata, kalau mau tambah enak bisa ditambah sosis. Enak dimakan bersama saus tomat/sambal.

5. Martabak Daging

Di rumah ada sisa soto daging atau ayam yang sudah dipanaskan berkali-kali? Biar gak bosan, caranya begini: buang kuahnya lalu ambil daging, potong kecil-kecil. Masukkan ke dalam kulit lumpia atau pangsit, beri sedikit kocokan telur. Setelah digoreng, jadi martabak asin yang sedap.



6. Semur Ayam

Kalau ada sisa ayam goreng dan dipanaskan terus dengan cara digoreng kan teksturnya jadi keras. Biar empuk, caranya dijadikan semur saja. Bumbu super simple, hanya bawang merah, bawang putih, garam, merica, dan kecap. Beri air secukupnya.

Nah, gak jadi buang makanan kan? Kita bisa kreatif mengolah sisa makanan yang masih layak konsumsi jadi lauk lain yang sedap. Yuk dicoba.

Postingan ini untuk memeriahkan OWOP grup Blogger Kodew Malang.

 


Minggu, 27 Juni 2021

4 Kue Kering Lebaran Favoritnya Bunda Saladin

 Baru baca judulnya aja udah pengen bikin nastar, wkwkkw. Lebaran emang identik dengan kue-kue kering yang tersaji di meja. Kue mungil nan cantik manis itu bisa jadi rebutan para tamu, oleh karena itu biasanya ada jatah preman eh. Maksudnya jatah sendiri buat orang rumah.

Ngomongin soal kue lebaran, ini beberapa yang jadi favorit di rumah:

1. Nastar

Siapa tak suka kue ini? Nastar adalah kue istimewa yang berisi selai nanas. Masih lekat di ingatan saat makan nastar di rumah Mbah uti, berhias cengkeh dan cengkehnya ikut dimakan juga, wkkww. Eh sebenarnya itu cuma hiasan apa gimana ya? Kayaknya sekarang udah jarng yang jual nastar bercengkeh, tetapi nastarnya glowing atau dibentuk kayak nanas, stroberi, dll.



Dulu pernah sekali bikin nastar, waktu Saladin masih balita. Biar praktis, selainya beli aja. Kalau kata teman-teman yang jualan sih proses bikin selainya lumayan capek ya, bersihin nanas dulu, diblender, dimasak di wajan besar, kasih gula, dll.



Setelah itu bikin adonannya dan tiap kue harus sama besar dan beratnya, makanya sampai ditimbang dulu. Ribet? Iya, makanya kalau beli mahal. Tapi saya belum kapok sih, pengen bikin nastar lagi. Kalau mau bikin, search aja di Google: nastar NCC.

2. Putri Salju

Mengapa kue kering ini dinamai putri salju? Mungkin karena ia berbedak putih seperti salju. Apalagi kalau lapisan gulanya itu yang dingin (mungkin dikasih mint?) Jadi nyess waktu digigit. Saya belum pernah bikin sih, tetapi ada banyak variasi resep. Mulai dari yang biasa sampai ditambah dengan kacang  (dikit) atau kacang mede.



3. Kastengel

Beda dari nastar dan putri salju, kastengel rasanya asin. Jelas asin karena adonan dan toppingnya  pakai keju. Harga kastengel juga beragam, tergantung bahan-bahannya. Kalau pakai keju edam ya jelas mahal.



Eh tapi emang bener lho kalau beli kastengel atau kue kering lain, prinsipnya ada harga ada rupa. Kalau ada kue yang terlalu murah malah patut dipertanyakan, apakah pakai margarin kiloan yang curah? Dll.

4. Kue Kacang

Kurangtahu nih siapa yang bikin kue kacang, tetapi kue ini jelas enak banget! Kalau gak diingatkan, bisa-bisa habis setengah stoples. Kue kacang mungkin kurang populer seperti nastar dan kastengel, tetapi rasanya khas. Gurih kacang berpadu dengan margarin, yummy!



Bagaimana teman-teman, mana kue kering favoritmu? Apakah lebih suka makan kastengel atau malah lebih doyan makan choco chip cookies? Kasih tahu di kolom komentar ya.

Postingan ini untuk memeriahkan OWOP grup Blogger Kodew Malang.



 

 

Kamis, 24 Juni 2021

Waste Management yang Mudah dan Anti Pusing

 Apa sih sebenarnya waste management? Sesuai dengan kamus, maka waste management adalah sebuah usaha untuk mengelola sampah, agar tidak bercampur-baur dan kacau. Mengapa sampah harus diatur? Bisa untuk memudahkan kerja pak sampah dan pemulung, lalu jika ada pengelolan sampah, lebih ramah pada lingkungan karena tidak dibuang sembarangan.



Berikut ini cara-caranya:

1. Simpan Minyak Jelantah

Minyak jelantah jangan dibuang gitu aja ya, tetapi simpan di botol air mineral bekas. Biasanya bisa didaur ulang, tetapi kalau kawan-kawan belum bisa caranya, cari saja Bank sampah atau lembaga yang menerimanya. Lumayan lho, di Malang bisa dihargai 5.000 rupiah seliternya.

2. Pisahkan Sampah di Dapur

Ada berapa tempat sampah di dapur? Kalau bisa minimal dua ya, yang satu buat tempat sampah mudah terurai, sedangkan yang satunya untuk sampah yang sulit terurai. Misalnya untuk kulit kentang, daun pisang, di tempat sampah warna hijau. Sedangkan untuk kertas pembungkus tempe, plastik, dll masukkan di tempat sampah yang lain.

Untuk sampah yang mudah terurai bisa dijadikan kompos (silakan googling caranya) tetapi kalau susah ya sudahlah, buang saja.

3. Sampah Limbah

Sampah yang masuk dalam kategori ini adalah baterai bekas, catridge yang rusak, dll. Jadi pisahkan di dalam tempat sampah atau kresek yang lain ya, karena kalau dibuang sembarangan juga takutnya merusak lingkungan.



4. Sampah Beling/Kaca

Bagaimana jika tak sengaja menyenggol piring atau gelas? Jangan dibuang begitu saja, takut melukai orang lain. Caranya, bungkus dengan plastik atau kresek, kalau bisa 2 lapis ya. Lalu ambil lakban dan ditutup erat dan beri label bertuliskan ‘sampah kaca, berbahaya’.

Cara waste management cukup mudah kan, ya? Jangan pusing dulu, karena kalau biasa memilah sampah akan langsung plung-plung alias gercep memasukkan sampah ke tempat yang berbeda, sesuai dengan kategorinya.

Postingan ini untuk memeriahkan OWOP grup Blogger Kodew Malang.




 

Bagaimana Cara Home Decor untuk Rumah Mungil? Yuk Simak Tipsnya

 

Home decor adalah seni menghias rumah dan tidak harus rumah mewah ya,  friends. Walau rumah kita mungil, tetapi bisa banget dihias agar makin cantik dan ningkatin mood saat work from home. Nah kali ini saya mau bagi tips menghias rumah untuk hunian yang mungil. Maklum rumah yang dihuni sekarang kamarnya cuma ada 2 dan luas tanahnya +- 72 meter.

1. Sesuaikan dengan Selera

Sobat Bunda Saladin suka gaya apa? Klasik, elegan, simple, futuristik, atau yang lain? Sesuaikan saja tema home decor dengan kesukaan. Misalnya untuk gaya tradisional-klasik, bisa pilih meja dan kursi ruang tamu berbahan jati dan sarung bantalnya bisa bermotif batik atau wayang warna kecokelatan. Kalau senada gini kan keren dan gak tabrak warna.



2. Bikin Sendiri

Barang-barang untuk home decor gak harus mahal karena kita tuh bisa bikin sendiri, cari saja idenya di Pinterest atau Instagram. Blogger kenamaan di Malang- Mbak Ivone alias Mama Biru juga sering bikin sendiri, jadi kepoin aja akun media sosialnya. Malah kita bisa lebih cinta bumi karena mendaur-ulang barang bekas jadi home decor yang baru.



3. Jangan Paksakan

Kalau bapak suami atau anak-anak kurang suka dengan gaya home decor tertentu ya, sudahlah. Di kamar pribadi atau kamar anak-anak, jangan pakai style itu. Namun pakai saja warna tembok yang netral misalnya putih dengan penghias yang minimalis. Daripada berantem?

4. Sesuaikan dengan Ukuran Rumah

Jika rumahnya mungil maka ukuran home decor jangan yang besar-besar. nanti malah kontras dan terlihat aneh. Sesuaikan saja, misalnya pigura ukuran A5, bantal untuk sofa yang berukuran mini, dll.



5. Pakai Efek Pantulan Cermin

Jika ingin efek ruangan yang lebih besar maka pakai saja efek pantulan cermin untuk mengakalinya. Pasang cermin yang tinggi di salah satu sudut ruang tamu, dan bisa sekalian buat ngaca sebelum cuss OTW keluar rumah, kan?



Bagaimana, mudah bukan menata ruang dan menghiasnya dengan teknik home decor? Tak harus mahal, pakai saja barang-barang di rumah untuk didaur ulang. Misalnya botol air mineral bekas diisi biji kacang hijau dan kacang merah, lalu di tengahnya diberi setangkai bunga imitasi, dll. Yuk tata rumah, walau ukurannya mungil tetapi isinya indah.

Postingan ini untuk memeriahkan OWOP grup Blogger Kodew Malang.



Jumat, 04 Juni 2021

Berteman dengan Anak, Mengapa Tidak?

 Hai sobat Bunda Saladin bagaimana kabarnya? Semoga sehat-sehat saja ya. Nah kali ini saya mau bahas mengenai ‘berteman dengan anak’. Menjadi orang tua memang pekerjaan yang cukup menantang, karena kita tidak bisa seenaknya dalam mengasuh.



Dua Jenis Pola Asuh

Selama ini kita hanya kenal 2 pola asuh: saklek (strict) dan memanjakan. Pola asuh yang sangat keras, terlalu disiplin, penuh perhitungan, bahkan sedihnya ada yang main tangan juga, me. Namun hasilnya menyedihkan, karena anak selalu dituntut untuk jadi sempurna. Kemungkinannya ada 2: anak jadi pribadi yang keras dan pemberontak atau kebalikannya, ia jadi cengeng, bingung dalam memilih, dan over-sensitif karena selalu ditekan oleh orang tuanya.



Sedangkan pola asuh kedua sangat berkebalikan. Anak dilayani bagai raja/ratu dan sangat dimanjakan, karena semua keinginannya terpenuhi. Sounds familiar? Bisa jadi orang tua model ini sangat sayang sampai segitunya ke anak, karena dulu ia tidak bisa mendapatkan barang yang diinginkan. Akibatnya, sekarang saat punya banyak uang, anak minta apa saja ya dikasih.

Sebenarnya pola asuh anak yang terlalu memanjakan juga gak baik, karena anak jadi terlambat untuk mandiri. Ia tidak terbiasa melakukan pekerjaan rumah tangga yang sangat ringan, misalnya mencuci piring dan gelasnya sendiri. Bahkan ada lho yang menaruh piring bekas makannya di wastafel saja malas. Aduh!

Berteman dengan Anak

Nah, ada jalan tengahnya yaitu pola asuh yang demokratis. Anak tetap disayang, didengarkan pendapatnya, mendapatkan curahan perhatian, tetapi ia juga harus melakukan kewajiban seperti membantu ibu mencuci, merapikan kamar sendiri, dll. Inilah pola asuh terbaik, karena mendidik anak jadi disiplin tanpa kekerasan fisik dan verbal.



Pada pola asuh demokratis, anak diposisikan sebagai teman. Jadi ia akan percaya pada orang tuanya dan tanpa takut bercerita tentang apa saja. Mengapa harus jadi teman? Karena kita tahu sendiri pergaulan anak muda sekarang agak ngeri. Lengah sedikit saja sudah ada godaan narkoba, minuman keras, dan hal-hal negatif lainnya untuk anak.

Jika orang tua memposisikan diri sebagai teman, maka anak akan bahagia. Ia tidak akan melampiaskan kekesalannya di luar dengan cara balapan liar misalnya. Karena ia tahu bahwa sang mama dan papa bersikap demokratis dan mampu mengarahkan tanpa emosi dan marah-marah.

Sharing With Zata Ligouw

Nah beberapa hari lalu saya berkesempatan mengikuti Virtual Saturday Fest di Zoom dengan salah satu narasumber kece: Zata Ligouw. 



Mom selebgram ini menceritakan bagaimana hubungan beliau dengan anak-anaknya yang sudah remaja. Misalnya saat anak ngumpet di kamar, tidak boleh berteriak agar ia keluar, karena ia malah jadi malas. Namun ambil saja HP lalu kirim pesan WA. Biasanya anak akan mau menurut.



Zata berpesan untuk jadi orang tua gaul yang melek digital, karena anak sekarang lebih sering berinteraksi di dunia maya. Jadi mereka bisa diarahkan untuk menekuni bidangnya dan mencari hobi yang bermanfaat, dan semua bisa ditemukan dengan mudah via tutorial di internet.

Sesi Bersama Psikolog Alia Mufida

Selanjutnya ada pemaparan dari ibu Alia Mufida, seorang psikolog handal. Beliau menjelaskan tentang kesehatan mental. Jadi anak tak hanya diperhatikan fisiknya tetapi juga mentalnya. Jangan sampai anak terlihat tidak apa-apa ternyata menyimpan luka hati yang terdalam dan akhirnya trauma.

Berikut ini beberapa slide dari beliau:




Sesi Bersama Bapak Haidar Bagir

Next, ada penjelasan dari Bapak Haidar Bagir sebagai Ketua Yayasan SMA Lazuardi. Beliau berpesan bahwa every kid is special, jadi sudah tidak zamannya lagi anak harus berpikiran yang sama seperti zaman dulu. 



Justru sekarang mereka didorong untuk menunjukkan keunikan dan keistimewaan masing-masing. Tugas orang tua mengarahkan dan mencarikan sekolah yang tepat, agar mereka bisa jadi pribadi yang percaya diri dan tentu bahagia.

SMA Lazuardi

Pernah dengar nama SMA Lazurdi? Sekolah ini terkenal karena menerapkan sistem hybird, artinya murid tidak full berada di sekolah (karena masa pandemi) tetap pembelajarannya jarak jauh. Nah jangan khawatir, walau sekolah online tidak hanya berisi tugas, PR, dll. Namun tiap pengajar mentransfer ilmu dengan sepenuh hati, agar para murid makin cerdas.



Keunggulan dari SMA Lazuardi adalah murid bisa atur sendiri jadwalnya, karena kan sekolah online. Selain itu, kalau tidak sekota dengan sekolah ini, tetap bisa daftar karena belajarnya juga melalui sistem daring.

SMA Lazuardi mendorong murid agar berani dan memaksimalkan potensi terbaiknya. Jadi mereka tak hanya belajar secara akademik, tetapi juga belajar di ekstra kulikuler. Salah satu murid Lazuardi yang jadi pengisi acara adalah Segaf. Di usia muda ia sudah menang lomba story telling di Depok dan aksen British-nya bagus sekali.

Yuk, parents yang berminat bisa langsung cuss ke media sosial SMA Lazuardi di Instagram @smapintarlazuardi dan Facebook: SMA Lazuardi.