Minggu, 11 Januari 2026

Review Film Milly and Mamet, Komedi Keluarga Baru

 

Siapa yang sudah nonton film AADC 1, AADC 2, Cinta dan Rangga? Nahh kali ini daku akan membahas tentang Milly, salah satu sahabat Cinta. Jadi Milly and Mamet adalah film spin off dari AADC ya.



Bedanya adalah AADC buatan Miles film sedangkan Milly and Mamet disutradarai dan ditulis naskahnya oleh Ernest Prakasa. Jujurrr daku jarang nonton film Indonesia. Tapi begitu buka aplikasi Prime Video dan ada film ini jadi tertarik untuk nonton. Apalagi pemeran Milly juga masih sama, Sissy Priscillia.

Judul               : Milly and Mamet

Tahun              : 2018

Sutradara         : Ernest Prakasa

Pemain            : Sissy Priscilla (sebagai Milly), Dennis Adhiswara (sebagai Mamet), Dian Sastro (sebagai Cinta), Julie Estelle (sebagai Alex), Roy Marten (sebagai ayah Milly), Arafah (sebagai ART Milly)

Dikisahkan Milly sedang nongkrong di tempat dugem bareng Cinta, Karmen, dan Maura. Geng AADC masih solid walau mereka sudah dewasa. Tak sengaja Milly bertemu lagi dengan Mamet, cowok culun yang dulu satu sekolah dengannya. Mamet langsung jiper ketika dikenalkan ke pacarnya Milly yang ganteng dan tinggi (diperankan oleh Surya Saputra).



Tapi si Milly ditinggal karena si pacar ada kesibukan mendadak, dan Mamet menawarkan diri untuk mengantarkan pulang. Lucu banget, mobil jadulnya dikasih nama ‘Gatot’. Tapi naas karena si mobil error di tengah jalan.

Di pertemuan yang tak disengaja itu Milly jadi terkesan akan Mamet yang lulusan akademi kuliner, karena ingin membuat makanan sehat demi ayahnya yang diabetes. Tapi sayang sang ayah sudah meninggal. Adegan pun berpindah cepat menjadi pernikahan Milly dan Mamet, dan mereka punya anak bernama Sakti.

Kehidupan Pengantin Baru

Mamet tidak jadi koki tapi malah bekerja sebagai kepala produksi di usaha jahit milik ayah mertuanya. Dia mengalah, demi Milly dan ayahnya, karena pernah ada kasus dan mertua tidak percaya akan karyawan di luar keluarga. Sementara Milly jadi IRT full time.



Milly bosan banget karena hanya mengurus bayi (walau ada ART yang meringankan tugas hariannya). Sedangkan Mamet galau karena ditawari Alex untuk membuka restoran makanan sehat, apalagi ada investor (pacarnya Alex yang pengusaha kaya).ini adalah cita-cita mereka sejak zaman kuliah.

Mengelola Restoran

Mamet akhirnya berani buka restoran dengan dorongan dari Milly, dan dia mengundang geng AADC untuk mencicipi sekaligus mempromosikan di media sosial. Restorannya sukses besar. Tapi Milly ragu karena ada tamu (rekanan investor) yang pernah kena kasus money laundry.



Ketika Mamet jadi koki, Milly menggantikan peran suaminya di pabrik. Dia happy karena bekerja kembali, dan baby Sakti diasuh oleh suster. Tapi karena terlalu sibuk lembur, Mamet jadi protes, dengan alasan si bayi menangis cari mamanya.

Apakah Milly melanjutkan karirnya? Bagaimana nasib restoran Mamet selanjutnya? Nonton yuuk, ini filmnya ringan, dan humornya khas Indonesia. Humor modern dan tidak ada yang slapstick.

Kesanku Setelah Nonton Milly and Mamet

Ini bukan full film komedi tapi campur dengan drama keluarga. Tapi sejak awal scene sudah lucu karena ketika Mamet cerita tentang nama-nama keju (mozzarella dll) eh si Milly kagak nyambung. Dikira Mamet iseng banget kok kejunya dinamain. Jadi ingat kalau di AADC si Milly digambarkan sebagai cewek polos yang rada oon.



Tapi ada yang lebih oon lagi yaitu ART Milly, digambarkan dia agak ceroboh dan kalau diajak ngomong kadang lemot. Tapi si Milly sabar banget dalam menghadapinya.

Milly sepertinya mau dengan Mamet yang culun karena cowok itu perhatian banget dan bahasa kasihnya act of service. Sayang tidak diperlihatkan bagaimana proses merayu Milly agar mau jadi nyonya Mamet. Daku juga kaget karena ada adegan Milly menghubungi mantannya (karena semua mantan kublokir wkwkkw).

Yang salut adalah usaha Ernest untuk menghadirkan film keluarga yang lucu tapi tetap bermakna. Adegan yang paling unik adalah saat Milly dan Mamet gosok gigi bareng (sebelum tidur). Kok bisa mengobrol sambil gosok gigi?

Apakah Passion Harus Diperjuangkan?

Film Milly and Mamet membuat penonton berpikir, apakah passion harus diperjuangkan? Rasanya kalau sudah berusia 25+, dapat pekerjaan sudah harus disyukuri, meski bukan passion-nya. Tapi jika tidak diperjuangkan apakah akan menyesal di hari tua?

Persahabatan yang Awet

Persahabatan geng AADC juga awet banget dan bikin agak iri. Tapi mereka berkumpul tanpa Alya ya. Karena dikisahkan di film AADC 2, Alya sudah meninggal dunia. Apakah kamu masih bersahabat dengan sohib masa SMA?



Tertarikkah kamu untuk nonton film Milly and Mamet? Tidak ada adegan k155 di film ini jadi masih aman ditonton para remaja, ya meski film ini tentang orang dewasa yang sudah berkeluarga. Akting para pemain juga bagus. Apalagi banyak artis yang main di sini: Roy Marten, Tike Priatnakusumah, Sissy, Dennis, Dian Sastro, Titi Kamal, Julie Estelle, Melly Goeslaw, dll.

 

Sabtu, 10 Januari 2026

Serunya Makan Donat dan Ngopi di Moon Donut and Coffee

Siapa suka ngopiii? Atau ngemil donat? Kenapa tidak keduanya? Memang kalau ngopi paling enak ngemil yang empuk seperti donat ya. Apalagi kalau ngopinya di kafe yang cakep seperti Moon Donut and Coffee. Lokasinya di Jl. Ikan Tombro nomor 2, Blimbing, Malang (area perkopian Sudimoro).



Bagi kalian anak nongkrong Malang dan sekitarnya, daku rekomendasikan Moon Donut and Coffee, yang baru launching 11 Januari 2025 (bacanya sambil menghayati lagu 11 Januari bertemu). Karena di sana tidak hanya ada donat tapi juga kopi dan minuman lain yang bikin seger. Lantas bagaimana dengan rasa donatnya?

Aneka Donat yang Menggoda

Donat-donat yang ada di display sudah memanggil, “Pilih aku! Pilih aku!” Aneka macam rasa yang bisa dipilih memang bikin bingung. Apalagi donatnya tidak hanya manis tapi juga asin (savoury). Ada bombolini juga yang terlihat nikmat. Hayo, suka yang mana?



Berikut foto menu yang ada di Moon Donut and Coffee ya. Ternyata makin bingung mau makan donat yang mana. Ada aneka donat seperti yang ada di kertas menu ini:



Daku memilih donat Nutella (karena sweet tooth garis keras). Tidak menunggu lama, beberapa menit kemudian donatnya datang dan langsung kubuka kotaknya. Ternyata donatnya warna cokelat dan ada coklat cadburry sebagai extra topping dan menambah kenikmatannya.

Segigit donat menambah kebahagiaan. Olesan Nutella tidak pelit sama sekali. Apalagi di dalam donat masih ada isian coklat. Begitu juga dengan donat varian lain (yang manis dan topping lain), juga ada isiannya.

                                  Donat Nutella yang kanan       

Donat di Moon Donut and Coffee istimewa karena terbuat dari bahan-bahan berkualitas tinggi plus tambahan ubi jepang. This is the first Japan ubee donut in Malang.

Pantes donatnya tuh empukkk banget. Saat digigit, donatnya lembut, tapi tetap mengenyangkan. Beneran, makan setengah aja udah kenyaaang karena ukuran donat juga besar.



Jadii dengan harga yang ada di sana sangatlah worth it karena memang donatnya sangat mengenyangkan, manisnya pas, dan penyajiannya cantik plus rapi. Klean juga bisa pinjam garpu kalau takut belepotan makan donat.

Kopi Pereda Mumet

Kata Bung Andrea Hirata, kopi adalah cinta di dalam gelas. Tapi kataku, kopi adalah minuman ajaib pereda mumet. Kalau tidak ngopi sehari saja rasanya ada yang kurang. Jadi ketika bertandang ke Moon Donut and Coffee, daku pesan es kopi caramel.



Ketika disesap, tercium aroma caramel yang manisnya pas. Kopi yang dingin karena ice cube (jadi aman yaa esnya), memberi sedikit hint pahit yang menyentak. Aduk-aduk sebentar dengan sedotan, rasakan kenikmatan kopi yang paripurna.

Ada 4 signature coffee di Moon Donut and coffe:

1. Kopi susu caramel 

Kopi susu dengan menggunakan biji kopi full arabika gayo untuk bahan dasar espresso coffee, dipadukan dengan fresh milk dan caramel yang seimbang dan nyaman di nikmati kapanpun

 

2. ⁠Americano 



Espresso base dengan biji kopi Blend Robusta Dampit x Arabika Arjuno Malang, dengan intensitas body yang cukup tebal dan acidity yang seimbang dapat di nikmati Hot maupun Ice

 

3. ⁠Red Americano soda

Kombinasi Espresso Coffee, Sparkling soda dan syrup Cocopandan yang menyegarkan dalam satu sajian 

 

4. ⁠TeaPresso

Perpaduan cafein dalam Espresso dan Biang teh sebagai sumber dopamin yang sangat cocok untuk memulai aktifitas harian

 

Selain kopi, klean juga bisa memesan minuman lain seperti lemon tea, matcha, dll. Ini daftar menu untuk minumannya ya:



Open Kitchen

Konsep di Moon adalah open kitchen yang terletak di bagian depan. 



Jadi ketika klean baru masuk langsung bisa melihat para karyawan beraksi.

                     Ini mesin kopinya, bisa langsung melihat aksi barista saat membuat kopi

                      Oven yang cakep sebagai dekorasi

Kafe yang Estetik

Moon Donut and Coffee adalah kafe bernuansa industrial dengan furniture rustic, ditambah dengan dekorasi natural. Tanaman yang ada di dalamnya ini asli lho. Menambah kesejukan dan kerindangan.



Kalau mau suasana yang berbeda, bisa coba nongkrong di lantai 2



Bonusnya ada kucing yang unyuuu dan jinak. Salah satu kawan yang sama-sama ke Moon (Mbak Nunu) langsung gemas dan mengelus-elus kucing tersebut.



Karyawan Super Ramah

Salah satu poin plus dari Moon adalah karyawannya ramaah sekali. Ketika ada pengunjung yang pulang langsung bilang, “hati-hati di jalan!”. Kemudian mereka juga mau (plus sabar) memotret dan merekam jika ada pengunjung yang minta tolong.

Istimewanya, Moon Donut and Coffee buka jam 7 pagi sampai 11 malam. Jadi bisa sarapan sambil ngopag (ngopi pagi). Kalau habis dinner tapi masih pengen ngemil dan susah bobok, bisa datang juga ke sana. Habis makan donat auto kenyanggg.

Fasilitas Lain di Moon Donut and Coffee

Klean yang mau work from café atau mengerjakan tugas kuliah juga bisa karena ada beberapa colokan listrik. Ditambah free wifi.



Di dekat kafe ada taman dan biasanya dipakai untuk olahraga. Habis sepedaan atau jogging dan keringetan? Bisa numpang mandi juga di toiletnya, bahkan disediakan sabun.



Kalau mau reservasi untuk arisan atau acara lain juga bisa bangettt. Yuk makan donat enak dan minum kopi sedap di sana. Moon Donut and Coffee, fry me to the moon!


Kamis, 08 Januari 2026

Tidak Usah Terlalu Overthinking Dalam Mendidik Anak ADHD

 

Anak ADHD besarnya mau jadi apa? Masa depannya bagaimana?

Kadang terlintas pikiran buruk seperti ini. Overthinking dan berujung pusing sendiri karena punya anak ADHD memang menguras tenaga, pikiran, dan perasaan. Di saat yang lain bisa anteng, dia asyik lari dan memanjat. Ketika anak lain bisa berkomunikasi dengan baik, dia tantrum karena mau ngomong tapi bingung bagaimana caranya?



Saladin yang ADHD membuatku gamang, akankah hidupnya lebih baik dari hidupku? Ahh tapi seharusnya daku tidak usah terlalu overthinking karena hal-hal yang dulu kutakutkan, ternyata tidak terjadi. Alhamdulillah atas pertolongan dan perlindungan dari-Nya, Saladin tumbuh besar, sehat, dan tumbuh sesuai milestone.

Cerita Anak ADHD Sunat

Pertengahan tahun ini Saladin berani dikhitan, dan memang usianya sudah cukup (12 tahun). Proses bujuk-rayu butuh hampir setahun, lho. Apalagi dapat cerita dari ibu lain, ada anak yang kuat dan disunat tapi gagal sampai 3 kali karena berontak saat ada di depan dokter.



Mendengar cerita itu jadi ngeri banget, tapi Alhamdulillah Saladin bisa diberi pengertian. Waktu masuk ruang dokter dia tidak takut, teriak, atau berontak. Malah pas proses sunat dia tidak menangis, hanya bilang “aduh!”. Karena pakai metode laser campur manual, pasca tindakan juga cepat sembuh.

Read: Cerita Saladin Sunat, Banyak Endorse

Berani Ikut Kemping

Saladin pernah takut gelap, mungkin karena sejak bayi dia biasa tidur dengan lampu menyala. Waktu kelas 5 SD, dia ditawari ikut kemping Ramadan selama 2 hari, di halaman sekolah. Ternyata mau dan berani, malah dia sudah menyiapkan senter untuk mengantisipasi kegelapan.

Belajar Mandiri dan Percaya Diri

Sebagai anak tunggal, Saladin punya banyak privilege. Apalagi dia juga cucu pertama dari keluargaku. Dia bisa cepat di-screening oleh psikolog anak, karena utinya (mamaku) paham tanda-tanda anak ADHD (beliau dosen di jurusan bimbingan konseling).



Anak ADHD punya kekuatan ekstra dan minusnya, dia bisa menggunakannya sebagai ancaman. Misalnya saat minta kue dan tidak dituruti, Saladin menangis keras dan bergulung-gulung di lantai, lalu membenturkan kepalanya sendiri. Bagaimana tidak pusing?

Alhamdulillah seiring dengan pertumbuhan fisik dan mentalnya, Saladin sudah paham kalau tidak boleh manja dan tantrum parah. Dia jadi belajar mandiri, misalnya bikin mie sendiri, menyapu dan menyedot debu (vacuum cleaner), dll. Dengan jadi mandiri maka otomatis juga menambah rasa percaya diri.

Read: Balada Mengasuh Anak tunggal

Bersyukur ada di Lingkungan yang Tepat

Saat ini Saladin sekolah di PKBM dan Alhamdulillah guru-gurunya sudah biasa meng-handle ABK (BTW, ADHD termasuk ABK). Jadi mereka bisa mendidik dengan perpaduan kasih-sayang dan ketegasan (demi kedisiplinan). Ini adalah salah satu hal yang sangat kusyukuri karena walau ada kewajiban menerima anak ABK (di sekolah-sekolah), pada prakteknya banyak yang enggan.

Read: Cerita Saladin Mencari SMP

Fokus pada Kelebihannya

Kesimpulannya, punya anak ADHD jangan terlalu dibawa pusing sampai overthinking. Asal dididik dengan baik, dia akan tumbuh besar dan jadi anak yang membanggakan. Jangan lupa didikan untuk jadi anak yang sopan-santun dan taat pada ajaran agama.



Fokus saja pada kelebihan anak, daripada mecucu memikirkan kekurangannya. Misalnya Saladin memang masih suka muterin rumah (walau sudah jarang sekali manjat lemari). Tapi dia punya kelebihan di bidang bahasa, suka belajar huruf asing (Rusia, Korea, dll).

Punya anak ADHD adalah anugerah karena dari Saladin daku juga jadi belajar untuk lebih sabar dan belajar lagi tentang psikologi anak. Jangan terlalu overthinking atau bahkan menyalahkan-Nya, dan bertanya-tanya mengapa anakku seperti ini? Tapi ingatlah bahwa tiap anak punya keistimewaan masing-masing.

Rabu, 07 Januari 2026

Review Film KPOP Demon Hunter, Terpesona Suara Gadis Korea

 

I’m not hiding

Now I’m shining

Like I’m born to be

We’re dreaming high

We came so far

Now I’m believe

Siapa suka nyanyi lagu Golden? Lagu itu emang viral banget yaa, di sosmed mana aja ada. Tapi kali ini daku tidak mau ngomongin tentang lagu melainkan film. Karena si Golden adalah OST dari film KPOP Demon Hunters.



Terima kasih banyak untuk Telkomsel karena berkat paket internet free Netflix daku bisa nonton film KPOP Demon Hunters. Ini gegara Saladin juga yang sudah remaja dan suka KPOP jadi daku sedikit-sedikit tahu lagu Korea. Yaa meski di Golden liriknya pakai bahasa Inggris.

 

Ini data filmnya:

Judul   : KPOP Demon Hunters

Tahun  : 2025

Produsen: SONY Pictures Animation

 

Kembali ke review film KPOP Demon Hunters. Dikisahkan ada girlband bernama HUNTR/X yang beranggotakan Rumi, Zoey, dan Mira. Mereka adalah idola nomor 1 dan sering konser, bahkan punya pesawat pribadi.



HUNTR/X bukan sekadar girlband tapi sekaligus demon hunters. Jadiii profesi ini sudah ada selama bertahun-tahun, dan selalu ada generasi baru untuk menangkap demon. Cara menangkapnya bagaimana? Dengan menyanyi, jadi frekuensi suaranya bisa bikin si demon isdet.

Kedatangan SAJA Boys

Akan tetapi popularitas HUNTR/X terancam oleh boyband baru bernama SAJA Boys. Dengan anggota grup yang cakep dan fashionable, dan lagu-lagu yang bagus, ditambah dengan koreografi lincah, mereka langsung punya banyak fans. Tapi ternyataaa….



SAJA Boys adalah kumpulan demon yang menyamar. Ini adalah usulan dari Jinu, leader-nya. Dia ingin bikin boyband tandingan agar bisa lebih banyak menarik manusia ke dunia demon.

Jinu yang Naas

Nahh ternyata Jinu dulu hidup di era Joseon dan dia adalah musisi tradisional Korea. Tapi dia tergoda melakukan perjanjian dengan demon, agar anak dan istrinya bisa hidup berkecukupan. Tapi sayang si demon lebih licik sehingga nyawa Jinu tergadai selama bertahun-tahun.



Ketika Jinu dan teman-teman berkompetisi dengan HUNTR/X, dia malah ngasih perhatian ke Rumi. Juga saling curhat. Apakah ini musuhan jadi cinta? Padahal Rumi adalah seorang….

Rahasia Rumi

Iyaa, Rumi punya rahasia besar: dia adalah setengah demon. Ibu asuhnya yang selalu berpesan agar menutupi tanda lahir (sebagai penanda bahwa dia demon). 





Apakah Rumi mau mengakui ke Zoey dan Mira kalau ayahnya demon? Bagaimana dengan karir menyanyinya?

The Legendary Lea Salonga

Nahh ternyata di film KPOP Demon Hunters ada special guest yakni Lea Salonga. Beliau mengisi suara, jadi ibu angkat sekaligus mentor Rumi dkk. Ada sedikit bait lagu yang dinyanyikan juga oleh beliau.

Read: Saladin Suka KPOP

Iyaa memang beliau legend, karena pernah menyanyikan beberapa lagu di film-film Disney. Misalnya lagu di film Mulan (yang ada 2 versi, Christina Aguelira dan Lea Salonga).

Kesanku Setelah Nonton Film KPOP Demon Hunters

Astagaa ngeri amat kalau ada yang bekerja sama dengan demon. Amit-amit dahh! Jangan sampai nyawa tergadai karena menginginkan kekayaan atau popularitas. Demon juga licik dengan mendekati manusia lewat hal yang disukai (musik).



Meski ceritanya cenderung simple tapi daku mengapresiasi film KPOP Demon Hunters karena animasinya bagus dan lagu-lagunya juga bagus. Lucu ajaa pas adegan pertarungan hunter vs demon malah sambil nyanyi. Tapi tariannya bagusss banget, salut dengan koreografernya.



Bagaimana, kamu sudah nonton film ini atau mendengarkan lagu Golden? Coba deh dengerin versi Nayl Author karena dia bisa nyanyi pakai nada tinggi, serak-serak basahh. Nonton yukk.

Selasa, 06 Januari 2026

Mengunjungi Perpustakaan Umum Kota Malang Lagi

 

Siapa yang suka baca buku? Atau nongkrongnya di perpustakaan? Nah tanggal 31 Desember 2025 lalu daku berkesempatan untuk mengunjungi Perpustakaan Umum Kota Malang yang terletak di Jalan Ijen. Kunjungan sekalian nostalgia karena dulu pertama kali ketemu dan kenal ayahnya Saladin di sana.

Bulan lalu, daku menemani Saladin ke Perpustakaan Umum Kota Malang, bersama teman-temannya. Tapi saat itu waktunya mepet, hanya 30 menit. Oleh karena itu mumpung lagi liburan daku sempatkan ke sana lagi, bersama sohibku (kami sudah bersahabat sejak masa SD dulu).

Mendaftar Sebagai Anggota Perpustakaan

Jam 9 pagi, daku dan sohib ke Perpustakaan Umum Kota Malang dengan naik sepeda motor. Kami datang sekitar jam 9:20 dan langsung menuju ke meja bu admin yang ada di lantai 1. Karena mau daftar ulang sebagai anggota perpustakaan.



Waktu masih kuliah tahun 2008-2009 daku sering ke Perpustakaan Umum Kota Malang, dan setelah sekian lama akhirnya balik ke sana. Lama banget? Yaa karena letaknya cukup jauh (dari rumahku di Kabupaten Malang). Jadi kartu anggota zaman dulu sudah hilang dan harus daftar ulang.

Mulai beberapa tahun lalu, sistem pendaftaran sudah online dan daku mengisi g-form di link yang diberi tahu oleh bu admin. Setelah itu baru difoto dan kartu dikirim ke email, berbentuk PDF. Prosesnya cepat banget, tidak sampai satu jam, dan GRATIS.



Jadi kalau mau masuk ke perpustakaan harus scan kartu anggota dulu dari HP. Ada dua tempat, satu untuk ruang di lantai 2 (untuk buku umum), dan satunya untuk ruang di lantai 1 (khusus anak).

Membaca dengan Tenang dalam Keheningan

Karena masih pagi, perpustakaan masih sepi. Daku menjadi anggota ke-13 yang masuk ke ruangan (ada keterangan di layar PC). Tapi sebelum masuk ruangan harus menitipkan jaket dan tas di loker (ada kuncinya). Untuk cerita loker akan dijelaskan di bawah ya!



Kami naik tangga dan masuk ke ruang perpus di lantai 2. Keheningan menyergap, udara dingin yang dihembuskan AC menambah suasana syahdu. Sohibku langsung mencari buku non fiksi bertema bisnis.

Sementara daku mencari buku sastra, novel, dll. Makin bingung, baca apa? Banyak amat! Ada teen-lit, chic lit, sastra kuno dan modern. Ada bukunya Eyang Pramoedya Ananta Toer, Uda A Fuadi, dll. Sampai akhirnya daku memutuskan untuk baca….



LUPUS ABG! Pikiran lagi rada sumpek, baca Lupus aja deh (sambil nahan ketawa dalam hati karena tidak boleh ribut di perpustakaan). Dua buku Lupus habis dibaca dalam 30 menit (tepuk tangan untuk diri sendiri).

Fasilitas di Perpustakaan Umum Kota Malang

Ada beberapa fasilitas di perpustakaan ini: 2 ruang perpustakaan (yang utama di lantai 2). Di lantai 3 ada aula (Cuma belum tahu apa boleh disewa untuk umum atau enggak, karena perpustakaan ini milik pemerintah. Ada loker dan toilet, juga panggung kecil untuk acara-acara (dulu daku dan beberapa teman bloggers pernah launching buku antologi di sana).



Ruang perpustakaan yang di lantai 2 memuat ratusan buku dan kalian bisa mencari judulnya di komputer yang tersedia. Kalau sudah ketemu di rak, wajib ke tempat pak admin dulu untuk di-scan (untuk pendataan). Jika selesai membaca, buku ditaruh di meja yang sudah disediakan.

Selain buku, ada juga majalah, tabloid, dan koran yang bisa dibaca di tempat. Kemarin daku baca majalah Kartini (sekalian nostalgia karena tahun 80-an papaku kerja di sana sebagai wartawan). Ada juga bendel majalah Bobo dan Femina.

Ada kursi dan meja di perpustakaan, yang letaknya di antara rak-rak buku. Selain itu ada tempat lesehan dengan alas karpet dan meja mini, dan daku memutuskan untuk duduk di situ karena ada colokan listrik (numpang cas HP). Ada juga sofa yang letaknya di dekat rak berisi majalah, nyamaan banget untuk membaca (awas ngantuk karena AC-nya ademmm).



Loker juga disediakan di lantai 1, jadi kalian tinggal scan kartu anggota (PDF) lalu dipinjamkan kunci loker. Kalau mau bawa HP, dompet, dan barang berharga lain, dipinjamkan tas khusus berwarna cokelat. Karena memang di ruang perpustakaan tidak boleh bawa tas dan jaket yaa.

Mini Playground

Hebatnya ada mini playground khusus untuk balita, yang ada di lantai 1. Ada juga ruang bermain di ruang khusus anak. Ukurannya mini tapi lumayanlah untuk anak bermain sekejap.

Ruang Khusus Anak yang Nyaman

Daku sebenernya malah lebih suka baca di ruang khusus anak karena ada buku-buku dari penulis favoritku: Enid Blyton dan Roald Dahl. 


Read: Saladin ke Perpustakaan

Ada banyak buku untuk anak dan remaja (walau tidak sebanyak di ruang perpus umum). Cuma belum tanya ke bu admin apa buku di sana boleh dipinjam keluar atau dibaca di tempat saja.



Di ruang khusus anak ada pojok mewarnai, lengkap dengan krayon dan kertas. Ada juga beberapa mainan seperti balok. Desain temboknya bagus sekali, karena bergambar khas Malang.



Motivasi untuk Menulis Bangkit Kembali

Setelah mengunjungi Perpustakaan Umum Kota Malang dan membaca beberapa buku, daku kembali semangat menulis. Kapan mau nulis buku lagi? jangan sampai jadi one hit wonder (karena baru nulis 1 buku non fiksi – yang mau tahu judulnya DM IG aja ke @Bundasaladin).



Inilah pengalamanku mengunjungi Perpustakaan Umum Kota Malang. Tempatnya makin keren, rapi, bersih, dan ada tempat drive thru pengembalian buku di lantai 1 (dekat parkiran), jadi tidak usah capek naik tangga. Bukanya jam 8:30 sampai sore ya (sekitar jam 16:00) tapi Minggu tutup.

Senin, 05 Januari 2026

2026 dan Secercah Harapan di Masa Depan

 

Ya Tuhan, waktu cepat sekali berlari dan kita sudah ada di awal tahun 2026. Ada yang selalu bikin resolusi di tahun baru? Sebenarnya bikin resolusi itu bagus karena tandanya kita ada niat untuk memperbaiki diri (dan kehidupan). Walau belum berhasil tidak apa-apa, kan bisa dicoba lagi, yang penting tidak mutung dan menyerah begitu saja.



Tapi kali ini daku tidak mau cerita tentang resolusi 2026. Melainkan kegiatan dan usaha apa saja yang dilakukan agar hidup bisa lebih baik lagi. Misalnya seperti inii:

Decluttering

Ketika Saladin libur maka daku punya waktu lebih banyak (karena tidak usah mengantarnya ke sekolah). Akhirnya daku memutuskan untuk decluttering dan deep cleaning rumah. Dimulai dari membersihkan tiap ruangan lebih detail.



Untuk decluttering maka yang pertama dibuang adalah tutup plastik (thinwall). Buat apa tutupnya? Kemudian daku bergeser ke lemari dan mengeluarkan baju-baju Saladin yang sudah kekecilan. Karena memang tak muat dan tak layak pakai, maka akan dibuang atau dijadikan lap.

Disclaimer: daku tidak percaya akan larangan memakai pakaian bekas sebagai gantinya lap atau keset. 

Mengembalikan Rasa Percaya Diri

PR besarku tahun 2026: mengembalikan lagi rasa percaya diri. Kejadian telak tahun 2023 (lost a job) dan penumpukan stress membuatku burnout. Apalagi sejak tahun 2017 (ketika jadi penulis online di sebuah agensi) kok rasanya kurang mendapatkan dukungan dari sekitar. Sudah kerja keras cari uang malah disalahkan karena Saladin tidak bisa diam. Kalau fokus 100% ke bocah ya belum bisa karena dia butuh biaya hidup yang tinggi.



Padahal mengetiknya juga di rumah, dan si bocah ADHD sehingga memang jauh lebih aktif daripada anak biasa. Komentar-komentar negatif yang menusuk meruntuhkan rasa percaya diri. Menggerus kebahagiaan di dalam hati.

Daku pun memohon dalam doa, meminta kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh, bagaimana jadi percaya diri lagi? Ke mana sisi sanguinisku yang dulu?



Jadi salah satu cara untuk mengembalikan tingkat PD adalah ikut lomba blog dan ketika berhasil submit artikel rasanya lega banget. Hasilnya belum diketahui, menang atau kalah, yang penting sudah berusaha. Rasanya senang dan PD lagi karena sudah menulis panjang (lebih dari 800 kata), hanya dalam 2 hari, dan sekaligus membuat gambar dan video pakai AI (tepuk tangan untuk diri sendiri).

Selain itu, daku berusaha mengingat prestasi yang telah dicapai di masa lalu. Juga memuji diri sendiri. Daku hebat karena pernah menulis lebih dari 80 artikel per bulan (satu artikel panjangnya 750 kata jadi kalikan saja totalnya). Daku bisa cepat membaca brief lalu mengetik secepat kilat, dikejar deadline malah makin semangat.

Membaca Buku Fisik Lagi

Beberapa waktu lalu daku mengunjungi Perpustakaan Umum Kota Malang dan memang kangen baca buku fisik lagi. Sensasinya beda, mencari buku di rak, membuka lembaran dengan aroma yang khas. Karena memang biasanya baca ebook di aplikasi Ipusnas.



Dengan baca buku fisik maka melatih konsentrasi, bisakah fokus dan memahami isinya? Malah lebih enak memegang buku asli karena tidak terganggu oleh notifikasi di HP.

Read: Cerita 2025

Membersamai Remaja ADHD

Tahun 2026 Saladin berusia 13 tahun dan statusnya menjadi remaja. Karena dia ADHD maka daku berusaha untuk lebih baik dalam mendidiknya. Apalagi dia anak tunggal, tidak boleh dimanjakan.



Saladin sudah bisa mencuci piring, bikin mie instan, dan teh sendiri. Dia juga sudah bisa bantu membuangkan sampah tiap malam dan menyapu teras. Bismillah, 2026 ini dia lebih mandiri, bisa belajar mencuci sepatu, baju, dan keterampilan lain. Malah pas liburan akhir tahun dia inisiatif belajar menempa dan memakai palu (ayahnya pande besi).

Its OK not to be OK

Terakhir, daku selalu berkata pada diri sendiri: it’s OK not to be OK. Jika memang keadaan hati sedang tidak baik-baik saja, tidak usah memakai topeng senyuman. Berilah waktu pada diri sendiri untuk release kesedihan. Setelah itu belajar untuk self therapy dan lebih ramah lagi pada diri sendiri.

Tahun baru, semangat baru, tapi bagiku tiap pagi adalah hari yang baru. Tidak usah menyalahkan diri sendiri terlalu lama. Tidak usah merasa diri ini ‘tidak bisa’ karena buktinya daku bisa belajar membuat gambar memakai AI dengan cepat. Bismillah, tahun 2026 kita bisa lebih baik lagi.