Minggu, 06 November 2022

Punya Anak Usia Pre Teen, Deg-Degan Bangeet

 

Bunda, lihat nih!

Pulang sekolah Saladin bukannya langsung makan siang (karena pulangnya jam 12) malah pinjam laptop. Tahu apa yang dia ketik? Tulisannya: Adin x Husna.

APA?

Apakah Saladin yang usianya hampir 10 tahun (dia lahir november 2012) sudah merasakan yang namanya CINTA MONYET? Tidaaak!



Sebagai bundanya tentu deg-degan. Rasanya baru kemarin aku melahirkannya, mengajarinya berjalan sendiri, lalu mengantarkannya ke TK. Setelah SD dan nyaris 2 tahun school from home, rasanya waktu berlari. Tiba-tiba Saladin sudah kelas 4 dan dia masuk usia pra remaja alias pre teen.

Konfirmasi ke Bunda Guru

Aku langsung ambil HP lalu kirim pesan WA ke Bunda Wanda (guru di sekolahnya Saladin, di sini, juga dipanggil Bunda). Beliau malah tertawa lalu bilang, “Tidak usah khawatir. Itu bukan cinta monyet. Mereka hanya bersahabat.

Memang sejak kelas 1, Saladin bersahabat erat dengan Husna. Anak manis yang setia berkerudung (meski sekolahnya sekolah alam bukan sekolah Islam). Aku juga sudah beberapa kali bertemu Husna dan mamanya.

Langsung legaa rasanya mendengar penjelasan dari Bunda Wanda. Ternyata seperti ini ya punya anak usia pre teen. Tantangannya beda-beda dan bikin deg-degan.

Tantangan Selanjutnya: Lonjakan Emosi

Saladin termasuk anak istimewa dan emosinya yang belum stabil, dan dari artikel-artikel yang aku baca, kalau masuk pre teen emosinya bakal lebih bergejolak. Widih! Lalu bagaimana mengatasinya?

Tantrumnya selama ini cukup aman (enggak kayak dulu, yang bisa jedotin kepala ke lantai keramik). Namun anak ini kadang kumat moody-an (kayak bundanya wkwkwk). Jadi kalau pagi perlu dijaga moodnya agar tidak tantrum di sekolah.

 


Pagi-pagi biasanya hectic ye kan? Kuncinya tetap tenang dan bangun subuh, agar tidak kemrungsung lalu buru-buru nyuruh bocil mandi, berpakaian, sarapan, dll. Jika bundanya tenang maka anaknya ikut tenang.

Namun kalau bangun telat gimana? Tarik nafas panjang, hembuskan. Pastikan anak dibangunkan lalu persiapannya agak cepat tetapi sabar. Jangan dibentak-bentak karena takut terlambat. Yang ada anak malah mutung atau bad mood saat di sekolah lalu dia malah nangis bombay.

Belajar Tidur Sendiri

Saladin bilang nanti di hari ulang tahunnya, mau tidur sendiri. Yaa, mungkin karena dia anak tunggal aku kadang memperlakukannya seperti balita (atau bahkan bayi) yang dielus-elus dan dikeloni dengan erat. Eits maksudnya ini kalau malam hari ya.



Jika dia mau tidur sendiri maka adalah kemajuan besar. Dia sudah berani, walau tidurnya dengan lampu yang menyala. Memang sudah terlambat ya? Gak apa-apa, daripada tidak sama sekali.

Intinya kalau punya anak pre teen kudu sabarr seluas samudera. Masa peralihan dari anak-anak menuju remaja yang penuh dengan gejolak kawula muda wkwkwk. Anak-anak jadi tahu cara bersahabat, berteman akrab, tetapi emosinya juga kudu dijaga agar tidak kelewatan dan tantrum terus-terusan. Bagaimana kabar anakmu, bunda, ayah?

 

10 komentar:

  1. Mbaakkkk.. Aq juga suka deg2an krn Kal jg udah pre teen.

    Kita harus lebih banyak baca dan observe nih, supaya gak salah mengartikan setiap sikapnya di masa ini ya. Semangat mbakkk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya Mbak apalagi anak cewek. Bentar lagi haid... Tambah deg2an.

      Hapus
  2. Alhamdulillah ya mbak, Saladin sehat dan aktif. Saya pun merasakan dag dig dug memiliki anak usia pre teen. Khawatir juga kalau dia main ke rumah temannya, tapi tidak mau langsung melarang karena takut nanti dia gak punya teman. kadang ya bingung tapi bawa selow aja biar gak stres, hehe

    BalasHapus
  3. waah..ternyata punya anak usia pra remaja tak kalah hebohnya dg anak remaja ya.. sama2 harus punya banyaaaaak stok sabar pula! Terima kasih sharingnya ya.. Bisa jadi masukan nih buat para ortu anak ora remaja lainnya..

    BalasHapus
  4. Anak-anak pada usia pre-teen ini memang banyak kejutannya termasuk emosi yang belum stabil. tetap semangat ya bunda

    BalasHapus
  5. Tenang aja.mbak bakalan.lebih dag dig dug ketika maauk usoa remaja. Sabar harua dikencengin lkomunikasi juga diperbaiki de sekarang soalnya.punya nak anege tuh sesuatu bgt

    BalasHapus
  6. Kalau selalu bersama terus emang gak terasa banget anak tibatiba sudah besar dan mulai melewati masa anak-anak kemudian remaja dan dewasa. Padahal memang waktunya berjalan normal-normal saja

    BalasHapus
  7. Makasi dah di ingetin, aku skrg juga udh nyari literatur or referensi ttg adhd remaja.. siap2 Ezio menginjak remaja euy

    BalasHapus
  8. Huwwaaa, sama-sama punya abg cowok kita ini. Jadi ikutan deg-deg an. Bagaimanapun, semoga kita dimampukan menjadi orang tua terbaik bagi anak-anak kita.. Terutama sebagai sahabat terbaik mereka, bisa diandalkan dan jadi partner mereka sampai menjadi manusia dewasa dengan banyak kebaikan. Aamiin ya Rabb

    BalasHapus
  9. Emang anak usia menginjak pra remaja ini rawan kalau nggak diarahkan dengan benar ya, Mbak. Belum lagi nanti masuk usia remaja, haduuuh :3
    Semangat dan sehat selalu ya, Mbak. Biar bisa terus membersamai si Dedek

    BalasHapus