Minggu, 27 September 2026

Review Film Beauty Shop dan Kelucuan Queen Latifah

 

Sutradara         : Billie Woodruff

Tahun              : 2005

Pemain            : Queen Latifah (sebagai Gina), Alicia Silverstone (sebagai Lynn)

Bisa ditonton di PRIME VIDEO

            Setiap wanita pasti suka merawat diri di salon kecantikan, bukan? Itu yang dilakukan oleh Gina Norris. Dia berprofesi sebagai penata rambut di salon milik Jorge, dan sangat mencintai pekerjaannya.

            Namun suatu hari Jorge protes karena Lynn menangani rambut customer. Sementara dia sebenarnya bertugas sebagai tukang keramas. Lynn beralasan Gina yang menyuruhnya (dan memang sebenarnya gadis itu berbakat sebagai hair stylist). Jorge tidak bisa menerima argument itu, lalu Gina resign setelah ngamuk-ngamuk.



Membuka Salon Sendiri

            Gina memang sejak lama ingin punya beauty shop sendiri. Dia pun datang ke bank untuk mengajukan pinjaman, namun ditolak. Untungnya sang manajer mengubah pendapatnya lalu menerima permintaan Gina, setelah dia menata rambut wanita itu.

            Akan tetapi uang pinjaman tidak sebesar yang diharapkan Gina. Dia memutar otak, salon mana yang bisa dibeli dengan murah? Akhirnya dia mendapatkan salon yang keadaanya menyedihkan, kotor, bergaya kuno, dan ceiling-nya rusak. Instalasi listrik juga harus segera diganti.



            Di tengah semangat merombak salonnya yang baru, muncul konflik pertama. Beberapa pekerja Gina menolak kehadiran Lynn. iyaa, Si Lynn ikut di salonnya Gina karena juga tidak tahan akan Jorge yang menyebalkan. Akhirnya dua pekerja resign sementara yang lain bertahan.

Pelanggan yang Setia

            Para wanita datang ke salon Gina, baik yang sudah kenal maupun tidak. Ada pelanggan lama salon Jorge yang kecewa lalu dia lari ke tempat Gina untuk diperbaiki rambutnya. Ada juga dua pelanggan baru yang berasal dari kalangan atas, dan happy karena perawatannya di sana digratiskan. Ini strategi Gina agar mendapatkan kepercayaan.



            Para pelanggan tidak hanya menata rambut di salon Gina. Namun mereka juga sekalian curhat. Nasehat-nasehat yang dikeluarkan oleh para kapster juga jitu. Yaa namanya juga wanita, kalau ketemuan pasti ada saja yang diobrolkan.

            Gina juga senang karena ada tetangga di salon barunya yang luar biasa tampan dan macho. Namun dia harus menahan diri karena dipusingkan oleh urusan pajak. Akankah salon itu bertahan atau tidak? Nonton yuuuk, ini ceritanya komedi dan ringan sekali, jadi ketawa-ketawa saat melihatnya.

Kesanku Setelah Menonton Film Beauty Shop

Gina digambarkan sebagai ibu tunggal yang tangguh dan berani membuka bisnis sendiri. Anehnya, Jorge sebagai pemilik salon, malah klemar-klemer dan penampilannya amburadul. Sungguh kontras!



Film Beauty Shop juga memperlihatkan rasisme yang ternyata masih terlihat di Negara Paman Sam. Lynn sebagai wanita kulit putih sempat minder karena semua rekan kerjanya berkulit hitam. Sementara Gina pernah merasa pengajuan loan-nya ditolak karena punya color yang berbeda. Padahal kenyataannya adalah pihak bank merasa capital-nya kurang bisa menjadi jaminan.

Anyway, film Beauty Shop cocok ditonton di akhir pekan, jika klean butuh hiburan yang menyenangkan. Di sini juga ada banyak bintang, mulai dari Queen Latifah, Alicia Silverstone, Andie McDowell, sampai Kimora Lee Simmons! Klean suka ke salon juga kaaan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar