Minggu, 13 September 2026

Review Film The Ron Clark Story

 

Sutradara         : Randa Haines

Tahun              : 2006

Pemain            : Matt Perry alm (sebagai Ron Clark), Melissa de Soussa (sebagai Marissa), Ernie  Hudson  (sebagai Principal Turner)

 

            Jika Matt Perry identik dengan peran komedi maka kali ini dia berakting serius sebagai seorang guru bernama Ron Clark. Pria muda yang mengagetkan orang tuanya karena pindah ke New York. Padahal di sekolah sebelumnya, dia sudah diangkat menjadi guru tetap.



            Ron kukuh pada pendiriannya dan dia walk the talk karena mengajarkan ke murid-muridnya untuk berani dalam kehidupan dan meraih mimpi. Oleh karena itu dia mencari tantangan baru di New York. Namun kenyataan tidak semudah impian….

Kehidupan di Big Apple City

            Di NY, Ron masih gagal mendapatkan pekerjaan sebagai guru. Akhirnya dia mau tak mau bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran. Uniknya, di sana dia dan pekerja lain memakai kostum. Ron mengenakan baju ala Robin Hood. Sedangkan Marissa pegawai lain yang cantik memakai pakaian ala Cleopatra.



            Ron mulai naksir Marissa tapi sayang dia sudah punya kekasih. Kemudian dia masih usaha mencari kerja dan akhirnya dapat: di sebuah SMP yang terkenal akan muridnya yang nakal. Saking bandelnya, terlalu banyak guru yang menyerah dan resign.



            Kepala sekolah Turner sudah mengingatkan betapa susahnya mengatur kelas yang akan diajar Ron. Tapi guru itu tidak peduli. Walau belum resmi mengajar, dia sudah datang ke rumah para wali murid dan berkenalan, sekaligus mencari tahu mengapa para siswa bertindak sesuka hati di sekolah.

Kepusingan Ron di Kelas

            Benar, para murid memberontak dan tidak mau mengikuti pelajaran. Tapi Ron tidak mau kalah dan bertindak tegas. Dia membuat banyak peraturan, di antaranya mereka yang akan makan siang di kantin harus berbaris dengan tertib. Jika ada yang menyela antrian maka dihentikan dan tidak boleh mengambil makanan, kecuali sang pelaku meminta maaf.

            Ron juga mengecat ulang kelas dengan warna biru dan mendekornya dengan apik. Namun sayang keesokan harinya, kelas sudah kacau-balau dan dicoret pylox (vandalism). Dia tidak menyerah dan merapikan lagi.



            Di saat Ron berjuang mengatasi para murid dengan menyuruh mereka melepeh permen karet, mendekati dengan cara main lompat tali bareng, dan mengatasi permasalahan satu per satu, ada bisikan untuk pergi. Marissa mendengarkan curhatannya dan dia berkomentar kalau sekolah memang menyebalkan.

            Ron sangat kaget, apa benar seperti itu? Apa dia akan kembali ke North Carolina atau bertahan di NY? Nonton yuuk, hanya 1 jam 36 menit kok!

Anak-Anak Nakal atau Kurang Perhatian?

            Di film The Ron Clark Story diperlihatkan bahwa anak menjadi nakal di sekolah bukan karena kemauan mereka sendiri. Namun bisa jadi karena pengaruh dari orang tua atau lingkungan. Ada murid yang masih berusia 12 tahun tapi pusing karena harus mengurus 3 adiknya, sampai tidak sempat mengerjakan PR. Penyebabnya karena sang ibu harus bekerja di 2 tempat.



            Ada juga murid lain yang suka membaca tapi ikut-ikutan mengotori toilet karena dia takut tidak punya teman di sekolah. Dia juga stress karena keluarganya sangat patriarki. Sementara anaknya kepala sekolah cuek-bebek dan dia sok berkuasa atas gurunya, termasuk Ron.



            Film Ron Clark bukan hanya memperlihatkan bahwa pendidikan harus dilakukan dengan hati, dengan pendekatan khusus untuk anak ‘bermasalah’. Namun film ini juga memperlihatkan bahwa anak bisa jadi nakal karena jadi korban parentifikasi orang tuanya, atau karena hal lain. 

Read: Review Buku si Badung by Enid Blyton

Jadi jangan cap anak ‘bandel’ atau ‘bodoh’ karena bisa jadi dia hanya victim, dan akhirnya punya masa depan yang suram.

 

2 komentar: