Kamis, 27 Agustus 2026

Review Buku Gadis Paling Badung di Sekolah

 

Judul Asli        : The Naughtiest Girl in the School

Penulis             : Enid Blyton

Penerjemah      : Djokolelono

Tahun               : 1983

Penerbit            : Gramedia

            Enid Blyton memang terkenal akan series Lima Sekawan. Tapi series Si Badung juga enggak kalah bagusnya. Seperti biasa, setting di Inggris, di masa jauh sebelum ada internet. Bagaimana ceritanya?



            Alkisah ada gadis cantik bernama Elizabeth Allen. Dia anak tunggal dan berasal dari keluarga kaya. Elizabeth sangat bahagia karena punya kuda dan berbagai hewan peliharaan lain.

            Akan tetapi orang tuanya punya pemikiran lain. Mereka ingin Elizabeth punya banyak teman sebaya. Selama ini dia homeschooling dan mendatangkan guru ke rumah. Jadi agar Elizabeth bisa bergaul, dia harus pergi ke sekolah berasrama bernama Whyteleafe.



            Elizabeth tentu shock berat karena dia belum pernah jauh dari orang tuanya. Tapi keputusan sudah bulat. Ayah dan Ibu Elizabeth akan bepergian selama setahun penuh. Nona Scott, guru privatnya, akan pindah mengajar di keluarga lain. Jadi mau tidak mau dia harus pergi ke sekolah berasrama tersebut.

Si Badung Membuat Ulah

            Baru di kereta api, Elizabeth sudah membuat ulah dan menyombongkan diri di depan teman-teman barunya. Ketika sudah di asrama dia memberontak dan tidak mau menuruti perintah ketua murid (perfek). Kelakuannya membuat heboh karena selama ini di Whyteleafe belum pernah ada cewek sebadung itu.



            Ketika di kelas, Elizabeth melempar penghapus dengan cara melontarkannya memakai penggaris. Dia juga sengaja melanggar banyak peraturan, misalnya tidak memakai stoking dan berjalan-jalan ke desa sendirian (padahal harusnya berdua). Bahkan murid cowok pun ditantang dan dimarahi.

Mengapa Elizabeth sengaja berbuat onar? Dia memang bertekad jadi gadis paling badung (naughty) karena homesick. Pikirnya, ketika selalu jadi anak yang melanggar peraturan, maka pihak sekolah akan menyerah dan memulangkannya kembali.

Pulang atau Bertahan?

            Akan tetapi Elizabeth lama-lama merasa betah di Whyteleafe. Dia paling suka pelajaran music dan memainkan piano. Elizabeth juga lama-lama punya teman seperti Joan yang pendiam. Jadi, mau kabur, berbuat onar, atau bertahan di sekolah? Baca sendiri yuk!

Apa Beda Nakal dan Badung?

            Awalnya daku penasaran, mengapa Pak Djokolelono sebagai translator menerjemahkan ‘naughty’ tidak sebagai nakal tetapi badung? Lantas bertanya ke mbah Google dan ternyata ada perbedaan antara nakal dan badung. Kalau badung itu cenderung ke nakal karena anaknya keras kepala dan susah diatur.



            Berarti diksi ‘badung’ yang digunakan sudah pas sekali karena karakter Elizabeth Allen sebagai tokoh utama di buku ini, adalah anak perempuan yang kuat pendiriannya. Saking kuatnya, ibu, ayah, dan guru privat Elizabeth sampai menyerah. Lantas sang ibu mengirimkannya ke sekolah berasrama.

Read: Review Buku Lima Sekawan: Rahasia di Pulau Kirrin

            Kesimpulannya? Buku Si Badung sangat menarik karena Elizabeth tidak benar-benar ingin jadi cewek badung. Dia hanya mencari perhatian dan menemukan cara agar kembali pulang, karena kangen rumahnya. Jadi kalau ada anak yang nakal jangan dimarahi habis-habisan, tapi temukan dulu akar masalahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar