Selasa, 04 Agustus 2026

A Day in My Life: Nano-Nano Mudik

 

Akhir minggu klean ngapain aja? Kalau kami tiap sabtu atau minggu selalu mudik local alias mengunjungi rumah orang tuaku, yang masih satu kota, bahkan jaraknya hanya 2,5 kilometer. Saking dekatnya, Saladin pernah kuajak mudik jalan kaki dan dia enjoy aja.

Kembali ke cerita mudik. Tanggal 1 Agustus rencananya kami berangkat naik taksi online jam 7 pagi, karena jam 9 ada janji dengan seorang kawan. Jadi Saladin akan dititipkan sebentar ke rumah mbahnya. Tapi ternyata perjanjian itu batal dan akhirnya berangkat mudiknya geser jam 9:30.



Saladin selalu antusias saat mudik karena dia adalah cucu pertama di keluarga besar, dan selalu mendapatkan kasih-sayang yang lebih dari cukup. Malah sebenarnya dia minta untuk menginap juga, tapi tidak kukabulkan. Nanti sajalah di pertengahan bulan.

Mama Sakit

Ketika mudik kemarin maka daku shock karena mama terbaring lemas, beliau sedang sakit. Akhirnya dengan semangat daku menuju dapur untuk bantu masak dan menghasilkan: capcay ayam, ayam kecap, tumis terong, dan nasi goreng. Ternyata masak terong lumayan lama yaa dan memang daku sebenarnya tidak terlalu mahir masak sayur.

Saat semua sudah matang maka saatnya menyapu rumah, dan jam 12:30 baru bisa istirahat sebentar untuk makan siang. Baru saja ambil nasi eh Saladin keluar rumah sambil bawa HP-ku. Rupanya ada tukang jual susu keliling dan ia ingin beli, tapi….



Tapi entah kang susu cosplay jadi pembalap, ada suaranya tak ada orangnya. Saladin terus mengejar, berlari, dan daku ikutan panik. Untung ada kakeknya Saladin yang langsung mengejar dengan menggunakan sepeda motor dan Alhamdulillah nih bocah tertangkap. FYI Saladin ADHD yaa….

Daku mencoba untuk tetap tenang dan tidak ke-trigger karena sebelumnya Saladin sudah beberapa kali kabur dan ‘menghilang’. Memang punya anak ADHD itu  dar-der-dor. Sejutaa rasanya.

Dan Terjadi Lagi

Ini baru yang pertama karena ada lagi kelakuan Saladin di rumah kakeknya. Senja hari saat mau packing dan pulang, dia malah sembunyi di kamar omnya (adikku yang masih bujang). Padahal pintu kamar lagi error (harus diganti handle-nya).

Jadi sebenarnya pintu kamar tidak boleh ditutup rapat tapi karena kebiasaan di rumah, Saladin jadi menutupnya. Otomatis dia terkunci di dalam. Padahal sudah mau maghrib! Bagaimana ini?



Untung kunci kamar omnya tergantung di pintu kamar lain jadi bisa dipakai untuk membuka pintu. Saladin pun terselamatkan dan kami tidak jadi mendobrak pintu. Ada-ada saja bocah! Mana sudah mau maghrib!

Akhirnya kami pulang setelah maghrib dan Alhamdulillah Saladin tidak tantrum. Biasanya dia tuh ngambek, tidak mau pulang. Mengapa anak-anak selalu betah di rumah kakeknya? Ada yang tahu penyebabnya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar