Rabu, 22 Maret 2023

Ide Aktivitas untuk Anak Saat Ramadhan, Mudah Banget!

 

“Mama!”

Hai moms, sadar gak sih kalau sedang bulan puasa, anak-anak jadi lebih sering manggil mamanya? Biasanya mereka bosan lalu merengek-rengek dan ending-nya, minta puasa beduk. Atau paling parah adalah mokel alias minta berbuka sebelum waktunya. Moms jadi mencari ide aktivitas anak saat ramadhan agar mereka tidak bosan di rumah saja sambil menunggu maghrib tiba.

Sebenarnya bikin aktivitas untuk anak tuh enggak butuh biaya besar. Yang paling penting adalah kreativitas. Nah, daripada pusing menghadapai rengekan bocah, yuk lakukan ide-ide ini bersama-sama. Oh ya ini untuk anak usia 5 tahun ke atas ya.

1. Belajar Membuat Tie Dye

Pernah dengar tie dye kan? Bahasa Indonesianya jumputan. Nah caranya gampang dan bahannya adalah kaos polos, kalau bisa warna putih. Kalau memang gak ada bisa pakai seprai atau sarung bantal yang warna putih atau warna lain (yang muda), biar gampang dicelup.


 

Bahan lainnya adalah karet gelang. Sebenarnya untuk tie dye yang asli pakai bahan-bahan kimia seperti garam diazol. Tapi karena untuk anak-anak, cukup pakai pewarna tekstil.

Caranya, kaos diikat-ikat dengan karet gelang (seperti mengikat rambut) lalu dicelupkan ke air yang sudah dicampur pewarna tekstil. Setelah itu jemur hingga kering dan lepaskan karetnya. Jangan sampai masih lembab tapi diangkat ya karena bisa berjamur.

Nah ini ceritaku waktu belajar bikin tie dye bersama Hamparan Rintik, baca di sini ya.

2. Mengumpulkan Barang yang Tak Dipakai di Dalam Rumah

Siapa yang sudah sumpek lihat tumpukan barang-barang di rumah? Nah biasanya kan anak-anak dapat libur awal ramadhan. Mumpung banyak bala bantuan, yuk pekerjakan ehh maksudnya mereka diajak untuk beberes barang yang sekiranya sudah tidak dipakai lagi di dalam rumah. Misalnya koran bekas, baju yang udah belel, dll.

Coba nih lihat di dapur, siapa yang suka ngumpulin plastic makanan (thinwall), sendok plastic, dll? Kalau emang udah numpuk dan gak dipakai dalam 6 bulan ini, Cuma menuh-menuhin aja! Segera kumpulin bareng anak-anak lalu masukkan ke kresek besar. Langsung bawa semua ke bank sampah atau ke pengepul sampah dan bisa ditimbang lalu dapat duit wkwkw. Kalau mamanya rajin decluttering nanti anak-anaknya pasti meniru.

3. Membuat Play Dough Sendiri

Salah satu ide aktivitas anak saat ramadhan adalah bikin play dough sendiri. Cukup dengan 250 gram tepung terigu, pewarna makanan (cair), 2-3 sendok makan minyak, dan air hangat secukupnya. Aduk semua bahan hingga kalis lalu jadi deh play dough-nya.

4. Mewarnai Kaligrafi Sederhana

Daripada anak-anak bosan saat ngabuburit, diajak mewarnai, yuk! Ada banyak printable kaligrafi yang bisa diunduh lalu dicetak. Dengan mewarnai maka sekalian mereka belajar memperlancar baca huruf hijaiyah.

Gimana, Bun? Yuk coba ide aktivitas anak saat ramadhan agar mereka gak bengong, nonton video, atau mabar melulu saat ngabuburit. Dengan bermain sambil belajar atau beres-beres barang di rumah, nunggu azan maghrib pun tidak terasa. Selamat mencoba ya!

Jumat, 17 Maret 2023

Januari Gagal? Tak Apa-apa, Masih Ada Februari dan Selanjutnya

 

Awal tahun 2023 kuawali dengan kegelapan karena di new year’s eve listrik di perumahanku (dan sekitarnya) mati total. Saladin merengek-rengek sementara ayahnya sedang di luar kota. Akhirnya kami naik taksi online ke rumah mama untuk mengungsi, lebih tepatnya menginap sambil cari makan gratis eeeh.

Yaa kalau di rumah ortu sendiri kan bagai gadis kembali karena balik dimanja.

Kembali ke kegelapan. Doaku di tahun 2023 adalah menjadi lebih baik, jadi lebih terang. Gelap hanya di awal waktu, pasti ada cahaya yang menyusul. Sayangnya ada masalah besar yang membuatku pusing tujuh keliling. Syukurlah sudah bisa diselesaikan walau menunggu sampai nyaris 3 minggu kemudian.

Januari makin campur-aduk rasanya dan aku tetap berusaha konsisten mengisi blog. Syukurlah masih sesuai target yaitu minimal 4 blogpost dalam sebulan. Aku mencatat rekor dengan menulis 9 blospost di blog utama.


                                        sumber gambar: koleksi pribadi

Namun….

Aku gagal menyeimbangkan antara ngeblog dengan pekerjaan utama, juga dengan mengurus keluarga. Akhirnya dengan berat hati aku berhenti di 2 challenge yang diselenggarakan oleh kakak-kakak blogger yang baik hati.

Gagal Boleh Tapi Harus Bangkit

Perasaan sempat berkecamuk. Mengapa sih sampai gagal ikut challenge? Ternyata emang gak boleh memaksa.Walau aku suka mencoba nulis hal baru tapi nyatanya kurang cocok dengan niche traveling (karena memang jarang sekali melancong). 


                                    Sumber gambar: koleksi pribadi

BTW salah satu topic di blog challenge adalah traveling sementara satunya adalah parenting. Untuk yang parenting ini udah ada banyak draft di laptop, tapi belum diteruskan karena keteteran dengan pekerjaan utamaku (di media online).

AKU GAGAL!

Tapi seorang kakak blogger membesarkan hatiku. Walau sekarang blio sedang di Korsel tetap tetap memberi motivasi. Gagal boleh tapi wajib bangkit lagi. Lupa quote dari siapa, isinya: 9 kali jatuh 10 kali bangkit (tolong kasih tau jika dikau tau siapa yang membuat quote ini yaaa).

Retail Therapy

Akhirnya aku mencoba cara lain untuk memotivasi diri sendiri dengan retail therapy alias belanjaaa. Setelah meng-install sebuah aplikasi belanja online aku check out banyak barang. Mulai dari sunscreen, masker, charger HP, dll. 

                                   Sumber foto: Unsplash
 

Dan aku sadar bahwa perasaan setelah belanja hanya SENANG bukan BAHAGIA.

OK, STOP! Hapus aplikasinya (tapi nanti di-install kalau butuh lagi). Soalnya kalau gak dihapus ada notifikasi tiap hari dan membuat tergoda untuk shopping lagi.

Kebangkitan di Bulan Maret

Maret mulai ada rasa semangat, sampai kapan harus begini? Kuakui, DA blog turun 2 poin, dan enggak masalah karena bisa dinaikkan lagi. Performa blog bisa diperbaiki.

Yang paling penting adalah perbaikan mindset.

JIKA AKU PERNAH GAGAL MAKA PASTI BISA BERHASIL.

Bukankah keberhasilan adalah buah dari kerja keras? Jika aku gagal dari 2 challenge maka carilah challenge selanjutnya.

Bagi alpha woman sepertiku, memang butuh challenge sebagai pemantik ‘api’. Api semangat untuk terus menulis dan berkarya.

Bagaimana dengan awal tahunmu, kawan?

Selasa, 07 Maret 2023

Kembang Kertas Fuchsia, Memoar yang Membuatmu Terharu Sekaligus Tertawa

 

Penulis: Asih Karina

Penerbit: AE Publishing

Tebal: 243 halaman

Tahun: 2023

 

Kamu pernah gak sih membayangkan gimana rasanya jadi single parent? Menyapa orang lain dengan hangat tetapi malah disalah-artikan?

Ini yang dirasa oleh Asih Karina, yang akrab disapa dengan panggilan Karin. Dalam buku Kembang Kertas Fucshia, Karin menuliskan hal-hal yang menarik di desanya (di Kepanjen, Kabupaten Malang). Ia juga menulis bagaimana perjuangan jadi single parent, di saat ayahnya sakit keras di luar kota.

Eh tapi ini isinya tidak menye-menye ya! Memoar ini bagaikan gado-gado yang terdiri dari kisah sedih tapi tak berlarut-larut. Ada juga cerita humor dan membuatmu ngakak. Di satu sisi, daku kagum dengan kepiawaian Karin dalam meramu cerita sehari-hari (slice of life) jadi memoar yang indah.


 

Karin yang suka bercanda berhasil mengubah cerita tragedi menjadi komedi. Well, bukankah hidup ini adalah tragicomedy?

Review Kembang Kertas Fucshia

Intronya cukup segitu. Saatnya mengulas buku Kembang Kertas Fucshia. Ini adalah karya kedua Karin setelah Setegar Ebony.

Baca: Review Setegar Ebony, Kisah Wanita Hamilyang Dihianati

Baca memoar ini campur-aduk rasanya karena ada berbagai elemen emosi di dalamnya. Pertama daku mau cerita tentang bagian yang sedih dulu. Seperti yang disebut pada awal paragraf, Karin sempat disangka yang tidak-tidak oleh seorang pria tua dan ia marah karena mendapatkan stereotype negatif sebagai seorang ibu tunggal.

Karin juga sempat nelangsa karena sepedanya hilang! Ternyata tidak jadi hilang karena hanya disimpan oleh orang lain, yang bermaksud baik tetapi lupa menyampaikannya.


 

 

Bagaimana tidak sedih sekaligus bingung karena sepeda biru adalah satu-satunya alat transportasinya. Terlebih saat itu dia sibuk jadi pengurus paguyuban dan menyelesaikan misi untuk mempercantik kelas (di SD anaknya).

Karin punya ide untuk mempercantik kelas dengan melukis dindingnya, lalu ruang itu dilengkapi dengan gallon air mineral. Namun ada seorang wali murid yang sinis dan menentangnya. Ternyata hanya satu alasan: beliau tidak punya uang untuk iuran. Karin tak jadi bersilat lidah lalu memahami kondisi ibu tersebut karena pernah juga merasakan sengsaranya memiliki uang pas-pasan.

Adakah Kebahagiaan Baginya?

Namun cerita sedih di buku Kembang Kertas Fucshia tak mendramatisir karena diolah begitu cantik. Para pembaca akan membaca bab-bab selanjutnya yang berisi kisah komedi.

                                                Ini yang namanya Karin
                    

Pertama ketika Karin menghadiri pernikahan sahabatnya. Dia naik travel dan sang sopir terlambat menjemput sampai lebih dari 3 jam! Sampai di kota tujuan, malah hampir nyasar. Ketika acara selesai dan mau pulang eh travelnya gak mau jemput dan akhirnya Karin naik moda transportasi lain.

Cerita komedi kedua yang daku suka adalah ketika ada petugas PLN yang memeriksa listrik di rumah Karin, tetapi disangka palsu. Saat tahu ternyata asli dan Karin minta agar beliau kembali, eh marah-marah. Listrik belum beres, air di sumur mengalami kekeringan, Kombinasi yang bagus!

Kebahagiaan Akan Datang, Lagi dan Lagi

Bagi Karin hidupnya cukup sepi karena ia bekerja sebagai penulis lepas dan tidak berangkat ke kantor. Di kesepian ia ingin ada yang mengisi hatinya, setelah bertahun-tahun sendiri.

Namun ia malah ditemani oleh penyakit bernama tinnitus yang membuat telinganya berdenging bagaikan ada alat pembuat kue putu di dalamnya, ngiing-ngiiing.

Dalam rangka mencari pengobatan tinnitus (selain datang ke dokter tentunya), Karin bergabung dengan grup para pasien tinnitus. Tak disangka di sana ada wanita baik hati yang bagai menganggapnya anak sendiri.

                                              Ebony dan Karin
 

Karin begitu akrab lalu diundang ke Jakarta untuk liburan. Ini adalah kado bagi Ebony, putrinya. Sebelumnya Ebony gagal piknik bersama teman-teman sekolahnya karena saat itu keuangan sedang minim.

Ebony bersorak ketika ia dan Karin naik kereta api lalu benar-benar liburan ke Jakarta. Tinggal di tempat yang bersih dan mewah. Diberi makanan enak. Dibelikan mainan, baju, dll. Bagaikan berasa di surga!

Ini adalah bagian yang paling daku suka di buku ini. Kiranya Tuhan begitu baik merancang kisah hidupnya: Ebony gagal piknik tapi diganti dengan liburan mewah di Jakarta dan 100% gratis.

Mengapa Kembang Kertas?

Jujur saat melihat covernya yang feminine dan judulnya yang sebuah bunga, agak ‘ketipu’ karena isinya campur-campur antara tragicomedy dan slice of life. Lantas mengapa judulnya Kembang Kertas Fucshia?

Daku bertanya pada Karin lalu mendapatkan jawabannya. Katanya: Kembang kertas adalah bunga yang susah dibeli, hidup sendiri, gak pernah jadi prioritas orang, bunga yang gak wangi. Tapi dia indah sendiri, hidup dengan kualitas dia sendiri, konsisten menjadi cantik walau gak diapresiasi. Dari sekian banyak tanaman, kembang kertas yg paling mirip denganku. Dia indah sendiri, tidak mau ikut standar dunia.

Kamu penasaran ama buku Kembang Kertas Fucshia? Bisa dipesan di penulisnya, lihat aja IG-nya @akarigna dan sekalian beli soto juga boleh karena blio buka warung soto bernama Soto Warga, di daerah Kepanjen Kabupaten Malang (posisinya cari di GMap ya).

Jadi, sudah baca buku apa minggu ini?